NovelToon NovelToon
Antagonis Cantik Tawanan Mafia Kejam

Antagonis Cantik Tawanan Mafia Kejam

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita / Mafia / Obsesi / Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: MTMH18

Lala mengalami kecelakaan yang membuat jiwanya terjebak di dalam raga seorang antagonis di dalam novel dark romance, ia menjadi Clara Shamora yang akan mati di tangan seorang mafia kejam yang mencintai protagonis wanita secara diam-diam.

Untuk menghindari nasib yang sama dengan Clara di dalam novel, Lala bertekad untuk tidak mengganggu sang protagonis wanita. Namun, ternyata ia salah langkah dan membuatnya diincar oleh malaikat mautnya sendiri—Sean Verren Dominic.

“Sekalinya milik Grey, maka hanya Grey yang bisa memilikinya.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian dua puluh

Clara tidak tahu kalau apartemennya direnovasi, padahal ia sudah mendapatkan izin dari Sean untuk tinggal di apartemennya.

Jadinya, Clara kembali ke Mansion Sean. Gadis itu tidak mungkin mencari penginapan, karena jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari.

“Nona Clara membutuhkan sesuatu?” Tanya Lauren yang menyambut kedatangannya.

Sean memang menyuruh Lauren untuk menyambut Clara yang tidak jadi tidur di apartemennya, karena pria itu sedang ada urusan penting.

“Tidak, Bibi bisa beristirahat,” jawab Clara, sebelum melanjutkan langkahnya menuju lift.

Suasana Mansion terasa dingin, karena tidak ada aktivitas apapun. Semuanya sudah beristirahat, kecuali para penjaga yang baru berganti shift.

Clara sendiri tidak langsung tidur, gadis itu masih belum mengantuk. Tiba-tiba saja ia kepikiran untuk memotong rambut panjangnya, karena ujung rambutnya sudah rusak, akibat pewarna rambut.

Gadis itu memotongnya, meskipun tidak rapi. Clara menyukai kesempurnaan, jadi ia merasa risih saat bagian ujung rambutnya terlihat jelek.

“Kenapa dipotong?” Suara Sean mengejutkannya.

Pria itu sudah kembali, tetapi penampilannya terlihat menyeramkan. Sean pulang dengan keadaan wajah yang kotor dengan darah, bahkan bau anyir dari tubuh pria itu membuat Clara merasa mual.

“Sudah rusak, jadi aku memotongnya,” jawab gadis itu sambil menahan rasa mualnya.

Biasanya Clara tahan dengan bau darah, tetapi malam ini baunya sedikit berbeda dan membuat perutnya bergejolak.

“Aku akan merapikannya,” Sean mendekat dan merapikan potongan yang terlihat berbeda.

Clara menahan napasnya, mata hijaunya menatap lekat wajah tampan Sean dari cermin di depan. Pria itu terlihat sangat menyeramkan, cocok dengan julukan yang diberikan oleh penulis.

“Sudah cantik,” bisik Sean sambil mengecup telinga gadis kecilnya.

Clara tidak menyangka kalau pria itu akan membuat rambutnya menjadi sebahu dengan potongan yang begitu rapi.

“Kau terlihat semakin cantik,” Sean tidak berbohong, gadis kecilnya terlihat semakin bersinar dengan rambut sebahunya.

Namun, Clara merasa aneh dengan tatapan pria itu. Juga dengan nada suara Sean yang terdengar berbeda.

“Kenapa tidak jadi tidur di apartemen?” Pertanyaan itu membuat Clara tersadar.

“Apartemennya masih direnovasi,” jawab gadis itu sambil menoleh untuk menatap mata biru Sean.

“Sampai kapan renovasinya?” Tanya pria itu sambil memainkan rambut pendek gadis kecilnya.

“Belum tahu, kemungkinan dua atau tiga minggu lagi baru selesai,” Clara benar-benar merasa aneh dengan sikap Sean.

“Masih ada waktu untuk tidur, mau tidur di kamarmu atau di kamarku?” Pria itu tidak ingin tidur sendirian.

“Di sini,” jawab Clara yang mengira kalau Sean bertanya dirinya ingin tidur di mana.

Pria itu menarik tubuhnya, tanpa mengatakan apa-apa ia berlalu keluar dari kamar Clara untuk pergi ke kamarnya.

“Sebenarnya apa yang terjadi?” Gadis itu benar-benar bingung.

Clara merasa ada yang disembunyikan Sean, tetapi gadis itu tidak memiliki hak untuk bertanya.

“Lebih baik aku mandi!” Clara memutuskan untuk mandi, sebelum tidur.

Gadis itu tidak berlama-lama di dalam kamar mandi, karena udara malam ini terasa dingin. Saat ia keluar kamar mandi, dirinya dikejutkan oleh sosok Sean yang sudah berada di tempat tidurnya.

“Kenapa Kak Sean berada di sini?” Pertanyaan konyol itu membuat Clara meringis pelan, karena gadis itu lupa kalau Mansion yang ditinggalinya adalah milik Sean.

“Cepat pakai bajumu, sebelum kau demam!” Suara pria itu terdengar serak.

Clara baru sadar kalau ia hanya memakai handuk yang tidak bisa menutupi bahu dan pahanya, dengan cepat gadis itu memasuki walk in closet untuk memakai piyama.

“Kenapa aku bisa seceroboh ini?” Clara merasa kesal dengan dirinya sendiri yang lupa kalau dirinya berada di tempat Sean, jadi pria itu bisa bebas masuk ke ruangan mana saja.

Sebelum keluar, gadis itu memastikan penampilannya sudah aman atau belum. Setelah dirasa aman, barulah ia keluar dan terlihat Sean sedang sibuk dengan ponselnya.

“Kemarilah!” Titah pria itu sambil menepuk tempat kosong di sisinya.

Clara naik ke tempat tidur, tangannya langsung ditarik oleh Sean dan membuatnya terjatuh ke pelukan pria itu.

“Sleep tight, baby girl!” Bisik Sean, sebelum memejamkan matanya.

Clara tidak bisa melepaskan pelukan pria itu, karena Sean memeluknya sangat erat. Jadi, gadis itu tidur dengan posisi yang membuatnya sedikit tidak nyaman.

Beberapa saat kemudian, setelah Clara terlelap. Sean membuka matanya, pria itu masih belum tidur.

“Kau benar-benar cantik, Clara,” Sean menyentuh rambut pendek gadis kecilnya.

Penampilan baru Clara berhasil membuat Sean semakin tergila-gila kepada gadis itu, rasanya Sean ingin mengurung Clara dan tidak membiarkan gadis itu dilihat oleh orang lain.

“Sayangnya aku masih belum bisa melakukannya, tetapi bukan artinya tidak bisa.”

...***...

Penampilan terbaru Clara membuat Aaron tercengang, sebab lelaki itu sangat tahu kalau Clara begitu menyukai rambut panjangnya.

“Ternyata patah hati bisa membuatmu berubah,” ucapan Aaron membuat langkah gadis itu terhenti.

“Kau sedang berbicara denganku?” Tanya Clara sambil menunjuk dirinya sendiri.

“Kenapa kau memotong rambutmu? Apa kau memotongnya, karena mendengar aku sudah bertunangan dengan Bella?” Tanya Aaron dengan penuh percaya diri.

Clara menahan diri untuk tidak tertawa mendengar kalimat konyol yang baru saja didengarnya, gadis itu menyentuh rambut sebahunya.

“Rambutku rusak, jadi aku memotongnya agar terlihat lebih sehat,” jawab Clara dengan senyuman manisnya.

Aaron langsung terpana oleh senyuman menawan itu, karena baru kali ia sadar kalau Clara sangat cantik saat tersenyum.

“Bukan karena patah hati,” lanjut gadis itu, yang membuat Aaron tersadar.

“Tidak usah malu-malu, Clara. Katakan saja kalau kau sedang patah hati—”

“Selamat atas pertunanganmu dengan Bella, semoga hubungan kalian sampai ke jenjang pernikahan. Dan jangan lupa undang aku, karena aku juga ingin melihat prosesi pernikahan kalian,” ujar Clara yang memotong ucapan lelaki itu.

Setelah itu, Clara kembali melanjutkan langkahnya. Aaron masih belum bergerak dari tempatnya, sebab lelaki itu tidak menyangka kalau Clara akan mengatakan selamat, bukan menangis atau memohon untuk kembali kepadanya.

“Mungkin dia masih berpura-pura untuk menarik perhatianku, nanti dia akan memohon dan menangis untuk kembali kepadaku,” kekeh Aaron yang sangat percaya kalau Clara sedang melakukan trik untuk menarik perhatiannya.

Sedangkan Clara, gadis itu sudah tidak peduli lagi dengan Aaron maupun keluarganya. Clara hanya menunggu waktu sampai mereka sadar kalau Bella tidak sepolos yang mereka bangga-banggakan.

“Wah, rambut barumu terlihat sangat cantik!” Seruan itu membuat Clara tersenyum tipis.

“Tapi penampilanmu mengingatkanku pada seseorang,” ucap Zelin sambil berpikir keras.

Clara menunggu jawaban temannya, karena ia mulai penasaran saat melihat ekspresi Zelin.

“Mirip siapa?” Tanya Clara saat sang teman menatapnya dengan senyuman mengembang.

“Aku tidak ingat,” cengir Zelin yang dibalas dengusan oleh Clara.

Zelin tertawa kecil, tetapi tawanya terdengar berbeda. Zelin sebenarnya berbohong, gadis itu sudah ingat siapa yang mirip dengan Clara.

‘Maaf Clara.’

Bersambung.

1
Hariyanti
thanks Thor 🥰🥰🙏 ceritanya penuh warna
Erna Masliana
Elios cinta Clara tapi dia diam tidak obsesi tidak pula ngobrol berlebihan atau so akrab..soal cinta mana bisa diatur hati milih sendiri kok
Erna Masliana
Clara tidak beruntung Clara asli tetap mati...ini jiwa Lavanya jadi hasilnya beda bisa bales dendam
Erna Masliana
satukan dg napi yang guy
Erna Masliana
makanya kudu dibunuh
Erna Masliana
eta paehan heula s Joan..sok dagorkn huluna nepi ka bocor.. minimal hiji biang masalah paeh
Erna Masliana
nya salah s Olivia anj.. pelakor gak tau diri.. sakit jiwa
Erna Masliana
atuh bikin pingsan dulu s Joan nya atau langsung bunuh kalo bisa baru megang pintu
Erna Masliana
bawa mobil tabrak mereka
Erna Masliana
udah ketebak
Erna Masliana
oh gitu... memang keluarga Lexander harus hancur sehancur hancurnya kalo gitu
Erna Masliana
itu pasti salah satu pegawai rumah mu .. tidak mungkin batu terbang dari lingkungan luar..rumahmu berupa Mansion kan pasti dikelilingi halaman
Erna Masliana
heh .. nanti ketemu anak aslimu disana Jes
Erna Masliana
ngeunah ngomong kesempatan kedua..nyeri hate 10th masa iya poho kitu bae.. mana maraneh kan geus ngusir
Erna Masliana
belom 10th.. Clara aja sanggup sampe 10th dihina diabaikan ditampar difitnah kalian..
Erna Masliana
pengkhianat kah
Erna Masliana
memang Grey yang cinta Clara bukan Sean kayaknya.. otaknya Sean isinya Luna 😛
Erna Masliana
betul sangat tidak masuk akal
Erna Masliana
hoax banget... terlalu berlebihan hanya karena Laluna mati semuanya harus mati aneh
Erna Masliana
di belokin nya kejauhan nih kayaknya penulis pro banget ke Sean masa iya Laluna adiknya.. mana ada pelepasan naninu ngebayangin adik sendiri kecuali memang Sean cinta adik sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!