NovelToon NovelToon
Aku Pergi, Mas!

Aku Pergi, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Danie A

Pernikahan yang terlihat harmonis, ternyata penuh penghianatan. Celsi memilih pergi saat mengetahui suaminya berselingkuh dengan sepupunya sendiri.

"Aku pergi, Mas!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 19

Mereka berjalan menuju salah satu unit ruko yang letaknya tidak jauh dari sana. Bangunan itu dulunya disewa sebagai kantor sebuah perusahaan, namun masa kontraknya telah habis. Sekarang ruangan itu terlihat bersih dan kosong, hanya berisi beberapa perabot sederhana yang ditinggalkan atau sengaja disiapkan. Suasana di dalamnya teduh dan sejuk, jauh dari kebisingan jalanan.

"Maaf ya, Ko," ucap Celsi pelan saat mereka sudah duduk berhadapan. "Aku nggak bermaksud ninggalin pesan atau telepon berhari-hari. Cuma lagi banyak banget pikiran dan urusan di rumah. Jadi aku cuma membalas atau mengangkat telepon yang sekiranya benar-benar urgent saja."

Aska tersenyum lembut, menenangkan. "Iya, aku ngerti kok. Aku dengar juga dari orang-orang kalau di sebelah rumahmu ada musibah. Pasti kamu sibuk menemani orang tua dan membantu urusan di sana. Aku maklumi kok, Cel. Aku cuma khawatir aja, takut kamu kenapa-napa atau ada bahaya."

Celsi menghela napas panjang, rasa bersalah sedikit berkurang melihat ketulusan di mata pria itu. "Alhamdulillah, semua sudah selesai. Sekarang tinggal masa-masa penyesuaian diri saja."

"Terus... gimana keadaan Mama?" tanya Celsi mengalihkan topik, matanya memancarkan rasa peduli. "Dulu waktu di rumah sakit aku belum sempat menyapa Mama."

"Sudah dong," jawab Aska dengan nada bangga. "Mama sudah pulang hari ini. Kondisinya jauh lebih baik. Sudah bisa makan enak, sudah bisa jalan-jalan keliling rumah. Dokter juga bilang pemulihannya bagus banget."

"Syukurlah..." Celsi tersenyum tulus, dadanya terasa lega.

"Mama juga udah terima salam kamu. Wa'alaikum salam katanya."

Celsi tersenyum, "Kokoh sampaikan juga ya?"

Aska terkekeh pelan, matanya berbinar penuh arti. "Iya dong. Mama malah jadi kepikiran terus. Tanya terus kapan bisa ketemu. Mama malah nyuruh aku cari kamu buat diajak main ke rumah."

Celsi tertawa kecil, pipinya sedikit memerah. "Iya ya... aku juga belum jengukin Mama kokoh. Cuma hari-hari ini belum sempat aja karena urusan di rumah belum kelar semua. Nanti ya, Ko. Nanti kalau semua sudah agak tenang, aku pasti datang."

"Aku tunggu," kata Aska tegas. "Kapanpun kamu siap, aku siap jemput atau anterin. Aku tunggu."

.

.

.

Hari-hari berganti dengan lambat, menyisakan kehampaan yang sulit dijelaskan. Rangga pulang ke rumah orang tuanya, tempat Ratna tinggal. Pria itu baru saja selesai dengan urusan kantornya dan memilih singgah di sana daripada langsung pulang ke rumahnya sendiri bersama Vena.

"Lho? Kok malah ke sini? Nggak pulang ke rumahmu sendiri?" sindir Ratna saat melihat anaknya masuk. Suaranya dingin dan datar.

Rangga hanya menghela napas, melempar tas kerjanya sembarang ke sofa. "Lagi males aja, Ma. Di rumah rasanya... sepi banget. Hampa."

Ratna menatap anaknya dengan tatapan tajam dan penuh perhitungan. Tanpa basa-basi, kalimat yang keluar dari mulutnya membuat Rangga terbelalak tak percaya.

"Kalau begitu mending cerai saja sama Vena."

Rangga menoleh cepat, matanya membelalak. "Hah? Mama ngomong apa sih?!"

"Toh kan sudah nggak ada anak. Buat apa dipertahankan?" ucap Ratna santai seolah membicarakan barang dagangan. "Keluarganya problematik semua. Enggak ada yang beres. Daripada kamu nanti makin menderita dan malu, putus saja hubunganmu."

"Ma! Ini kan baru kejadian! Vena juga lagi sedih-sedihnya!" Rangga benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran ibunya. "Aku nggak bisa ngikutin omongan Mama."

"Justru karena sayang sama kamu Mama bilang begitu. Kamu masih muda, Ga. Masih bisa cari yang lebih baik, yang keluarga nya baik-baik juga."

Rangga menggeleng kuat, merasa muak dengan pembicaraan ini. "Aku nggak mau bahas ini sekarang. Aku pamit pulang dulu."

"RANGGA!" teriak Ratna saat anaknya berbalik pergi. "Pikirkan baik-baik apa yang Mama bilang! Jangan bodoh!"

Rangga tidak menoleh lagi. Ia keluar dan masuk ke dalam mobilnya dengan perasaan campur aduk. Sepanjang perjalanan pulang, pikirannya kacau. Saran ibunya itu terus berputar di kepala. Cerai?

Sesampainya di rumah, Vena menyambutnya dengan wajah pucat dan lesu. Sudah tiga hari anak mereka meninggal. Suasana rumah masih terasa berat dan penuh duka. Makanan di meja terhidang, tapi rasanya hambar dan tak berselera.

Rangga duduk, menatap istrinya yang diam saja menunduk. Pikirannya kembali melayang pada ucapan ibunya tadi. Apa benar lebih baik bercerai saja?

Tapi ia segera menggelengkan kepala. Itu artinya ia akan menjadi duda dua kali. Usianya baru dua puluh delapan tahun. Vena bahkan baru dua puluh lima. Masih muda. Masih ada harapan. Masih bisa mencoba lagi. Masih bisa program hamil lagi untuk mendapatkan keturunan yang sehat dan sempurna.

"Tidak," bisik Rangga dalam hati. "Aku harus sabar. Kita akan coba lagi nanti. Pasti bisa dapat anak yang sehat." Ia memantapkan hati untuk bertahan, meski rasa kosong itu masih terus menghantuinya.

.

.

.

Hari itu, Celsi memberanikan diri. Ia sudah menyiapkan diri dengan pakaian yang sopan namun tetap terlihat cantik dan rapi. Ia datang menemui Aska sesuai janjinya.

Aska yang melihat kedatangannya tampak terkejut sekaligus bahagia. Matanya tak lepas dari wajah wanita itu. Celsi merasa sedikit canggung dan salah tingkah karena ditatap begitu lama dan intens tanpa kata.

"A-apa, Ko?" tanya Celsi sambil menunduk menyembunyikan senyum malu. "Enggak pantas ya?"

"Enggak... pantes banget kok," jawab Aska pelan. "Kamu cocok banget pake itu, sampai ngefreeze gini. Hehehehe."

Celsi tertawa kecil untuk mencairkan suasana. "Aku kan mau jenguk orang tua. jadi harus baik dan sopan."

Aska mengangkat jempol, "Kebetulan banget hari ini Mama ulang tahun."

Celsi terperanjat. "Hah?! Serius?! Ya ampun! Aku nggak tahu! Aku harusnya beli kado atau kue dulu nih!" Ia mulai panik dan ingin berbalik arah.

"Eh jangan, jangan!" Aska cepat menahan lengan wanita itu pelan. "Nggak perlu beli apa-apa. Kamu datang saja sudah jadi hadiah terindah buat Mama. Apalagi kamu bawa makanan kesukaan Mama. Itu sudah lebih dari cukup, percaya deh," katanya meyakinkan seraya melirik ayam celup paket jumbo di tangan Celsi.

Perjalanan dari ruko ke rumah Aska tidak jauh, skitar 15 menit. Di tengah jalan, Aska mengajak Celsi mampir sebentar ke sebuah toko bunga yang cukup terkenal.

"Mampir bentar ya? Aku mau kasih mama sesuatu," katanya sambil memarkirkan mobilnya.

Aska masuk dan memesan satu buket bunga yang sangat besar dan indah, berisi bunga-bunga segar berwarna-warni yang harum semerbak.

"Ini buat kamu."

Mata Celsi membulat.

"Aku beli satu buat Mama. Nih. Sebagai tanda terima kasih udah mau jenguk Mama."

Celsi menerima buket itu dengan tangan gemetar. Matanya menatap bunga-bunga indah itu. Namun, tiba-tiba saja ada bayangan masa lalu yang menyeruak masuk dengan sangat cepat dan menyakitkan.

Ia teringat masa lalu. Teringat saat Rangga, mantan suaminya, juga pernah melakukan hal yang sama persis. Membeli dua bunga. Satu untuknya, dan satu lagi untuk Vena, wanita yang saat itu menjadi selingkuhan dan perusak rumah tangganya. Kenangan pahit itu datang begitu saja, menghantam dadanya dengan keras.

Tanpa Celsi sadari, air matanya mulai menetes. Pertama satu tetes, lalu dua, lalu mengalir deras tanpa bisa ditahan. Bahunya mulai bergetar menahan isak tangis yang tertahan.

"Cel? Celsi?" Aska terkejut melihat wanita itu tiba-tiba menangis. "Kamu kenapa? Ada yang sakit? Kenapa tiba-tiba nangis?"

1
Ma Em
Semoga Celsi ada yg nolongin jgn sampai terjadi sesuatu hal yg tdk diinginkan , makanya Celsi jgn mentang2 berani pergi sendiri tdk ada orang yg antar akhirnya kamu takut sendiri .
Ma Em
Semoga Celsi berjodoh dgn Aska dan bisa hamil agar tdk dihina terus sama keluarga Rangga juga sama Bu Weni .
Danie a: semoga ya kak😅
total 1 replies
Lyeend
buat apa lagi mau tunggu di sana Celsi. pergilah bawa diri dan move on
Sri Rahayu
apa itu palsu...sengaja suaminya buat agar punya alasan utk mencari pr lain 🙃🙃🙃....lanjut Thorr😘😘😘
Danie a: makasih kak. kaka masih ngikuti aja ya😭🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!