NovelToon NovelToon
ANAK HASIL PERSELINGKUHAN

ANAK HASIL PERSELINGKUHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Cerai / Penyesalan Suami
Popularitas:739
Nilai: 5
Nama Author: NeyNaa

Perselingkuhan di balas dengan selingkuh, hingga menghasilkan buah hati dalam hubungan terlarang!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NeyNaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Usaha Sulis

Waktu terus berjalan,setelah kejadian di kost dan janji yang dibuat di depan orang tuanya, Irwan justru menjadi jauh lebih berhati-hati.Kali ini Ia belajar dari kesalahan sebelumnya,belajar bagaimana menyembunyikan jejak,serta berbohong tanpa mudah ketahuan,yang paling penting, ia belajar bagaimana menjalani dua kehidupan sekaligus.

Di depan keluarga, ia tampil sebagai suami dan ayah yang berusaha memperbaiki diri,namun di belakang mereka, hubungannya dengan Lastri masih terus berjalan,bahkan semakin rapi.

...****************...

Suatu sore Irwan pulang membawa sebuah kotak kecil,Sulis bertanya apa isinya, Irwan menjawab singkat.

"Handphone kantor."

Sulis hanya mengangguk,Ia tidak tertarik untuk memeriksanya dan bertanya lebih jauh,sebab di dalam hatinya, ia sudah tidak lagi percaya pada sebagian besar ucapan suaminya.

Nyatanya ponsel itu memang bukan untuk pekerjaan,melainkan ponsel itu khusus digunakan Irwan untuk berkomunikasi dengan Lastri,nomornya tidak diketahui siapa pun.

Sementara itu Sulis mulai berubah,jika dulu ia masih sering menangis memikirkan Lastri, kini emosinya perlahan habis terkuras,bukan karena sudah memaafkan,melainkan karena terlalu lelah untuk terus memikirkan hal yang sama.Ia mulai menyadari bahwa hidupnya tidak boleh berhenti hanya karena kelakuan Irwan,ada dua anak yang membutuhkan perhatian dan masa depan yang harus dipikirkan,serta dirinya sendiri yang selama ini nyaris hilang karena terlalu fokus mempertahankan rumah tangga.

Suatu malam Dito terbangun karena mimpi buruk,anak laki-laki itu menangis sambil memanggil ibunya, Sulis dengan sigap memeluknya.

"Mama di sini sayang."

Dito menyandarkan kepalanya ke dada Sulis.

"Papa marah lagi sama mama nggak,papa bakal ninggalin kita nggak ma?"

Pertanyaan polos itu membuat hati Sulis terasa diremas terlihat ada trauma yang dialami anak laki-lakinya itu,meski Irwan belum melakukan kekerasan namun beberapa kejadian akhir-akhir ini tampaknya cukup menguncang jiwa kedua anaknya,mereka tau dan merasakan bahwa rumah mereka sudah tak sehangat seperti dulu lagi, tawa yang dulu seakan hilang begitu saja.

Sulis mengusap rambut putranya perlahan.

"Nggak sayang,mama dan papa selalu ada untuk Dito dan Rara, sekarang waktunya Dito tidur ya sayang."

Dito pun kembali pada posisinya,Sulis berbaring disamping anaknya,sambil mengusap perlahan kepala anaknya hingga terlelap,setelah Dito kembali tertidur, Sulis justru tidak bisa memejamkan mata.

Ia duduk di tepi ranjang cukup lama,memikirkan kondisi anak-anaknya,mereka semakin besar,mulai memahami keadaan hal tersebut membuat Sulis semakin khawatir.

Beberapa hari kemudian Sulis mulai mencari kesibukan baru,selain mengurus rumah dan anak-anak, ia mencoba berjualan makanan secara online.Awalnya hanya makanan ringan dan beberapa lauk rumahan,Ia mempromosikannya melalui media sosial dan grup lingkungan sekitar.Keuntungannya memang tidak besar,namun cukup membantu dan yang lebih penting, membuat pikirannya tidak terus menerus dipenuhi masalah rumah tangga.

Setiap pagi Sulis bangun lebih awal,menyiapkan pesanan,mengemas makanan,lalu mengantar ke jasa pengiriman atau pembeli yang datang langsung.Perlahan usahanya mulai dikenal,beberapa pelanggan bahkan mulai memesan secara rutin.Hal itu memberi Sulis sedikit rasa percaya diri yang selama ini hilang.

Suatu sore rumah sulis dipenuhi aroma masakan, tampak tak henti-hentinya pelanggan datang silih berganti, begitu pun ojek online yang mengambil pesanan para pembeli, ketika sedang menyiapkan pesanan, tetangganya datang berkunjung.

"Wah, ramai juga sekarang ya mba."

Sulis tersenyum.

"Alhamdulillah mba."

"Baguslah lah. Daripada cuma di rumah terus hitung-hitung nambah uang jajan anak-anak."

Sulis hanya mengangguk pelan sambil tersenyum.

Ia tidak menceritakan apa pun tentang rumah tangganya,tidak mengeluh dan mencari simpati,selama ini ia sudah terlalu sering kecewa,kini ia memilih menyimpan semuanya sendiri.

Di sisi lain, Irwan semakin sibuk menjalani kehidupan gandanya,ponsel rahasia itu hampir tidak pernah lepas dari jangkauannya,setiap ada kesempatan, ia menghubungi Lastri,mengatur pertemuan,bertukar kabar,dan terus memelihara hubungan terlarang tersebut,ia bak seseorang yang sedang mengalami puber kedua.

Ia merasa dirinya berhasil,merasa semuanya terkendali,karena Sulis tidak lagi bertanya,namun Irwan tidak menyadari satu hal,diamnya Sulis bukan berarti semuanya baik-baik saja,diamnya Sulis lahir dari kelelahan yang sangat mendalam,ketika kepercayaan seorang istri berubah menjadi ketidakpedulian, maka hal tersebut adalah pertanda hancurnya sebuah rumah tangga.

Beberapa minggu berikutnya, kehidupan di rumah mereka berjalan dalam pola yang aneh.

Sulis dan Irwan seperti dua orang yang tinggal di bawah atap yang sama, tetapi menjalani kehidupan masing-masing.Jika dulu Sulis selalu menunggu Irwan pulang untuk makan malam bersama, kini ia lebih sering makan bersama anak-anak terlebih dahulu, dulu ia selalu menyiapkan kopi hangat ketika suaminya pulang bekerja, sekarang ia hanya meninggalkan termos di meja dapur,bukan karena benci,melainkan karena sudah terlalu lelah berharap.

Suatu malam Irwan pulang lebih larut dari biasanya,jam dinding menunjukkan pukul sebelas malam,ketika masuk ke rumah, lampu ruang tamu masih menyala,namun Sulis tidak menunggunya seperti dulu,wanita itu sedang duduk di meja makan sambil menghitung hasil penjualan hari itu,beberapa lembar uang dan catatan pesanan tergeletak di depannya.

"Kok belum tidur?" tanya Irwan sambil meletakkan tas kerja.

"Ada pesanan besok pagi."

"Oh."

Hanya itu.

Tidak ada pertanyaan ke mana Irwan pergi,kenapa pulang larut,dan entah kenapa, justru hal itu membuat Irwan merasa tidak nyaman,seolah keberadaannya tidak terlalu penting.

"Kamu marah sama aku?" tanya Irwan tiba-tiba.

Sulis mengangkat kepala.

"Eeemmm, nggak."

"Kok akhir-akhir ini beda?"

Sulis tersenyum tipis.

"Mungkin aku lagi capek."

Jawaban itu sederhana dan singkat,tapi membuat Irwan terdiam,karena untuk pertama kalinya ia melihat sesuatu yang berbeda di mata istrinya.

Setelah Irwan masuk kamar, Sulis kembali menatap catatan penjualannya,hari itu ia berhasil menjual hampir seluruh makanan yang dibuatnya,keuntungannya memang tidak besar,namun cukup membuatnya senang,setidaknya ada sesuatu yang bisa ia banggakan dari usahanya sendiri.

Perlahan ia mulai memiliki pelanggan tetap,bahkan beberapa tetangga mulai merekomendasikan masakannya kepada orang lain.

Aktivitas itu membantu Sulis bertahan,membantu dirinya tetap waras di tengah rumah tangga yang semakin dingin.

Di kamar, Irwan diam-diam mengambil ponsel keduanya,sebuah pesan dari Lastri sudah menunggunya.

"Udah pulang, Mas?"

Irwan tersenyum kecil,jarinya segera mengetik balasan.

"Udah."

Tak lama kemudian pesan lain masuk.

"Aku kangen."

Kalimat singkat itu membuat Irwan kembali larut dalam hubungan yang selama ini berusaha ia sembunyikan.

Mereka bertukar pesan hingga larut malam,membicarakan hal-hal sederhana,tentang hari yang mereka jalani,tentang rencana bertemu minggu depan dan kehidupan yang mereka impikan.

Menjelang tengah malam, Sulis akhirnya masuk ke kamar,Ia melihat Irwan sudah berbaring dengan mata terpejam,seolah sedang tidur.

Padahal beberapa menit sebelumnya pria itu masih mengirim pesan kepada Lastri,Sulis mematikan lampu lalu berbaring di sisi lain ranjang.Jarak di antara mereka tidak terlalu jauh,namun terasa seperti dipisahkan oleh jurang yang sangat lebar,Ia memejamkan mata perlahan,dalam hati ia hanya berharap satu hal,semoga Dito dan Rara tumbuh menjadi anak-anak yang bahagia.

Karena semakin hari, Sulis mulai kehilangan keyakinan bahwa rumah tangga yang dulu ia bangun dengan penuh cinta masih bisa kembali seperti semula

1
Yati Adek
dasar janda bolong wkwkwk
NeyNaa: wkwkwkw tenangin diri kak 🤣🤣
total 1 replies
Yati Adek
dasar janda gatal
Yati Adek
memang perempuangktau malu
NeyNaa: mksh ud mmpir kak 😄
total 1 replies
Neriya Naura
Si lakor kayaknya pke guna2, si iwan ampe segitunya, author matiin tu lakor, gatal bgt....
Si sulis juga demen bgt masih betah am tu laki...
NeyNaa: jgn emosi kak 🤭
total 1 replies
NeyNaa
ud buta sma cnta, efeknya amnesia 🤭
Lili Amalia
laki2 klau sdh mulai mengalami puber ke 2 atau apapun itu alasannya, TDK akan bisa mendengar nasihat dari siapapun.
kalau kata aku sih biar saja mreka ,dan s istri minta talak 3 dan cari cuan sebanyak banyaknya tuk menyenangkan diri sendiri dan anak. Ngapain bertahan dg laki2 tdk setia. najis .
Neriya Naura
Gak tau malu bgt 🤭
Neriya Naura
Ni si pastri gatel ya gak ketulungn, gatel+gak tau malu, si iwan juga silau bgt ama godaan janda🤭, lemah bgt imannya.
NeyNaa: tenangkan dirimu kak...🤭
total 1 replies
Neriya Naura
Cerita menarik, makin seru, si suami naksir janda gatel...
Neriya Naura
Si pastri gatel bgt sih.... 🤭
NeyNaa
seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!