NovelToon NovelToon
Karena Tuhan Kita Berbeda

Karena Tuhan Kita Berbeda

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Cinta pada Pandangan Pertama
Popularitas:198
Nilai: 5
Nama Author: Mie Atah

ratu elok Syakira berasal dari indonesia yang berjuang sendiri di kota besar tianji yang berusaha menyembunyikan identitas aslinya karena masa kecil yang pahit,Xiao mei itulah nama sehari harinya.

bangkit sendiri dari keterpurukan yang di berikan oleh paman nya sendiri bertahan hingga masa sekolah menengah selesai,lalu pergi ke kota dimana tidak ada di pikirannya


Xing Jian hao seorang artis populer tinggi tampan,mapan dan play boy salah satu kelebihannya ,anak satu satunya dari pasangan Xing Deming dan Wang mei ,kehidupan yang bebas seperti tidak memiliki beban dalam hidupnya ,berpetualang dalam dunia hiburan yang selalu di kelilingi wanita cantik

apa jadinya jika ia bertemu dengan wanita yang acuh padanya ???
apakah Jian akan membencinya,,, atau jatuh cinta ????



selamat datang di novel kedua mie atah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mie Atah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19.saling memberi rasa tenang

uap yang di hasilkan dari bubur panas yang Meimei sajikan sedikit demi sedikit menghilang ,setengah jam lalu asisten Lin izin untuk mengurus sesuatu dulu dan memohon pertolongan Meimei untuk merawat Jian hao,

Meimei masih mengingat pembicaraan nya dengan asisten lin sebelum asisten Lin pergi

" kenapa gak di bawa kerumah sakit aja kak,,maaf bukan apa apa,,tapi lihat lukanya,,??" tanya Meimei menunjuk kondisi Jian hao yang menurutnya memerlukan pertolongan dokter ahli

" dalam kondisi seperti ini Jian Hao tidak bisa di bawa ke dokter , rumah sakit bukan solusi yang baik untuk Jian hao ,kekuasaan tuan Xing bisa menembus dinding yang tebal,rumah sakit mana di Tiongkok yang tidak tunduk padanya" ucap asisten lin

" dokter,,,biasanya kalau orang kaya itu dokternya akan datang kerumah kita,??"

" Hem benar,,tapi Jian hao meminta untuk mengantarkannya kesini,,dan Jian hao tidak mau mengambil resiko jika ada yang mengetahui tentang kamu mei "

" dasar jerapah,,kenapa tidak memikirkan dirinya sendiri " ucap Meimei menggerutu namun mengasihani keadaan Jian hao

" apa sudah mengumpatnya,,??" tanya Jian hao lemah

Meimei berdiri dan mendekati Jian hao

" hei,,sudah bangun,,??" tanya Meimei

" em " jawab Jian hao masih terpejam

" mau minum,,??" tanya Meimei

Jian hao mengangguk kecil sebagai jawaban

" ayo bangun dulu,, " ucap Meimei

" bantu aku " ucap Jian hao merentangkan kedua tangannya

" kau serius jerapah ,,??" tanya Meimei

" apa kau tidak melihat ke adaan ku,,bagaimana aku mau bangun sedangkan tubuhku seperti habis dilindas truk " ucap Jian hao

Meimei cemberut mendengar perkataan Jian hao memang benar tapi " ah baiklah ,," ucap meimei menaruh kembali gelas yang sudah ia pegang dan menarik kedua tangan Jian hao

"EEE,,, jerapah kenapa berat sekali ,,!!!" keluh meimei tidak berhasil membantu Jian hao bangun

" jangan seperti itu,,pegang kedua ketiak ku lalu angkat ," saran Jian hao

" tidak,,tidak bisa ,,,sebentar " ucap Meimei berlari kecil ke dapur Mecari sesuatu di dalam laci berisi sendok

" aha dapat,," Meimei kembali berlari menghampiri Jian hao

" ayo minum sambil berbaring " ucap Meimei

mendekatkan sedotan yang melengkung di ujungnya ke mulut Jian hao

 " cih ,,"

Meimei menggerakkan kedua alisnya naik turun sambil tersenyum

" mau makan ,,??" tanya Meimei lagi

" ia aku sangat lapar,,," ucap Jian hao

" sebentar aku akan menghangatkan buburnya terlebih dahulu " Meimei meraih mangkuk yang ada di atas meja ingin ,sebelum berdiri tangannya sudah di cegah oleh Jian hao

" biarkan seperti itu ,,aku akan mati jika harus menunggu lagi "

" cih,,,sekarang bilang mati,,,dari pagi kamu gak makan gak inget mati,!" omel Meimei membuat Jian Hao tersenyum kecil

Dengan perlahan Meimei menyuapkan satu persatu sendok kecil ke mulut Jian hao yang terluka,setiap kali sendok ingin masuk kedalam mulut Jian hao Meimei akan meringis merasa ngeri

" kau ini,,, aku yang sakit kenapa kau yang merasakannya ,,??" tanya Jian hao

" apa tidak sakit ,,??" tanya Meimei sendu menatap bibir Jian hao yang pecah

Jian hao menggeleng pelan " ini udah biasa,,nanti juga sembuh " ucap acuh Jian hao pandangan matanya teduh di bawah memar yang kebiruan

Meimei mengangguk setuju dan melanjutkan kegiatannya menyuapi Jian hao

" wow beneran lapar ternyata jerapah " ucap Meimei saat mangkuk yang berada di tangannya benar benar bersih

" aku memang lapar kelinci " jawab Jian hao " kamu belum tidur ,,??" tanya Jian hao saat matanya melirik ke arah jarum jam walau sedikit terhalangi oleh kulit yang membengkak

" aku tidak bisa tidur " jawab Meimei

" kenapa,,??" tanya Jian hao

" entahlah mungkin karena tidak terbiasa " jawab Meimei ambigu

" maksudnya ,,??" tanya Jian hao

" tidak biasa ada laki laki di rumahku,,!!! " ucap Meimei sinis

" maaf kan aku mengangguk waktu istirahat mu " ucap jian hao sendu " tapi sungguh hanya rumah mu yang bisa membuat aku tenang "

" hei tidak apa apa " ucap Meimei gugup " lagian gak tiap hari it's ok ,,," memberikan senyum yang sedikit kaku " baiklah istirahat lah kembali aku juga ingin istirahat " ucap Meimei berlalu setelah memberikan obat pereda nyeri pada Jian hao

" Xiao mei " panggil Jian hao

" ya " jawab Meimei berbalik melihat Jian hao

Jian hao tersenyum kecil " terimakasih dan ,,,selamat malam ".

Meimei mengangguk dan tersenyum " em " jawab Meimei berlalu menaiki tangga

Malam ini mata meimei benar benar tidak bisa terpejam entah benar karena alasan ada seorang laki laki di rumahnya atau keadaan Jian hao mengingatkannya pada masa kecilnya ,bayangan dimana tubuh kecil Syakira babak belur oleh satu satunya keluarga yang ia miliki

Saat bayangan itu benar benar jelas di pelupuk mata Meimei memejamkan matanya rapat rapat berusaha agar bayangan tersebut pergi tidak datang menghantuinya

Meimei berusaha memejam kan matanya namun tetap tidak berhasil " astaghfirullah,,ya allaah,," dada Meimei berdebar kencang nafasnya mulai tersengal

Meimei berjalan terseok seok kakinya berapa kali membentur benda yang berada dirumahnya ,Meimei berusaha agar gerakan dan suaranya tidak mengganggu Jian hao yang sedang istirahat

" ayo sebentar lagi mei " bisik hati Meimei saat air minum yang ia butuhkan ada didepan matanya " ayo mei,,jangan mau jatuh lagi "

Dengan susah payah Meimei meraih gelas yang ada dihadapan nya tangan yang gemetar membuat air yang Meimei tuangkan berserakan dimana mana

setelah Beberapa tegukan berhasil membasahi tenggorokan Meimei " Alhamdulillah" ucap syukur Meimei,namun langkahnya tidak menuju dimana kamarnya langkah Meimei menuju dimana Jian hao berada ,duduk di lantai dengan kepala meimei tidurkan di atas kursi single di hadapan Jian hao

Meimei memandangi wajah yang sedang tertidur lelap karena obat yang beberapa jam lalu ia konsumsi ,tanpa sadar mata Meimei sedikit demi sedikit meredup dan terpejam sempurna

Dua insan yang sama sama menderita di kehidupan masalalu nya kini sedang terlelap saling berhadapan ,sama sama mencari ketenangan dalam tidur mereka , sama sama berharap bahwa apa yang mereka alami hanyalah bunga tidur yang esok hari akan baik baik saja

Jam lima pagi Jian hao menggeliat merasakan nyeri di sekujur tubuhnya ,obat yang semalam ia minum sudah wearing-off effect( habis masa kerja obat )sehingga rasa nyeri muncul kembali

" ish,,,,,uh,," Jian hao mengeluh menggerakkan tubuhnya perlahan agar mengurangi rasa sakit yang ia rasakan di sekujur tubuhnya,Jian hao belum menyadari bahwa dirinya tidak sendiri ada seorang wanita berhijab yang sedang nyenyak tidur di hadapannya

Saat Jian Hao menatap sekeliling pandangannya terpaku pada wanita yang sedang tidur dengan posisi yang nantinya akan membuat lehernya terasa sakit

" uuuhhh,,,pengen ke kamar mandi lagi" keluh Jian hao,Jian hao berusaha bangun selimut yang menyelimuti kakinya merosot ke bawah menyisakan kolor setengah lutut yang ia gunakan ," aishhh,,,emang lin gak bisa di andelin " saat ingin bangun matanya tertuju pada kaos yang ia kenakan tangannya memastikan bahwa penglihatan nya tidak salah " kaos Meimei,," ucap Jian hao pelan

Jian hao berjalan dengan berpegangan pada dinding tangan kekarnya meraba setiap benda kokoh yang bisa ia gunakan untuk menopang tubuhnya ,dengan susah payah menuntaskan hajatnya di kamar mandi ,Jian hao kembali dengan melakukan hal yang sama matanya fokus mencari objek

Tap

Tangannya di pegang oleh seseorang ,Jian Hao menatap tangan halus nan KECI memegang tangannya yang ingin menjangkau objek yang akan Jian hao gunakan untuk menopang tubuhnya

" kenapa gak bangunin " ucap Meimei pelan membantu Jian hao berjalan

Jian hao tersenyum kecil " jangan mengambil kesempatan ,,!!" ancam Meimei

senyum Jian hao melebar mendengar ancaman Meimei " jerapah gak suka kelinci,," ucap Jian hao

" oh ia benar,,uh,,kenapa badanmu berat sekali sih jerapah " keluh Meimei yang kesusahan membantu Jian hao berjalan

" bukan badan ku yang berat tapi kamu terlalu kecil kelinci,," ucap Jian hao setelah duduk dan mengusap kepala Meimei lembut

Meimei tersenyum kikuk " mau minum,,??" tanya Meimei gugup

Jian hao mengangguk dan menerima uluran ujung sedotan yang datang kehadapan mulutnya

" apa terasa sakit,,??" tanya meimei

Jian Hao mengangguk " ia reaksi obatnya sudah habis,,"

Meimei berlari kecil mengambil sandal rumah berbentuk kelinci lucu yang berbulu " pakailah " ucap Meimei menaruhnya tepat di samping kaki Jian hao

Jian hao tertawa lucu " kau serius ,,??" tanya Jian hao menatap Meimei

Meimei mengangguk yakin " ya kenapa tidak,," jawab Meimei

" lihat lah ukurannya,,ini hanya jempol kaki ku yang bisa masuk,," ucap Jian hao melirik sandal yang ada di samping kakinya

" iya juga ya,," ucap Meimei menggaruk kepala nya yang tidak gatal " sebentar " ucap Meimei

Tubuh kecil Meimei berusaha menggeser kursi single yang tadi ia gunakan untuk tidur dengan susah payah Meimei menggesernya

" nah,,sekarang bisa naikin kakinya ,,biar gak dingin " ucap Meimei

Jian hao tersenyum tulus melihat apa yang di lakukan Meimei ,perlahan Jian Hao mengangkat kakinya " apa bisa,,??" tanya Meimei hawatir

" aku tidak lumpuh kelinci ,,!!" jawab Jian hao

" ish ,"

" ingin makan sesuatu,,??" tanya Meimei

" tidak nanti saja "

" kau serius,,??"

" ya ,,kenapa ,,?? Apa kau takut aku mati dirumah mu,,??" tanya Jian hao tersenyum miring

" tentu saja kak lin mempercayakan mu kepada ku,," jawab Meimei jumawa

Senyum Jian Hao menghilang seketika saat mendengar Meimei memanggil nama asisten lin SE akrab itu " sudah aku bilang jangan panggil asisten Lin dengan sebutan kakak,,!!" peringatan Jian hao mulai badmood

" memang kenapa ,,?? Suka suka aku ,," jawab Meimei acuh

" aku bilang jangan ya jangan,, ,!!"

" dih ,,,kak lin " ucap meimei sengaja

" Xiao mei,,!!" peringatan Jian hao

" kak lin,,, kak Lin weeek " Meimei mengejek Jian hao

puk

Jian hao melempar bantal ke wajah meimei dan tepat sasaran " Jian hao,,!!!" teriak Meimei

" pasien apaan ini,,,tenaga nya masih kuat " keluh Meimei cemberut

Puk

Meimei melempar kembali bantal yang Jian hao lemparkan padanya namun dengan santai Jian hao tangkap

" is,,gak seru,,, " ucap Meimei semakin cemberut

" hahahahaaa " Jian hao tertawa " aduh,,isshh ,,aduh duh,, " keluh Jian hao saat bibirnya terasa perih akibat terlalu membuka mulutnya dengan lebar,Darah segar mengalir di area mulut Jian hao ,Meimei yang melihat itu segera mengambil tisu dan membantu Jian Hao untuk membersihkannya

Jarak sedekat itu membuat jantung Jian Hao berdebar cepat ,Jian hao menatap lurus ke arah mata milik Meimei ,namun mata yang ia tatap fokus pada objek utamanya yaitu bibirnya

" mei aku serius dengan perkataan ku,," bisik Jian hao

meimei mengeratkan pegangannya pada tisu " aku tidak suka jika kau memanggil nama laki laki lain dengan se mesra itu ,," lanjut jian hao

" selesai,,,lain kali hati hati,,!!" ucap Meimei menghindari perkataan Jian hao

Jian hao mengerti " terimakasih" ucap Jian hao tulus

" em ,,mau nonton tv,??" tanya Meimei

" tidak " tolak Jian hao tegas ,Meimei mengerti alasan Jian Hao menolak tawarannya ,semua stasiun tv sekarang sedang memberitakannya

" apa aku boleh pinjam ponselmu,,??" tanya Jian hao

" tentu,, sebentar " ucap Meimei berlari

" tidak perlu berlari mei,,kaki kecilmu itu bisa tersandung,,!!!

" tidak akan,,!!" jawab Meimei

Bruk

" Xiao meii,,!!" panggil Jian hao hawatir saat mendengar benda terjatuh

" bukan aku sungguh,," ucap Meimei dari dalam kamarnya yang hanya tersekat oleh pagar kecil " aduuuhhh,,,kenapa kata katanya manjur banget,, " ucap Meimei mengaduh saat lututnya terasa nyeri karena terjatuh

Debaran kecil yang Jian hao rasakan apa Meimei juga merasakannya ,,???

Apakah benang merah di antara mereka sudah mulai memperlihatkan warna nya,????

Selamat membaca ♥️♥️♥️ dari orhor untuk pembaca jangan lupa like dan komentarnya

Ma' aaciiw

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!