NovelToon NovelToon
LUKA

LUKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Cintapertama / CEO
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: nia ayu

ketika sebuah pernikahan di awali dari sebuah kebohongan

jeon kinan gadis 19 th yang tinggal di panti asuhan tiba-tiba diajak menikah oleh seorang pengusaha sekaligus pemilik yayasan di tempatnya tinggal.

kim victor seorang pengusaha yang memiliki sifat dingin dan sangat susah didekati tanpa angin tanpa hujan mengajak menikah seorang gadis yatim piatu.

apakah pernikahan mereka baik-baik saja setelah kinan mengetahui fakta yang menghancurkan dirinya?

apakah victor bisa mendapatkan maaf dari sang istri setelah luka yang dia torehkan kepada kinan?

bagaimana kelanjutan pernikahan mereka??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tempat baru

Los Angeles, negara baru dan suasana baru.

Pesawat pribadi itu mendarat dengan selamat di bandara internasional setelah perjalanan jauhnya dari Korea.

Kinan menjejakkan kakinya untuk pertama kali di negara asing, jauh dari victor jauh dari semua hal yang membuatnya kecewa.

Udara baru dan suasana baru dan dirinya berharap disini dirinya akan melupakan masa kelamnya tapi apakah itu mungkin karena sekarang dia harus membawa satu nyawa yang berhubungan dengan seorang bernama kim victor sosok yang sangat kinan cintai tapi juga sangat dirinya benci.

“Ayo sayang, mobil jemputan sudah menunggu" ajak luhan sambil menggandeng tangan putri bungsunya sementara itu woonie dan mingyu berjalan di depan kinan dan luhan sedangkan sehun berjalan di belakang istrinya dan putri bungsunya memastikan mereka aman.

Butuh perjalanan sekitar 1 jam dari bandara untuk sampai di mansion utama jeon, dan selama perjalanan kinan kembali tertidur mungkin karena bawaan bayi sehingga dia bisa tertidur begitu saja.

Mobil tepat berhenti di depan pintu utama mansion.

"Jangan dibangunkan pah, papa angkat saja kinan ke kamarnya ya kasian kalau dibangunkan” ucap luhan saat melihat putrinya tidur tanpa terusik sedikitpun sedangkan jeon sehun menganggukkan kepalanya menuruti permintaan istri kesayangannya itu.

Sehun meletakkan dengan hati-hati kinan diatas tempat tidur lalu menyelimuti tubuh mungil itu dengan selimut dan sebelum keluar kamar sehun mencium kening putrinya sayang.

Diruang tamu tampak woonie, luhan dan mingyu berkumpul dan saat sehun datang mingyu membuka suaranya.

"Menurut kabar yang aku dengar victor sekarang berubah menjadi pendiam dan dingin, dia menarik diri dari pertemuan yang bukan membahas bisnis, dia selalu menolak undangan diluar konteks bisnis”.

“Sepertinya pengaruh putri kita sangat luar biasa, dia bisa mengubah victor yang dingin menjadi sosok yang hangat saat bersama kinan tapi sekarang lihatlah saat kinan menjauh dia kembali menjadi sosok yang dingin bahkan lebih dingin sebelum dirinya mengenal kinan" ucap sehun.

“Lalu jika suatu saat takdir mempertemukan mereka apakah papa akan menghalanginya?" Tanya woonie.

“Papa tidak akan menghalangi jika memang victor ingin bertemu kinan tapi kita harus melihat sikap kinan dulu jika dia menolak kehadiran victor maka papa juga tidak akan memaksa putri papa" jelas sehun.

“Yang penting fokus kita sekarang adalah bagaimana menjaga mental dan emosi kinan tetap dalam kondisi baik mengingat dirinya sedang hamil saat ini" ucap luhan dan diangguki yang lain.

Malam hari mansion terasa hangat apalagi dengan kehadiran anggota baru keluarga jeon, kinan putri bungsu jeon sehun dan jeon luhan yang sempat menghilang bertahun tahun akhirnya kembali dengan cara yang tak biasa.

“Makan yang banyak sayang, jika kamu kurang cocok dengan menunya mama akan meminta pelayan memasakkan menu baru untukmu" ucap luhan sambil memandang putrinya.

"Tidak perlu mah, ini sudah cukup” ucap kinan sambil tersenyum, semuanya makan dalam keheningan hanya terdengar dentingan sendok dan garpu yang bersentuhan dengan piring porselen.

"Pah, mah setelah ini kinan mau izin keluar sebentar ya” izin kinan.

"Kamu mau kemana? Biar kakak temeni” ucap woonie tapi kinan menggelengkan kepalanya pelan.

"Tidak usah kak, kinan hanya ingin jalan-jalan sebentar lagipula kinan akan pergi dengan sopir” ucap kinan.

Sehun tampak berpikir sejenak sambil memandang putri bungsunya.

"Baiklah tapi jangan pulang terlalu malam, udara malam tidak baik untuk ibu hamil kamu mengerti” ucap sehun dan kinan pun mengangguk.

Akhirnya setelah makan malam kinan keluar dengan ditemani sopir, setelah berkeliling beberapa saat kinan memerintahkan sopir untuk mencari taman kota yang tidak terlalu ramai. Tak beberapa lama kinan sampai di sebuah taman dan tanpa menunggu waktu kinan langsung keluar dari mobil dan menuju ke salah satu bangku kosong di taman tersebut.

Pandangan kinan menerawang lurus kedepan dan tak terasa setetes air mata jatuh membasahi pipinya, bohong jika kinan baik-baik saja karena tidak ada yang tahu sehancur apa dia saat ini kecuali dirinya sendiri.

“Aku rindu kamu kak, tapi aku juga membencimu" isak kinan lirih.

“Kenapa rasanya sesakit ini? Bahkan aku merasa tidak mampu menghadapi ini semua" lirih kinan dengan air mata yang mengalir deras tanpa bisa dirinya tahan, sebenarnya inilah alasan kinan izin jalan-jalan karena kinan tidak ingin membuat keluarganya khawatir dengan dirinya.

Cukup biarkan mereka tahu jika kinan yang sekarang baik-baik saja, selain itu semua rasa sakit dan sesak yang dirinya rasakan biarkan dia pendam seorang diri.

Waktu berlalu begitu cepat hingga kinan sendiri tidak menyadari jika malam telah larut, pikirannya terus berperang senyuman victor dan semua perlakuan manis pria itu terus melintas di pikiran kinan. Disaat kinan sedang melamun tiba-tiba ponselnya berdering.

“Halo, iya mah" sapa kinan begitu panggilan tersambung.

“Sayang kamu dimana? Kenapa tidak pulang? Sudah larut malam" tanya luhan dengan nada khawatir.

Kinan melihat jam di ponselnya yang menunjukkan 23.30, ternyata sudah selarut ini dan dirinya tidak sadar.

“Sayang, kamu baik-baik saja kan?" Panggil luhan saat putrinya hanya diam tanpa menjawab pertanyaannya.

"Kinan baik-baik saja mah, maaf kinan tidak tahu jika sudah sangat larut, sekarang kinan akan pulang” ucap kinan sambil berjalan ke arah mobil yang masih setia menunggunya.

"Baiklah kalau begitu, mama tunggu di mansion” ucap luhan dan setelahnya mengakhiri panggilan tersebut.

Sopir menurunkan kinan di depan pintu utama mansion dan saat kinan baru saja membuka pintu mobil pintu utama mansion juga terbuka dan terlihatlah luhan yang langsung menghampiri putrinya.

“Dari mana saja hmm? Kenapa bisa sampai selarut ini? Mama khawatir" ucap luhan sambil menggandeng tangan putrinya masuk ke dalam mansion.

“Maaf mah, kinan terlalu asyik melihat suasana malam di taman tidak jauh dari mansion dan tidak sadar jika ternyata sudah selarut ini” ucap kinan lirih.

"Mama takut terjadi sesuatu dengan kamu sayang, apalagi kamu baru pertama kali ke negara ini” ucap luhan sambil mengelus punggung tangan kinan yang terasa dingin.

"Lihat tangan kamu sampai sedingin ini, tadi kenapa tidak memakai pakaian hangat hmm” ucap luhan lalu beranjak ke pantry dan setelah beberapa saat luhan kembali dengan segelas susu coklat hangat untuk kinan.

"Minum ini biar badanmu hangat” ucap luhan lembut dan diangguki oleh kinan.

"Sekarang tidurlah, ini sudah sangat larut” ucap luhan sambil mengelus surai kinan sayang dan setelahnya kinan pamit ke kamarnya sementara setelah kinan memasuki kamarnya gantian luhan yang memasuki kamar utama dimana suaminya berada, sehun masih sibuk dengan berkas-berkasnya saat sang istri masuk ke dalam kamar.

“Bagaimana? Apakah putri kita baik-baik saja?" Tanya sehun saat melihat luhan yang berjalan ke arah tempat tidur.

“Tadi masih terlihat biasa saja tapi aku takut kinan menyembunyikan sesuatu dari kita, bagaimanapun juga aku perlu memahami putri bungsuku lebih lagi mengingat bahwa kita baru saja menemukannya dan kita juga tidak tahu bagaimana kinan yang sebenarnya" jelas luhan.

“Kita semua akan bersama-sama belajar memahami sifat dan semua hal yang berhubungan dengan kinan, kita yakinkan kepada kinan bahwa kita adalah keluarga yang tidak akan meninggalkannya apapun kondisinya" ucap sehun sambil menggenggam tangan istrinya erat.

Sementara itu di dalam kamarnya kinan tampak mengeluarkan sebuah obat dari balik bajunya lalu meminumnya dengan air putih yang tersedia di kamarnya.

Kinan menatap sendu perutnya dan mengelus perut itu pelan, setelah beberapa saat kinan pun merebahkan diri dan menyelami mimpi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!