NovelToon NovelToon
Gelang Bima

Gelang Bima

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Ilmu Kanuragan
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: bang deni

satria baru mengetahui jika dirinya hanya seorang anak yang di temukan oleh kakek pandu saat berada di kaki gunung gede, saat kakek Pandu merasa ajalnya sudah dekat ia memberikan sebuah gelang yang ada bersama Satria langit saat ia menemukannya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembali Ke tempat kerja

Seperti yang di rencanakan oleh mereka , ke esokan paginya Satria, Bimo dan Hadi berangkat setelah mengurus surat cuti kuliah Hadi, mereka berangkat ke desa Munjuk Sempurna yang berada di kaki gunung Rajabasa, dengan di antar Niken memakai mobilnya, setelah satu jam setengah perjalanan mereka mulai masuk ke area perkebunan coklat  yang luas

Mobil Niken terpaksa berjalan pelan karena jalan berlubang, dan mobilnya di ceperkan, kalau di bawa ngebut sudah pasti ngegangsar

" tau gini gw bawa mobil Pajero" gerutu Niken saat ia harus mengemudikan mobilnya dengan hati hati agar tak ngegangsar

" bukannya udah tahu kondisi jalan ke sini?" tanya Satria

" he he he belum, cuma tahu dari paman saja" sahut Niken sambil tersenyum

" terus loe belum lihat sama sekali villa yang loe buat kak?" tanya Satria

" belum, semua paman yang ngurusin," jawab Niken

tak lama mereka sampai di rumah pak Karno, mandor kebun yang mengawasi perkebunan daerah situ

tok

tok

tok

" Assalamualaikum," Satria mengetuk pintu rumah pak Karno dan mengucap salam, tapi setelah menunggu beberapa saat tak ada jawaban

" sepertinya pak Karno sudah keluar" gumam Satria, " ayo kita langsung aja ke pondok ku" lanjut Satria berkata mengajak, mereka ke pondoknya, mereka berjalan ke jalan  yang ada di samping rumah Pak Karno, Satria tak menyadari jika jalan itu kini lebih besar, muat untuk jalan mobil.

Dan ia baru sadar saat salah satu kebun coklat yang sering lewatinya kini ada sebuah vila yang sedang di bangun, tak jauh dari pondok Satria

" Sejak kapan ada villa di sini,?' gumam Satria heran , baru satu bulan sudah ada Villa dan pembangunannya sudah 80 persen

" ini villa gw, ayo masuk" Niken yang melihat Satria kebingungan

" Eh, kak Niken beneran bangun Villa d sini" tanya Bimo sambil mengikuti Niken dan Satria yang sudah berjalan masuk duluan, villa itu di kelilingi pagar tinggi

Niken mengangguk,

" Iya , ini Villanya" sahut Niken

" Eh non Niken, tumben kesini" seorang pekerja bangunan yang sedang memasang keramik langsung menyapa saat melihat Niken dan teman temannya datang

" iya paman sekalian nganter teman, gimana ada bahan yang kurang ga paman?' tanya Niken sopan

" ga ada non, cuma cara masang panel surya ga ada yang bisa" jawab pekerja itu

" Biar aku yang masang" kata Satria menawarkan diri

" emang bisa?" tanya Bimo

" Kan ada buku panduan, tinggal ikutin aja petunjuknya" jawab Satria

" ya sudah di coba saja, ayo kita ke atas" ajak Niken tapi ia kembali berbalik pada pekerja itu " paman Pak Karno ada di dalam ga?" tanyanya karena memang pengawasan pembangunan Villa itu di percayakan pada pak Karno

" Tadi pagi ada tetapi barusan keluar melihat kebun coklat" jawab pekerja itu memberitahu

" Ya sudah nanti kalau datang suruh ke atas yah, terima kasih paman" ucap Niken dan masuk ke dalam Villanya

Satria dan yang lainnya di ajak berkeliling oleh Niken

Villa itu tiga dua lantai, di bagian bawah ada empat kamar, dengan kamar mandi di setiap kamarnya, ruang tamu yang besar dan dapur yang luas sedangkan di lantai dua , ada enam kamar , bagian dalam Villa sudah selesai semua namun masih menggunakan lampu emergenci karena jaringan listrik tidak sampai sana, jika ingin memasang listrik pemilik rumah harus membeli tiang listrik sendiri, atapnya cor'an dengan lapisan anti bocor

" Kalian bisa tinggal di sini, daripada tinggal di rumah panggung " ucap Niken, bimo dan Hadi mengangguk setuju namun Satria menggeleng

" aku lebih suka tinggal di pondokku kak, lebih menyatu dengan alam" sahut Satria, ia tak mau memanfaatkan kasih sayang Niken padanya.

Mendengar itu Niken terdiam, ia telah lama menyukai Satria, ia juga tahu Satria tak mau menumpang kemewahan pada orang lain, saat kelulusan sekolah juga ia memilih bekerja paruh waktu menjadi kondektur dari pada menerima uang dari Hadi, Bimo dan Niken

" Gini aja, biar Bimo dan Hadi yang tinggal di sini, mereka mungkin tak terbiasa tinggal di pondokku, selain kamarnya sempit juga hanya ada dua kamar" ucap Satria

" Hmm, ok kalian pilih saja kamar kalian" sahut Niken, Bimo dan Hadi tersenyum senang dan langsung memilih kamar untuk mereka tempati

" Mana alat alat panel Suryanya kak? biar aku pasang" tanya Satria

" Aku juga kurang tahu, coba kita lihat di atas" sahut Niken, Satria naik ke atap , saat berada di atap cor'an itu ternyata panel Surya sudah terpasang, semuanya ada 8 panel dan di susun membentuk payung , pemasangan panel sudah tepat karena menghadap ke matahari, hanya saja kabel kabelnya belum di sambungkan, Satria mengambil buku panduan dan mempelajarinya

" Ayo kita pasang" ucap Satria setelah membaca buku panduan pemasangan ia tahu cara pasang dan cara kerja , satu persatu panel Surya itu di rangkai, setelah masuk ke aki di salurkan ke inverter yang mengubah arus DC 12 volt menjadi 220 volt, besar wattnya tergantung dengan daya Inverter yang di pasang

" Istirahat dulu Sat, kamu sudah keringetan begini" Niken yang melihat Satria berkeringat memasang panel Surya , mengambil sapu tangan dan mengelap wajah Satria yang berkeringat

" Makasih kak, ini sudah selesai kok," ucap Satria sambil memasang kabel inverter terakhir

" Bimo, Hadi coba nyalakan lampu di semua kamar kalau sudah nyala matikan lagi dan kabari " seru Satria meminta kedua sahabatnya memeriksa jaringan listrik yang baru ia pasang

Bimo dan Hadi langsung turun untuk menyalakan lampu , setelah lima belas menit mereka berdua kembali ke atap

" Sat ada satu kamar yang ga mau nyala" teriak Bimo saat sambil mendekat ke arah Satria

" eh beneran , loe udah cek bener, saklarnya sedikit di mainin gitu?" kata Satria karena ia yakin pemasangan semua panel ke inverter sama

" udah, tapi ga mau nyala juga" sahut Bimo

" Ga bakalan nyala sampe kiamat juga , orang lampunya ga ada" celetuk Hadi, Satria melotot ke arah Bimo

' He he he, becanda, kabuuur ah" Bimo langsung turun ke bawah takut di kerjai balik oleh Satria

" Awas loe yah, nanti juga kena loe sama gw" Satria mengacungkan tinjunya

" ha ha ha , yang penting sekarang satu kosong" teriak Bimo terus berlari turun

" Udah udah, ayo kita makan dulu laper gw" ucap niken sambil menahan tawa, melihat tingkah Satria dan Bimo.

Satrio , Niken dan Hadi turun ke lantai satu , Niken mengeluarkan bekal yang di bawanya saat berangkat

" woi mau makan ga, ntar di habisin hadi nich makanannya!" teriak Satria

HAdi melirik dengan tatapan kesal karena di anggap rakus,

" Tunggu gw!"

"gabruuk"

dari lantai dua Bimo berseru dan berlari , tetapi saat hampir sampai ia malah terpeleset dan jatuh tengkurap di hadapan Satria

" Ha ha ha, kualat loe" Satria tertawa melihatnya

" Dapet ga kodoknya" ejek Hadi

" Ah kalian bukannya tolongin" gerutu Bimo sambil berusaha berdiri

" lho gw kira elo mau sungkem" ucap Satria

" tau ah " ketus Bimo , ia duduk agak jauh dari Satria

" udah udah, di meja makan jangan ribut" ucap Niken , ia mengambil kan nasi untuk Satria juga lauk pauknya

" Lho kok Satria doang?" protes Bimo, karena ia menungu tapi tak juga di ambilkan, Niken melirik dan mendekatkan wadah nasi

" ambil sendiri" ucap Niken singkat

" huu" dengus Bimo ia mengambil nasi dan lauk terus makan tak berbicara lagi

1
Jujun Adnin
yang banyak
Jack Strom
Wih... Ceritanya asik... Lanjut Thor!!! 😁
Jack Strom
Jangan marah² lah guru... 😁
Jack Strom
Satria jangan gitu lah, entar Nikennya digondol cowok lain, kan gak seru... 😁
Jack Strom
Alur ceritanya sudah benar, menarik...
Tapi sayang kalau Satria jika dipecat dari kerjanya, soalnya kerjanya sudah mantap tuh, santai dan lingkungannya sangat mendukung untuk latihan²nya... 😁
Jack Strom
Hahaha... Sang guru sewot kepada muridnya, karna jarum sang murid lebih gede dari pada jarum sang guru. 😁😁😁
Jack Strom
Jangan buru² terpapar kemampuan Satria, resikonya tinggi... 😁
Jack Strom
Ish ish... ada yang kepo... 😁
Jack Strom
Mantap... 😁
Jack Strom
Menarik... 🤔
Jack Strom
Eh, gelangnya ada jejak tidak??? 😁
Dewi kunti
semoga satria bisa melindungi teman berasa saudara
Dewi kunti
Niken yg ndeketi satria nich
Dewi kunti
yg ngechat Hadi dong,kan satria ad didekatnya
Blue Angel: he he he iya salah kak Terima kasih nanti di revisi
total 1 replies
Was pray
bikin repot terus si hadi
Dewi kunti
lho Niken jd perginya sama Hadi pa satria nich
Jack Strom: Walah... Salah dikir ya ra opo² toh, yang penting semangat tetap membara... Ia kan Thor... 😁
total 2 replies
Was pray
up nya ditambah bang othor... gak cuma 1 episode tiap harinya biar atau reader puas dan hadiah pada meluncur.... 🤭
Dewi kunti
kok malah jd ky pesan singkat,gw🤭🤭🤭🤭
Blue Angel: he he he🤣🤣🤣
total 1 replies
Was pray
satria udah ada kemajuan dalam ilmu pengobatan, cuma bang Deni yg belum ada peningkatan jumlah up nya masih stagnan belum nambah jadi 2 atau 3 episode tiap harinya... 🤭🤭🤭🤣
Dewi kunti
motor ad bagasinya🤔🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!