Seorang pemuda tampan dari sebuah alam bawah dan dari sebuah perkumpulan keluar SING yang ada di sebuah wilayah mencoba dan terus mencoba. Entah apa yang akan di laluinya.
simak terus jalan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai Aiy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kembali ke Kota SUNDARI.
"Apa maksud kalian menyerangku hah..Sedangkan aku tidak mengenal kalian dan tidak mengganggu kalian, apalagi berbuat salah"
Salah satu wanita cantik yang tinggi dan umurnya tiga puluh tahun maju ke depan dengan tatapan ganas dan mengancam.
"Itu karena kamu!"
"Aku. Kenapa dengan aku?"
"Pikir aja sendiri"
"HUH.. Merepotkan saja melayani perempuan perempuan ini. Biar aku pergi saja. Biarlah aku mengalah untuk terakhir kalinya!"
Setelah bergumam pelan dalam hatinya, kemudian SING KANG berbalik arah dan melangkah pergi tanpa menghiraukan wanita wanita cantik itu lagi.
Melihat pemuda yang menjadi sasaran incaran mereka hendak berlalu pergi. Wanita cantik itu segera saja menghadang jalan pergi SING KANG.
SING KANG yang untuk keempat kalinya masih saja di ganggu, membuatnya jadi berang dan marah.
"Mau pergi kemana kau bocah, urusan kita di sini belum selesai. Sekarang kau ikut kami mempertanggung jawabkan perbutanmu, karena kamu tidak menghormati kami dari Aliansi KANDOLE" Ucap wanita cantik itu sambil memberi kode kepada kelompoknya untuk segera meringkus Bocah SING KANG.
Mendengar dan melihat itu SING KANG segera saja mengibaskan tangannya.
Serangkum angin pukulan tidak berbentuk dan berwujud segera saja menghadang kesebelas perempuan berbaju merah itu dan membuat mereka terpental, berjatuhan terkapar berlumuran darah antara hidup dan mati. Antara kuburan dan rumah sakit.
Tak ingin berlama lama di sana, SING KANG juga bergerak berpindah tempat dan langsung menghajar perempuan yang menjadi ketua dari kelompok itu hingga muntah darah terkapar dan pingsan.
Setelah membereskan kelompok pengganggu, SING KANG segera berlalu tanpa menghiraukan tatapan orang orang yang ada di sana.
Setelah agak jauh dari pusat kota TOGE, kemudian SING KANG berlari menggunakan Teknik jurus Bayangan Kilat sebentar saja dia sudah menempuh perjalan ribuan mil.
SING KANG bermaksud meninggalkan kota TOGE dan ingin segera pulang ke kota tempat kelahirannya SUNDARI.
Setelah menempuh perjalanan selama tiga hari tanpa istirahat makan dan minum.
Akhirnya SING KANG sampai juga di depan gerbang Kota SUNDARI.
Menunggu sebentar dalam antrian, kini tiba gilirannya untuk di periksa.
"Mohon identitasnya Tuan Muda!" Ucap salah satu penjaga gerbang kota kepada SING KANG.
SING KANG dengan santai mengeluarkan lencana keluarga SING dan memberikan kepada sang penjaga untuk di periksa keasliannya.
"INI,.." Ucap beberapa penjaga gerbang terputus melihat lempengan lencana emas yang di berikan oleh SING KANG.
Penjaga gerbang itu sangat mengetahui bahwa pemegang lempengan lencana emas itu bukan orang sembarangan. Tentunya memiliki sebuah kekuatan dan kekuasaan.
Beberapa penjaga gerbang itu menjadi bingung dan ragu, di lempengan lencana emas itu tertulis SING.
Yang boleh di katakan dari keluarga SING yang ada di kota SUNDARI ini. Keluarga besar yang sangat kuat.
Mereka semakin heran dan bingung, kenapa tidak. Yang memegang lempengan lencana emas itu seorang remaja kecil. Setau mereka Lempengan lencana emas milik keluarga SING hanya ada dua satu milik kepala keluarga dan satu lagi di berikan kepada Tuan Muda SING.
Dan yang anehnya lagi, Tuan Muda SING konon katanya menghilang selama empat tahun sewaktu pergi berlatih di hutan paling Angker.
Semua penjaga itu mengerutkan keningnya, kebingungan.
"Tuan Penjaga" Ucap SING KANG menyadarkan semua para penjaga.
"EH..AH..Maaf Tuan Muda. Silakan masuk!" Para penjaga itu tersentak kaget dari lamunannya dan mempersilakan SING KANG masuk sembari mengembalikan lempengan lencana emas.
SING KANG mengambil lempengan lencana emas dan memasukkan kedalam cincin penyimpanannya. Setelah itu dengan santai melangkah memasuki kota SUNDARI.
Setelah memasuki pusat kota SUNDARI, SING KANG tidak dulu ingin kembali ke rumahnya, tapi ia ingin berkeliling melihat lihat kota kelahirannya karena sudah lama tidak pergi kota.
Memasuki sebuah rumah makan dan dengan tenang duduk di dekat pintu masuk sambil menunggu sang pelayan mengantarkan hidangannya.
Tidak beberapa lama kemudian, pesanannya sudah tertata di atas meja. Tidak ingin berlama lama, semua porsi makanan yang ada di atas meja ludes masuk kedalam perutnya.
Bergerak melangkah berdiri, kemudian SING KANG pergi ke meja kasir dan langsung membayar porsi makanannya.
Setelah semuanya selesai dan beres. SING KANG langsung keluar dari rumah makan itu. Berjalan dengan santai menikmati keindahan kota SUNDARI.
Setelah puas mengelilingi kota tersebut, SING KANG singgah di sebuah gedung pencakar langit milik HARTA dan SUMBERDAYA.
SING KANG punya tujuan singgah di gedung tersebut. Dia berencana menjual beberapa pil hasil sulingan miliknya dan juga ingin membuat kerjasama dengan Gedung HARTA dan SUMBERDAYA ini.
Setelah memasuki gedung tersebut, SING KANG di suguhi berbagai macam jenis sumber daya, harta.
Di lantai kedua lain lagi halnya, di sana terdapat berbagai macam harta dan benda. Begitupun di lantai lantai selanjutnya.
Memasuki lantai dua puluh, SING KANG di sapa oleh seorang wanita cantik memakai bedak dan gincu, juga memakai aksesoris lainnya.
Selamat datang di gedung HARTA dan SUMBERDAYA milik kami Tuan Muda. Apa ada yang bisa saya bantu.
"OO..Kebetulan sekali Kakak pelayan, dimana tempat saya bisa menjual pil pil dengan jumlah yang banyak?"
"Benarkah begitu,?" Ucap sang pelayan itu.
"Ya, benar!" Jawab SING KANG.
'Oke, kalau begitu tunggu sebentar biar saya bertemu dulu dengan Tetua Gedung HARTA dan SUMBERDAYA ini" Ucapnya.
Setelah mengatakan itu, sang pelayan langsung meninggalkan SING KANG seorang diri di sana.
Tidak beberapa lama kemudian sang pelayan itu telah kembali bersama seorang pria paruh baya.
Tuan Muda, perkenalkan ini sang manajer gedung HARTA dan SUMBERDAYA ini' Ucap sang pelayan sambil menujuk kearah pria paruh yang ada di belakangnya.
"Salam kenal Tuan Manager. Perkenalkan nama saya SING KANG." Ucap SING KANG tersenyum sambil mengulurkan tangannya.
Sang manajer itu tersenyum dan menyambut uluran jabat tangan SING KANG dan...
"Salam kenal juga Tuan Muda SING KANG, perkenalkan namaku MENG TENG. Aku Manager gedung HARTA dan SUMBERDAYA cabang kota SUNDARI ini"
Baiklah, apa benar yang dikatakan oleh Nona MENG CHE bahwa anda hendak menjual pil? Ucap Sang Manager MENG TENG bertanya dan menatap kearah SING KANG dengan tatapan mata penasaran.
"Iya benar Tuan MENG TENG" Jawab SING KANG mengaguk pelan.
"Kalau benar begitu, ayo sekarang ikut ke ruangan saya!" Sang manajer MENG TENG berseru kepada SING KANG.
Setelah itu, lalu kemudian sang Manajer melangkah kearah ruangannya yang di ikuti oleh SING KANG di belakangnya.
Tidak beberapa lama kemudian SING KANG melihat sebuah ruangan besar dan mewah dan di dalamnya telah duduk seorang pria tua kira kira berumur delapan puluh tahun.
"Silakan duduk Tuan Muda SING KANG! Oh ya, perkenalkan ini Tetua MENG Di gedung HARTA dan SUMBERDAYA cabang kota SUNDARI ini"
Salam kenal Tetua MENG Di. Aku SING KANG" Ucap SING KANG memperkenalkan dirinya sembari mengulurkan tangannya kearah pria tua yang duduk di hadapannya itu.
"HEHEHE...Salam kenal juga Tuan Muda SING KANG, tidak perlu canggung karena tuan muda telah menjadi bagian dari GEDUNG HARTA dan SUMBERDAYA ini"
Ucap sang Tetua MENG Di sembari terkekeh pelan.
SING KANG yang mendengarnya menjadi terkejut. Dia sangat penasaran dari mana tetua MENG Di mengetahuinya.
Yang menemukan dan menyukai cerita dukung terus dengan cara...
Beri Like..
Suka...
Vaforite...
Iklan..
Hadiah..
Vote...
Mohon dengan ikhlas tanpa paksaan.
Ada kelanjutannya halaman sebelah, tunggu aja.