NovelToon NovelToon
Kehilangan Di Hari Pelantikan

Kehilangan Di Hari Pelantikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dark Romance / Balas Dendam
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Nathan Han yang mengejar ambisinya sehingga mengabaikan tunangannya. Pada hari ia terpilih sebagai pemimpin organisasi terbesar di kota itu, tunangannya, Calista Li, ditemukan terjun ke laut dan dinyatakan meninggal. Tanpa pesan. Tanpa alasan.

Lima tahun kemudian, Nathan Han menjadi pemimpin yang ditakuti. Dingin dan tanpa belas kasihan. Suatu malam, saat ia diburu musuh, ia bertemu dengan seorang gadis. Wajah gadis itu sangat mirip dengan Calista yang telah mati.

Siapakah gadis itu sebenarnya? Dan apakah Nathan akan mencintai gadis yang begitu mirip dengan tunangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

Marcus masih berdiri di tempatnya, pikirannya berputar cepat mencoba menyusun kemungkinan.

“Kalau Liora Meng selama ini tinggal di desa…” ucapnya perlahan, “apakah itu berarti saat ia terjun ke laut… dia terseret ombak hingga ke perdesaan?”

Nathan tidak langsung menjawab.

Tatapannya kembali jatuh pada berkas di tangannya, namun pikirannya jelas melayang jauh ke masa lalu.

“Sebelumnya aku mendengar dia belajar ilmu medis dari seseorang bernama Dokter Chu,” ujar Nathan pelan, namun penuh tekanan. “Cari tahu siapa Dokter Chu.”

Ia mengangkat pandangannya.

“Dan selidiki… apakah selama ini Calista benar-benar tinggal di perdesaan.”

Nada suaranya berubah lebih dalam.

“Aku ingin tahu semuanya tentang Calista. Tidak boleh ada satu detail pun yang terlewatkan.”

Marcus langsung menegakkan tubuhnya. “Baik, Tuan. Akan segera saya lakukan.”

Di sisi lain.

Liora sedang makan siang di sebuah restoran sederhana bersama seorang wanita paruh baya yang tampak anggun—Amey Fu, ibu dari Dokter Calvin Chu.

Suasana meja itu hangat, namun pembicaraan mereka terasa cukup serius.

“Liora,” ucap Amey lembut, “apa pria itu belum menghubungimu? Teman bibi sudah memberikan datamu padanya.”

Liora menghentikan sendoknya sejenak, lalu tersenyum tipis.

“Bibi… aku belum memutuskan untuk menjalin hubungan,” jawabnya tenang.

Amey menatapnya penuh arti.

“Apakah karena… kau masih belum mengingat masa lalumu?” tanyanya hati-hati.

Liora terdiam sesaat.

Namun kemudian ia menggeleng pelan.

“Untuk saat ini… aku hanya ingin bekerja dengan baik,” ujarnya. “Soal masa lalu… dan jodoh… aku belum ingin memikirkannya.”

Di sampingnya, Calvin yang sejak tadi mendengarkan akhirnya ikut bicara.

“Ma, Liora masih muda. Biarkan dia menjalani apa yang dia inginkan,” katanya santai. “Lagipula soal jodoh tidak bisa dipaksakan. Tuan Han juga belum memberi kabar, dan kita bahkan belum benar-benar mengenalnya.”

Amey menghela napas pelan.

“Calvin, Liora semakin sibuk dengan pekerjaannya. Mama hanya tidak ingin melewatkan kesempatan baik ini,” ucapnya. “Mama ingin Liora menikah dengan pria yang bisa melindunginya.”

Liora tersenyum kecil, mencoba menenangkan.

“Bibi, jangan khawatir,” katanya lembut. “Kalau aku dan dia berjodoh, kami pasti akan bersama. Tapi kalau bukan… walaupun dikejar, tetap akan sia-sia.”

Calvin mengangguk setuju.

“Benar. Dan lagi…” ia sedikit merendahkan suaranya, “Nathan Han bukan orang yang mudah didekati. Kekuasaan dan dunianya terlalu rumit.”

Ia menatap Liora sejenak.

“Aku hanya khawatir… hidupmu akan jadi sulit jika terlibat dengannya.”

“Sudahlah… kalau itu yang kalian inginkan,” ucap Amey akhirnya, suaranya melembut. “Berjanji padaku, kau boleh melakukan apa saja… tapi jaga kesehatanmu dengan baik.”

Liora tersenyum hangat.

“Bibi, aku berjanji padamu.”

Beberapa saat kemudian, mereka pun meninggalkan restoran.

Di depan pintu, Amey berhenti sejenak.

“Mama pergi dulu. Calvin, antar Liora pulang,” katanya.

“Baik, Ma,” jawab Calvin singkat.

Tak lama setelah itu, Amey melangkah pergi, meninggalkan mereka berdua.

Calvin dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Liora.

“Silakan,” ujarnya sambil tersenyum.

Liora mengangguk kecil, membalas senyumnya sebelum masuk ke dalam mobil.

Suasana terlihat tenang.

Sederhana.

Namun di seberang jalan, di dalam sebuah mobil hitam yang terparkir tanpa mencolok, sepasang mata tajam mengawasi semuanya.

Nathan.

Tatapannya tidak berpaling sedikit pun dari sosok wanita itu. Wajah yang selama lima tahun hanya hidup dalam ingatannya...kini benar-benar ada di hadapannya.

“Calista…” gumamnya pelan.

Nada suaranya rendah, namun penuh kepastian.

“Akhirnya… aku menemukanmu.”

Tatapannya semakin dalam.

“Seluruh dunia menganggapmu telah mati…”

Ia mengepalkan tangannya perlahan.

“Tapi aku… tidak pernah percaya.”

Mobil di depannya mulai bergerak. Nathan masih diam.

“Dan sekarang…” lanjutnya lirih, “…aku tidak akan membiarkanmu menghilang lagi.”

***

Di sebuah ruangan gelap yang hanya diterangi lampu redup.

Asap rokok memenuhi udara.

Seorang pria duduk santai di kursi kulit, kakinya disilangkan, sementara di depannya beberapa anak buah berdiri dengan kepala tertunduk.

Liang Wei.

Tatapannya dingin, namun penuh kendali.

“Jadi…” ucapnya pelan, suaranya tenang namun menekan, “kalian gagal membunuhnya?”

Tidak ada yang berani menjawab.

Suasana mencekam.

Salah satu anak buah akhirnya memberanikan diri angkat suara.

“Tuan… Nathan terluka cukup parah. Kami yakin dia tidak akan bertahan lama…”

Liang Wei tersenyum tipis.

Namun senyum itu...tidak mengandung sedikit pun kehangatan.

“Yakin?” ulangnya pelan.

Ia berdiri perlahan, lalu berjalan mendekati pria itu. Langkahnya pelan… namun setiap langkah terasa seperti tekanan.

“Kalau dia benar-benar akan mati,” lanjut Liang Wei, “maka seharusnya kalian membawa kabar kematiannya… bukan alasan.”

Pria itu langsung gemetar.

“Maaf, Tuan… kami—”

BRAK!

Liang Wei menendang kursi di sampingnya hingga terjatuh keras.

Semua langsung terdiam.

“Jangan pernah menganggap Nathan Han sebagai pria biasa,” ucapnya dingin. “Selama jasadnya belum kau lihat sendiri—dia masih hidup.”

Ia berhenti sejenak.

Tatapannya berubah tajam.

“Dan jika dia masih hidup… maka dia pasti akan datang… mencari kita.”

Salah satu anak buah menelan ludah.

“Tuan… apakah kita perlu menyerang lagi?”

Liang Wei tertawa pelan. “Tidak,” jawabnya santai. “Kali ini… biarkan dia datang.”

Ia kembali duduk, menatap kosong ke depan.

“Permainan ini akan jauh lebih menarik… jika dia tahu siapa yang sebenarnya menginginkan kematiannya.”

Seorang pria lain mengangkat kepala sedikit.

“Tuan… maksud Anda…?”

Liang Wei tersenyum tipis.

“Aku memang memerintahkan penyerangan itu…” ucapnya tanpa ragu.

“Tapi...”

Ia berhenti.

Sorot matanya berubah licik.

“Orang yang ingin Nathan mati… bukan hanya aku.”

“Cari tahu kelemahannya,” perintah Liang Wei dingin. “Siapa saja anggota keluarganya… atau orang-orang terdekatnya.”

Asistennya segera menunduk.

“Tuan, sebelumnya kami sudah menyelidikinya,” jawabnya hati-hati. “Nathan Han… tidak dekat dengan siapa pun. Bisa dikatakan dia tidak punya teman.”

Liang Wei menyipitkan mata.

“Lanjutkan.”

“Sehari-harinya hanya berfokus pada perusahaan,” lanjut sang asisten. “Dia tidak memiliki pasangan. Tidak pernah terlihat bersenang-senang di klub malam. Bahkan jauh dari dunia hiburan.”

Ia berhenti sejenak sebelum menambahkan,

“Kalaupun dia datang ke klub malam, itu semata-mata urusan bisnis. Dia juga tidak pernah memanggil wanita malam."

Ruangan menjadi sunyi.

Liang Wei menyandarkan tubuhnya, mengetuk pelan sandaran kursi dengan jarinya.

“Usianya tidak muda lagi… tapi hidup sendirian,” gumamnya. “Menarik.”

Tatapannya perlahan berubah lebih tajam.

“Seseorang… tidak mungkin tidak memiliki kelemahan.”

Asisten itu kembali berbicara,

“Dan mengenai keluarga… Nathan Han tidak memiliki data yang bisa kami akses. Latar belakangnya tertutup rapat, seolah sengaja dihapus.”

Liang Wei tersenyum tipis. Senyum yang penuh perhitungan.

“Semakin disembunyikan… berarti semakin berharga. Kalau begitu, ikuti dia. Pastikan dia tidak menyadari kalau kita sedang mengawasinya.”

Asisten itu langsung menunduk dalam. “Baik, Tuan.”

1
Kinara Widya
jadi perawat Nathan selamanya..liora
Fortu
Tanda tanda ingatan mulai pulih ini
Fortu
semoga musuh Nathan tidak menyakiti Liora lagi
Fortu
syukurlah kalau tes DNA
dan semoga tidak menjadi korban lagi sebab musuh Nathan banyak
Fortu
ketemu ehh
Fortu
Ternyata hilang ingatan
Fortu
lalu ceritanya gimana identitas Calista bisa ada dimayat satunya, apakah ada orang yang memindahkan??
trus yang nolong Calista kerumah sakit itu siapa??
Fortu
bener kan si pak Tua ini
ckckck
Fortu
wahhhh tragedi berdarah
apakah Calista korban juga dari james
Fortu
licik juga Tuan James

btw apakah jims pelaku utama kekerasan terhadap Calista???

wah Nathan main halus ini
Fortu
Apakah james ayahnya jims yang melakukan itu🤔🤔
Fortu
Pasti diperkosa oleh Jims🤔🤔🤔
Fortu
Apa dia dapat kekerasan dari jim??
Fortu
Masalah Calista Li apa ya sampai buruh diri
Fortu
Yang ditemukan dilaut itu ada dua ya🤔
yang pertama ditemukan nelayan masih hidup
terus yang ditemukan polisi Calista Li
Apa identitas tertukar???
Fortu
mampir
Kinara Widya
iya...itu namamu Liora...
Kinara Widya
Nathan d lawan
Dini Anggraini
Marcus maaf salah tadi bunda🙏
Dini Anggraini
Nathan saat kamu menemui calista sebaiknya kamu dan Marco menyamar menjadi cewek atau apapun itu jadi saat kalian ke rumah sakit tidak ada yang mengenali kalian jangan sampai musuh2 mu menargetkan calista dan kamu kehilangan calista untuk kedua kalinya. 🙏🙏😍😍😍
Dini Anggraini: q kasihan calista bila jadi incaran musuhnya nathan kakak author dulu dia masih punya kesempatan kedua hidup lagi bila sekarang di incar kelemahan nathan q gak tahu lagi bagaimana jadi calista nanti kak. 👍👍👍😂😂😂
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!