NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Sang Kapten

Terjerat Cinta Sang Kapten

Status: sedang berlangsung
Genre:Enemy to Lovers
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Sri Rosita

Kirana, putri seorang menteri yang sedang naik daun, datang ke pedalaman demi meningkatkan citra politik ayahnya. Bersama reporter Carmen dan kameramen Dion, dia membuat konten kemanusiaan mengajar anak-anak desa dan memberi bantuan bersama prajurit TNI.
Kapten Damar ditugaskan mengawal kunjungan itu. sanf kapten menganggap Kirana hanyalah bagian dari panggung politik yang penuh pencitraan.
Semua berjalan lancar, hingga segerombolan pemberontak bersenjata menyerbu desa. Dalam kekacauan dan tembakan yang membabi buta, Damar harus membawa Kirana menyelamatkan diri ke dalam hutan.
Terpisah dari rombongan dan jauh dari sorotan kamera, Kirana untuk pertama kalinya menghadapi dunia tanpa privilese. Di tengah bahaya dan perjuangan bertahan hidup, tumbuh perasaan yang tak seharusnya ada antara seorang perwira yang terikat sumpah dan putri pejabat yang mulai melihat arti ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Sri Rosita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nasì Goreng

Kirana mulai menyadari satu hal sejak tinggal di Washington biaya hidup di sini tidak main-main.

Kalau terus makan di luar, dompetnya bisa cepat kosong.

Jadi, mau tidak mau Kirana harus mulai memasak sendiri, malam itu, Kirana berdiri di dalam Potomac Fresh Market, mendorong troli perlahan sambil memasukkan beberapa bahan makanan ke dalamnya.

Beras, telur, sayur, saus, dan beberapa bahan sederhana lainnya.

“Belajar masak…” gumamnya pelan, tersenyum kecil dia berbelok ke salah satu lorong.

Bruk.

Trolinya menabrak seseorang.

“Ups sorry, Sir!” ucapnya spontan orang itu menoleh.

“Oh, it’s okay”

Kalimat itu terhenti Kirana membelalakkan mata.

“Damar?!”

Damar juga tampak sedikit terkejut, lalu menghela napas panjang.

“Ya, sepertinya aku akan mengalami banyak kebetulan.” Celetuk Damar kemudian.

Kirana tertawa kecil, pura-pura santai.

“Ya ampun, kebetulan banget, ya.” Damar menatapnya sekilas, lalu mengangguk tipis.

“Kamu juga belanja?”

“Iya,” jawab Kirana cepat. “Mau cari bahan makanan buat di masak,"

Damar tersenyum ringan. “Bagus aku cuma cari makanan ringan.”

Kirana menatap isi troli Damar yang hampir kosong, lalu kembali menatapnya.

“Ngomong-ngomong, ” kata Kirana santai, “kita tetangga kan,” Damar mengangguk pelan.

“Mau ikut makan di apartemenku?” Damar sedikit terdiam mendengar ajakan Kirana.

“Kapan?” tanya Damar santai.

“Sekarang.” sahut Kirana singkat.

Damar menoleh, memastikan dia tidak salah dengar.

“Sekarang?” tanya Damar, Kirana mengangguk cepat, wajahnya penuh keyakinan.

“Iya, sekarang.”

Damar menatapnya beberapa detik, lalu menghela napas pelan.

“Baiklah.” sahut Damar menerima ajakan Kirana.

Setelah itu mereka berjalan bersama menuju kasir. Kirana menaruh barang-barangnya di atas meja, sementara Damar membantu mengeluarkan isi troli.

“Terima kasih,” ucap Kirana.

“Jangan dibiasakan,” jawab Damar singkat.

Setelah pembayaran selesai, Damar secara refleks mengambil beberapa kantong belanjaan yang ada di tangan Kirana

“Biar aku saja.” kata Damar sambil berjalan mendahului Kirana, Kirana tersenyum kecil.

“Anda Gentleman juga ternyata,” ungkap Kirana sedikit menggoda Damar, Damar hanya mengangkat bahu.

Tak lama kemudian, mereka sudah berada di dalam lift Potomac Crest Residences, Kirana menekan tombol lantai 8.

“Aku tidak pernah kelantai 8 ,” kata Damar.

“Biasakan nanti akan sering,” balas Kirana ringan. Damar tidak menjawab dia hanya melirik Kirana.

Ding

Lift terbuka, mereka berjalan di lorong yang tenang, hanya terdengar suara langkah kaki mereka di atas karpet, Kirana berhenti di depan pintunya.

“Akhirnya mampir juga,” celetuk Kirana sambil tersenyum lalu dia menekan kode pintu.

Beep.

Pintu terbuka unit studio Kirana terlihat sederhana tapi hangat. Tidak terlalu luas, tapi tertata cukup rapi ada beberapa buku di meja, tanaman kecil di sudut ruangan, dan aroma lembut dari pengharum ruangan.

Kirana menggantung mantel dan tasnya Damar berdiri sebentar, memperhatikan sekeliling.

“Nyaman juga,” kata Damar masih memperhatikan kesekeliling.

“Lumayan,” jawab Kirana sambil mulai mengeluarkan belanjaan.

Kirana membuka kulkas, memasukkan bahan satu per satu Damar ikut membantu tanpa banyak bicara.

Sesekali tangan mereka hampir bersentuhan.

Dan tanpa sengaja mata mereka bertemu sejenak.

Lalu keduanya langsung kembali sibuk dengan kegiatan masing-masing.

“Aku masak nasi goreng saja ya,” ucap Kirana. “Yang gampang.” sambungnya lagi.

Damar tersenyum tipis kemudian manggut manggut.

“Wah, udah lama tidak makan nasi goreng.” Celetuk Damar.

Kirana tersenyum dia terlihat antusias.

“Berarti kamu beruntung hari ini.” Kalimat Kirana berjeda, "Soalnya nasi goreng buatan ku enak,"

Damar menatap Kirana ragu, dia tidak percaya Kirana bisa memasak, sampai akhirnya kirana mulai memasak.

Suara minyak di wajan mulai terdengar, aroma bawang putih dan nasi goreng perlahan memenuhi ruangan.

Sementara itu, Damar duduk di sofa kecil, memainkan ponselnya.

Tiba-tiba ponselnya berdering Damar melihat layar,

nama yang muncul membuatnya sedikit menghela napas awalnya Damar ingin menolak panggilan itu.

Namun jarinya salah menggeser Video call tersambung.

“Woi, Damar!” suara keras langsung terdengar di layar muncul wajah Ikhwan sahabatnya.

“Apa kabar, lu?” lanjut ikhwan santai.

Damar langsung mengernyit.

“Ngapain lu video call gue, Wan? Nggak jelas banget.”

Ikhwan tertawa.

“Kangen, bro. I miss you.” celetuk Ihkwan menggoda Damar.

“Gue baik-baik aja. Udah ya, gue tutup,” kata Damar ketus.

Namun sebelum Damar sempat menutup Kirana lewat di belakangnya, membawa piring.

“Ini nasi gorengnya,” Kirana berhenti saat melihat layar.

Di sisi lain, Ikhwan langsung membeku matanya melebar.

“Itu Kirana Subakti?”

Kirana terkejut, lalu mendekat sedikit.

“Siapa?” tanyanya pelan Damar panik.

“Nanti gue telepon lagi!” katanya cepat langsung memutus panggilan itu.

Ruangan kembali hening Kirana menatapnya penasaran.

“Siapa?”

Damar menghela napas.

“Teman.”

“Dia, kenal aku?” tanya Kirana lagi.Damar menatapnya sebentar.

“Semua orang di Indonesia tahu kamu.”

Kirana tersenyum kecil, sedikit malu.

“Oh…” Kirana lalu meletakkan piring di meja.

“Kamu boleh makan nasi gorengnya,?” kata Kirana kemudian Damar duduk, mengambil sendok.

“Terimakasih,” Sahut Damar singkat Kirana ikut duduk di depannya. “Aku juga lapar.” sambung Kirana lagi.

Damar mulai makan beberapa detik berlalu, Damar mengangguk pelan.

“Enak.”

Kirana langsung tersenyum lebar.

“Serius?”

“Enak banget malah.” Kata Damar lagi menegaskan.

Kirana terlihat senang mendengarnya.

“Kalau kamu mau aku bisa masakin tiap hari, lho.”

Damar berhenti makan dia sedikit kikuk mulutnya terbuka, tapi tidak ada kata yang keluar dia hanya menatap nasi gorengnya sebentar lalu kembali makan.

1
sitanggang
mcnya ternyata goblok🤦🤦
Rosie: Baca J.R.R Tolkien aja cocok buat anda jangan novel online.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!