NovelToon NovelToon
Dinikahi Sang Ahli Forensik

Dinikahi Sang Ahli Forensik

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyelamat / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

Sebagai wedding planner, Cala Danendra percaya pada kisah bak dongeng. Namun, hidupnya berubah mencekam dalam semalam setelah ia tak sengaja merekam aksi pembunuhan di pesta kliennya.

​Demi melindunginya dari kejaran pembunuh bayaran, kepolisian menawarkan solusi ekstrem: menyembunyikan Cala dalam ikatan pertunangan palsu dengan Dr. Ronan Maheswara, ahli forensik jenius yang dingin dan antisosial. Kini, Cala si perangkai romansa harus hidup di apartemen Ronan yang steril bagai ruang operasi, lengkap dengan aturan ketat dan foto TKP yang berserakan.

​"Cinta itu hanyalah lonjakan hormon oksitosin dan reaksi kimiawi di otak yang akan memudar dalam waktu empat tahun," ucap Ronan datar tanpa mengalihkan pandangan dari mikroskopnya. "Dan tolong, sepatumu mengontaminasi karpetku."

​Cala memutar bola matanya. "Kalau begitu, mari kita lihat reaksi kimiawi apa yang terjadi kalau aku nekat memelukmu sekarang, Dokter."


​Namun, ketika ancaman maut semakin mendekat, batas antara sandiwara dan k

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18: Insting Pelindung

​​"Jangan menatap ke arah tasmu, Cala. Tetap fokus menatap wajahku," bisik Ronan pelan. Suaranya nyaris tenggelam oleh alunan musik jazz di dalam restoran mewah itu. Tangan pria itu masih menggenggam jemari Cala dengan erat, menyalurkan ketenangan di tengah situasi yang mendadak menegang.

​Cala memaksa bibirnya melengkung membentuk senyum manis. Ia menatap lurus ke dalam iris mata Ronan. Jantungnya berpacu secepat kilat. Insting perencana pernikahannya menjerit keras melihat bahasa tubuh pelayan yang makin mendekat ke meja mereka.

​"Postur tubuhnya salah total, Dokter," balas Cala berbisik di sela senyum palsunya. "Pelayan restoran bintang lima selalu dilatih berjalan dengan punggung tegak dan pandangan lurus ke depan. Pria ini menunduk, bahunya kaku, dan langkah kakinya diseret. Dia bukan pelayan restoran asli."

​"Pengamatan visual yang akurat," puji Ronan tanpa mengubah raut wajahnya yang terlihat santai. "Otot lengannya terlalu tegang untuk sekadar membawa nampan berisi dua gelas minuman. Dia sedang bersiap melakukan manuver fisik dadakan."

​"Bagaimana kalau dia membawa senjata api tersembunyi?" tanya Cala cemas. "Atau pisau mematikan seperti pelaku di lorong hotel waktu itu?"

​"Senjata api pasti memicu detektor logam di pintu masuk utama restoran ini. Pisau butuh jarak serang fisik yang sangat dekat. Dia membawa cairan. Itu adalah jenis senjata mematikan yang bisa dilempar dari jarak satu meter tanpa memicu peringatan sistem keamanan," urai Ronan rasional. Mata pria itu tidak berkedip menatap Cala, tapi fokus periferalnya mengunci setiap milimeter pergerakan sang pelayan palsu. "Bersiaplah. Tarik napas panjang."

​Pelayan berseragam rompi hitam itu akhirnya tiba di samping meja mereka. Bau keringat asam bercampur aroma logam samar-samar tercium dari tubuh pria itu, sangat kontras dengan aroma sedap daging panggang di udara ruangan.

​"Permisi, Bapak dan Ibu. Ini minuman pembuka khusus dari koki kepala kami," ucap pelayan itu. Suaranya serak dan terdengar sedikit bergetar. Tangannya yang memegang nampan logam perlahan turun, mendekati area meja tepat di sebelah kiri Cala.

​Matanya sama sekali tidak menatap wajah Ronan maupun Cala. Tatapan pria itu terkunci mati pada tas selempang Cala yang tergeletak manis di atas kursi kosong.

​Cala menahan napas. Ia bersiap menggeser tubuhnya menjauh dari jangkauan pria tersebut.

​Tiba-tiba, ujung sepatu pelayan itu sengaja ditabrakkan keras ke kaki meja kayu. Pria itu memiringkan tubuhnya ke depan, berpura-pura kehilangan keseimbangan secara dramatis.

​"Ah, maaf!" teriak pelayan itu palsu.

​Nampan logam di tangannya miring tajam. Dua gelas kristal berisi cairan merah pekat itu meluncur bebas dari atas nampan. Isinya tumpah seketika, menyembur deras tepat ke arah wajah dan dada Cala.

​Waktu seolah melambat di mata Cala. Ia melihat cairan kental itu melayang di udara, siap membakar kulitnya. Otaknya menyuruh tubuhnya menghindar, tapi gerakan refleksnya kalah cepat dari laju gravitasi benda tersebut.

​Namun, sebelum setetes pun cairan mencurigakan itu menyentuh gaun sutra Cala, sebuah lengan kokoh berbalut jas biru gelap melesat memotong udara secepat kilat.

​Gerakan Ronan sama sekali tidak terprediksi. Tidak ada kepanikan, hanya insting pelindung murni yang bekerja melampaui seluruh logika sains yang sering ia banggakan. Pria tinggi besar itu menendang kursinya sendiri ke belakang, bangkit berdiri tegak dalam hitungan sepersekian detik.

​Tangan kiri Ronan menepis nampan logam dan dua gelas kristal itu dengan punggung tangannya sekuat tenaga. Gelas itu terpental jauh ke udara, menghantam pilar marmer besar, dan pecah berkeping-keping dengan suara memekakkan telinga. 

Cairan merah pekat di dalamnya menyiprat ke dinding dan lantai marmer. Cairan itu langsung mengeluarkan suara mendesis pelan dan asap putih tipis yang mengerikan. Bau bahan kimia tajam seketika menyengat hidung semua orang. Asam pekat.

​Di detik yang sama, tangan kanan Ronan mencengkeram pinggang Cala dengan tenaga penuh. Pria itu menarik tubuh Cala berdiri secara paksa dan membanting tubuh wanita itu masuk ke pelukan dadanya yang bidang. 

Ronan memutar posisi mereka seratus delapan puluh derajat, menjadikan punggungnya sendiri sebagai tameng pelindung bagi Cala dari sisa cipratan cairan mematikan tersebut.

1
Anbu Hasna
Tanteku punya hotel. dan benar, dia lebih jujur ke pihak WO biar printilan pesta bisa masuk tanpa menganggu pelanggan, daripada ke pihak paspampres. masa bodo sama keselamatan presiden, biarkan dia lewat pintu depan 🤣🤣
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
ronan takut terjadi sesuatu pada cala. dia takut gagal dalam melindungi cala.
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
puyeng aq
ElHi
seruuu euyyy....kyk detective conan🔥🔥
Savana Liora: maacii
total 1 replies
Nor aisyah Fitriani
uppp truss thirt
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mulai terkuak semoga saja cepat tertangkap ya mereka" yg jahat sama Cala biar mereka mendekam dlm sel penjara dan di hukum mati 😡😡
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
wajarlah Ronan kesel sama kepolisian karna nyawa mereka td dipertaruhkan untung Ronan bisa menghindar dan saksi satu"nya malah di bawa pergi lelet banget atasan dan bawahannya 😏😏
Watie Zack
semoga kebongkar dalangnya
Watie Zack
wow Ronan aku padamu😍
Watie Zack
ada apa dgn tasnya Cala????
Watie Zack
awalnya drama lama² kecantol beneran nih si Rolan
Watie Zack
jgn² orang dekat cala ada yg terlibat😄
Watie Zack
semakin penasaran semangat Thor
Deasy Suryandari
ikut deg²qn bacanya
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
bagus Ronan kamu sdh antisipasi dngn menancapkan alat pelacak ke pelayan palsu itu 👍👏
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
ayo bawa ke markas Ronan biar th dalang semuanya
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
gerakan Ronan gercep banget sigap kl enggak pasti Cala dlm bahaya oleh cairan itu 🤗🤗
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
Cala bawa tas mu dr sana
Fariedha Rahman Khan
suka bngett
berasa nonton adegan action
Fariedha Rahman Khan: mesame kak
semngt trus up nya ya
total 2 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
mulai lg dramanya 🤗🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!