NovelToon NovelToon
Mahkota Kegelapan: Pewaris Dewa Hades

Mahkota Kegelapan: Pewaris Dewa Hades

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:460
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Arkanendra adalah seorang jaksa penuntut yang berdinas di kejaksaan agung, sepak terjangnya sebagai jaksa yang dingin dan tegas juga sering memenangkan kasus besar dan sulit, membuat Arka menjadi populer di kalangan penjahat. karena profesinya itu Arkanendra menghadapi bahaya yang sangat fatal, dia nyaris saja mati di racun oleh musuh nya.

sebuah pertolongan datang dari underworld, dia bisa tertolong namun dewa Hades memberikan syarat mutlak, Arkanendra harus menghisap energi hidup dari dewi Athena sebelum 40 hari, jika tidak maka dia akan mati dan binasa.

Dewi Athena yang tak pernah tertarik dengan pria, Dewi Athena yang lebih memilih menjadi Perawan seumur hidupnya, lalu apa yang terjadi ketika bagian dari kepingan jiwanya jatuh cinta pada Arkanendra yang notebene adalah kepingan jiwa dari Dewa Hades.

Apa sejarah akan berubah, atau jeratan cinta itu membuat Dewi perawan tak berdaya, cinta memang memiliki keajaiban luar biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Gadis itu tak rela aku mati, ambillah energi ku mas!

"Kamu melihat dia tadi?" Tanya Arka kaget.

"Hm iya mas.... Aku lihat dia, tapi tak terlalu jelas, aku hanya bisa mendengar jelas suaranya tadi, apa dia pak Denis yang kamu maksud?"

"Iya itu benar~ pak tua jelek itu yang suka mengatakan hal konyol, bikin aku pusing dan stres mikiran sisa umur ku!" Arka mencebik dan menggerutu lirih setelah bicara panjang lebar tadi. Mereka berdua tiba-tiba terkejut karena sekeliling kamar itu di jendela dan di tembok banyak gumpalan kabut hitam, yang lumayan tebal.

"Ya ampun apa ini? Kok banyak kabut hitam begini!!" Nayyara tersentak ketakutan dan berdiri panik, sampai dia lupa dengan gaunnya yang acak acakan, dia memegangi lengan Arka, dia takut sekali jika ada vampir yang datang kesini.

"Jangan takut, kabut hitam ini berasal dari kekuatan dewa Hades, pak Denis itu yang melakukannya" Arka membuang muka takut melihat penampilan gadis itu yang sungguh membuat dia melongo, Nayyara yang tak sadar malah hanya mengangguk lega. 

"Pak!! Aku mohon bentengi tempat ini dari mahkluk siluman dan vampir manapun!" 

Arka berteriak keras menggema di ruangan kamar ini, makin lama kabut itu makin tebal hingga menyelimuti dinding kamar di apartemen ini.

"Ingat pesanku Arkanendra, pilihan ada padamu, aku hanya bisa membantumu satu kali ini saja, selanjutnya tugasmu untuk melindungi gadis itu, agar tak menjadi santapan para vampir dan monster, ingat umurmu akan berkurang juga setiap hari, tanpa ada asupan dari energi murni gadis itu, kamu akan mati, tak ada yang bisa menolongmu selain dia...." 

Suara tanpa wujud itu menggema di ruangan ini, wajah Nayyara berubah merona malu, dia sebenarnya paham apa maksud suara misterius tadi, dia sempat mendengar obrolan dua pria itu setelah siuman, pun juga Arka jadi mengacak kesal rambut dengan frustasi. 

"Hah~ biarin aku mati aja gak apa-apa, aku gak takut mati, asalkan Nayyara nggak celaka, aish pak tua itu sungguh menyebalkan!!!" Arka menarik korden jendela kamar lalu menutup semua korden besar berwarna coklat itu, dia yakin Nayyara juga takkan sudi melakukan hal terlarang itu dengannya.

Arka berjalan menuju ruang walk in closet mengambil kemeja bersih miliknya dan memberikan pada Nayyara agar dia bisa berganti baju. "Gantilah baju kamu lalu tidurlah, aku akan tidur diluar"

"Kamu mau kemana mas?"

"Jangan pikirkan hal yang menakutkan, ini masih malam, istirahatlah aku akan tidur disofa ruang tamu" Arka mengambil satu bantal dan berjalan menuju pintu kamar, membiarkan Nayyara sendirian di kamar milik pria itu, gadis itu duduk di pinggir ranjang melihati ke sekeliling kamar luas ini yang terlihat rapi dan mewah.

Pikirannya masih terusik dengan ucapan pak Denis tadi, soal umur Arka yang terus berkurang, sungguh Nayyara sebenarnya tak rela jika pria yang dia cintai harus kehilangan nyawa, dia mengigit bibir resah dengan perasaan tak karuan.

"Aku harus tidur dengan mas Arka, jika tidak dalam dua puluh hari lagi mas Arka akan mati, dan aku bisa terus-terusan di buru vampir dan monster lagi? Ya tuhan kenapa situasinya bisa sulit seperti ini" 

Nayyara menggeleng takut memegang lehernya ngeri, merasakan hampir saja di mangsa vampir dua kali saja dia sudah pingsan, apalagi jika makin banyak monster atau siluman menginginkan energi murninya juga.

Oh tidak, Nayyara tak mau mati konyol, dia juga tak mau Arka mati, dia ingin lepas dari kutukan ini dan hanya Arka yang bisa membantunya, anggap saja ini semacam simbiosis mutualisme.

Tapi dia harus tidur dengan Arka, soal ini Nayyara sungguh takut dan bimbang, dia pasti bisa terjerat pada sebuah perasaan cinta yang makin dalam.

Arkanendra terkejut ketika sempat terlelap di sofa ruang tamu hampir satu jam, saat dia terjaga malah melihat Nayyara duduk di sofa itu seperti sedang melamun, pria itu mengerjapkan mata, mengusap wajahnya berusaha mencari HP nya di bawah bantal.

"Kenapa kamu malah di sini? hoam~ ini belum subuh" Pria itu duduk dengan lalu meletakkan ponselnya di meja, Nayyara yang duduk di sofa sejak tadi menoleh padanya. "Aku takut tidur sendirian di kamar mas, baru merem aku panik lagi, takut ada vampir yang masuk"

"Aah~ kabut hitam itu sudah melindungi mu dari vampir, jangan takut, kembalilah sana ke kamar" Arka berbaring tengkurap lagi di sofa karena dia masih sangat mengantuk, tubuhnya pegal semua, karena bertarung dengan vampir beberapa jam lalu.

Selama beberapa menit Nayyara hanya memandangi lelaki itu dan menghela nafasnya, dia baru sadar jika tangan pria itu luka dan di perban, mungkin karena tadi bertarung dengan vampir, dengan lembut Nayyara mengusap tangan pria itu.

Diam-diam Nayyara jadi iba setelah mendengar semua cerita Arka tadi soal sisa umurnya, sekarang dia tak rela kehilangan kekasih. Arkanendra sangat baik dan perhatian bahkan menolongnya dua kali, apa bisa Nayyara membiarkan Arka mati begitu saja.

"Mas Arka....." Panggilnya lirih.

"Hm....." Arka bergumam sambil menutup wajahnya dengan bantal tak terlalu peduli, gadis itu tak tahu saja dia berusaha bersikap wajar, meskipun perasaannya tak karuan.

"Mas....."Nayyara memanggil lagi dengan suara serak hampir menangis.

"Apa sih?" Arka terusik juga, dia terpaksa bangun lagi.

"Bisakah kamu membantuku?" Nayyara tiba-tiba memohon, Arka jadi urung tidur, lalu langsung duduk lagi dan mengerjapkan mata.

"Membantu apa sih?" Nayyara mengigit bibirnya dan mendekati pada wajah pria itu yang tersentak gugup.

"Aku dengar jelas tadi, pak Denis bilang jika kita harus tidur bersama, agar kamu bisa lepas dari kutukan sisa umur kamu? Itu benarkan?"

"Hah??!!" Arkanendra nyaris terjengkang jatuh dari sofa karena kaget, namun Nayyara malah mengatakan hal itu dengan enteng. "Jika kita melakukannya sepertinya itu tak buruk, kamu bisa tetap hidup dan aku juga tak di buru mahluk yang menginginkan energi ku, ayo kita lakukan saja, aku bersedia......~"

Mulut Arka menganga lebar, dia sampai memukul dahinya.

"Tidurlah jangan meracau lagi di sini, aku ngantuk sekali" Arka menggeleng kesal setelah memotong ucapan Nayyara, lalu dia merebah lagi di sofa tak peduli.

Di luar dugaannya Nayyara malah menangis, lalu merebahkan kepalanya di bahu Arka. 

"Yak, jangan begini!!" Arka gelagapan bangun kaget karena ulah gadis itu.

"Aku tak mau kamu mati mas, aku gak mau kehilangan kamu, aku juga gak mau mati di tangan vampir atau siluman, aku takut....." Isak tangis Nayyara.

"Ckck~ jadi kamu mendengar bualan pak tua itu? Jangan percaya ucapannya, aku nggak akan mati"

"Jika dia cuma membual tak mungkin ada vampir yang hampir membunuhku dan menginginkan energi ku, dia pasti serius berkata seperti itu?" Arka menghela nafas frustasi, Nayyara masih memeluk bahunya sambil menangis, dia meremas kemeja putih Arka hingga kusut. 

Arka balas memeluk Nayyara, dia mengusap punggung gadis itu berharap dia bisa lebih tenang. "Jangan pikirkan soal itu, tak mungkin juga dalam waktu singkat ada vampir yang memburu kamu lagi, lagipula ada aku yang melindungi kamu"

"Bagaimana jika ada? Bisa saja. Besok pagi ada vampir datang lagi mau membunuhku? Jumlah mereka kan banyak, gak cuma satu" Arka menautkan alisnya, dia lemas karena debaran jantungnya dan posisi Nayyara memeluknya seperti ini.

"Mas....." Nayyara menatap wajah pria itu.

"Hm apa?"

"Ini hampir pagi, ayo kita lakukan sekarang"

"Ah nggak, jangan...." Arka menolak, lalu memalingkan wajah.

"Kamu lebih suka mati, begitu?"

Bukan gitu Nay...~"

"Apa kamu juga ingin aku mati?" Nayyara mencicit sampai membuat Arka menghela nafas, dan membawa Nayyara duduk di atas pahanya.

"Apa kamu pikir aku akan diam saja melihatmu diburu sama vampir? Aku akan melindungi kamu sekuat tenaga, soal aku mati, itu mungkin sudah takdirku, sudahlah tidurlah dikamar sana"

"Tapi aku nggak mau mas, aku gak mau kamu mati huhu" Nayyara terisak, hingga dia membelai wajah cantik kekasihnya yang sembab, dan sedang memeluk lehernya, Nayyara tiba-tiba mencium sekilas bibir Arka.

"Aku takkan semudah itu mati hm~ aku bukan manusia biasa" Arka terkekeh bangga, namun Nayyara yang menatap tepat di matanya malah mencium lagi bibir pria itu, kali ini agak lama, sampai Arka kaget.

"Ambil energi ku mas, sebanyak yang kamu mau, aku rela" Bisik gadis itu tepat di depan wajahnya.

1
Ananda Boy
seru banget 😍
Ananda Boy
seruuu banget 🤭
Ananda Boy
next thor
Ananda Boy
kak kasian Naya🥹
Ananda Boy
lanjut ka author 😘🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!