Nurul adalah seorang wanita cantik, baik, sabar, juga tegar dalam menghadapi semua cobaan hidupnya. Walau ia sudah terkhinati , dibohongi selama pernikahannya. Namun demi seorang anak yang masih murni dan polos. Nurul tetap berbaik sangka kepada Allah. Rasa sakit dari suaminya Nizam yang sangat ia sayangi. Sempat membuat Nurul kecewa dan terluka. Tapi Nurul berusaha tetap tenang dan berusaha menjadi ibu yang terbaik demi anaknya Sampai akhirnya ia mampu melewati semuanya dengan menjaga hati sang anak untuk menjadi wanita yang berjiwa besar, sukses dan hidup bahagia pada akhirnya. Bahkan Nurul kembali bisa menemukan cinta sejatinya. Yang kembali membawanya hidup bahagia dari seorang pria yang tulus bernama Azka
Akan kah Nizam menyesal .....ikuti ceritanya ya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Lalu Nizam pun terdiam, tak berkutik di depan atasannya itu. Apalagi setelah Nizam tahu jika direkturnya itu adalah sepupu istrinya. Selama 8 tahun ia bekerja dikantornya sampai hari ini. Tak pernah sekalipun Nurul mengatakan pak Andi adalah sepupunya. Sehingga itu menjadi pertanyaan dibenak Nizam. Apalagi selama ini Nurul tak pernah bercerita banyak tentang keluarga besarnya. Selain Bram kakak iparnya. Itu pun tak banyak info yang Nizam dapat Sebab Bram datang hanya seorang diri saat ijab kabul. Ketika Nizam menikahi Nurul dengan cara sederhana.
" Maaf pak, apa benar pak Andi sepupu istri saya. Tapi selama ini istri saya tak pernah bercerita, jika pak Andi ini sepupu istri saya" kata Nizam bingung.
" Apa pak Nizam tak percaya?" kata pak Andi tersenyum tipis.
" Bukan....bukan itu maksud saya pak, Hanya saja selama ini yang saya tahu Nurul hanya punya seorang abang saja pak. Tidak ada keluarga lain " kata Nizam
" Maksud pak Nizam Bramudia Abdillah kan Dia memang kakak kandung Nurul. CEO PT Anugrah sakti di kota B" kata pak Andi yang langsung membuat Nizam shock. Saat mendengar atasannya itu mengatakan jika kakak iparnya itu merupakan seorang CEO dari relasi perusahaan mereka selama ini.
" CEO ?? " kata Nizam kaget
" Kenapa pak Nizam kaget, apa Nurul tak pernah cerita juga" kata pak Andi menyeringai tipis. " Atau dia tak mau bercerita , sebab anda sudah banyak membohonginya" lanjut pak Andi lagi.
Membuat Nizam hanya bisa menelan air liurnya karna shock. Lantaran banyak rahasia Nurul yang belum ia ketahui. Apalagi saat ini, ia bermasalah dengan istrinya itu. Karna desakan sang ibu yang selalu mengaturnya
Cukup lama keduanya bicara. Setelah itu Nizam langsung kembali ke meja kerjanya setelah membahas pekerjaan.
" De....berapa banyak rahasia yang kau sembunyikan dariku. Pantas saja selama ini kau diam mengunci rapat semuanya" kata Nizam merasa jika selama ini ia memang sudah banyak membohongi Nurul. Dan Nizam tahu, kakak iparnya juga sempat meminta mempertegas hubungan Nizam dengan Nurul. Jika sampai ia berani macam macam pada adiknya , Bram sendiri yang akan menjemput Nurul dan Aliya kerumah. Seakan kakak iparnya itu sudah tahu sesuatu yang selama ini ia sembunyikan.
" Apes sekali hidupku. Aku tidak tahu harus berkata apa nanti pada ibu" kata Nizam memijit kepalanya karena pusing memikirkan semua masalah rumah tangganya.
**********
Sedangkan tadi sore Nurul sudah berkemas dirumah. Ia memasukan semua pakaiannya dan pakaian Aliya kedalam koper. Karna pagi tadi Nizam pamit sekalian pulang kekota B sepulang kerja. Merasa kecewa dengan sikap Nizam Nurul pun berencana ingin berlibur beberapa hari ini. Apalagi Via sudah memberinya izin cuti. Sebelum sahabatnya itu gantian cuti menikah bulan depan.
" Huh...semuanya sudah beres, aku akan kembali ketoko sekarang. Setelah tutup baru kami pergi" kata Nurul yang ingin pulang kerumah besar keluarganya sementara waktu untuk menenangkan pikiran.
Lalu Nurul pun menulis pesan diatas kertas untuk Nizam, jika suaminya itu pulang. Dan meletakkannya diatas meja rias di kamar mereka.
" Mudah mudahan ia membacanya" kata Nurul lalu melangkah kepintu keluar sambil menarik kopernya. Dan setelah mengunci pintu rapat rapat, kunci rumah pun Nurul taruh di bawah pot bunga.
" Kak Nizam pasti sudah hafal, letak kunci rumah di simpan" guman Nurul sambil menghela nafas. Lalu melangkah keluar dari teras rumah untuk menunggu taxi online yang ia pesan.
Tak lama ada sebuah taxi menghampiri Nurul yang berdiri menunggu.
" Apa ini pesanan nona Nurul?" tanya si sopir
" Ya pak" jawab Nurul
" Silakan masuk nona !!" kata si sopir ramah.
" Terimakasih pak, kita mampir ketoko buku dulu sebentar ya pak. Untuk menjemput anak saya" kata Nurul
" Ya non" kata si sopir yang langsung kembali menjalankan mobilnya setelah Nurul masuk dan duduk di kursi belakang.
Sehingga Nurul bisa bernafas lega. Pergi meninggalkan rumah. Ketika suaminya juga pergi walau tanpa banyak memberi kan penjelasan.
***************
Malam hawa terasa dingin ketika Nurul turun dari mobil sambil mengendong Aliya dibahunya yang sedang tertidur. Lalu sejenak Nurul berdiri terpaku didepan pagar kokoh tembok tinggi menjulang. Sebelum memecet bel mansion.
" Malam nona muda, kenapa sampai tengah malam dan tidak memberi kabar pada kami. Padahal kami bisa menjemput nona muda di bandara" kata seorang pelayan paruh baya yang merupakan kepala pelayan rumah keluarga Nurul
" Tidak perlu repot paman, oh ya tolong bawakan kopernya" kata Nurul
" Baik nona" kata seorang pelayan wanita muda cepat menarik koper Nurul mengikuti Nurul yang menuju kamar pribadinya.
" Hm....akhirnya kau pulang juga" sebuah suara bariton menyapa Nurul
" Bang " kata Nurul menoleh setelah membaringkan Aliya ditempat tidur.
" Abang belum pulang ke kota B?" tanya Nurul
" Ya...karna ada urusan disini" jawab Bram sembari menghela nafas kasarnya.
" Alin hanya ingin menenangkan diri sementara disini bang" jelas Nurul yang sudah tahu, jika kakaknya itu tahu apa yang terjadi padanya.
" Jika pun kau ingin tinggal disini lebih lama itu tak masalah. Sudah lama rumah ini kosong. Abang sibuk, jadi kadang tak bisa pulang kesini setiap saat" kata Bram yang berdiri menatap keponakannya itu dengan mata nanar.
" Ya Alin tahu" kata Nurul yang mebahasakan nama kecilnya jika sudah berada dirumah besar kedua orang tuanya. Namun jika diluar banyak orang mengenalnya sebagai Nurul
" Ya sudah istirahat lah" kata Bram sembari melangkah keluar kamar. Sebab pria itu hanya ingin menyapa sang adik.
Sedangkan Nurul hanya duduk mematung di sisi tempat tidur sambil mengusap lengan putrinya.
" Ade pasti senang disini. Sementara ini kita pindah kesini dulu ya nak. Maafkan bunda " kata Nurul dengan suara lirih.
***********
Disisi lain Nizam yang tadinya ingin berangkat bersama Lara kekota B. Berniat bertemu Nurul untuk memberi kan penjelasan pasti. Lalu Nizam melajukan mobilnya untuk pulang kerumah. Sehingga Lara sempat marah marah ditelpon karna lama menunggu Nizam tak kunjung datang.
Nizam yang sampai dirumah langsung mencari Nurul dan Aliya didalam rumah. Namun nihil, ia tak menemukan istrinya itu bersama sang putri. Lalu ia langsung membawa mobilnya menuju toko buku. Namun setibanya disana. Toko buku juga sudah tutup dan terkunci rapat.
" Semua Karyawan sudah pulang pak, besok kembali saja jika ingin membeli buku" kata seorang penjual makanan di dekat toko buku itu berkata kepada Nizam.
" Apa tidak ada yang menginap didalam toko?" tanya Nizam.
" Ngak ada pak, lihat saja tokonya gelap begitu. Mana ada orang didalam" kata pria itu lagi. Membuat Nizam merasa menyesal sudah berpamitan dengan Nurul pagi tadi.
" De kemana kamu pergi?" kata Nizam sembari masuk mobil merasa sangat bersalah lalu berkeliling kota untuk mencari keberadaan Nurul. Setelah cukup lama tak bisa menemukan Nurul. Nizam pun menuju kost Lara untuk menemui perempuan itu.
" Kak Nizam....kenapa lama banget sih, kemana saja .... ini sudah terlambat. Padahal besok pagi kita harus menikah " kata Lara yang terlihat sangat emosi.
" Marah lah sepuas mu, tapi aku hanya ingin pulang untuk membatalkan pernikahan ini" kata Nizam
" Apa!! ngak bisa" kata Lara kaget. Yang tak percaya Nizam ingin membatalkan akad nikah mereka yang sudah di sepakati keluarga dari kedua belah pihak sejak awal perjanjian.
* Maaf baru update lagi. Mohon maaf lahir bathin untuk semua reader yang beragama muslim dan semoga bahagia bagi yang beragama lain. Terimakasih sudah setia menunggu ***
Sudah tua gitu masih plin plan dan gampang disetir ibunya
Pantas lah kau ditinggal istri dan anakmu Nizam
Tar jangan nyesal ya lihat kebahagiaan Nurul 🤭
Aamiin
Aku menunggu kelanjutan kisahnya ini 😍😍
Semoga iman dan takwa tetap terjaga sepeninggal ramadhan mulia
Memang benar ya lelaki peselingkuh ya hobi bohong sana sini
Aku ikut tepuk tangan kalau Nizam dipecat biar kapok
Bila perlu diblacklist semua perusahaan ,sekalian si Lara juga
Wahhh Nurul ,jodohmu lagi otw
Jodoh dunia akhirat sehidup sesyurga
Biar lelaki ga seenaknya sendiri cari cari alasan ini itu
Aku ikut tepuk tangan karena kamu lelaki mencla mencle
mana ada lelaki beristri sesantai itu mau antar teman wanita
Ayo Nurul jaga ketat harga dirimu
Habislah kau disidang abang ipar
Kamu berharga Nurul ,jangan mau diinjak harga dirimu sama suami tukang selingkuh
Nampaknya beda genre lagi ya Thor
BTW aku nungguin lagi squel salah satu kisah Kalimantan Thor ,sampai baca ulang lagi marathon 😍😍