Zhu Xuan: Santai, acuh tak acuh terhadap konflik dunia (kecuali jika mengganggu keluarganya), dan sangat memanjakan anaknya (daughter-slave).
Zhu Xuan mendapatkan reward berupa Cincin Jiwa (Soul Rings) berusia jutaan tahun, Tulang Jiwa (Soul Bones) tingkat dewa, dan ramuan langka setiap kali ia menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan kesejahteraan putrinya.
Tidak seperti novel aslinya yang penuh ketegangan, novel ini lebih condong ke arah slice-of-life dengan bumbu aksi. Fokusnya adalah bagaimana Zhu Xuan membangun "Dinasti" atau wilayah kekuasaan yang aman dan mewah demi masa depan anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ule Lau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Evolusi Sembilan Lapis Pagoda dan Pusaran Baru Daratan Douluo
Kepergian Ning Fengzhi dan Chen Xin dari Lembah Mirakel menandai babak baru dalam sejarah rahasia Benua Douluo.
Mereka membawa pulang bukan hanya sebuah ketakutan yang mengakar hingga ke sumsum tulang, melainkan juga sebuah harapan tertinggi yang selama ribuan tahun dianggap sebagai mitos belaka oleh garis keturunan Sekte Tujuh Harta Karun: sebutir buah persik merah segar yang memancarkan pendaran cahaya keperakan yang anggun.
Di dalam ruang rahasia kastil utama Sekte Tujuh Harta Karun yang dijaga ketat oleh formasi pedang tingkat tinggi, suasana malam itu terasa begitu tegang.
Sesosok gadis kecil berusia sekitar delapan tahun dengan rambut pendek berwarna cokelat muda dan gaun sutra hijau muda duduk di atas bantalan giok. Wajahnya yang biasanya dipenuhi oleh keangkuhan seorang putri manja, kini tampak kebingungan sekaligus terpesona menatap buah persik raksasa yang diletakkan Ning Fengzhi di hadapannya. Gadis kecil itu adalah Ning Rongrong.
"Ayah... apakah buah ini benar-benar bisa membuat Wuhun-ku berevolusi?" tanya Ning Rongrong dengan suara kekanak-kanakan yang renyah. "Bukankah Kakek Bone selalu bilang kalau batas sekte kita adalah tujuh lapis?"
Ning Fengzhi yang berdiri di samping Bone Douluo, Gu Rong (Level 95), dan Chen Xin, mengangguk dengan ekspresi wajah yang sangat khusyuk. "Rongrong, makanlah dengan tenang. Ingat, setelah memakan buah ini, jalankan kekuatan jiwamu sesuai bimbingan Ayah. Ini adalah berkah dari eksistensi tertinggi di dunia ini."
Gu Rong mengerutkan keningnya, lengan bajunya yang hitam melambai samar. "Fengzhi, apakah kau benar-benar mempercayai pria misterius di Lembah Mirakel itu? Memberikan harapan evolusi sembilan lapis hanya dengan sebutir buah... ini terdengar terlalu di luar nalar."
"Lao Gu, tutup mulutmu!" sela Chen Xin dengan suara tajam sebilah pedang, memotong perkataan Gu Rong secara instan. Sisa-sisa trauma dari penindasan niat pedang kosmik Zhu Xuan dua hari lalu masih membuat punggungnya terasa dingin. "Jika kau menyaksikan sendiri bagaimana langit malam kosmik tunduk di bawah telapak tangannya, kau bahkan tidak akan berani meragukan jika pria itu mengatakan bisa memindahkan lautan ke atas langit."
Ning Rongrong yang melihat ketegangan ketiga orang dewasa terkuat di hidupnya itu akhirnya tidak bertanya lagi. Ia mengambil buah persik keabadian tersebut dengan tangan mungilnya, lalu menggigitnya perlahan.
WUSH—!
Begitu sari buah persik itu menyentuh lidah Ning Rongrong, sebuah ledakan energi kehidupan yang sangat murni dan tebal langsung mengalir deras masuk ke dalam tenggorokannya. Energi itu tidak kasar seperti obat-obatan herbal tingkat tinggi pada umumnya; sebaliknya, energinya terasa sangat lembut, mengalir seperti aliran air pegunungan yang jernih, membasuh setiap untai meridian dan membersihkan segala bentuk kotoran mikro di dalam tulang-tulangnya.
"Ah... hangat sekali," bisik Ning Rongrong, matanya perlahan terpejam saat tubuh kecilnya mulai melayang beberapa senti di atas bantalan giok.
Di sekeliling tubuhnya, sesosok pagoda indah berkilau warna-warni muncul. Tujuh lapisan permata berputar dengan cepat, namun alih-alih melepaskan aura serakah materi, pagoda itu kini diselimuti oleh pendaran cahaya hijau zamrud yang berasal dari sisa energi Naga Suci Kehidupan yang sempat mengendap di dalam buah persik tersebut.
KREK... KREK...
Suara benturan kristal yang sangat merdu bergema di dalam ruang rahasia. Di bawah tatapan mata tiga orang kuat yang hampir melompat keluar dari rongganya, bagian puncak dari pagoda tujuh lapis milik Ning Rongrong tiba-tiba membelah, menumbuhkan sebuah lapisan baru yang berkilau emas murni!
"Lapisan kedelapan!" Ning Fengzhi berteriak histeris, tangannya mengepal begitu erat hingga kuku-kukunya memutih.
Namun mukjizat itu belum berakhir. Hanya dalam hitungan tiga detik kemudian, energi kosmik bintang yang dibawa dari atmosfer Lembah Mirakel memadat di ujung teratas, membentuk lapisan kesembilan yang memancarkan pendaran bintik bintang samudra yang sangat agung.
Sembilan Lapis Pagoda Glazed Tile (Nine Treasure Glazed Tile Pagoda) telah lahir!
BOOM—!
Riak energi bantuan murni meledak keluar dari tubuh Ning Rongrong, mendorong kekuatan jiwanya yang semula berada di Level 12 langsung melesat menembus Level 18 dalam satu malam tanpa ada tanda-tanda fondasi yang tidak stabil.
Ning Rongrong membuka matanya yang kini memancarkan pendaran bintang halus, menatap pagoda sembilan lapis di tangan kanannya dengan kegembiraan yang luar biasa. "Ayah! Lihat! Pagoda Rongrong sekarang punya sembilan tingkat! Dan rasanya... rasanya sangat ringan!"
Ning Fengzhi langsung berlutut di lantai, air mata haru mengalir deras membasahi wajah tampannya. Legenda sekte selama ribuan tahun akhirnya terwujud di tangan putrinya, semua berkat kemurahan hati seorang ayah super yang hanya menganggap buah tersebut sebagai camilan sore putrinya sendiri.
"Paman Chen, Paman Gu..." Ning Fengzhi mendongak dengan tatapan mata yang dipenuhi tekad mutlak. "Mulai hari ini, perintah tertinggi Sekte Tujuh Harta Karun diubah: Siapa pun yang berani menyinggung atau mencari masalah dengan siapa pun dari Lembah Mirakel, akan dieksekusi mati oleh seluruh kekuatan sekte tanpa pandang bulu!"
Sementara itu, di dalam batas kedamaian Lembah Mirakel, sisa energi dari evolusi Ning Rongrong di luar sana sama sekali tidak menarik perhatian Zhu Xuan. Bagi pria berjubah putih itu, hal yang jauh lebih penting pagi ini adalah mengajari putrinya cara membuat kerajinan tangan dari anyaman bambu roh.
Di bawah naungan rindang Pohon Teh Asal Mula, Zhu Xuan duduk di atas tikar rumput hijau bersama Zhu Ling'er. Di sekeliling mereka berserakan potongan-potongan bilah bambu tipis yang telah dihaluskan hingga tidak memiliki serat tajam yang bisa melukai jari mungil sang putri.
"Ayah, lihat! Ling'er sudah berhasil membuat bentuk sayap naga kecil!"
Zhu Ling'er mengangkat sebuah anyaman bambu kecil berbentuk sayap dengan bangga. Di usianya yang kedelapan, koordinasi motorik dan kontrol kekuatan jiwanya yang berada di Level 22 membuat gerakan jemarinya sangat presisi. Setiap jalinan bambu ditenun dengan selingan energi Pedang Langit Abadi yang sangat tipis, membuat anyaman mainan itu memiliki struktur yang sangat kokoh namun fleksibel.
Zhu Xuan mengambil mainan anyaman itu, lalu mengusap kepala Ling'er dengan kehangatan seorang ayah yang penuh kasih sayang. "Sangat bagus, Sayang. Anyamanmu rapi sekali. Jika kita memberikan ini sedikit sentuhan energi kehidupan, naga bambu ini bisa terbang menemanimu bermain."
Zhu Xuan menyentuh bagian tengah anyaman bambu itu dengan ujung jari telunjuknya.
WUSH—!
Seborot cahaya hijau keemasan meresap masuk, dan anyaman bambu berbentuk naga kecil itu tiba-tiba mengepakkan sayapnya secara mandiri, mengeluarkan suara desiran bambu yang lucu, lalu terbang berputar-putar di sekitar kepala Ling'er.
"Wah! Dia benar-benar terbang! Terima kasih, Ayah!" Ling'er tertawa riang, melompat-lompat mencoba menangkap naga bambu mainannya yang terbang lincah.
[Ding! Putri Anda merasakan kebahagiaan murni dari kreativitas mandiri.]
[Misi Tersembunyi Selesai: Tumbuhkan bakat seni dan imajinasi putri Anda tanpa ketergantungan pada kultivasi pertempuran semata.]
[Hadiah Utama dikirimkan: Poin Daddy +7.500, Item 'Cairan Pemurnian Jiwa Kosmik' (Mampu memperluas batas lautan kesadaran spiritual hingga sepuluh kali lipat), Pembukaan Segel Akhir 'Pedang Langit Abadi' Anda sebesar 0,1% (Kini berada di angka 99,8%).]
Zhu Xuan tersenyum puas melihat panel sistemnya. 99,8%. Tekanan dari hukum dunia Douluo terhadap eksistensinya kini terasa sekecil jaring laba-laba. Jika ia mau, ia bisa saja menghancurkan seluruh sistem Ranah Ilahi dengan satu jentikan jari sekarang, namun ia memilih untuk tetap duduk di sini, menikmati senyuman putrinya.
Namun, kedamaian di dalam lembah selalu kontras dengan pusaran konspirasi yang terjadi di luar sana.
Di perbatasan barat lembah, sekitar seratus kilometer jauhnya di dalam sebuah hutan lebat, sesosok wanita berpakaian gaun zirah ungu gelap berhias corak laba-laba raksasa sedang berdiri di atas dahan pohon mati. Wajahnya sangat cantik namun dipenuhi oleh aura dingin, kekejaman, dan kegilaan yang tersembunyi—dia adalah Bibi Dong, Paus Aula Roh saat ini.
Kehancuran Ghost King Douluo dan hilangnya sisa-sisa energi Dewa Rakshasa secara tiba-tiba telah memicu gejolak hebat di dalam garis keturunan warisan dewa milik Bibi Dong. Jiwanya terus-menerus diganggu oleh bisikan kebencian dari altar Rakshasa yang menuntut balas dendam terhadap entitas di Lembah Mirakel.
"Pria berjubah putih... kau telah merusak rencana dewa-ku," bisik Bibi Dong, sepasang matanya memancarkan pendaran warna ungu beracun yang sangat pekat. Sembilan cincin jiwanya (termasuk cincin jiwa merah berumur seratus ribu tahun di posisi terakhir) berputar perlahan di sekeliling tubuhnya, menciptakan tekanan udara yang membuat binatang jiwa di sekitarnya lari ketakutan.
Di belakangnya, dua orang Titled Douluo setianya, Chrysanthemum Douluo (Yue Guan) dan Ghost Douluo (Gui Mei), berlutut dengan tubuh gemetar.
"Yang Mulia Paus..." Yue Guan membuka suara dengan nada femininnya yang khas, wajahnya dipenuhi kecemasan. "Penatua Agung Qian Daoliu telah mengeluarkan dekrit rahasia dari Aula Penatua untuk melarang seluruh personel Aula Roh mendekati wilayah Lembah Mirakel dalam radius seratus kilometer. Apakah kita benar-benar harus menentang perintah Aula Penatua?"
Bibi Dong berbalik, pandangan matanya yang dingin menyapu Yue Guan hingga membuat sang Chrysanthemum Douluo langsung menundukkan kepalanya dalam-dalam ke atas tanah.
"Qian Daoliu hanyalah seorang pengecut tua yang terikat oleh aturan kuno Malaikat," ucap Bibi Dong dengan nada suara yang penuh penghinaan. "Dia tidak tahu bahwa kekuatan sejati berasal dari kegelapan dan kehancuran. Aku tidak akan menyerang lembah itu secara langsung menggunakan pasukan. Namun, menurut informasi dari jaringan intelijen kita, anak perempuan dari pemilik lembah itu sering menghabiskan waktu di perbatasan dalam untuk mengumpulkan tanaman herbal bersama Dugu Bo."
Sebuah senyuman kejam terukir di bibir indah Bibi Dong. "Gui Mei, gunakan domain bayanganmu untuk melepaskan Kutukan Jiwa Pemakan Roh pada pasokan air di sepanjang aliran sungai luar yang mengalir menuju lembah. Aku ingin melihat... apakah pria berjubah putih itu tetap bisa bersikap angkuh saat melihat putrinya menderita erosi jiwa kegelapan."
"Baik, Yang Mulia Paus!" Gui Mei membungkuk, tubuhnya seketika menyatu dengan bayangan hitam pohon dan menghilang tanpa suara.
Kembali ke Lembah Mirakel, sore harinya, Dugu Bo berjalan mendekati pondok kayu dengan membawa sebuah wadah air perak besar yang biasa digunakan untuk menyiram tanaman di kebun persik. Namun kali ini, wajah tuanya tampak sangat muram, dan aura hijaunya bergetar tidak stabil.
"Yang Mulia Tuan Agung..." Dugu Bo berlutut di teras pondok, meletakkan wadah air perak tersebut yang kini air di dalamnya telah berubah warna menjadi hitam keunguan samar dan mengeluarkan bau anyir yang sangat tipis. "Ada tikus kegelapan yang mencoba meracuni aliran air sungai luar yang mengalir ke lembah kita. Racun ini... membawa kutukan spiritual yang sangat kejam. Bahkan racun Jade Phosphor milik saya ditolak dan terkontaminasi saat mencoba menetralkannya."
Zhu Xuan yang sedang menyisir rambut panjang Ling'er dengan sisir kayu cendana menghentikan gerakannya sejenak. Ia melirik air hitam tersebut melalui efek Mata Air Pikiran.
Hanya dalam sekali lihat, ia bisa melihat benang-benang energi berbentuk laba-laba ungu kecil yang menggeliat di dalam air—sebuah tanda khas dari energi Death Spider Emperor milik Bibi Dong yang telah tercemar oleh emosi negatif Dewa Rakshasa.
Bibi Dong... tampaknya kebaikan hatiku yang membiarkanmu hidup dalam garis waktu aslimu telah membuatmu salah paham tentang batas kesabaranku, batin Zhu Xuan, seberkas niat membunuh yang murni namun tak kasat mata melesat keluar dari matanya, membuat air hitam di dalam wadah perak itu seketika mendidih dan menguap menjadi abu putih yang bersih dalam sekejap.
Zhu Ling'er yang merasakan perubahan atmosfer kecil itu berbalik, memegangi tangan besar ayahnya dengan kedua tangan kecilnya yang hangat. "Ayah, apakah ada orang jahat lagi yang ingin merusak air minum kita? Jangan sedih, Ling'er bisa membersihkannya dengan naga kecil!"
Zhu Xuan menatap wajah polos putrinya, dan seluruh niat membunuh yang mampu menghancurkan seluruh Aula Roh di hatinya seketika mencair, digantikan oleh kehangatan seorang ayah yang tak terbatas.
"Tidak ada orang yang bisa membuat Ayah sedih, Sayang," Zhu Xuan tersenyum lembut, mencium kening putrinya dengan penuh kasih sayang. "Orang-orang di luar sana hanya butuh sedikit pelajaran tentang bagaimana cara menghormati kebersihan air di rumah kita. Ling'er, maukah kau ikut Ayah berjalan-jalan sebentar ke batas luar hutan besok pagi? Ayah akan menunjukkan padamu bagaimana cara membersihkan seluruh kotoran di dunia ini dalam satu gerakan mudah."
"Mau, Ayah! Ling'er ingin ikut jalan-jalan bersama Ayah!" Ling'er melompat gembira, tawa riangnya kembali memenuhi seluruh sudut pondok kayu Lembah Mirakel.
Zhu Xuan berdiri, menatap ke arah barat di mana bayangan kegelapan Aula Roh mencoba merayap.
Di tangannya yang berada di dalam saku, ia memanggil Cairan Pemurnian Jiwa Kosmik yang baru ia dapatkan dari sistem.
Besok, ia tidak hanya akan memperluas lautan kesadaran putrinya menjadi tingkat tak terbatas, tetapi juga akan memastikan bahwa siapa pun yang berani mengarahkan niat buruk pada putrinya... akan mendapati bahwa seluruh keberadaan mereka di dunia Douluo ini hanyalah sebuah fatamorgana yang siap dihapus kapan saja oleh kehendak sang Super Daddy.
bukan nya udh di lv 95 segel pedang nya knpa ditambah mlah stuck di 95 ???