NovelToon NovelToon
Sistem Sekretaris Kecil

Sistem Sekretaris Kecil

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: WANA SEBAYA

Citra Lestari terbangun di dunia novel yang penuh intrik dan cinta beracun.
Di sana, sang bintang cantik Shafira Maharani hancur karena pria yang tak pernah setia.
Namun kali ini, Citra Lestari datang bukan untuk menangis — tapi untuk menaklukkan.
Dengan pesona lembut dan kecerdikan tersembunyi, ia perlahan membuat sang taipan bertekuk lutut.
Ketika si libertine mulai menyerahkan hatinya, cinta pun berubah menjadi permainan yang tak bisa dihentikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WANA SEBAYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Terlihat

Citra tidak ingat kapan ia berhenti melawan.

Mungkin sejak tadi. Mungkin sejak jauh sebelum itu. Ia tidak bisa lagi menarik garis yang jelas antara keduanya,antara saat ia memutuskan untuk berhenti dan saat tubuhnya memutuskan lebih dulu dari kepalanya.

Yang ia tahu: punggungnya sudah menyentuh seprai putih yang dingin, dan langit-langit kamar ini terlalu jauh dan terlalu tenang untuk situasi yang sedang terjadi di bawahnya.

Arjuna berdiri di sisi ranjang.

Tidak bergerak. Hanya menatap.

Dan itu justru yang paling berat ditanggung....lebih berat dari cengkeraman, lebih berat dari kata-kata. Tatapan yang tidak terburu-buru, tidak menuntut, tidak meminta pembenaran atas dirinya sendiri. Tatapan seseorang yang sudah terbiasa menunggu karena tahu hasilnya tidak akan berubah.

Citra memalingkan wajah.

Pipinya panas. Ujung jari-jarinya mencengkeram kain di bawahnya,bukan karena takut, tapi karena ia tidak tahu harus meletakkan tangannya di mana kalau tidak begitu. Tangannya butuh sesuatu untuk dipegang.

*Jangan lihat aku seperti itu.*

Tapi ia tidak mengucapkannya. Karena mengucapkannya berarti mengakui bahwa tatapan itu ada, dan mengakuinya berarti memberinya terlalu banyak kekuatan.

Akhirnya Arjuna bergerak.

Pelan....dengan cara yang tidak cocok dengan semua yang Citra lihat dari pria ini malam ini. Tangannya mendarat ringan di sisi pinggangnya. Besar, dengan buku-buku jari yang jelas dan garis tendon yang tampak di bawah kulit. Tangan yang terbiasa menanggung beban

ia bisa merasakannya dalam cara tangan itu bergerak, dalam kehati-hatian yang paradoks dengan kekuatannya.

Hanya itu. Hanya satu sentuhan.

Tapi Citra menahan napas.

Ada sesuatu dalam kontras itu yang tidak bisa ia pura-purakan biasa. Di bawah genggaman itu ia terasa kecil—bukan dalam arti lemah, bukan dalam arti tidak berarti. Tapi dalam arti lain yang lebih sulit dijelaskan.

*Terlihat.*

Bukan topengnya. Bukan penyamarannya. Bukan peran yang sedang ia mainkan.

Ia sendiri.

Dan itu jauh lebih mengancam dari semua yang terjadi malam ini.

"Hmmm......."

Suara itu keluar tanpa izin. Citra langsung mengatupkan bibir, tapi sudah terlambat.

Arjuna sedikit menunduk. Napasnya menerpa sisi kepalanya, suaranya turun menjadi bisikan yang tidak perlu mengeraskan diri untuk didengar.

"Begitu patuh..."

Bukan ejekan. Tapi bukan pujian biasa juga. Sesuatu di antaranya....pengamatan dari seseorang yang terbiasa mengamati dan tidak perlu menyembunyikan fakta bahwa ia melakukannya.

Citra tidak menjawab.

Tenggorokannya penuh dengan kata-kata yang tidak tahu cara keluar. Semua kalimat yang sudah ia susun, semua respons yang sudah ia siapkan untuk berbagai skenario—semuanya menguap begitu saja di udara kamar yang redup ini.

Karena tidak ada skenario yang ia siapkan untuk ini. Untuk seseorang yang bergerak terlalu pelan dan terlalu sadar. Untuk kehangatan yang datang dari arah yang salah pada waktu yang salah dengan cara yang tidak seharusnya terasa seperti ini.

Arjuna tidak berbicara lagi. Ia tidak perlu.

Tangannya bergerak sangat pelan, sangat hati-hati, seperti ia sedang membuktikan sesuatu pada dirinya sendiri lebih dari pada Citra. Bukan terburu-buru. Bukan menuntut. Hanya... hadir, dengan berat dan kehangatan yang sulit diabaikan.

Citra memejamkan mata.

Di balik kelopak matanya yang tertutup, pikirannya yang biasanya tidak pernah bisa diam mencoba sekali lagi,mencoba menghitung, mencoba menganalisis, mencoba menemukan posisinya di papan catur yang terus bergerak ini.

Tapi malam ini, untuk pertama kalinya sejak ia membuka mata di dunia ini, kalkulasi itu tidak datang.

Yang ada hanya ruangan yang redup, seprai yang dingin, dan kehangatan yang perlahan meresap dari sisi tubuhnya yang paling dekat dengan pria yang seharusnya ia takuti lebih dari ini.

Ia memilih, untuk satu malam ini, berhenti berpikir terlalu keras.

Bukan karena ia menyerah. Bukan karena ia lupa siapa dirinya dan apa yang sedang ia lakukan di sini.

Tapi karena kadang tubuh yang sudah terlalu lama hanya bertahan,yang selama delapan belas tahun tidak pernah diberi kesempatan untuk sekadar *ada* tanpa rasa sakit atau ketakutan.

membutuhkan momen untuk berhenti sejenak.

Hanya sejenak.

Besok masih ada. Permainan masih berjalan. Arjuna Pratama masih menjadi pria yang sama yang harus ia taklukkan, dan ia masih menjadi Citra Lestari yang harus bertahan hidup dua tahun ke depan.

Tapi malam ini, langit-langit itu terlalu jauh dan terlalu tenang.

Dan untuk sekali ini, itu cukup.

1
cipung
makin seru thotlr👍👍
cipung
semangat thor
cipung
keren...lanjut👍👍
Friska trisna
Tema perjuangan: Bab ini bisa jadi fondasi untuk tema besar — Citra membangun karier dengan usahanya sendiri, meski berada di bayang-bayang kekuasaan Arjuna.
Friska trisna
Bab ini berhasil menunjukkan dinamika pasangan: Citra yang polos dan keras kepala, Arjuna yang arogan tapi luluh oleh ketulusan.Ada keseimbangan antara romansa manis dan ketegangan ringan. Pembaca bisa ikut tersenyum melihat kegembiraan Citra, sekaligus merasa hangat melihat Arjuna akhirnya mendukungnya.
cipung
semangat kak🤭
Ayu Ning
semangat thor
Ayu Ning
secepat itukah,menyerah.
Rahman Hayati
lanjut
Rahman Hayati
baru mampir moga suka
cipung
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!