Selina, seorang gadis muda yang baru saja lulus tiba-tiba bertransmigrasi ke dunia beastman ketika sedang tertidur. Hidup didunia asing yang mengandalkan kekuatan untuk bertahan hidup, Selina yang tak memiliki chat curang atau mengetahui jalan cerita takdirnya seperti yang selama ini dialami oleh para transmigator lainnya memilih untuk menggunakan ingatan dan kemampuannya di dunia modern demi bertahan hidup yang tanpa sadar upaya dan terobosan yang dibuatnya mempengaruhi kehidupan suku rubah dimana ia tinggal,membuat peradaban di suku rubah mengalami kemajuan dan seiring dengan perkembangan sukunya nama Selina pun semakin terkenal dan dianggap sebagai pelopor dan iapun yang semula hanyalah seorang betina lemah dan sakit-sakitan tanpa kemampuan berubah menjadi wanita kuat dan penuh inovasi yang membawa sukunya menjadi besar dan diperhitungkan di dunia Beastman
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERHATIAN
Penemuan Selina akan gua garam membuat pandangan anggota suku terhadapnya mulai berbeda.
Apalagi setelah semua orang mendengar jika perempuan kurus itu saat ini tengah mengandung 5 bayi sekaligus, membuat imagenya sebagai perempuan tak berguna, menghilang seketika.
Karena gua garam berada di dekat wilayah perbatasan dengan suku beruang hitam yang terkenal sedikit agresif, jika kabar baik ini terdengar,bukan tidak mungkin peperangan antar suku akan pecah sehingga Selina pun memberi saran untuk kepada kepala suku rubah untuk membangun pagar berduri sepanjang wilayah perbatasan demi keamanan dan menghadang para penyusup dari wilayah lain untuk masuk kedalam wilayah milik suku rubah.
Selina juga memeriksa masukan untuk melapisi bagian atas tembok keliling yang dibangun dari pohon berduri dengan tanaman rambat beracun yang tak sengaja ia temukan ketika tengah mencari bahan makanan di pinggir hutan. Selina menemukan tanaman rambat beracun karena pernah melihat ada binatang liar yang mati begitu tersentuh daun mereka yang memiliki ujung runcing.
Para jantan yang bertugas untuk menaruhnya diatas tanaman berduri yang dijadikan pagar keliling juga harus menggunakan sarung kulit tebal agar terhindar oleh racun yang dikeluarkan oleh tanaman rambat beracun tersebut.
Ditengah-tengah pagar keliling dibangun menara pengawas dari kayu yang dipergunakan untuk berjaga, Selina juga menyarankan agar menara pengawas tersebut dibangun di beberapa tempat yang berbatasan dengan wilayah suku lain demi keamanan.
Usul bagus Selina ini disambut baik oleh semua orang, Anggelo pun segera memerintahkan untuk membangun pagar keliling dari pohon berduri yang dilapisi oleh tanaman rambat beracun dan juga menara pengawas dari rumah kayu.
Di depan gua garam juga diberikan pengamanan dimana akan ada setidaknya tiga penjaga yang berjaga bergantian disana setiap hari sambil Anggelo menyusun daftar anggota suku yang akan bekerja menambang garam disana yang hasilnya akan disimpan dalam gudang suku.
Setelah beraktivitas seharian, Selina yang sangat kelelahan kembali pulang dengan senyum lebar karena selangkah demi selangkah ia berhasil membawa perubahan terhadap suku rubah kearah kemajuan dan dimasa depan perubahan kecil ini akan terus terjadi hingga peradaban suku rubah benar-benar mengalami kemajuan seperti apa yang Selina harapkan
Selina yang semalam tertidur dengan nyenyak puk terbangun ketika sinar matahari mulai muncul dengan tubuh yang sangat segar. Entah apa yang beastman ular yang merupakan suaminya itu lakukan. Begitu telapak tangannya perutnya, selain membuat anaknya menjadi tenang juga tubuhnya merasa lebih bertenaga,membuat Selina merasa nyaman.
Sebenarnya Selina sadar jika tidak malam suaminya itu datang dan tidur disebelahnya sambil memeluknya erat. Hanya saja, raaa kantuknya yang teramat sangat membuatnya kesulitan membuka mata dan hanya diam sambil bergerak mencari posisi yang nyaman untuknya.
Begitu kedua matanya terbuka lebar, Selina duduk di atas sarangnya dan meregangkan tubuh, namun tiba-tiba ia menyadari bahwa pakaian yang dikenakannya bukan kulit binatang yang ia kenakan sebelumnya.
Yang ia kenakan sekarang masih berupa pakaian dengan model mirip kemben dan rok pendek, hanya saja bahannya seperti kain tipis berwarna hitam yang langsung melekat di kulit dan sangat nyaman dipakai daripada kulit binatang yang biasa ia pakai sebelumnya. Selain nyaman dan ringan pakaian kulit ini juga terasa lebih sejuk,membuat ia yang sering kegerahan semenjak kehamilannya ini merasa senang dengan pakaian yang ia kenakan hari ini.
Menyadari sesuatu,Selina tiba-tiba tertegun. Jangan-jangan pakaian ini diganti oleh beastman ular itu untuknya???
Merasa jika apa yang ia pikirkan benar adanya, wajah Selina pun memerah karena malu.
"la adalah suamiku, ia adalah suamiku. Ini hal yang wajar, ini hal yang wajar", guman Selina beberapa kali sambil menepuk-nepuk kedua pipinya dengan lembut, berusaha mensugesti pikirannya jika hal tersebut lumrah dilakukan.
Selina berusaha menenangkan diri sejenak lalu membereskan sarang tidurnya, kemudian berjalan keluar.
Saat Selina keluar ia melihat Maria sedang duduk di luar pintu gua dan menatap lurus kearah depan. Mengikuti arah pandangan Maria, Selina menemukan keberadaan Yulius, suami pertama Maria denga seorang pria berambut panjang hitam, mengenakan rok dari kulit ular hitam. Keduanya terlihat tengah mendiskusikan sesuatu yang serius dilihat dari ekspresi keduanya ketika tengah berbicara.
Arvello yang sudah kembali semalam dan tak lagi pergi pagi-pagi buta seperti sebelumnya untuk melakukan hal penting kini tengah belajar dengan Yulius mengenai bagaimana merawat seorang istri dengan baik karena jujur saja, ia yang besar dalam luar tanpa orang tua dan suku, tak ada yang mengajarinya bagaimana cara menjaga seorang istri dan anak karena hal seperti itu biasanya akan diajarkan oleh orang tua atau anggota suku yang lainnya ketika beastman tersebut menginjak dewasa, dan hal itu tak terjadi pada Arvello yang sudah hidup sebatang kara semenjak usia lima tahun setelah kedua orang tuanya mati dan sukunya dibinasakan.
Semalam, ketika Arvello kembali, Selina sudah tertidur lelap. Saat melihat perempuan yang menjadi pasangannya itu tidur nyenyak iapun ikut berbaring di sisinya, hatinya
timbul suatu perasaan yang sulit dijelaskan.
Mulai sekarang ia juga merupakan beast jantan yang memiliki pasangan dan anak. la telah hidup sendirian begitu lama. Ketika kedua orang tuanya mati dan sukunya dibantai habis, Arvello baru berusia lima tahun. Di usia yang masih sangat muda, ia sudah harus menghidupi dirinya sendiri. la hanya dapat mengandalkan warisan kemampuan dari ras ular King Verse yang tertanam dalam ingatannya. Bagaimana cara klan ular King Verse berburu dan bertahan hidup serta memperkuat kekuatannya.
Untungnya ia memang sangat hebat, di usia muda ia menguasai segalanya denga cepat meski tanpa ada bimbingan dari orang lain.
Melalui banyak pertempuran berdarah, sedikit demi sedikit kekuatan dalam tubuhnya meningkat hingga mencapai level sembilan seperti sekarang.
Sebuah pencapaian yang tidak mudah, penuh luka dan bersimbah darah. Dan semua itu cukup sepadan bagi Arvello. Apalagi kini ia sudah memiliki pasangan dan akan menjadi seorang ayah dari lima anak ular yang akan Selina lahirkan, sesuatu pencapaian besar yang belum pernah sedikitpun ia bayangkan sebelumnya.
Maria adalah orang yang pertama kali menyadari keberadaan Selina dan memberikan senyuman lembut sambil berkata, "Selina, kau sudah bangun. Apakah kau lapar? Di dalam panci sedang direbus daging, akan kuambilkan semangkuk untukmu. Kita akan pergi ke alun-alun untuk menghadiri sidang terbuka setelah perut kita kenyang".
Mendengar ucapan Maria, Arvello segera menoleh. Dari sudut pandangnya, Selian yang berdiri membelakangi cahaya, mengenakan pakaian yang dibuat dari kulit ular olehnya, rambut hitam panjang terurai di bahunya, terlihat sangat indah. Arvello merasa jika perempuan yang telah menjadi pasangannya itu sangatlah cantik, membuat desiran aneh dalam hatinya muncul.
Arvello segera melangkah mendekat, merangkul pinggang Selina, dan dengan suara rendah berkata, "Tidurmu nyenyak semalam? Apakah kamu lapar?".
Mendengar suara rendah yang bergema di telinganya dan tindakan intim seperti itu, membuat Selina yang merupakan jomblo abadi dalam kehidupan sebelumnya merasa malu dan salah tingkah.
Wajahnya memerah tanpa alasan, dan ia mengangguk cepat sambil berkata, “ya, aku lapar".
Percakapan hangat pasangan suami istri itu terhenti ketika tiba-tiba Maria muncul dan langsung menarik satu tangan Selina dan mengajaknya masuk kedalam rumahnya.
Yulius yang melihat pasangannya merebut Selina dari pelukan Arvello, jantungnya berdegup kencang, tetapi akhirnya ia bisa sedikit menenangkan diri ketika tak melihat ekspresi kemarahan diwajah Arvello yang terlihat sangat datar seperti biasa sehingga ia hanya dapat tersenyum kaku.
"Maaf, pasanganku memang selalu ceroboh dan berbuat sesuka hati. la hanya cemas Selina lapar, jadi ia bereaksi seperti itu", ucap Yulius menjelaskan.
Arvello mengangguk tanpa berkata apa pun. Telapak tangan Yin Feng berkeringat. Menghadapi beast tingkat sembilan membuat hatinya kebat kebit karena sekali salah berkata atau bertindak, bukan tidak mungkin nyawanya akan melayang dengan cepat.
gak bertele tele
semangat y kk buat karya bgus bagus nya