NovelToon NovelToon
Ketika CEO & Perdana Menteri Saling Menghancurkan...Dan Saling Menginginkan

Ketika CEO & Perdana Menteri Saling Menghancurkan...Dan Saling Menginginkan

Status: tamat
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:625
Nilai: 5
Nama Author: Amila FM

Perhatian!!!
Harap bijak dalam membaca.Terima kasih 🙏 🫶

Elian sang Ice Prime Ministry selalu bersitegang
dengan Lyra the Iron Rose, CEO De La Vega Corporate yang menangani cyber security dan peralatan militer. Namun, siapa sangka keduanya memiliki hubungan terlarang yang sangat panas dan romantis dan penuh tantangan. Dimulai dari perjodohan dengan orang lain yang dilakukan oleh keluarga dan partai mereka, sehingga mereka memiliki misi untuk membatalkan perjodohan. Selain itu pengkhianatan yang dilakukan keluarga mereka sendiri tidak kalah peliknya.

Apak Elian dan Lyra bisa bersatu dan memiliki hidup normal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amila FM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kudeta

Pagi hari di distrik finansial Aethelion tidak pernah terasa sesunyi ini. Matahari terbit dengan warna jingga pucat, menyinari fasad kaca gedung De la Vega Corporation yang berdiri angkuh. Namun, di dalam ruang rapat lantai tertinggi, udara terasa begitu berat, seolah-olah oksigen telah habis dihisap oleh ketegangan yang menyesakkan. Ini bukan sekadar rapat rutin dewan direksi; ini adalah medan pertempuran yang akan menentukan arah masa depan dinasti De la Vega.

Lyra Selene duduk di kursinya, jemarinya bertaut tenang di atas meja kayu oak yang dipoles mengkilap. Di hadapannya, Don Marco duduk di posisi kepala meja, tempat yang telah ia duduki selama empat dekade terakhir. Sang Patriark tampak sangat percaya diri, tidak menyadari bahwa di bawah permukaan meja yang tenang itu, putrinya telah memasang peledak digital yang siap menghancurkan tahtanya.

Sidang yang Menentukan

"Tuan-tuan," Don Marco memulai, suaranya parau namun penuh otoritas. "Kita berkumpul hari ini karena tekanan dari kantor Perdana Menteri telah mencapai batas yang tidak bisa ditoleransi. Audit pajak yang dilakukan Valerius adalah upaya sabotase terhadap Project Xylos. Saya telah memutuskan untuk melakukan restrukturisasi total dan menarik kembali kendali penuh atas operasional harian perusahaan."

Maksud dari "restrukturisasi" itu jelas bagi semua orang di ruangan, Don Marco ingin mencopot jabatan CEO dari tangan Lyra dan menurunkannya kembali menjadi sekadar pajangan keluarga.

Tuan Vance, salah satu direktur tertua, berdeham. "Namun, Tuan De la Vega, Nona Lyra telah membawa kita melewati krisis Julian dengan sangat baik. Apakah ini saat yang tepat untuk perubahan kepemimpinan?"

Don Marco menatap Vance dengan tatapan yang bisa membekukan darah. "Ini bukan tentang kinerja, Vance. Ini tentang perlindungan aset. Keamanan kita telah ditembus, dan saya curiga ada celah di dalam kepemimpinan saat ini yang membiarkan Valerius mendapatkan informasi sensitif kita."

Mata Don Marco beralih ke Lyra, memberikan tantangan terbuka. Ia menunggu putrinya untuk menangis, memohon, atau setidaknya menunjukkan kemarahan. Namun, Lyra justru tersenyum, sebuah senyuman tipis yang sangat dingin.

Serangan Balik sang Putri

"Ayah benar tentang satu hal," ujar Lyra, suaranya jernih dan bergaung di ruang rapat yang kedap suara itu. "Ada celah keamanan yang sangat besar dalam sejarah De la Vega. Namun, celah itu bukan berasal dari kepemimpinanku. Celah itu berasal dari masa lalu yang Ayah coba kubur."

Lyra menekan satu tombol pada tabletnya. Seketika, layar besar di belakang Don Marco menyala, menampilkan ribuan dokumen transaksi yang telah ia gali selama beberapa malam terakhir. Kode-kode perbankan dari Sektor Utara muncul beruntun, menghubungkan nama Don Marco dengan serangkaian aliran dana ilegal selama dua puluh tahun terakhir.

Wajah Don Marco berubah dari kemerahan menjadi pucat pasi dalam hitungan detik. "Apa... apa yang kau lakukan, Lyra?"

"Aku sedang menunjukkan kepada dewan direksi alasan sebenarnya mengapa pemerintah memiliki celah untuk menyerang kita," lanjut Lyra tanpa ampun. "Selama bertahun-tahun, Ayah telah menggunakan dana abadi perusahaan untuk menyuap pejabat di Sektor Utara demi mendapatkan konsesi lahan tambang. Valerius sudah mengetahui hal ini. Auditnya bukan untuk mencari kesalahan baru; itu adalah umpan agar Ayah melakukan gerakan gegabah yang akan mengungkap semua ini ke publik."

Gumam panik mulai terdengar dari para direktur. Mereka adalah pria-pria yang peduli pada keuntungan, bukan moralitas, namun mereka tahu bahwa bukti seperti ini di tangan pemerintah berarti kehancuran total bagi mereka semua.

"Dokumen ini palsu!" teriak Don Marco, berdiri sambil menggebrak meja.

"Data ini telah diverifikasi oleh audit internal independen yang aku jalankan secara rahasia sebulan terakhir," balas Lyra tenang. "Tuan-tuan, jika data ini sampai ke tangan kejaksaan selagi Marco De la Vega masih menjabat sebagai Ketua Dewan, seluruh aset kita akan disita oleh negara. Nama De la Vega akan dihapus dari sejarah Aethelion."

Dukungan di Balik Bayang-Bayang

Di saat yang sama, di gedung parlemen, Elian Theron Valerius sedang melakukan bagiannya dari rencana tersebut. Ia tidak hadir di ruang rapat De la Vega secara fisik, namun bayangannya ada di sana.

Melalui saluran komunikasi terenkripsi yang hanya bisa diakses oleh para direktur utama di meja rapat tersebut, sebuah pesan resmi dari Kantor Perdana Menteri masuk. Pesan itu menyatakan bahwa pemerintah bersedia "menghentikan" audit pajak dan memberikan kompensasi stabilitas pasar, namun hanya jika ada "perubahan kepemimpinan yang progresif dan transparan" di dalam De la Vega Corporation.

Itu adalah ultimatum yang dibungkus sebagai tawaran damai. Elian sedang memberikan pedang kepada Lyra untuk menyelesaikan tugasnya.

Tuan Vance, yang telah menerima sinyal dari Lyra beberapa hari sebelumnya, berdiri. "Tuan De la Vega... Marco. Demi kelangsungan hidup perusahaan dan keselamatan kami semua, aku mengusulkan pemungutan suara darurat untuk mosi tidak percaya terhadap Ketua Dewan."

"Vance! Kau berani mengkhianatiku?" Don Marco tampak seperti singa yang terluka, dikelilingi oleh para pengikut yang selama ini ia anggap sebagai pelayan setianya.

"Kami tidak mengkhianatimu, Marco," ujar direktur lainnya. "Kami hanya memilih untuk tetap hidup. De la Vega lebih besar dari satu orang."

Keruntuhan sang Patriark

Pemungutan suara berlangsung dengan cepat dan mematikan. Sembilan dari dua belas direktur memberikan suara untuk mencopot Don Marco. Itu adalah kekalahan paling mutlak dalam sejarah hidupnya, dan yang paling menyakitkan adalah kekalahan itu dilakukan oleh putrinya sendiri, menggunakan metode yang ia ajarkan.

"Kau..." Don Marco menatap Lyra dengan kebencian yang mendalam, namun juga ada setitik kekaguman yang mengerikan di matanya. "Kau benar-benar telah menjadi ular yang sempurna, Lyra."

"Aku adalah produk dari asuhanmu, Ayah," jawab Lyra. "Sekarang, aku sarankan Ayah menandatangani surat pengunduran diri secara sukarela dan pindah ke kediaman musim panas di Sektor Selatan. Jika Ayah tetap di sini, aku tidak bisa menjamin Unit Shadow milik Valerius tidak akan menjemputmu malam ini."

Don Marco menyadari bahwa ia telah terjebak. Elian dan Lyra telah mengepungnya dari dua sisi, politik dan korporasi. Dengan tangan bergetar karena amarah yang tertahan, ia membubuhkan tanda tangannya di atas dokumen pengunduran diri. Ia berdiri, merapikan jasnya dengan martabat yang tersisa, dan melangkah keluar dari ruangan itu tanpa menoleh lagi.

Keheningan Setelah Badai

Setelah ruangan dikosongkan dari para direktur yang masih terguncang, Lyra tetap duduk di kursinya. Ia merasa hampa. Ia baru saja menggulingkan ayahnya sendiri, pria yang telah membentuk identitasnya. Namun, ia tahu ini adalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan dirinya dan masa depannya bersama Elian.

Ponselnya bergetar. Sebuah pesan dari Elian.

“Penyelidik eksternal telah ditarik kembali. Sektor Selatan sudah diamankan untuk masa pensiun ayahmu. Kau melakukannya dengan sangat baik, Lyra. Selamat datang di kursi kekuasaan yang sesungguhnya.”

Lyra tidak membalas pesan itu. Ia meletakkan ponselnya dan berjalan menuju jendela besar, menatap ke arah kantor pusat pemerintahan di seberang kota. Di sana, Elian pasti sedang menatap ke arahnya juga. Mereka kini adalah dua penguasa Aethelion. Tidak ada lagi Don Marco yang mengawasi, tidak ada lagi Mateo yang berkhianat, dan tidak ada lagi Julian yang memeras.

Namun, Lyra menyadari sesuatu yang menakutkan. Tanpa adanya musuh bersama untuk dilawan, keseimbangan antara dirinya dan Elian akan berubah. Mereka adalah dua predator puncak di satu wilayah yang sama. Bisakah aliansi yang dibangun di atas rahasia dan kehancuran orang lain bertahan saat mereka berdiri sebagai setara? Tapi, itulah mimpi mereka berdua, memegang kekuasaan sepenuhnya.

Malam itu, Aethelion menerima berita bahwa Don Marco De la Vega mengundurkan diri karena alasan kesehatan, dan Lyra Selene De la Vega resmi menjabat sebagai Ketua Dewan sekaligus CEO dengan kekuasaan absolut. Di kantornya yang baru, Lyra tidak merayakan kemenangan itu dengan pesta. Ia duduk di kegelapan, merancang protokol keamanan baru untuk Project Xylos, protokol yang kali ini tidak bisa ditembus, bahkan oleh Elian Theron Valerius sekalipun.

Biarlah politik menjadi urusan Elian, Lyra tak akan menyentuhnya. Begitu juga sebaliknya Biarlah dunia bisnis menjadi urusan Lyra.

1
T28J
Awwwww... baru eps 4 udah enak enak 🤭👍
lanjutkan kak
Amila FM,IG:amilaeditslife: semoga suka ya kak 🙏
total 1 replies
T28J
hadir kk✍️
Amila FM,IG:amilaeditslife: terimakasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!