Ini kisah lanjutan #LuckyDaisy yang bercerita keluarga Buwono setelah kelahiran Kenzie. Bagaimana dokter Lucky dan istrinya dokter Daisy menikmati kehidupan rumah tangganya bersama dengan pebinor nya, Winston. Belum kasus dengan divisi kasus dingin termasuk dokter Lucky masih saja takut dengan tim arwahngers. Kemungkinan sampai kehamilan Elina dan kelahirannya yang penuh warna.
Generasi ke 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kasih Paham Sekalian
"Jeng Daisy, aku punya tebak-tebakan," ucap dokter Lucky saat mereka berada di Sushi Tei untuk makan siang.
"Tebak-tebakan apa?" tanya Daisy sambil menyuapi chawanmushi ke Kenzie.
"Kenapa burung bisa terbang?" tanya dokter Lucky.
"Ya karena punya sayap," jawab Daisy sambil tersenyum ke Kenzie yang lahap makannya di kursi bayi.
"Salah."
Daisy menoleh ke suaminya yang berada di depannya. "Kok salah? Memang kenapa burung bisa terbang?"
"Karena tuh burung punya bakat," jawab dokter Lucky kalem.
"Hah?"
"Semua burung punya sayap tapi tidak semua punya bakat terbang macam ayam, burung unta, kasuari ... Mereka memang tak ada bakat," terang dokter Lucky membuat Daisy menatap sebal ke suaminya.
"Jokenya bapak-bapak banget ih!" sungut Daisy sebal.
"Lho? Aku kan sudah jadi bapak. Wajar kan jokenya bapak-bapak?" Dokter Lucky tampak ngeles dengan wajah menyebalkan.
Daisy menggelengkan kepalanya. "Papamu itu ampun deh Kenz. Besok kamu jangan ikutan asbunnya papamu ya!"
Kenzie hanya tertawa heboh, tahu kedua orangtuanya sedang ribut unfaedah. Dokter Lucky hanya memberikan senyum manis.
***
Note
Chawanmushi adalah hidangan puding telur kukus lembut khas Jepang yang terbuat dari campuran telur ayam dan kaldu dashi ( kombu/katsuobushi ), kecap asin, serta saus manis. Adonan ini dikukus dalam mangkuk dan biasanya diisi dengan jamur shiitake, udang, ayam, atau kue ikan kamaboko.
Sumber Google
***
Keesokan paginya, Daisy sengaja ikut bersama dengan dokter Lucky ke RS Bhayangkara karena mereka mendapatkan laporan dari suster Euis kalau Samira mencari pria itu. Bagi Daisy, suaminya sudah tegas tapi terkadang, istri sah harus maju juga. Buat menegaskan!
"Pagi Dok Lucky, pagi Dok Daisy," sapa Suster Lia yang juga baru datang.
"Pagi Sus Lia. Naik gojek?" tanya Daisy.
"Iya Dok. Motorku tiba-tiba mogok. Jadi ya terpaksa naik gojek daripada terlambat," jawab Suster Lia.
"Bawa ke bengkel deh Sus. Atau panggil mekanik ke rumah. Kayaknya Mamat punya banyak teman deh!" celetuk dokter Lucky.
"Nanti biar aku tanya bang Mamat. Soalnya bengkel dekat kontrakan sering nggak amanah," gerutu Suster Lia.
"Justru kalau nggak amanah, malah matiin rejeki kan?" senyum Daisy.
"Benar itu."
Ketiganya pun masuk dan mereka terkejut melihat seorang pria datang dengan wajah panik. Pria itu bergegas menuju meja suster.
"Saya mau tanya kamar istri saya!" ucap pria itu.
"Nama istrinya?" tanya Suster Nina yang bertugas.
"Samira. Samira Valentina Raharjo."
Dokter Lucky dan Suster Lia saling berpandangan. Mereka melihat lagi fisik pria itu. Suster Lia melongo.
"Ya Allah Dok! Beneran mirip Ahn Hyo Seop!" desis Suster Lia.
"Who?" tanya dokter Lucky.
"Itu, aktor Korea yang main di Dr Romantic," jawab Suster Lia.
"Dokter kok romantis!" cebik dokter Lucky judes.
Suster Lia dan Daisy menatap datar ke pria berkacamata itu.
"Tolong Dok Lucky, anda sadar diri tidak kalau anda itu romantis sama Dok Daisy?" ucap Suster Lia dengan wajah tanpa ekspresi.
"Oh? Aku? Lha aku cuma romantis sama Jeng Daisy seorang. Tidak ke pasien lah! Wong aku nggak romantis, profesional penuh, tetap aja yang sok baper!" jawab dokter Lucky.
Mereka melihat Tommy diantarkan Suster Nina ke kamar Samira sementara ketiga orang itu memilih ke ruang kerja tim bedah. Sepanjang perjalanan, Daisy dan Suster Lia sudah janjian untuk girls day out bersama dengan Shea, Hana dan Ambar. ( Ji-woo belum bergabung ya ).
***
Samira menatap pria yang datang dan mirip dengan yang ada di wallpaper ponselnya. Dia menatap bingung karena merasa asing dengan pria ini.
"Ya Tuhan Samira ... Kamu kenapa? Katanya pergi ngopi sama teman-teman kamu, malah kecelakaan?" seru Tommy sambil memeluk Samira.
Wanita itu hanya diam saja. "Kamu siapa?"
Tommy membeku. "Apa maksud kamu, aku siapa?"
"Kamu itu siapa?" ulang Samira.
"Aku itu suami kamu!" jawab Tommy. "Kita menikah bulan lalu di Singapura! Aku pergi bisnis tiga hari dan kamu minta ijin bertemu dengan Irene dan Diah kemarin Sabtu. Kamu tidak ingat?"
Samira mengalihkan pandangannya. "Kamu bukan suamiku! Suamiku tidak seperti ini bentuknya!"
Suster Nina melongo melihat drama di depannya. Sungguh, dia merasakan apa yang suster Euis rasakan.
"Apa? Suster ... Apa yang terjadi?" tanya Tommy bingung.
"Ehem, Bu Samira mengalami benturan keras jadi ada amnesia sementara...." Suster Nina menjawab apa adanya.
"Dia ... Apa maksudnya dengan suaminya bukan aku?" tanya Tommy.
"Eh itu ...."
"Selamat pagi pak Tommy. Saya Iptu Fariz yang mencoba menghubungi anda dari hari Sabtu." Tiba-tiba Iptu Fariz datang berkat laporan Suster Mini.
Tommy menoleh dan melihat sosok polisi yang kemarin memaki-maki dirinya karena tidak mau pulang secepatnya.
"Jadi ini polisi yang memarahi aku ya?" Tommy menghampiri Iptu Fariz dan dia sedikit mendongak karena polisi itu lebih jangkung.
"Iya. Karena anda tidak segera pulang padahal istri anda kecelakaan! Dan istri anda mengira sahabat saya sebagai suaminya! Saya tidak mau istri anda aneh-aneh dan nekad menjadi pelakor!" jawab Iptu Fariz tegas tanpa perduli siapa yang di depannya.
"Apa? Pelakor?"
***
Ruang Kerja Dokter Lucky dan Dokter Rahmat
"Jeng, ada kasus apa di ME?" tanya dokter Lucky ke istrinya yang sedang mengernyitkan dahinya di depan iPadnya.
"Mutilasi. Aku baru dapat informasi nya dari Mamat. Karena aku cuti tiga hari kemarin kan mas. Ini aku sedang mempelajari teknik memutilasi karena dokter Wayan bilang, ini orang yang biasa jagal daging."
"Korbannya cewek atau cowok?"
"Cewek."
"Sudah menikah?" tanya dokter Lucky sambil memeriksa laporan pasien dari para suster.
"Sudah." Daisy tersenyum. "Pasti mau bilang suaminya ya?"
"Siapa lagi? Biasanya orang melakukan kejahatan seperti itu, pasti orang dekatnya." Dokter Lucky melihat ada note di layar monitornya. "Apa?"
"Ada apa mas?" tanya Daisy.
"Suami Samira minta bertemu denganku. Ada Fariz bukan RM juga," jawab Dokter Lucky.
"Ya udah. Yuk!" ajak Daisy.
"Yuk?" Dokter Lucky menaikkan sebelah alisnya.
"Ayuk. Biar aku kasih paham sekalian!" jawab Daisy kalem.
***
Yuhuuu up Siang yaaaa gaaeeessss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
Aku bkln ttp jd fans'mu,dgn sgla kerandomn yg bkin ngakak plus pusing....🤣🤣🤣....
jgn emosian,tar cpt tua....🤭🤭🤭
btw, met milad dok Lucky 🤗
Doa terbaik untuk papanya Kenzie yang sukanya asbun😅😅😅
hikksss.....