NovelToon NovelToon
Warisan Kitab Inti Jagat

Warisan Kitab Inti Jagat

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Asep agustian

Mahesa seorang OB culun dan miskin mendapatkan kitab sakti dan merubah hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asep agustian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Kecepatan di Luar Nalar

Pak Bagus masih berdiri dengan napas memburu, mendekap dokumen audit berwarna merah marun itu di dadanya seperti sedang melindungi sebongkah emas. Wajahnya yang bulat tampak memerah padam hingga ke telinga. Di belakangnya, Dodi terus memasang wajah penuh keprihatinan palsu, seolah-olah ia adalah pahlawan yang baru saja menyelamatkan perusahaan dari bencana besar.

"Kamu bener-bener keterlaluan, Mahesa! Kali ini saya nggak bisa toleransi lagi. Ikut saya sekarang ke ruangan HRD!" bentak Pak Bagus dengan suara menggelegar, telunjuknya menunjuk lurus ke arah pintu keluar ruang arsip.

"Tapi, Pak Bagus, beneran saya cuma—" Mahesa mencoba memotong, berniat menjelaskan bahwa Dodi yang menyuruhnya.

"Nggak ada tapi-tapi! Dodi nggak mungkin bohong, dia yang lihat kamu menyelinap ke ruangan Pak Irwan tadi!" potong Pak Bagus kejam, sama sekali tidak memberikan ruang bagi Mahesa untuk membela diri.

Di balik punggung supervisor itu, Dodi menaikkan sudut bibirnya, membentuk senyuman sinis yang teramat sangat licik. Ia menatap Mahesa dengan pandangan menghina, seolah-olah karir Mahesa sebagai office boy di Graha Subroto sudah resmi tamat detik ini juga.

Mahesa terdiam. Namun, di dalam keheningan batinnya, rasa panik itu mendadak sirna, digantikan oleh ketenangan yang luar biasa dingin. Energi murni di bawah pusarnya bergolak lembut. Tanpa kacamata tebal yang menghalangi, mata tajam Mahesa menangkap sebuah detail krusial. Pada ujung dokumen yang dipegang Pak Bagus, ada selembar kertas pembatas kecil bertuliskan, 'Salinan Draf Pengganti - Kamar 812'.

Otak Mahesa yang kini bekerja sepuluh kali lebih cepat berkat transformasi luhur langsung merangkai benang merah. Dokumen yang dipegang Pak Bagus ini ternyata memang draf salinan yang harus dihancurkan karena salah cetak, sementara dokumen asli yang beneran asli dan sakral milik Pak Irwan pasti masih tertinggal di atas meja ruang rapat lantai dua belas atau di ruangan asistennya. Dodi sengaja menjebaknya dengan memutarbalikkan fakta demi membuatnya terlihat seperti pelaku sabotase berkas asli.

'Kalau aku ikut ke HRD sekarang, aku bakal kalah berdebat karena nggak punya bukti. Aku harus ambil dokumen asli yang beneran aslinya sekarang juga, sebelum Pak Irwan kembali ke ruangannya,' batin Mahesa dengan tekad yang bulat dan profesional.

"Pak Bagus, tolong tunggu di sini sebentar. Jangan ke HRD dulu, saya bakal buktiin kalau saya nggak salah," ujar Mahesa dengan suara rendah yang mendadak terdengar sangat tenang, membuat Pak Bagus sedikit tertegun mendengarnya.

"Buktiin apa lagi? Jelas-jelas kamu—" sebelum Pak Bagus menyelesaikan kalimatnya, Mahesa sudah bergerak.

Wusss!

Dalam hitungan milidetik, Mahesa mengaktifkan ilmu meringankan tubuhnya secara penuh. Di mata Pak Bagus dan Dodi, tubuh Mahesa mendadak menjadi buram menyerupai bayangan tipis yang melintas. Angin pekat berembus kencang di dalam ruang arsip, menerbangkan beberapa lembar kertas kosong di atas meja kerja hingga berhamburan.

Sebelum kedua orang itu sempat mengerjapkan mata, Mahesa sudah melesat keluar pintu ruang arsip lantai delapan. Ia tidak menggunakan lift yang lambat. Dengan kecepatan di luar nalar manusia biasa, Mahesa melompati tangga darurat gedung. Setiap satu lompatan kaki tegapnya, ia mampu melewati sepuluh anak tangga sekaligus tanpa mengeluarkan suara dentuman sedikit pun. Langkah kakinya seringan kepulan asap.

Hanya dalam waktu tiga detik, Mahesa sudah tiba di koridor lantai dua belas. Berkat indra pendengarannya yang super tajam, ia bisa mendengar sayup-sayup suara rapat Pak Irwan di ujung lorong yang masih berlangsung. Mahesa bergerak cepat menuju ruangan kerja pribadi Pak Irwan yang pintunya terkunci digital.

Bagi orang biasa, pintu itu mustahil dibuka. Namun dengan pandangan matanya yang setajam elang, Mahesa melihat pantulan sidik jari berminyak yang tertinggal di atas tombol angka digital. Dengan presisi tinggi, jemari barunya menekan kombinasi angka tersebut. Klik. Pintu terbuka.

Ia melangkah masuk tanpa suara, menyapu pandangannya ke atas meja kerja jati yang rapi. Benar saja, di sana tergeletak sebuah map yang persis sama warnanya, merah marun, namun segel stempelnya masih utuh dan bersih. Itulah Dokumen Asli Audit Keuangan yang sebenarnya.

Mahesa menyambar map asli tersebut, mengunci kembali pintu ruangan, lalu berbalik kembali menuju tangga darurat. Ia meluncur turun ke lantai delapan dengan kecepatan yang sama fantastisnya. Seluruh proses dari lantai delapan ke lantai dua belas, mengambil dokumen, dan kembali lagi hanya memakan waktu total sembilan detik.

Sementara itu, di dalam ruang arsip lantai delapan, Pak Bagus baru saja selesai mengerjapkan matanya yang kelilipan akibat embusan angin aneh tadi. Ia menengok ke kanan dan ke kiri dengan wajah linglung.

"Lho... si Mahesa ke mana, Dod? Kok tiba-tiba hilang dari depan gua?" tanya Pak Bagus kebingungan, mengucek matanya berulang kali.

Dodi sendiri masih mematung dengan wajah pucat pasi. Ia bersumpah melihat Mahesa seperti lenyap ditelan bumi dalam sekejap mata. "Ngg... nggak tahu, Pak. Tadi... tadi seperti ada angin kencang banget terus dia udah nggak ada," gagap Dodi, keringat dingin mulai membasahi pelipisnya.

Sret.

Pintu ruang arsip kembali terbuka dengan halus. Mahesa melangkah masuk kembali ke dalam ruangan, membetulkan letak bingkai kacamata kosongnya yang melorot dengan ekspresi wajah seculun mungkin, seolah-olah ia tidak pernah pergi ke mana-mana. Namun di tangan kanannya, ia kini memegang sebuah map merah marun yang baru.

"Ini dokumen asli yang beneran aslinya, Pak Bagus. Yang Bapak pegang itu cuma draf salinan salah cetak yang emang harus dihancurin," ucap Mahesa santai sembari menyodorkan map dari lantai dua belas ke hadapan supervisornya.

Pak Bagus terbelalak, buru-buru merebut map baru itu dan membandingkannya dengan map yang ia pegang sebelumnya. Setelah memeriksa kode nomor registrasi di halaman depan, mata Pak Bagus membelalak lebar. "Astaga... ini beneran dokumen asli yang sah! Terus yang ini... oh iya, ini ada tulisan draf salisannya di pojok bawah! Kok gua bisa nggak lihat tadi!" seru Pak Bagus kaget, menyadari kekeliruannya sendiri.

Pandangan Pak Bagus seketika beralih, menatap tajam ke arah Dodi yang kini wajahnya sudah berubah menjadi seputih kertas HVS. "Dodi! Jadi kamu yang mau menjebak Mahesa dan membohongi saya, hah?! Kamu bilang Mahesa mau merusak dokumen asli?!" bentak Pak Bagus dengan volume suara yang jauh lebih keras dari sebelumnya, melangkah mendekati Dodi dengan silet kemarahan di matanya.

Dodi langsung jatuh berlutut di atas lantai semen ruang arsip, kedua tangannya bergetar hebat karena ketakutan yang luar biasa besarnya. "Ma... maaf, Pak Bagus! Saya... saya khilaf! Saya cuma iri sama Mahesa karena dia belakangan ini kerjanya rajin banget!" ratap Dodi dengan suara menangis, menyadari jebakannya telah runtuh total hanya dalam hitungan detik akibat kecepatan magis Mahesa yang tidak ia ketahui.

Mahesa berdiri tegak di sudut ruangan, menarik tudung jaketnya sedikit ke depan untuk menyembunyikan senyuman kepuasan emosional yang mendalam di wajah tampannya. Di balik penyamarannya yang merunduk, ia tahu bahwa dengan kecepatan di luar nalar ini, tidak akan ada lagi jebakan atau kelicikan dunia kerja yang mampu menyudutkan dirinya dan mengancam masa depannya lagi.

1
anggita
ikut dukung like👍aja.
Dewa Naga 🐲🐉
pandai Mahesa bermain kata..kata...👍
Dewa Naga 🐲🐉
mantap..seru...👍👍👍
Dewa Naga 🐲🐉
seru...
Dewa Naga 🐲🐉
mantappp....👍
Agus Susilo
💪💪💪💪
Agus Susilo
makin terkenal musuh makin banyak dan kuat Thor MC nya harusnya dibekali ilmu beladiri serta kekuatan magis untuk pengobatan kronis dan jaga diri dari musuh yg mengancam
Gege
kaaan...kaaan... ketebak Thor jalan ceritamu..🤣🤭..ulur teroos sampai ratusan episode Thor..💪
Gege
ceritanya menghibur mirip sinetron ikan terbang
Gege
aku ga kepancing Thor sama narasimu.. paling juga Alena mabok di club trus terjadilah adegan dewasa tanpa disengaja.. trus ada plot wanita lain menyukai Mahesa dan Alena cemburu.. tarik teruus sampe episode berjilid Thor..🤣🤣🤭
Gege
yaah gaji OB 4jt All in, dikalikan 20 baru 80jt Thor.. pikir ditawari gaji 200jt gitu si Sasa Mahesa...🤭🤣
Paksu82: sisanya buat author boskyu... 🤭🤭🙏
total 1 replies
Gege
apakah MC bakalan dapat gaji ratusan juta? yoooklah gass updatenya 10k kata thor
Paksu82: di bayar pakai cinta boskyu...🤭🙏
total 1 replies
Gege
pikir Mahesa mau jadi tukang pijet dengan keahlian kita warisan kuno, eeeh malah mau jadi tukang kawal a.k.a bodyguard...🤭🤣
Paksu82: 🤭 idenya tadinya dari film jetli boskyu, kemren lihat filemnya jadi aja keluar ide ini, semoga suka boskyu...
total 1 replies
Gege
bahas padi ada pepatah Thor dijaman sekarang. ilmunya seperti padi tapi berasnya import...🤣
Paksu82: beras lokal mahal boskyu 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Hentri Gunawan
lanjut kn thor
Gege
Yoo gass lagi Thor..ide ceritanya keren ini... bikin enteng saja, yang penting ngalir Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!