NovelToon NovelToon
Terjerat Perjodohan Sang CEO Mafia

Terjerat Perjodohan Sang CEO Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Bad Boy / Action
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

​"Aku bisa membeli apa pun di dunia ini, termasuk dirimu dan kebebasanmu. Mulai detik ini, kamu adalah milikku."
​Kehidupan tenang Aletta hancur lebur dalam semalam ketika ayahnya menjaminkan dirinya demi melunasi hutang triliunan rupiah. Tanpa bisa menolak, Aletta dipaksa menandatangani kontrak perjodohan dengan Xavier—seorang CEO miliarder berdarah dingin yang memimpin perusahaan raksasa di siang hari, dan menjadi ketua sindikat mafia paling ditakuti di dunia bawah tanah pada malam hari.
​Di dalam mansion mewah yang terasa seperti sangkar emas berlapis berlian, Aletta harus bertahan dari sikap arogan dan posesif sang suami. Xavier awalnya hanya menganggap Aletta sebagai jaminan hutang belaka. Namun, sifat keras kepala dan ketangguhan Aletta perlahan mengusik hati es sang penguasa kegelapan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Kesepakatan Berdarah

Sinar matahari pagi menyusup malu-malu melalui celah gorden, menyinari lembaran-lembaran dokumen dan foto tragis yang masih berserakan di atas lantai kamar.

​Aletta tidak tidur semalaman. Matanya bengkak dan merah, tatapannya kosong menatap pantulan dirinya di cermin meja rias. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, isak tangisnya telah mengering, tergantikan oleh sebuah resolusi yang dingin.

​Menangis tidak akan mengubah masa lalu. Menangisi kejahatan ayahnya tidak akan menyelamatkan pria tua itu dari regu tembak Xavier tiga hari lagi. Jika Aletta ingin ayahnya tetap hidup, ia tidak bisa lagi bermain sebagai korban yang pasrah. Ia harus masuk ke dalam permainan sang iblis.

​Aletta bangkit berdiri. Ia membasuh wajahnya, merapikan rambutnya, dan menatap pantulan matanya yang kini memancarkan keputusasaan yang bercampur dengan tekad baja.

​Ia berjalan ke arah pintu dan mulai menggedornya dengan keras.

​Brak! Brak! Brak!

​"Buka pintunya! Aku tahu kalian mendengarku!" teriak Aletta.

​Tidak butuh waktu lama, suara kunci diputar terdengar. Pintu terbuka, menampilkan sosok Diego yang berdiri dengan wajah datar seperti biasa, diapit dua pengawal bersenjata.

​"Tuan Xavier memerintahkan agar Anda tetap di dalam, Nyonya," ucap Diego tegas.

​"Aku harus bertemu dengannya sekarang, Diego," desak Aletta, menahan pintu agar tidak ditutup kembali. "Ini soal eksekusi itu. Jika kau tidak membawaku padanya sekarang, aku bersumpah akan melompat dari balkon kamar ini dan membuat bosmu kehilangan mainan kesayangannya!"

​Diego menatap Aletta dalam diam. Ia bisa melihat kilat kenekatan di mata istri bosnya itu. Menyadari bahwa Aletta tidak sedang menggertak, Diego akhirnya menghela napas pendek dan memberi isyarat pada pengawal untuk mundur.

​"Ikuti saya," putus Diego.

​Aletta digiring menyusuri lorong panjang mansion yang sunyi hingga tiba di depan pintu kayu mahoni ganda yang sangat besar—ruang kerja pribadi Xavier. Diego mengetuk pintu perlahan dan membuka pintunya.

​Di dalam ruangan yang beraroma tembakau cerutu dan kopi hitam itu, Xavier duduk di balik meja kerja kebesarannya. Pria itu masih mengenakan kemeja hitam yang sama seperti semalam, mengisyaratkan bahwa ia juga belum memejamkan mata. Di tangannya terdapat sebatang cerutu Kuba yang menyala.

​Mendengar langkah kaki Aletta, Xavier perlahan mengangkat wajahnya. Mata kelabunya menatap Aletta dengan pandangan menilai yang sangat dingin.

​"Tinggalkan kami, Diego," perintah Xavier tanpa mengalihkan pandangannya dari Aletta. Pintu ditutup rapat, mengurung Aletta berdua saja dengan sang penguasa mafia.

​"Kupikir kau masih sibuk menangisi kehancuran moral ayahmu yang terhormat di lantai kamar," sindir Xavier. Pria itu menghisap cerutunya perlahan, lalu menghembuskan asap putih ke udara. "Apa yang membuatmu berani keluar dari sangkarmu, Aletta?"

​Aletta melangkah maju, memaksakan kakinya agar tidak gemetar hingga ia berdiri tepat di seberang meja kerja Xavier.

​"Aku ingin membuat kesepakatan denganmu," ucap Aletta, suaranya terdengar jauh lebih tenang dari yang ia duga.

​Xavier menghentikan gerakannya. Selama beberapa detik, ruangan itu hening. Lalu, tawa rendah yang meremehkan meluncur dari bibir Xavier. Pria itu meletakkan cerutunya di asbak kristal, lalu mencondongkan tubuhnya ke depan, menumpu dagu di atas tautan jari-jarinya.

​"Kesepakatan?" ulang Xavier dengan nada geli yang berbahaya. "Sayangku, kau sepertinya lupa di mana posisimu. Kau adalah tawananku. Kau tidak punya uang, tidak punya kekuasaan, dan tidak punya kebebasan. Apa yang bisa ditawarkan oleh seekor burung dalam sangkar kepada pemiliknya?"

​"Diriku," jawab Aletta tanpa ragu.

​Tatapan Xavier seketika menajam. Udara di sekitar mereka mendadak terasa lebih berat.

​Aletta menarik napas panjang, menyingkirkan sisa-sisa harga dirinya. "Aku tahu aku tidak bisa memintamu melupakan dendammu. Ayahku bersalah. Nyawa ibumu telah terenggut karena ambisinya, dan darah memang harus dibayar dengan darah. Tapi... kumohon, jangan bunuh dia."

​Xavier bangkit berdiri perlahan. Ia berjalan memutari meja kerjanya dengan langkah pemangsa yang mengintai mangsanya, hingga akhirnya ia berdiri menjulang hanya beberapa sentimeter di depan Aletta.

​"Lalu bagaimana aku harus membalas kematian ibuku, Aletta? Menasihatinya agar tidak mengulanginya lagi?" bisik Xavier tajam.

​Aletta mendongak, mempertemukan matanya dengan mata badai Xavier. "Hukum dia. Ambil seluruh sisa kekayaannya, hancurkan namanya, buang dia ke penjara paling buruk yang kau miliki, atau asingkan dia ke tempat di mana dia tidak akan pernah melihat matahari terbit. Buat dia menderita seumur hidupnya, tapi biarkan dia bernapas. Sebagai gantinya..."

​Aletta menelan ludah, suaranya sedikit bergetar namun matanya tak beralih. "...aku akan menyerahkan diriku seutuhnya padamu."

​Xavier memiringkan kepalanya. "Kau sudah menjadi istriku. Kau sudah menjadi milikku di atas kertas dan di mata hukum. Itu bukan tawaran baru."

​"Kau tahu persis bukan itu maksudku, Xavier," potong Aletta berani. Ia mengulurkan tangannya yang gemetar, menyentuh dada bidang Xavier. "Selama ini aku melawamu. Tubuhku ada di sini, tapi jiwaku menolakmu. Jika kau membiarkan ayahku hidup, aku akan berhenti melawan. Aku akan menjadi istri yang kau inginkan dalam arti yang sesungguhnya."

​Tangan besar Xavier tiba-tiba melingkar di pinggang Aletta, menarik tubuh gadis itu hingga menempel erat pada tubuhnya yang keras.

​"Teruskan," desis Xavier, suaranya serak dan dipenuhi oleh gairah gelap yang tiba-tiba tersulut.

​"Aku tidak akan pernah mencoba kabur. Aku akan patuh padamu. Aku akan melayanimu, menghangatkan ranjangmu tanpa paksaan, dan..." Aletta memejamkan mata sejenak sebelum mengucapkan kalimat terakhir yang paling fatal, "...dan aku akan mengandung anakmu. Aku akan memberikanmu pewaris darah daging Vassiliev untuk meneruskan takhtamu."

​Cengkeraman Xavier di pinggang Aletta mengerat hingga Aletta nyaris meringis. Mata kelabu pria itu melebar sepersekian detik, terkejut oleh keberanian dan pengorbanan ekstrem gadis di pelukannya.

​Menjual jiwanya sendiri. Rela mengandung anak dari darah iblis yang menghancurkan keluarganya, hanya demi memperpanjang napas sang ayah.

​Xavier menatap bibir Aletta yang bergetar, lalu kembali menatap matanya. Obsesi, amarah, dan hasrat yang gila bergejolak hebat di dalam dada sang penguasa dunia bawah itu.

​"Kau berani menawarkan rahimmu untuk melahirkan keturunanku, Aletta?" bisik Xavier, mengusap rahang Aletta dengan ibu jarinya secara posesif. "Kesepakatan yang sangat berani... dan sangat menggoda."

​Xavier menundukkan wajahnya hingga bibir mereka bersentuhan tipis, membuat napas Aletta tertahan.

​"Aku terima tawaranmu," bisik Xavier tepat di atas bibir Aletta. "Tapi aku bukan pria yang percaya pada janji manis. Buktikan ucapanmu. Nanti malam, datanglah ke kamarku... tanpa satu helai benang pun."

1
Nurwana
go go go Alleta....
Nurwana
semangat Alleta......
Nurwana
kayaknya makin berat hidupmu alleta....
Nurwana
alleta......
Nurwana
jangan cepat percaya alleta, selidiki dulu tentang kebenarannya. jangan sampai itu surat tipuan dari musuh suamimu.
Nurwana
saya mampir Thor.
Orang_Cuman_Cerita: Ok Semagat Ya 💪
total 1 replies
fatmawati (pipit)
disini aletta blm menguasai dunia IT apa untuk menemukan siapa yg menjadi dalang penjebakan
Orang_Cuman_Cerita
GOKIL💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!