NovelToon NovelToon
Titik Nadir: Menyesal Setelah Kau Buang

Titik Nadir: Menyesal Setelah Kau Buang

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fluffy Dream

Tiga tahun lamanya Andini mencurahkan seluruh pengabdiannya sebagai istri saleha, namun ia justru dihempaskan ke titik terendah dalam hidupnya. Ia diusir tanpa membawa uang sepeser pun oleh Reno, suaminya sendiri, yang lebih memilih Siska karena pengakuan kehamilannya. Setelah kenyang menerima hinaan sebagai perempuan mandul yang sekadar menumpang hidup, Andini bersumpah untuk bangkit dari puing-puing kehancurannya.

Saat Andini akhirnya berhasil bertransformasi menjadi sosok wanita karier yang mandiri, elegan, dan sulit digapai, Reno datang kembali sambil merangkak penuh penyesalan. Namun, sebuah map cokelat yang telah disiapkan Andini siap meruntuhkan sisa-sisa kesombongan pria itu. Sebuah rahasia medis yang mencengangkan akhirnya terungkap: Reno sebenarnya mandul, dan anak yang selama ini ia puja-puja hanyalah buah dari pengkhianatan Siska. Inilah saatnya karma instan mulai bekerja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fluffy Dream, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: Menguji Batas Kesabaran

Pasca kejadian di Hotel Mulia yang diselesaikannya dengan begitu elegan, nama Andini Larasati—atau yang akrab disapa publik sebagai Andini—kini kian santer menghiasi berbagai rubrik bisnis dan gaya hidup. Keberhasilannya menyeimbangkan peran sebagai ibu baru, istri seorang konglomerat, sekaligus Chief Executive Officer Nadir Label yang tengah berekspansi ke Eropa, membuat posisinya di mata publik maupun keluarga besar Al-Fatih benar-benar tak tergoyahkan.

Akan tetapi, bagi mereka yang hatinya sudah kadung dibutakan oleh ambisi, kesuksesan Andini justru bak duri yang kian meruncing. Sore itu, di sebuah butik mewah milik desainer kawakan di Jakarta Pusat, Tante Sofia tengah mendampingi Karina yang sedang menjajal beberapa gaun malam. Raut wajah Karina tampak keruh sejak mereka menginjakkan kaki di sana.

"Tante, aku malu setengah mati gara-gara kejadian di Hotel Mulia kemarin," keluh Karina seraya mengancingkan lengan dress-nya dengan geram. "Farhan seolah menganggapku tidak ada di kantor. Bahkan berkas analisis yang kuserahkan selalu dilempar lewat asistennya, Sarah. Perempuan itu benar-benar memutus semua aksesku!"

Tante Sofia berdecak sinis sembari menyesap kopinya. "Jangan pendek akal, Karina. Si Andini itu cuma lagi mujur karena saat ini dia sedang memegang restu dari Mbak Maryam dan Farhan. Namun, di dunia bisnis, sentimen pribadi takkan bertahan lama kalau fondasi perusahaan mulai digoyang."

Tante Sofia meletakkan cangkirnya dengan ketukan yang cukup keras di atas meja. "Kebetulan sekali, pekan depan Al-Fatih Group bakal menggelar rapat umum pemegang saham (RUPS) luar biasa guna mengesahkan pendanaan proyek CBD Menteng. Beberapa investor kakap dari Singapura yang merupakan sekutuku akan hadir. Aku akan memastikan kinerja tim analis risiko—termasuk kamu—dipakai sebagai senjata untuk menguliti kebijakan Farhan yang dianggap terlalu 'didikte' oleh istrinya."

Karina melirik melalui pantulan cermin, senyum liciknya perlahan kembali merekah. "Maksud Tante bagaimana?"

"Kita giring opini di hadapan para pemegang saham bahwa Farhan terlalu mencampuradukkan urusan domestik ke dalam keputusan korporat. Begitu para investor mulai meragukan netralitas Farhan, posisi Andini di sisinya akan dipandang sebagai beban, bukan lagi aset," tutur Tante Sofia dengan mata yang berkilat penuh intrik.

Sementara itu, di markas pusat Nadir Label yang mengusung konsep minimalist modern, Andini tampak tenang di kursi kebesarannya. Ia baru saja membubuhkan tanda tangan pada sejumlah dokumen kemitraan internasional. Di map tersebut, tertera jelas namanya: Andini Larasati, Chief Executive Officer.

Ketukan pintu terdengar. Sarah melangkah masuk dengan raut serius sambil mendekap sebuah laporan cetak. "Assalamualaikum, Ibu Andini. Maaf mengganggu waktunya."

"Waalaikumsalam, Sarah. Silakan duduk. Ada kabar apa dari Al-Fatih Group?" tanya Andini lembut namun tetap penuh wibawa. Sejak Karina menancapkan kaki di perusahaan suaminya, Andini memang meminta Sarah untuk tetap memantau gerak-gerik janggal di divisi konsultan independen.

"Ini soal RUPS luar biasa minggu depan, Bu," ujar Sarah sembari menyerahkan laporan itu. "Saya mendeteksi ada manuver dari Tante Sofia. Beliau diam-diam menggalang kekuatan dari pemegang saham minoritas untuk menyusun mosi tidak percaya secara halus. Sasarannya adalah memangkas wewenang Pak Farhan dalam proyek CBD Menteng, dengan alasan Pak Farhan terlalu melibatkan pihak domestik—yakni Ibu sendiri—dalam analisis proyek, sehingga dianggap rawan bias personal."

Andini membuka laporan tersebut. Jemari lentiknya membalik lembar demi lembar berisi draf argumen yang sengaja dirancang oleh tim Tante Sofia dan Karina untuk menyudutkannya di rapat besar nanti. Alih-alih panik, Andini justru menyandarkan punggung ke kursi. Sebuah senyum tenang namun sarat kecerdasan taktis tersungging di bibirnya.

"Rupanya mereka ingin bermain di ranah korporasi resmi," gumam Andini lirih.

"Apa kita perlu beri tahu Pak Farhan sekarang, Bu?" tanya Sarah cemas.

"Tidak perlu, Sarah. Mas Farhan sedang fokus menegosiasikan konstruksi fisik di lapangan. Biarkan dia menyelesaikan bagiannya," jawab Andini tegas. Ia bangkit berdiri, lalu melangkah menuju jendela besar yang menyuguhkan pemandangan pencakar langit Jakarta.

"Tante Sofia dan Karina mungkin mengira aku hanya seorang janda yang beruntung dinikahi pria kaya. Mereka lupa kalau sebelum menjadi istri Farhan, aku membangun Nadir Label dari nol dengan keringat dan analisis pasarku sendiri. Jika mereka ingin menguji kapasitas seorang Andini Larasati di depan para pemegang saham... akan kuberikan pertunjukan yang takkan pernah mereka lupakan."

Andini berbalik menatap Sarah dengan binar mata yang memancarkan kekuatan penuh. "Siapkan seluruh data kepemilikan saham privatku, Sarah. Dan pastikan undangan RUPS untukku sebagai penasihat internal resmi sudah dikonfirmasi."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!