semua yang kulakukan selama ini ternyata tidak berarti apapun bagi mereka,orang yang kuhormati,kusayangi dan kucintai mengkhianati ku begitu saja.
menyaksikan kematian ku seperti pertunjukkan yang menghibur mereka,aku sungguh bodoh...
memilih mereka yang tidak memilih ku..yang hanya memanfaatkan ku..aku menyesal...
aku tidak menerima takdir ini....aku menolak...
aku meminta pembalasan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HartaKarun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 15
Semua orang kembali kemeja masing-masing,bohong jika dikatakan bahwa Agata tidak merasa gugup,walaupun ia yakin dengan rancangan yang ia buat bukan berarti ia akan begitu percaya diri rancangannya akan dipilih,begitu banyak rancangan lain yang dibuat oleh orang-orang yang berbakat disini.
“Terima kasih atas kerja keras anda semua selama ini,kami sudah membaca semua rancangan yang anda berikan.tidak dapat saya pungkiri bahwa semua rancangan yang anda berikan sangat memuaskan.namun walaupun begitu,kita harus memilih satu diantara semuanya.jadi,setelah perbincangan saya dengan para direktur kami memilih satu yang paling terbaik,
“Maka saya umumkan,partner yang akan bekerjasama dalam proyek perusahaan Bintang adalah…”semua orang mendengarkan dengan perasaan gugup dan jantung berdebar,mereka semua tau bahwa proyek ini begitu menguntungkan bagi mereka untuk naik level.
“Perusahaan Jaya milik Nona Agata,selamat atas terpilihnya rancangan anda”Riko yang memberikan pengumuman bertepuk tangan dan orang-orang yang merasa sedih karena tidak dipilih juga bertepuk tangan.hanya karena satu kegagalan di proyek bukan berarti mereka tidak menghormati si pemenang,mereka tentu tidak mau menyinggung perusahaan manapun karena bagi mereka yang berada di level bawah peningkatan level suatu perusahaan tidak akan bisa diterka,bisa jadi yang dulu level D maju ke level atas.itulah mereka harus menjaga pertemanan mereka dengan baik.
Agata menghela nafas lega dan tersenyum,beban berat dalam hatinya terangkat,ia merasa ringan.
“Nona…kita memenangkan proyeknya”Pak Bayu berseru dengan gembira,walaupun tadi ia begitu yakin dengan rancangan Agata namun terkadang penilaian dari perusahan orang bisa berbeda-beda,hal itu membuatnya tadi sangat gugup.
“selamat Nona”
Agata tersenyum,”selamat juga untuk mu,ini adalah kerja sama kita bersama,berarti ini kemenangan bersama kita juga”
Satu persatu orang datang mengucapkan selamat pada Agata,
“Selamat nona Agata”
“pantas saja tuan Devan memilih anda,anda pantas bersama dengan beliau”
“Ternyata nona Agata selain sangat cantik juga sangat berbakat”
“akan menjadi kehormatan bagi saya jika kita bekerja sama di masa depan nona Agata”
“terimakasih semuanya,saya yakin saya hanya beruntung kali ini,rancangan kalian semua juga adalah yang terbaik”aku membalas perkataan mereka dengan memuji mereka,mencoba membangun relasi karena dalam pekerjaan tidak ada yang nama teman atau musuh yang ada hanya lah keuntungan.
“Nona Agata terlalu rendah hati”mereka tertawa senang
“Selamat nona Agata”ujar Gelen,walaupun dihatinya kecewa karena kalah,semua kerja kerasnya selama sebulan sia-sia begitu saja.namun ia juga tidak berani menyinggung Agata yang dibelakangnya ada Devan yang mendukung.
Agata mengangguk,ia tentu saja melihat secercah rasa kecewa di wajah Gelen,ia menutup wajahnya dengan satu tangan untuk menutupi senyum miringnya.orang-orang hanya akan tau bahwa ia sedang tersenyum malu.
Agata juga merasakan tatapan yang tampak ingin membunuhnya,ia menatap kedepan dimana Dina masih berdiri di dekat mejanya menghadap ke arah Agata dengan mata dan wajah yang memerah.
Aku tersenyum sombong memprovokasinya,aku tau orang seperti ini tidak akan menerima senyum remeh.
“AGATA!...”suara keras Dina menggema di ruangan semua orang memfokuskan mata mereka padanya,tentu saja mereka masih ingat provokasi yang Dina lakukan pada Agata tadi.
“AKU TIDAK PERCAYA KAMU MEMENANGKANNYA,PASTI KAMU BERBUAT CURANG.APA KALIAN SEMUA BUTA?WANITA LICIK ITU TIDAK ADA KEMAMPUAN UNTUK BERBISNIS BAGAIMANA MUNGKIN IA BISA MENANG MENGALAHKAN KALIAN YANG LEBIH BERBAKAT DARINYA.AKU YAKIN…AKU YAKIN IA MELAKUKAN PENYUAPAN,DENGAN TUAN DEVAN YANG BEGITU MEMANJAKANNYA BAGAIMANA MUNGKIN IA TIDAK AKAN BERANI MELAKUKAN HAL ITU”
Ada yang percaya namun ada juga yang meragukan ucapan Dina,namun semuanya berekspresi sama dan sekarang semuanya beralih menatap Agata dengan tatapan meragukan.