NovelToon NovelToon
Jodoh Titipan

Jodoh Titipan

Status: tamat
Genre:Patahhati / Perjodohan / Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Obsesi / Romansa / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 5
Nama Author: Sept

Taqi Bassami, hanya karena ia seorang anak angkat, pria itu harus mengorbankan hidup selamanya. Taqi menukar kebebasannya demi membayar balas budi. Berkat sang ayah angkat, hidupnya yang terpuruk di jalan, kini menjadi sukses.
Bila balas budi bisa dibayar dengan uang, Taqi pasti melakukan hal itu. Tapi bagaimana, jika Taqi harus menikahi wanita pilihan keluarga angkatnya itu untuk membalas jasa. Belum lagi latar belakang Taqi yang perlahan mencuat ke permukaan. Siapa sebenarnya Taqi? Ketika banyak pihak mengincar nyawanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Separuh Hati

Jodoh Titipan Bagian 15

Oleh Sept

Setelah berbicara berempat, ummi meninggalkan Taqi dan Nada berbicara berdua saja. Beberapa saat yang lalu, cucunya menangis. Ummi lantas menyusul ke kamar. Melarang Nada, biar ia saja.

"Biar Ummi saja," ucap ummi sembari bangkit dan menyentuh bahu Nada.

Dibarengi dengan ponsel abah yang berdering, ada panggilan dari pengurus yayasan Amsojar. Alhasil, abah Yusuf pun juga pergi meninggalkan Nada serta Taqi.

"Abah ke yayasan dulu, ada urusan sebentar ... Ummi, Abah berangkat dulu."

"Iya, Bah."

"Nada ... Taqi ... Abah pergi dulu," pamit abah Yusuf pada Taqi dan Nada.

Taqi spontan bangkit dan berdiri, mau menawarkan diri mengantar abah ke yayasan.

"Taqi antar, Bah."

Abah langsung menolak seketika, "Tidak usah, abah berangkat sendiri. Hanya sebentar."

Taqi pun duduk kembali, dan selepas suara mobil abah terdengar menjauh dan hilang dari pendengaran, suasana di ruangan itu langsung hening dan kaku. Ada aroma kecanggungan yang menyeruak di dalam sana. Keduanya sama-sama diam dalam kebisuan.

"Maaf Mas Taqi ... Nada belum ingin menikah," ujar Nada tiba-tiba.

Taqi yang diam, lalu mendongak. Dilihatnya Nada bicara sembari menunduk wajah. Nada benar-benar menghindar dari tatapan matanya.

"Jangan khawatir, Mas Taqi juga belum ingin menikah dalam waktu dekat ini."

Ganti Nada yang mendongak.

"Tapi ... Mas Taqi tidak bisa melawan permintaan abah dan ummi."

Jlek ...

Hati Nada langsung mengekerut, dari sini ia mulai menduga. Sepertinya pria itu juga enggan dengan perjodohan ini. Sama dengan sepertinya.

"Kenapa Mas tidak menolak?" tanya Nada dengan sedikit mengangkat dagu. Ia ingin melihat ekspresi Taqi kala itu.

"Apa Zain tidak pernah bercerita apapun tentangku padamu?"

Ditanya malah tanya balik, itulah Taqi saat ini.

Nada pun menggeleng, Zain memang pelit bicara. Jarang menceritakan keluarganya pada Nada. Mereka jika bersama hanya membicarakan masa depan yang akan datang. Tentang impian, tentang harapan. Tentang jumlah anak, tentang pekerjaan. Jarang sekali Zain menceritakan Taqi. Ia pun heran, ketika menemukan Surat dalam laci untuk Taqi.

Bahkan sampai sekarang, ia tidak berkeinginan untuk memberikan pada Taqi. Namun, setelah mendengar permintaan abah dan ummi sesaat yang lalu. Nada mulai menangkap benang merahnga. Ia malah marah pada Zain, seolah semua sudah berkonspirasi sejak awal.

Harusnya jika semua tidak baik-baik saja, Zain bicara padanya. Jangan menyembunyikan apapun. Kalau begini, hanya meninggalkan rasa sakit. Yang tidak tahu akan kapan bisa sembuh.

"Nad!" panggil Taqi ketika melihat Nada malah melamun.

Karena namanya dipanggil, Nada pun menatap Taqi. Meski sekilas, karena detik berikutnya ia kembali menatap ke bawah. Melihat sandal yang ia kenakan. Ia ingin mengalihkan perhatian, karena pikirannya sedang semrawut.

"Jika kamu berat menjalani perjodohan ini, kamu bisa mengatakan pada abah serta ummi," ucap Taqi yang baru tahu sikap Nada setelah sekian lama.

Taqi sebenarnya sudah menduga, kalau Nada pun sama menolak perjodohan ini. Karena sikap Nada akhir-akhir ini aneh sekali padanya. Bila bertemu tidak seperti dulu. Nada seolah canggung dan kaku. Bahkan acap kali menghindar dari pandangan matanya.

Dengan berat, Nada menghela napas panjang.

"Bagaimana bisa Nada menolak? Jika abah dan ummi sudah memutuskan nasib Nada?" tanya Nada dengan pasrah.

"Dan Mas Taqi bagi Nada sudah seperti abang sendiri. Sudah Nada anggap sebagai kakak laki-laki Nada selama ini," tambah Nada.

Sudah dianggap abang sendiri, artinya Nada tidak mau menikah dengannya. Sebenarnya Taqi juga tidak ada keinginan, tidak pernah terbesit bahwa akan menikahi janda Zain tersebut. Sambil memasang muka serius, Taqi akhirnya memberikan solusi.

"Minta waktu pada abah, setidaknya 3 bulan. Nanti Mas Taqi pikirkan cara untuk menghindar dari perjodohan ini."

Nada kembali mendongak, ia dapat melihat wajah Taqi yang nampak serius. Artinya, perkataan Taqi bisa dipegang. Setidaknya selama 3 bulan ini, keduanya bisa mencari cara untuk membatalkan perjodohan.

"Mas Taqi serius?"

Taqi mengangguk pelan.

'Alhamdulillah,' batin Nada yang memang sejak beberapa saat lalu takut dipaksa menikah dengan sosok pria berparas tampan tersebut.

Tap tap tap ...

Ummi tiba-tiba datang sambil menggendong sang cucu. Dengan santai, ummi langsung duduk di sebelah Taqi, memperlihatkan bayi munggil itu pada Taqi.

Taqi pun merespon, pria itu seketika menyentuh pipi bayi munggil Nada. Entah mengapa, Taqi juga terlihat senang dengan bayi itu.

"Mau pangku?" tanya ummi.

Memang sudah niatan ummi, mendekatkan sang cucu pada Taqi. Ini adalah cara ummi agar Taqi mau menyayangi cucunya. Sebab ummi merasa kasihan, lahir ke dunia sang cucu sudah jadi anak yatim.

"Nah ... ikut siapa, Sayang?" tanya ummi pada cucunya yang kini dalam pangkuan Taqi.

Sambil mengusap pipi kemerah-merahan cucunya itu, ummi menatap Nada.

"Sudah putuskan namanya, Nada? Lusa kita gelar aqiqah di sini. Ummi sudah pesan catering, akan ummi undang anak yatim, dan warga sekitar," terang ummi.

"Naqiyyah, Ummi."

"Hanya itu?"

"Masih Nada carikan."

Ummi langsung melirik ke arah Taqi. "Taqi ada usul?"

Taqi tersentak, lalu menggeleng.

Ummi pun kembali mengusap pipi cucunya.

"Boleh Ummi usul?"

Nada langsung tersenyum dan mengangguk pasti.

"Naqiyyah Malik Bassami."

DEG ...

Taqi spontan kaget.

Begitu juga dengan Nada, ia merasa sedang salah dengar.

"Naqi ... cantik sekali namamu, Sayang. Enak ya ... hangat digendong ayah?"

Mendengar ummi terus saja mendesak keduanya dalam posisi yang serba salah. Taqi sekilas melirik ke arah Nada. Ia tangkap raut kecemasan di wajah ibu muda cantik dan pendiam tersebut.

Rasanya Taqi tidak tega, karena ummi dari awal sudah main memutuskan begitu saja segala sesuatunya. Seolah mereka semua adalah boneka.

"Nada setuju kan dengan namanya? Ummi sematkan nama belakang Zain di sana. Ummi tahu, Naqi adalah putri Zain satu-satunya. Tapi bolehkah Ummi juga memberikan nama Taqi?"

'Ya Allah ... kenapa jadi serba salah begini,' batin Nada yang ingin menolak tapi tidak bisa.

"Kalau Nada sebagai ibunya keberatan, lebih baik tidak usah Ummi," sela Taqi yang melihat Nada sulit memutuskan.

"Ti ... Tidak. Nama yang bagus, Nada tidak keberatan!" jawab Nada. Meski ada rasa aneh. Kenapa nama Taqi juga ikut-ikutan disematkan.

Ummi pun tersenyum puas, ia merasa bahagia karena Nada begitu penurut. Membuat ummi makin tidak bisa melepaskan mantan menantunya itu. Ingin rasanya segera menikahkan Nada dan Taqi cepat-cepat.

***

Beberapa minggu kemudian.

Sudah beberapa hari ini Taqi begitu sibuk. Selain mengurusi yayasan, ia juga masih memantau usahanya yang ada di Malaysia.

Bahkan sudah lima hari ia tidak pulang ke rumah. Taqi benar-benar sibuk. Pulang dari Malaysia, ia langsung ke rumahnya sendiri. Rumah hasil kerja kerasnya selama ini. Rumah yang lama kosong, dan harusnya menjadi rumah impiannya bersama Anisa.

Tiba-tiba ia tersenyum kecut saat masuk dalam mobil meninggalkan rumah impiannya itu. Ummi menelpon, minta bertemu.

***

Kediaman abah Yusuf

Dari luar terasa teduh, rumah abah seolah memancarkan aura berbeda. Begitu masuk halaman, atmosphere di sana langsung adem dan syahdu. Ditambah ada pohon srikaya, pohon jambu, pohon klengkeng, dan tanamam lainnya yang ada di sekitar halaman. Benar-benar hunian yang nyaman.

"Assalamu'alaikum," Taqi melihat ke sekeliling. Ademnya rumah abah. Beda sekali dengan rumahnya. Hampa dan sepi.

"Waalaikumsalam," jawab ummi sambil membuka pintu.

Ummi pun langsung meminta Taqi masuk. Wajahnya yang biasanya dihiasi senyum, kini terlihat sendu.

"Dicari abah," ucap ummi kemudian sambil membuka pintu kamar utama.

Dahi Taqi mengerut. Kenapa disuruh masuk ke kamar ummi sama abah. Dengan ragu, Taqi pun melangkah masuk ke dalam.

NYEESS ...

Rasanya tubuh Taqi langsung lemas.

"Abah kenapa, Ummi?"

Taqi yang sudah menganggap abah seperti ayah sendiri, langsung duduk di tepi ranjang. Ia memegang tangan keriput abah. Mengusap pelan.

"Abah kenapa?"

Ummi menarik kursi, lalu duduk di dekat ranjang.

"Abah jatuh di kamar mandi. Sudah Ummi bawa ke rumah sakit. Baru dua malam abah minta pulang," ummi berbalik, ia mengusap air matanya.

"Ummi gak telpon Taqi?"

"Taqi sibuk akhir-akhir ini, kami tidak mau menganggu. Dan juga ada masalah di yayasan. Pasti Taqi repot."

"Ummi ... kalian adalah keluarga Taqi. Tidak peduli sesibuk apa Taqi, kalian adalah yang utama. Kalau ada apa-apa, langsung bilang Taqi ... Ummi. Ya sudah, ayo bawa abah ke rumah sakit lagi."

Taqi kaget, tangan abah memegangnya balik. Dengan susah payah abah berbicara. Dan Taqi pun mendekatkan diri pada abah. Taqi menunduk sedikit untuk bisa mendengar suara abah.

"Ta ... Taqi."

"Iya Abah ... Taqi di sini. Taqi dengar suara Abah."

"Na ... Na ... da." Suara abah terputus-putus menyebut nama Nada.

Seolah sudah memiliki hubungan batin, Taqi langsung menarik wajahnya sendiri. Kemudian kembali duduk sambil memegang tangan abah.

"Iya ... Abah tidak perlu memikirkan Nada, sesuai permintaan Abah ... Taqi akan menikahi Nada."

Ada bulir bening yang menetes dari sudut mata abah Yusuf. BERSAMBUNG

Sambil nunggu up, klik profile Sept. Ada banyak cerita yang sudah tamat. Terima kasih bestie. Hehehe

1
Jhon Kuni Wong
Luar biasa
Surati
bagus ceritanya👍🙏🏻 semangat thor 💪👍
Churin iin
Luar biasa
@bimaraZ
taqi salahjuga..meskipun cuma menena gkan g harus memeluk juga...
@bimaraZ
hhh tagi jadi ketagihan tuh...😍
@bimaraZ
anggap saja nisa dan taqi tidak berjodoh...
@bimaraZ
sampai g bisakomen bacanya ..g kebayang di posisi taqi
jawab iya salah jawab tidak juga berat
RL
Luar biasa
Zumi Zauhair
seruu
indah
😭😭😭😭😭😭
indah
Maa shaa Allaah Gemes ny 😍😍
indah
Hem Rumit nih
indah
Bawang Bombay
😭😭😭
Safitri Agus
jodoh othor yg menentukan 😁🤭
komalia komalia
ooh iya apa nada engga pakai hijab ya
komalia komalia
mas taqi mau bulan madu
komalia komalia
umii iis bukan nya diem bikin orang jadi malu aja
komalia komalia
umi kaya nya engga pernah bikin cap si abah
komalia komalia
udah baca
komalia komalia
itu lah kalau kita punya hutang budi bagai buah si malakama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!