NovelToon NovelToon
Ceo'S Plus Size Wife

Ceo'S Plus Size Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Sejak kematian istrinya, Darren, seorang CEO kaya raya, hidup dalam kesepian. Bukannya mendapat dukungan, ia justru dimanfaatkan oleh ketiga anaknya yang hanya peduli pada harta warisan. Saat mencari ketenangan di taman, hidupnya berubah ketika bertemu Jihan, gadis baik hati yang baru saja dihina dan ditinggalkan kekasihnya karena penampilannya.
Ketika Darren tiba-tiba terkena serangan jantung, Jihan tanpa ragu menolongnya dan bahkan menghabiskan tabungan terakhirnya untuk biaya rumah sakit. Ketulusan Jihan menyentuh hati Darren hingga ia melamar gadis itu sebagai bentuk rasa terima kasih dan kekaguman.
Akankah Jihan menerima lamaran pria kaya yang jauh lebih tua darinya? Dan mampukah mereka menghadapi amarah anak-anak Darren yang merasa posisi mereka terancam oleh kehadiran calon ibu tiri yang tak pernah mereka bayangkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Sementara kedua anak tirinya sedang sibuk menghitung mundur waktu kehancurannya di kantor, Jihan justru sedang berada di tempat lain dengan hati yang berbunga-bunga.

Usai mengantarkan Angela ke kampus, Jihan meminta sopir untuk mampir ke sebuah supermarket premium di pusat kota.

Jihan berjalan menyusuri lorong bahan makanan segar dengan senyuman yang terus mengembang di wajah suburnya.

Matanya berbinar saat memilih potongan daging kambing muda yang segar dan beberapa potong daging ikan tuna kualitas terbaik di area seafood.

Ia sudah merencanakan menu yang sangat spesial untuk nanti malam.

Jihan ingin memasakkan tongseng kambing pedas kesukaan suaminya, serta tuna panggang madu untuk menyambut kedatangan Deacon.

Ini adalah bentuk rasa terima kasihnya yang tulus kepada Darren—pria paruh baya yang tidak hanya melindunginya di depan umum dan memberinya hadiah kalung berlian mewah, tetapi juga telah memberikan sebuah malam yang begitu indah dan penuh penghargaan semalam.

Saat sedang mengantre di depan kasir untuk membayar belanjaannya, Jihan tanpa sengaja melihat pantulan dirinya di dinding kaca supermarket yang agak buram.

Ia merapikan sedikit kerah blus yang dikenakannya.

Saat itulah, pandangan Jihan terpaku pada sebuah tanda merah keunguan yang tercetak jelas di pangkal lehernya—sebuah "jejak" kepemilikan yang ditinggalkan oleh Darren dengan penuh gairah semalam.

Jihan seketika merona merah padam. Ia buru-buru membenarkan letak kerah bajunya agar tanda itu kembali tertutup rapat dari pandangan orang lain.

Jihan tertawa kecil, menyembunyikan senyum malunya di balik telapak tangan.

Mengingat bagaimana pria paruh baya yang biasanya dingin dan berwibawa di luar rumah itu bisa berubah menjadi begitu hangat dan memujanya di atas ranjang, membuat dada Jihan berdesir hebat diliputi rasa bahagia.

"Tunggu aku pulang, Mas. Aku akan masakkan makanan paling enak untukmu malam ini," bisik Jihan dalam hati dengan penuh cinta.

Dengan menenteng kantong belanjaan berisi daging segar, Jihan melangkah keluar supermarket menuju mobil, sama sekali tidak menyadari bahwa di rumah mewah mereka, sebuah jebakan kejam yang siap memfitnah dirinya telah dipasang dengan rapi oleh anak-anak tirinya.

Sesampainya di rumah setelah berbelanja, Jihan merasakan tubuhnya sedikit lelah.

Ia memutuskan untuk masuk ke kamar utama dan merebahkan tubuh suburnya di atas kasur yang empuk demi mengistirahatkan sejenak otot-ototnya yang terasa tegang setelah malam yang panjang dan indah bersama suaminya.

Jihan tertidur cukup pulas sampai jarum jam menunjukkan tepat pukul empat sore.

Begitu terbangun, wanita itu langsung bergegas mandi untuk menyegarkan diri.

Dengan rambut yang masih agak basah, Jihan melangkah cepat ke dapur, memakai celemeknya, dan mulai mengolah bahan-bahan belanjaannya.

Suara denting wajan dan aroma harum rempah-rempah langsung memenuhi seisi rumah saat Jihan dengan lihai memasak tongseng kambing pedas kesukaan Darren serta menyiapkan bumbu madu untuk tuna panggang yang akan disajikan khusus menyambut Deacon.

Di tengah kesibukan Jihan di dapur, suasana rumah yang semula tenang perlahan mulai berubah bising.

Angela tiba lebih dulu, turun dari mobil setelah dijemput oleh sopir keluarga.

Tak berselang lama, deru suara motor matic yang khas menandakan kedatangan Riko dan Andre yang baru saja pulang dari kantor cabang.

Ketiga anak tiri itu saling melemparkan tatapan penuh arti di ruang tengah—bersiap mengambil posisi masing-masing.

Tepat pukul lima sore, suara deru mesin mobil Rolls-Royce yang halus terdengar berhenti di halaman depan.

Darren dan Deacon akhirnya pulang. Begitu pintu utama terbuka, Darren melangkah masuk bersama sahabatnya dengan wajah yang tampak lelah namun tetap berwibawa.

Namun, belum sempat Darren melangkah lebih jauh ke dalam rumah atau memanggil istri tercintanya, sebuah lengkingan suara yang sengaja dibuat panik memecah keheningan rumah mewah itu.

"PAPA! KALUNG MAMA HILANG!" teriak Andre dengan lantang dari arah ruang tengah, berlari menghampiri Darren dengan wajah yang dikondisikan pucat pasi seolah-olah baru saja melihat hantu.

Riko dan Angela langsung menyusul di belakang Andre, memasang ekspresi syok yang sangat dramatis untuk memperkuat akting mereka.

Mendengar kata "kalung mama" disebut, langkah kaki Darren seketika terhenti seketika.

Sorot mata matang sang CEO paruh baya itu yang semula tenang, dalam sekejap berubah menjadi setajam silet.

Atmosfer di dalam ruangan langsung drop menjadi sangat dingin dan mencekam, membuat Deacon yang berdiri di sebelahnya ikut mengernyitkan kening merasakan ketegangan yang mendadak memuncak.

"Apa maksudmu, Andre?! Bicara yang jelas!" bentak Darren dengan suara baritony yang menggelegar, membuat seisi ruangan seketika hening mencekam.

Aura kepemimpinan sang CEO keluar sepenuhnya, memancarkan tekanan yang begitu berat.

Riko langsung mengambil alih kendali skenario. Ia maju selangkah dengan rahang yang dikondisikan bergetar, berpura-pura sangat panik dan sedih.

"Pa, tadi setelah pulang kantor, aku berniat membersihkan lemari kaca peninggalan almarhumah Mama di ruang tengah. Tapi saat aku buka... kotak beludru merah tempat kalung berlian kesayangan Mama sudah kosong! Kalung itu hilang, Pa!"

Mata Riko kemudian melirik tajam ke arah dapur, tempat Jihan yang masih memegang sodet berdiri terpaku mendengar keributan tersebut.

"Di rumah ini tidak pernah ada kasus pencurian selama bertahun-tahun. Tapi sejak ada orang baru bertubuh gajah yang masuk ke rumah ini dan menguasai segalanya, barang paling berharga milik mendiang Mama langsung hilang! Siapa lagi kalau bukan dia pelakunya?!" tuduh Riko berapi-api, telunjuknya mengarah lurus pada Jihan.

Jihan yang mendengar tuduhan keji itu seketika lemas. Jantungnya berdegup kencang, menatap Riko dengan tatapan tidak percaya.

Darren, meskipun rahangnya mengeras mendengar properti mendiang istrinya terusik, langsung menepis tuduhan itu dengan tegas.

Ia berdiri pasang badan di depan Jihan.

"Jaga bicaramu, Riko! Tidak mungkin kalau Mama Jihan yang mengambilnya! Semalam Papa baru saja memberikannya hadiah kalung berlian yang jauh lebih mewah dari itu, dan dia menerimanya dengan baik. Untuk apa dia mencuri kalung peninggalan almarhumah mama kalian?!" tegas Darren, membela istrinya habis-habisan di hadapan ketiga anaknya dan Deacon yang menyimak dengan kening berkerut.

"Kalau Papa tidak percaya, ayo kita buktikan sekarang! Geledah saja kamar utama! Perempuan seperti dia pasti menyembunyikannya di sana karena mengira Papa tidak akan pernah memeriksa kamarnya sendiri!" tantang Andre dengan nada tinggi, mendesak sang ayah dengan penuh keyakinan.

"Pa, ayo geledah! Kalau Papa tidak mau, biar kami yang geledah sendiri!" timpal Angela ikut memanaskan suasana.

Didorong oleh tuntutan dan desakan ketiga anaknya yang begitu menggebu-gebu, serta demi membersihkan nama baik istri tercintanya secara mutlak, Darren akhirnya mengembuskan napas berat.

"Baik. Kita buktikan sekarang. Jihan, ayo ke kamar," ucap Darren lembut, menuntun Jihan yang mulai gemetar naik ke lantai dua, diikuti oleh Andre, Riko, Angela, dan Deacon yang mengawal dari belakang.

Sesampainya di kamar utama yang luas, Andre dan Riko langsung bergerak agresif atas izin Darren.

Mereka mengabaikan laci-laci lain dan langsung menuju ke lemari pakaian khusus milik Jihan.

Riko membuka pintu lemari dengan kasar, lalu mengobrak-abrik lipatan baju-baju muslimah berukuran besar milik ibu tirinya.

Cringgg!

Sebuah suara dentingan logam dan permata yang berbenturan dengan lantai parket kayu terdengar begitu nyaring memecah keheningan kamar.

Semua mata seketika terbelalak. Di atas lantai, sebuah kalung berlian dengan rantai yang sudah putus dan beberapa permata yang pecah berantakan tergeletak mengenaskan setelah jatuh dari sela-sela lipatan baju Jihan. Itu adalah kalung mendiang istri Darren yang telah dihancurkan oleh Andre dan Riko.

"Lihat, Pa! Lihat!! Apa aku bilang?! Kalung mendiang Mama ada di dalam lemarinya, bahkan sudah dihancurkan oleh perempuan gajah ini! Dia sengaja merusaknya karena cemburu pada masa lalu Papa!" teriak Riko puas, merasa di atas angin karena jebakannya berhasil sempurna.

Jihan yang melihat benda itu jatuh dari lemarinya seketika merasa dunianya runtuh.

Seluruh persendiannya lemas, air matanya langsung merebak dan menetes deras membasahi pipi suburnya.

Ia menatap potongan kalung itu dengan tubuh gemetar hebat, lalu beralih menatap Darren dengan pandangan memohon.

"M-mas... Mas Darren, sungguh bukan aku... Bukan aku yang mengambilnya, Mas! Demi Allah, aku bahkan tidak pernah menyentuh lemari kaca di bawah, apalagi merusak kalung itu!" ucap Jihan terbata-bata di sela tangisnya yang pecah.

Ia menggenggam ujung jas Darren dengan tangan gemetar, sangat takut jika pria yang baru saja memberikan malam yang indah semalam akan berubah membencinya akibat fitnah kejam ini.

1
sri hastuti
punya anak2 laki2 biadab semuanya thor, jangan dikasih harta, biar tau rasa ,pengrn tak bikin mati aja 2 anak itu 😡😡😡
my name is pho: iya kak
total 1 replies
falea sezi
gugat cerai aja deh laki bego
falea sezi
laki goblok😒 g tau diri
sri hastuti
jd anak kok durhaka spt itu thor, pengen tak lenyap o aja 2 anak gak tau diri itu, atau semua hartanya jangan dikasih, kasih ke panti aja,biar tau rasa 😡😡😡😡
Vie
hadir kak.... 👍👍👍
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!