NovelToon NovelToon
BERSINAR DI DUNIA BEASTMAN

BERSINAR DI DUNIA BEASTMAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Transmigrasi / Fantasi
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: julieta

Selina, seorang gadis muda yang baru saja lulus tiba-tiba bertransmigrasi ke dunia beastman ketika sedang tertidur. Hidup didunia asing yang mengandalkan kekuatan untuk bertahan hidup, Selina yang tak memiliki chat curang atau mengetahui jalan cerita takdirnya seperti yang selama ini dialami oleh para transmigator lainnya memilih untuk menggunakan ingatan dan kemampuannya di dunia modern demi bertahan hidup yang tanpa sadar upaya dan terobosan yang dibuatnya mempengaruhi kehidupan suku rubah dimana ia tinggal,membuat peradaban di suku rubah mengalami kemajuan dan seiring dengan perkembangan sukunya nama Selina pun semakin terkenal dan dianggap sebagai pelopor dan iapun yang semula hanyalah seorang betina lemah dan sakit-sakitan tanpa kemampuan berubah menjadi wanita kuat dan penuh inovasi yang membawa sukunya menjadi besar dan diperhitungkan di dunia Beastman

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

GUA GARAM

Suasana sangat meriah, semua hal baru yang Selina ajarkan dan juga penemuan beberapa sumber makanan baru yang juga Selina keluarkan, membuat semua orang sangat bersemangat.

Beberapa sumber makanan baru sebenarnya mereka sudah tahu sejak lama hanya saja selama ini makanan tersebut tak mereka anggap karena tak tahu cara mengolah dan memasaknya, sehingga begitu mereka tahu, mereka tentu sangat terkejut karena sumber makanan yang selama ini mereka anggap tak bernilai ternyata sangat lezat dan sangat mengenyangkan.

Penemuan ini sangat mengejutkan dan bisa menjadi salah satu sumber makanan yang bisa mereka simpan sebagai perbekalan selama musim dingin tiba nanti.

Melihat potensi besar yang ada dalam diri Selina, Maria pun berencana akan membuatkan makanan baru ini esok lagi dan diantar kepada kedua orang tuanya sekaligus ingin mendiskusikan penemuan besar ini dengan ayahnya.

Jika pengetahuan hebat ini diajarkan di suku maka kehidupan suku rubah akan menjadi lebih baik dari sekarang. Mereka juga bisa menimbun bahan makanan yang Selina temukan sebagai persediaan selama musim dingin agar korban jiwa yang berjatuhan tahun ini bisa sedikit ditekan.

Setelah makan dan minum hingga kenyang, Selina yang mulai mengantuk memutuskan untuk kembali ke rumahnya.

Ketika Selina hendak melangkah untuk pulang agar bisa beristirahat Maria menghentikannya. Ternyata, sebelum suaminya pergi, ia menitipkan obat yang diberikan tabib untuk menguatkan kandungan Selina kepada Maria dan meminta bantuan Maria untuk memastikan Selina meminum obat tersebut.

Maria pun segera memerintahkan suaminya yang ditugaskan untuk merebus obat milik Selina untuk menuang dan memberikannya kepada sahabat barunya itu.

Setelah Selina meminum habis oabtnya, Maria dan salah satu suaminya mengantarkan Selina untuk pulang dan memastikannya tiba di rumah dengan selamat.

Benar-benar perhatian yang tulus, membuat hati Selina merasa hangat karena ini baru pertama kali, setelah ia tiba di dunia beastman, ia mendapatkan perlakuan ramah dan hangat, bagai anggota keluarganya dari Maria dan juga para suaminya, membuatnya merasa ketidaknyamanan tinggal ditempat asing ini untuk sementara waktu menghilang sejenak.

Orang yang sedang hamil memang begitu mudah mengantuk. Begitu kepalanya menyentuh tempat tidur, Selina pun langsung terlelap. Di tengah malam, setengah sadar, ia

merasakan seseorang memeluknya dari belakang, tangannya mengusap lembut

perutnya. Namun Selina yang sudah sangat mengantuk,tak menghiraukan hal itu dan ia kembali tertidur begitu mendapatkan posisi yang nyaman baginya.

.

.

Keesokan harinya, Abraham yang ingin menemui Selina tak mendapati siapapun didalam gua batunya yang sepi segera berbalik arah dan bergegas menuju kediaman adiknya yang berada tak jauh dari rumah Selina.

Ketika baru masuk Abraham bisa mencium aroma lezat yang menyegarkan, membuat langkah kakinya semakin cepat untuk masuk kedalam rumah.

“Kakak!”, pekik Maria terkejut melihat Abraham datang ke rumahnya pagi-pagi sekali.

“Aku ingin menemui Selina untuk meminta maaf dan menjelaskan mengenai perihal daging yang menjadi jatahnya dari suku yang ternyata tak sampai kepadanya”, ucap Abraham dengan wajah gelap.

Melihat perubahan ekspresi diwajah sang kakak, Maria yang merasa jika ada sesuatu yang tak beres pun bertanya, “Sebenarnya apa yang terjadi? Juno adalah pria yang jujur, tidak mungkin ia mencuri daging itu untuk dirinya sendiri kan?”.

Mendengar ucapan adiknya, Abraham hanya bisa menghela nafas berat dan langsung menceritakan semuanya kepada sang adik mengenai pengakuan Juno ketika ia menemuinya tadi pagi.

Mari terbelalak dan marah mendengar cerita Abraham. Ia sangat tahu perempuan seperti apa Maya itu. Bukan hanya tak tahu malu dan pembuat onar, kini ia bahkan mencuri jatah daging yang seharusnya diberikan oleh suku kepada Selina dengan cara menjadikan Juno sebagai suaminya sehingga pria itu bersedia memberikan jatah daging milik Selina kepada Maya

Brak!

“Kita harus melaporkan hal ini kepada ayah dan membuat sidang terbuka agar Maya bisa mendapatkan hukuman yang sudah seharusnya ia dapatkan! Susah banyak orang anggota suku yang dirugikan oleh tingkah lakunya yang semakin hari semakin keterlaluan itu”, teriak Maria penuh kemarahan sambil mengebrak meja dengan kasar.

Yulius, sebagai suami pertama Maria, berusaha meredakan istrinya itu dengan memberikannya segelas air minum untuk meredakan api marah yang menyulut hatinya.

Setelah melihat Maria merasa agak tenang, Yulius segera berbalik ke dapur dan memasukkan daging rebus yang ia masak kedalam wadah batu yang kemarin dibuatnya, dan segera berjalan mengikuti sang istri menuju rumah kepala suku yang juga rumah mertuanya. sementara empat suami Maria yang lain segera pergi melakukan tugas mereka masing-masing. Ada yang berburu dan ada juga yang mendapatkan giliran jaga rumah dan membersihkan tempat tinggal mereka.

Sementara itu Selina yang selama ini menjadi korban perundungan Maya tanpa ia sadari tengah berada di tepi sungai yang ada dibelakang gua batu miliknya dulu,berjalan menyusuri tepi sungai untuk mencari batu garam yang bisa membawa perubahan besar dalam suku rubah.

Cukup lama Selina menyusuri tepi sungai kecil itu hingga ia tiba di posisi yang sedikit jauh dari tempat biasanya ia menangkap ikan untuk dimakan setiap hari, ia melihat sebuah air mancur kecil yang sedikit rendah.

“Jika disini ada air mancur, apakah dibaliknya juga ada sebuah gua”, batin Selina penasaran.

Denga hati-hati,Selina melangkah maju, menembus air mancur kecil tersebut namun apa yang diharapkannya tak sesuai ekspektasinya, membuat Selina sedikit kecewa.

“ Ternyata memang tidak ada. Apa yang aku harapkan, inikan hanya sungai air tawar jadi bagaimana ada garam disini”, guman Selina sambil menertawakan kebodohannya.

Tapi rasa penasaran Selina mengenai batu garam yang ditemukannya ditepi sungai tak juga menghilangkan rasa penasaran dalam hatinya.

Dengan pikirannya, Selina mengeluarkan sebagian batu garam yang ia simpan dalam ruang penyimpanan ajaibnya.

Begitu bongkahan kecil batu garam ada ditangannya, Selina meremasnya dan mulai menjilat sedikit remahan garam yang ada ditelapak tangannya.

Meski rasa garam lebih asin dan tak ada rasa pahit seperti garam milik Maria, tapi Selina menemukan rasa lain didalam garam itu.

Merasa sedikit ragu, Selina pun kembali menjilat butiran garam ditelapak tangannya, ketika menemukan sumber rasa aneh dalam garam, kedua matanya pun berbinar cerah.

“Ada rasa seperti batu kapur. Apakah mungkin disekitar sini ada gua batu garam?”, guman Selina senang ketika memikirkan jika apa yang ia prediksi memang benar ada.

Selinapun kembali ke tempat dimana ia menemukan batu garam dan berusaha menyusuri jejaknya yang ia yakin masih ada disana.

Benar saja, setelah diamati lebih teliti ternyata ada beberapa serpihan batu garam dan ketika Selina mengambil nya dan menjilatinya, rasa asin yang sama membuatnya segera berenang menyeberangi sungai kecil itu, mengikuti jejak batu garam di tepi sungai dari arah yang ada diseberang dimana selama ini Selina menyusurinya.

Setelah lima belas menit berjalan menyusuri tepi sungai, kedua mata Selina berbinar melihat jejak batu garam semakin banyak yang menandakan jika tempat yang di tujuannya semakin dekat.

Memasuki sebuah gua batu yang tak terlalu besar, bau asin sudah tercium dan melihat butiran halus putih yang menempel disepanjang dinding gua batu, kedua matanya berbinar cerah.

"Akhirnya, aku menemukan gua garam! Dengan adanya gua garam ini maka suku rubah tak akan lagi kekurangan garam dan ini juga bisa dijadikan sumber pendapatan suku", ucap Selina penuh kebahagiaan

1
Wapik
mencoba baca dulu ya
Aie Saragih
kk double up ya kk
Aie Saragih
aku selalu Sukak cerita kk ini
gak bertele tele
semangat y kk buat karya bgus bagus nya
Aie Saragih
kk knpa skit sekali kk bab nya 😍
Yuni Anto
🙄😍waah😍up LG donk Thor 💪💪💪💪💖💖 terus ya Thor
Herli Yani
lanjut thor💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!