Rivera Briar Edwina seorang siswa yang mengalami kecelakaan akibat tertabrak mobil dan jiwanya berpindah ke tubuh Aluna Effie Alfred seorang istri yang sangat dibenci oleh suaminya aiden Cristian edgar karena adiknya kecelakaan akibat tertabrak oleh mobil yang ditumpangi aluna. Tidak hanya itu aluna bahkan anak yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari keluarga kandungnya dan menyalahkan aluna yang menyebabkan kecelakaan dan meninggal ibu aluna semenjak ayahnya menikah lagi dan membawa anak tirinya hubungannya dengan keluarga tidak pernah baik. Akankah vera yang menjadi aluna bisa melewatinya, atau memilih untuk menyerah atau akankah aluna akan mencari kasus kecelakaannya?
episode 14
Aluna melihat kearah aiden, respon aiden kini lebih syok, bisa saja aluna pindah haluan, yang membuatnya akan pusing. Aiden menatap tajam aluna mengisyaratkan untuk menolak. Aluna tersenyum seringai hal itu membuat jantung siden dan lucas berdetak kencang, mungkin saja aluna akan mengiyakannya.
"Saya ma..."
"Kamu akan mendapatkan apapun dari saya jika kamu tidak pergi" potong aiden cepat.
"Ma... Sa saya meninggal pekerjaan saya disini pak, mohon maaf pak saya sudah terlanjur cinta saya juga dibawah standar sekertaris yang profesional jadi saya tidak bisa menerima. maaf sekali pak nanti bisa bisa bapak bangkrut jika mempekerjakan saya ini yang masih bu ta BUTA" aluna sampai mengeja buta. ucapan aluna membuat semua orang terpelongo. Lalu mereka melihat kearah aiden malah tersenyum puas
"Jadi kamu tidak mau ikut dengan saya" seru thiago. Aluna menggeleng lalu aluna mendekat kearah thiago
"Bapak tahu kan saya tidak hanya buta pekerjaan tapi saja juga buta jalan, jika tidak saya tidak mungkin nyasar bersama bapak, saya juga mau mengeksplor kota ini dulu jika ada niatan pindah saya akan calling bapak" bisik aluna.
"Baiklah jika itu mau kamu saya tidak akan memaksa" ucap thiago lalu aluna mendekat lagi kearah thiago yang membuat aiden memasang muka datarnya.
"Jadi apakah bisa kita lanjutkan kerja samanya, tuan Thiago! Walaupun saya tidak ikut bapak, bapak tidak mungkin membatalkan kerja samanya bukan, bisa bisa nanti kucing saya tidak makan selama satu bulan karena kurang gajiannya, untuk beli daging wagyu" bisik aluna masih aja ada candaannya.
"Ha... Ha.. Kamu tenang saja, tapi kita mau lihat dulu bagaimana potensi kalian" ucap thiago. Aluna berjalan menarik lucas.
"Mohon bapak, duduk dulu kami akan menjelaskan soal kerja samanya" seru aluna. Thiago dan sang asisten pun duduk.
"Cepetan, GPL" bisik aluna yang membuat lucas mengerutkan keningnya.
"GPL atau GPU? "Tanya lucas. Aluna mengerutkan keningnya
" apa itu GPU? "Bukannya jawab balik tanya.
" lah"jawab lucas.
"Lah" ikutan aluna.
"Lah"seru lucas lagi.
" lah"seru aluna.
"Ehm.. " dapat deheman dari aiden. Lucas langsung mengalihkan pandangannya. Aluna pun kembali ke tempatnya dan lucas mulai persentasenya.
Setelah puas dengan persentase dari lucas mereka pun menanda tangani kerja sama, setelah selesai meraka keluar satu persatu dari ruangan, sesekali thiago melihat kearah aluna yang masih berbicara dengan lucas, Thiago mendekat.
"Aluna, saya permisi dulu" ucap yhiago.
"Oh, apa kamu langsung pulang ke negara mu? " tanya aluna. Thiago mengangguk.
"Hati hati dijalan, kalau ada kesempatan datang ke mari jangan lupakan aluna ini" seru aluna, Thiago terkekeh.
"Tidak bisa melupakan kamu, karena kamu orang pertama yang saya temui mempunyai keunikan tersendiri" seru thiago.
"Jika mau, kau datang lah sesekali kenegara B disana pemandangannya juga tidak kalah sama disini" sambung thiago lagi aluna mengangguk lalu mengangkat jempolnya.
Aluna melambaikan tangan kearah thiago yang keluar dari ruangan lalu aluna duduk kembali bersama lucas, lucas menatap aluna dengan tatapan yang sulit diartikan
"Apa? " tanya aluna.
"Lo, gak suka kan, sama dia lun? " seru lucas,
"Tidak, eh tapi lebih tepatnya belum" seru aluna.
"Lun? " panggil lucas.
"Apa? " tanya aluna, lucas suruh melihat kearah aiden, saat aluna melihat kearah aiden yang menatapnya dengan sengit aluna hanya mengangkat bahunya saja.
"Oh ya pak lengkuas apasih arti dari GPU gak punya uang ya" seru aluna. Lucas memijat keningnya.
"Lucas Luna bukan lengkuas" protes lucas
"Alah apa bedanya sih, yang penting nama juga" ucap aluna santai.
"Beda Luna beda, sangat jauh berbeda lengkuas itu nama taneman sedangkan aku lucas kok kamu samakan sama tanaman lu ca s LUCAS" sahut lucas sampai mengeja namanya sendiri yang membuat aluna terkekeh.
"Baiklah baiklah tuan lucuas" sahut aluna sambil mengejek.
"Lucas" bentak lucas. Langsung dapat gebrakan meja dari aiden, yang membuat aluna dan lucas terkejut.
Brakk..
"Kalian ribut" geram aiden saat melihat kedekatan asistennya dengan istrinya itu.
"Ehm, gue tidak mempermasalahkan soal nama lagi langsung ke intinya saja GPU itu gosok pijat urut" bisik bisik lucas.
"Oh, bapak mau diurut" sontak membuat aiden menggebrak meja lagi
Brakk.. Lalu Aiden melihat kearah lucas.
"Eh, mulut ember bukan gue aduh gimana sih, udalah lupakan apa maksud lo GPL? "Tanya lucas mengalihkan topik
" gak pakek lama"ucap santai aluna, yang membuat lucas melongo salah mengartikan.
Brakk.. Gebrakan meja lagi yang membuat lucas dan aluna terkejut.
"Apasih" sebal aluna. Saat ini yang ada didalam ruangan hanya ada mereka bertiga tidak ada yang lain.
"Oke, karena waktu rapat sudah selesai saya mau istirahat " ucap aluna beranjak dari duduknya, saat aluna ingin pergi dia berbalik kembali. Menarik lucas
"Temani gue makan" sontak membuat aiden dan lucas terkejut, Aiden melirik ke arah lucas.
"Eh, lun kenapa? " tanya lucas.
"Lo tahu, buaya darat dibawah sana, sedang menungguku seperti kelaparan" seru aluna. Yang membuat lucas panik saat aluna menggandeng lengan lucas.
Aiden yang melihat itu langsung menarik aluna.
"Eh, " kaget aluna saat dibawa pergi oleh aiden
Aiden memencet tombol lift, aluna yang berusaha melepaskan cengkraman aiden tapi tidak bisa tenaga aiden besar tidak seperti lucas.
Ting..
Pintu lift terbuka aiden menarik aluna dan mendorong aluna sampai mentok ke tembok dan mengukung aluna
"Aiden mau apa lo? " tanya aluna yang melotot kearah aiden jujur saja jantung deg degkan
"Kenapa lo minta sama lucas, ada gue lo anggap gue apa? " geram aiden. Mendekatkan wajahnya.
"L-lo cuman atasan gue, tidak lebih" ucap aluna yang membuat aiden menjauhkan wajahnya.
"Lo menganggap gue begitu? "
" kenapa, apa lo minta gue harus tidak bertindak lebih sama lo, lo tidak tahu apa yang akan dikatakan orang nanti, lo punya kekasih tapi lo anggap tidak punya istri bahkan satu kantor juga tahu kalau silalu itu kekasih lo, gue cuman tidak mau dibilang perebut kekasih orang "seru aluna. Membuang muka.
" gue tidak pernah bilang kalau lula kekasih gue"ucap Aiden.
"Idih, emang lo lupa kalau lo itu udah mesra mersaan sama lalu, kasih uang jajan gratis tanpa harus jadi budak, kalau bukan kekasih apa namanya! Kumpul kebo, oh atau lo udah satu ranjang dengannya"seru aluna yang membuat aiden kaget dengan perkataan aluna yang terakhir mereka hanya pernah ciuman sekilas saja.
Pletak.. Aiden menyentil dahi aluna dengan keras.