NovelToon NovelToon
PARTNER OF JUSTICE

PARTNER OF JUSTICE

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying di Tempat Kerja / Pemain Terhebat / TKP / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat
Popularitas:92
Nilai: 5
Nama Author: Eun_Byeol

Di Daejeon, dua polisi dengan masa lalu rumit dipertemukan kembali sebagai partner kerja. Kim Da Eun yang dingin dan tegas harus bekerja sama dengan Lee Hyejin yang ceroboh namun cerdas.

Di tengah hubungan mereka yang penuh pertengkaran dan rahasia masa lalu, muncul kasus pembunuhan berantai misterius dengan jejak sepatu pendaki bertanda api sebagai petunjuk utama. Saat penyelidikan semakin berbahaya, keduanya mulai kembali dekat dan menyadari bahwa perasaan lama belum benar-benar hilang.

PARTNER OF JUSTICE adalah novel kriminal romantis tentang misteri, kepercayaan, dan dua polisi yang harus menghadapi penjahat sekaligus perasaan mereka sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eun_Byeol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

APAKAH INI SEMUA ULAHNYA?

Hyejin dan Da Eun yang baru sampai di kantor langsung pergi ke TKP untuk melihat bagaimana motif pembunuhan nya kali ini, dan apakah sama dengan yang baru-baru ini terjadi?.

Mereka menuju ke pegunungan gyejok dengan cepat untuk memastikan kasus yang kemarin dan sekarang apakah ada hubungannya.

Sesampai di TKP mereka melihat banyak petugas yang menghalangi media untuk memotret korban. Wakil kepala Nam dengan petugas Park dan petugas Choi langsung memasuki TKP dan memeriksa korban tersebut sedangkan Hyejin dan Da Eun berada di depan TKP untuk mencari apakah ada sebuah petunjuk yang mengarah pada kasus pembunuhan ini.

"Kya Lee Hyejin mari kita masuk saja ke TKP sana, mungkin saja kita akan menemukan sesuatu di sana.." ajak Da Eun pada Hyejin.

Hyejin tidak menjawabnya dan hanya langsung mengikuti Kim Da Eun dari belakang nya.

"Halo perkenalkan saya kepala Kim Da Eun dari kepolisian Daejeon, disini saya dengan para rekan saya akan membantu selama penyelidikan berlangsung."ucap Da Eun pada kepala tim Bae Seong-ho

"Ah ya saya kepala Bae Seong-ho dari kepolisian Yuseong. Senang bekerja sama dengan anda dan rekan anda.." ucap kepala tim Bae Seong-ho dari kepolisian Yuseong.

"Permisi pak kepala saya kapten Lee Hyejin dari kepolisian Daejeon.. apakah boleh saya menanyakan sesuatu kepada anda?" Hyejin berusaha bertanya padanya.

"Ah ya tentu saja.. silahkan bertanya!" Kepala Bae Seong-ho mempersilahkan Hyejin untuk bertanya.

"Ya.. bagaimana anda tahu jika ada korban di sini? Apakah ada seseorang yang menelpon kantor kepolisian anda?" Hyejin mulai curiga karena jarang ada orang yang datang kesini saat musim panas.

"Ya benar.. kami menerima telepon bahwa seseorang telah menemukan mayat tersebut tetapi ia tidak bisa kami mintai keterangan karena setelah melihat mayat ini ia langsung kabur ke bawah dan menelpon kami lalu dia tidak ingin untuk kembali lagi ke daerah ini. Dan sekarang dia sangat sulit dihubungi kembali." Jelas kepala Bae Seong-ho.

"Begitu.." Hyejin hanya mengatakan hal tersebut lalu terdiam memikirkan sesuatu enta apakah itu.

"Apakah ada cctv yang berfungsi di daerah sini?" Da Eun tiba-tiba bertanya tentang cctv.

"Ya ada satu.." ucap kepala tim Bae Seong-ho.

"Dimanakah itu?"Da Eun langsung tersentak.

"Mari saya tunjukkan…" ucap kepala tim Bae Seong-ho.

Mereka menuju ke bawah gunung untuk mengecek apakah benar ada cctv atau tidak karena pada saat pembunuhan kemarin tidak ada cctv yang berfungsi sama sekali.

"Itu dia" kepala tim Bae menunjuk cctv itu.

"Kya kapten Lee dimana yang lainnya?wakil kepala Nam ataupun para petugas lainnya?" Da Eun bertanya kepada Hyejin kemana mereka bertiga.

"Saya akan menghubungi mereka.." Hyejin mencoba menghubungi mereka bertiga.

Setelah beberapa menit mereka bertiga tiba di tempat dimana ditemukannya sebuah cctv yang berfungsi.

"Kya petugas Park dan petugas Choi cepat kalian cek rekaman cctv ini dan jika sudah selesai amankan bukti tersebut!" Da Eun memerintahkan mereka berdua untuk pergi mengecek cctv tersebut.

"Ya akan kami laksanakan.." ucap petugas Choi yang bergegas pergi bersama petugas Park.

"Untuk kalian berdua cepat cari apakah ada hal yang mencurigakan di sekitar mayat korban!" Da Eun menyuruh Hyejin dan Wakil kepala Nam untuk mengecek kondisi sekitar korban.

Akhirnya mereka berdua menelusuri TKP pembunuhan itu dengan teliti agar dapat menemukan sebuah bukti walau itu hanya sekedar jejak sepatu seperti sebelumnya atau hal lain.

Semua petugas dari kepolisian Yuseong dan Daejeon berkerja sama dalam mencari bukti yang ditinggal oleh pelaku.

Da Eun yang ikut mencari bukti itu, berharap menemukan sesuatu yang mengarah kepada pelaku.

"Aishh kenapa tidak ada bukti sama sekali?" Da Eun menggerutu.

"Apakah dia tahu jika para polisi mencari tahu tentang identitas nya sehingga dia tidak meninggalkan bukti sama sekali?" Da Eun bertanya kepada dirinya sendiri.

"Oh bukankah ini sebuah jejak sepatu?" Wakil kepala Nam menemukan sebuah jejak sepatu pendaki yang ditutupi oleh tumpukan daun. Tetapi,

"Dimana jejak itu berada?" Da Eun langsung menuju ke arah wakil kepala Nam.

Wakil kepala Nam hanya menunjuk letak jejak tersebut pada Da Eun.

"Kya ambilkan aku kamera untuk memotret nya!" Perintah Kim Da Eun.

Salah satu petugas memberikan kamera pada Da Eun.

"Kapten Lee kemari lah!" Da Eun memanggil Hyejin entah untuk apa karena tidak ada yang tahu.

"Ya.." Hyejin menghampiri nya.

"Menurutmu apakah tanda ini?" Kecuali jejak sepatu ada juga suatu tanda yang mungkin sengaja ditinggalkan oleh pelaku sebagai tanda tangannya.

"Ohh tunggu.. bukankah ini tanda api? Sama dengan tanda di sepatu pelaku pembunuhan pegunungan Gunpo.." Hyejin melihat dengan seksama dan ternyata memang benar itu adalah tanda api yang dibuat oleh pelakunya.

"Kau benar.. tapi mengapa baru kali ini dia membuat tanda ini di TKP pembunuhan?" Da Eun menatap Hyejin dengan bertanya-tanya.

"Anda benar… kenapa kira-kira? " Hyejin mulai bertanya-tanya.

"Cukup.. biar nanti kita cari tahu dan segera suruh pihak forensik untuk memotret nya dan suruh menguji sampel darah yang digunakan pelaku untuk menggambar tanda api ini." Da Eun berusaha berhenti menebak-nebak karena belum melihat video orang yang menelpon kantor kepolisian Yuseong.

"Ya saya akan menyuruh mereka.. tapi sunbae saya akan kembali ke kantor agak telat nantinya.." ucap Hyejin untuk meminta izin kepada Da Eun.

"Engg? Mau kemana kamu?" Da Eun penasaran kemana Hyejin akan pergi.

"Saya akan ikut ke rumah BFN untuk melihat proses otopsi mayat korban." Jelas Hyejin.

"Ha? Ikut kesana? Sendirian?" Da Eun tidak percaya jika Hyejin akan pergi ke BFN.

"Tidak saya akan pergi bersama rekan saya Hyun Woo.. Lim Hyun Woo " ucapnya.

"Kalau begitu aku ikut denganmu…" Da Eun berpikiran untuk ikut dengan Hyejin jika Hyejin bersama Hyun Woo.

"Tiba-tiba?" Hyejin kebingungan.

"Engg.. aku juga akan memberitahu Dae Hyun juga untuk ikut jadi kita pergi bersama-sama." Da Eun berencana mengajak Dae Hyun untuk pergi.

Setelah semua selesai di TKP, para petugas dari kepolisian Yuseong berpamitan dengan petugas kepolisian Daejeon.

"Kepala Kim terimakasih atas kerja keras anda dan para rekan anda.. jika tidak ada kalian semua mungkin kita tidak akan tahu jika ada jejak yang tertinggal di dekat korban yang di tutupi oleh tumpukan daun." Ucap kepala tim Bae Seong-ho.

"Ah tidak itu juga berkat kerjasama kita juga.." ucap Da Eun dengan tersenyum.

"Kalau begitu kami pamit.. ah benar kapten Lee terimakasih.." ucapnya pada Hyejin.

Hyejin hanya mengangguk kan kepalanya tanda mengiyakan ucapannya.

"Untuk apa?" Da Eun bertanya.

"Untuk saya yang memberikan gambaran bahwa pelaku memakai sepatu pendaki gunung yang memiliki ukuran 295 cm dengan tanda api di kedua sisi nya."ucap Hyejin dengan santai nya.

"Ah gitu.. tetapi hanya itu bukan?" Da Eun khawatir jika informasi yang ia dapat bocor ke kantor kepolisian lainnya.

"Ya hanya itu." Hyejin berjalan mendahuluinya.

"Ayo naik ke mobilku kita pergi kesana berdua dan menunggu rekan kita di sana saja.." ucap Da Eun yang menarik lengan Hyejin.

"Oke.." Hyejin menjawab dengan singkat.

Mereka menuju ke BFN untuk melihat proses otopsi mayat secara langsung.

Sesampai di BFN Hyejin mendapati Hyun Woo sudah menunggu di depan pintu masuk BFN.

"Oh Hyun Woo-ah.." Hyejin memanggil Hyun Woo.

Da Eun celingak-celinguk mencari Dae Hyun dan akhirnya menemukan nya di seberang jalan.

"Kya kenapa kau baru sampai?" Da Eun meneriaki Dae Hyun.

"Ah ya maafkan saya Sunbae karena saya tadi ada urusan sebentar." Dae Hyun meminta maaf pada Da Eun.

"Oh benar kalian belum pernah bertemu bukan? Perkenalkan dia adalah rekan nya Hyejin Lim Hyun Woo.." Da Eun memperkenalkan Hyun Woo pada Dae Hyun.

"Ah ya halo saya Kang Dae Hyun rekan sekaligus junior dari kepala Kim Da Eun." Dae Hyun menyapa Hyun Woo. Sedangkan Hyun Woo hanya membalasnya dengan membungkuk 45 derajat.

"Oke karena sudah berkumpul mari kita masuk kedalam.." ucap Hyejin pada semuanya.

Semua langsung mengikuti Hyejin untuk masuk kedalam BFN.

"Halo perkenalkan saya kapten Lee Hyejin dari Badan kepolisian Daejeon saya sudah membuat janji dengan dokter Yun Ji Yoon, apakah dia bisa keluar sebentar?" Hyejin bertanya pada salah satu petugas forensik yang ada di sana.

"Ah ya saya akan memanggilnya.." ucap petugas itu dengan senyuman manis.

"Oh Hyejin-ah kau sudah sampai? Kenapa tidak menelpon?" Dokter Yun Ji Yoon tiba-tiba di belakangnya.

"Ah dokter Yun bagaimana apakah aku bisa melihat proses otopsi tersebut?" Hyejin bertanya tentang otopsi nya.

"Tentu saja.. tapi apakah mereka bertiga ikut?" Tanya dokter Yun yang melirik mereka bertiga.

"Ya.. mereka ikut.. apakah tidak boleh?" Hyejin penasaran.

"Ah tentu boleh untuk saudara ku yang cantik pasti akan ku perbolehkan.." ucapannya sambil tersenyum.

Mereka telah memasuki tempat pengawasan dimana dapat menyaksikan proses otopsi tersebut.

"Ya.. mari kita lakukan." Ucap dokter Yun.

"Sekarang tepat pukul 2 siang kita melakukan otopsi pada korban pembunuhan di pegunungan gyejok." Dokter Yun mulai membelek dada sampai keperut mayat perempuan tersebut dan mulai mengeluarkan organ nya satu persatu untuk di periksa.

"Ya paru-paru ini terlihat masih bernafas saat pelaku menikam wanita ini tetapi karena bekas tikamannya yang banyak wanita ini terengah-engah sehingga menyebabkan paru-paru nya agak mengempis. Nah, untuk lambung, mari kita lihat. Ambilkan aku scalpel, mari kita lihat apakah ada kandungan tertentu di dalam lambungnya, oh bukankah ini…" ucapan dokter Yun terpotong karena Hyejin tiba-tiba bertanya padanya.

"Kenapa? Apakah ada yang salah?" Hyejin menjadi tidak sabaran.

"Ini adalah…"ucapan dokter Yun terpotong..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!