NovelToon NovelToon
10 Cara Melihat Hantu

10 Cara Melihat Hantu

Status: tamat
Genre:Horor / Misteri / Hantu / Tamat
Popularitas:757
Nilai: 5
Nama Author: Ilza_

10 Cara Melihat Hantu adalah kisah misteri yang menggabungkan rasa penasaran manusia terhadap dunia gaib dengan konsekuensi menakutkan yang tak terduga. Cerita ini berpusat pada seorang remaja bernama Alin yang menemukan sebuah buku tua berdebu berjudul sama—10 Cara Melihat Hantu—di sudut perpustakaan yang hampir terlupakan.
Awalnya, buku itu tampak seperti panduan biasa yang berisi sepuluh metode berbeda untuk membuka “mata batin” dan melihat makhluk tak kasatmata. Mulai dari ritual sederhana seperti menatap cermin di tengah malam, hingga cara yang lebih ekstrem seperti mengunjungi tempat angker seorang diri. Didorong oleh rasa ingin tahu, Alin mencoba satu per satu cara tersebut, tanpa menyadari bahwa setiap langkah yang ia ambil semakin menarik dirinya lebih dalam ke dunia yang seharusnya tidak ia sentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilza_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14: Yang Membaca Setelahmu

Seminggu berlalu.

Dan untuk pertama kalinya sejak semua itu terjadi… hidup

Raka kembali terasa normal.

Tidak ada bayangan bergerak sendiri. Tidak ada pantulan yang terlambat. Tidak ada suara yang berbisik di sudut pikirannya.

Ia kembali ke sekolah. Kembali tertawa bersama teman-temannya. Bahkan mulai bisa tidur tanpa rasa takut.

Seolah semua yang terjadi… hanyalah mimpi panjang.

Namun jauh di dalam dirinya—

Ia tahu itu bukan mimpi.

Dan ia juga tahu… sesuatu tidak benar-benar hilang.

Hanya… menjauh.

Hari itu, Raka duduk di kelas, menatap kosong ke papan tulis.

Guru sedang menjelaskan sesuatu, tapi pikirannya melayang.

Bukan ke masa lalu.

Tapi ke satu pertanyaan yang belum sempat ia jawab.

Tentang Sinta.

Tentang semua orang yang “gagal”.

Apakah mereka benar-benar hilang?

Atau… hanya berpindah?

“Raka!”

Suara temannya membuyarkan lamunannya.

“Eh… iya?” jawabnya.

“Dari tadi kamu bengong.

Nggak dengerin ya?”

Raka tersenyum kecil.

“Iya, maaf.”

Temannya menggeleng sambil tertawa.

Namun saat Raka kembali menatap papan—

Ia melihat sesuatu.

Tulisan di papan itu…

Berubah.

Hanya sekejap.

Sangat cepat.

Namun ia yakin.

Tulisan itu bukan lagi pelajaran.

Melainkan satu kalimat—

“Kau masih melihat.”

Raka langsung menoleh.

Jantungnya berdetak lebih cepat.

Namun saat ia melihat lagi—

Tulisan itu sudah kembali normal.

Ia menelan ludah.

“Tidak…” gumamnya.

“Aku sudah berhenti…”

Ia menunduk.

Mengatur napas.

Mungkin itu hanya bayangan.

Hanya sisa dari ketakutan lama.

Ia mencoba meyakinkan dirinya sendiri.

Dan untuk sisa hari itu—

Tidak ada hal aneh yang terjadi.

Namun semuanya berubah…

Saat ia pulang.

Di depan rumahnya—

Ada sebuah kotak kecil.

Terletak tepat di depan pintu.

Raka berhenti.

Mengernyit.

Kotak itu dibungkus kertas cokelat, tanpa nama pengirim.

Hanya ada satu tulisan di atasnya:

Untukmu yang pernah membuka.

Raka merasa jantungnya berhenti sesaat.

Perlahan, ia mengambil kotak itu.

Ringan.

Terlalu ringan.

Ia masuk ke dalam rumah.

Menaruh kotak itu di meja.

Menatapnya lama.

Jarinya gemetar.

“Ini… tidak mungkin…” bisiknya.

Namun ia tahu—

Tidak ada yang mustahil lagi.

Dengan hati-hati, ia membuka bungkusnya.

Di dalamnya—

Ada sebuah buku.

Raka langsung mundur selangkah.

Buku itu…

Persis seperti yang ia miliki sebelumnya.

Sampul tua.

Kertas kusam.

Dan tanpa judul.

“Tidak…” katanya pelan.

Ia tidak menyentuhnya.

Tidak langsung.

Namun buku itu… terbuka sendiri.

Halamannya bergerak perlahan.

Berhenti di satu halaman.

Dan tulisan muncul.

“Bukan untukmu lagi.”

Raka membeku.

Tulisan itu berlanjut.

“Kau sudah memilih.”

Napasnya terasa berat.

“Lalu… kenapa ini ada di sini…?”

Seolah menjawab—

Tulisan berikutnya muncul.

“Karena selalu ada yang berikutnya.”

Raka terdiam.

Ia menatap buku itu.

Lama.

Pikirannya mulai memahami sesuatu yang lebih besar.

Ini bukan sekadar pengalaman pribadi.

Ini bukan hanya tentang dirinya.

Ini… pola.

Siklus.

Seseorang menemukan.

Seseorang mencoba.

Seseorang gagal… atau berhasil.

Lalu buku itu berpindah.

“Jadi…” katanya pelan.

“Aku cuma… bagian dari itu semua.”

Sunyi.

Namun kali ini—

Ia tidak merasa takut.

Hanya… mengerti.

Raka mendekat.

Menatap buku itu.

“Siapa sekarang…?” bisiknya.

Tidak ada jawaban.

Namun tiba-tiba—

Ponselnya bergetar.

Pesan masuk.

Nomor tidak dikenal.

Raka menatap layar itu.

Perasaan lama kembali.

Namun berbeda.

Ia membuka pesan itu.

Isinya singkat.

“Kamu tahu buku ini?”

Raka menutup mata sejenak.

Menarik napas panjang.

Lalu membuka kembali.

Ia menatap buku di meja.

Kemudian ke layar ponselnya.

Dua pilihan.

Mengabaikan.

Atau menjawab.

Ia teringat dirinya dulu.

Penasaran.

Takut.

Sendirian.

Dan tanpa sadar—

Ia mulai mengetik.

“Iya. Aku tahu.”

Beberapa detik kemudian, balasan datang.

“Aku menemukan sesuatu… aneh.”

Raka tersenyum tipis.

Bukan senyum takut.

Bukan panik.

Tapi… pengertian.

Ia duduk di kursi.

Menatap buku itu sekali lagi.

“Sekarang… giliranku?” gumamnya.

Ia mengetik lagi.

“Jangan lakukan semuanya.”

Balasan datang cepat.

“Maksudnya?”

Raka terdiam sejenak.

Mencari kata yang tepat.

Namun ia tahu—

Tidak ada cara mudah untuk menjelaskan.

Akhirnya, ia mengetik:

“Kalau kamu bisa… berhenti sebelum terlambat.”

Tiga titik muncul di layar.

Menandakan orang itu sedang mengetik.

Raka menunggu.

Namun kali ini—

Ia tidak merasa cemas.

Hanya… siap.

Apa pun yang terjadi.

Karena ia tahu satu hal—

Pintu itu mungkin sudah tertutup untuknya.

Namun dunia di baliknya…

Masih ada.

Dan akan selalu ada.

Buku di meja itu perlahan menutup sendiri.

Sunyi kembali memenuhi ruangan.

Namun di dalam halaman terakhir—

Satu kalimat baru muncul.

“Setiap akhir… adalah awal bagi yang lain.”

Dan di tempat lain—

Seseorang sedang membuka halaman pertama.

Dengan rasa penasaran yang sama.

Tanpa tahu—

Apa yang sedang menunggunya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!