NovelToon NovelToon
Dua Wajah Cinta

Dua Wajah Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Poligami / Pelakor
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Lima tahun menikah, Stella merasa hidupnya sempurna bersama Abbas, suami yang penyayang. Kehadiran Annisa—yang diperkenalkan Abbas sebagai adik sepupu yatim piatu—bahkan disambut Stella dengan tangan terbuka layaknya adik kandung sendiri.
​Namun, fatamorgana itu hancur saat Stella menemukan slip reservasi hotel di saku jas Abbas. Bukan sekadar perjalanan bisnis, slip itu mencantumkan paket Honeymoon Suite untuk Mr. Abbas & Mrs. Annisa.
​Kebenaran pahit terungkap: adik sepupu yang datang ternyata adalah istri siri suaminya selama setahun terakhir. Terjebak dalam pengkhianatan di bawah atap yang sama, Stella harus memilih: bertahan demi janji suci yang telah ternoda, atau pergi demi harga diri saat Annisa mulai menuntut pengakuan sah sebagai istri kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

...Setelah kondisinya dinyatakan cukup stabil oleh tim dokter, Stella akhirnya dipindahkan dari ruang ICU yang dingin....

...Dengan pengawalan ketat dari anak buah Papanya, dilakukan pemindahan Stella ke ruang perawatan VVIP yang jauh lebih nyaman dan privat....

...Ruangan itu luas, dipenuhi karangan bunga, namun suasana tetap terasa sunyi karena luka di hati Stella masih menganga....

...Di atas ranjang yang empuk, Stella bersandar pada tumpukan bantal....

...Matanya menatap kosong ke arah jendela besar yang menampilkan pemandangan kota....

...Papa duduk setia di sampingnya, mengupas buah dengan gerakan pelan, mencoba mengalihkan duka putrinya....

..."Pa..." suara Stella memecah keheningan, terdengar parau dan penuh luka....

...Papa meletakkan pisau buahnya, memberikan perhatian penuh....

..."Iya, Sayang? Apa ada yang sakit?"...

...Stella menggeleng perlahan, air mata kembali menggenang di pelupuk matanya....

..."Dia mengatakan kalau aku selalu merendahkannya, Pa. Padahal aku rela tidak bekerja untuk melayaninya," ucap Stella dengan suara yang bergetar hebat....

...Ia menarik napas panjang, mencoba meredam sesak yang kembali menghimpit....

..."Selama ini aku menutup mata dari banyak hal. Aku rela menanggalkan gelarku, meninggalkan semua kesempatan yang Papa berikan, hanya agar dia tidak merasa rendah diri sebagai suami. Aku hanya ingin menjadi istri yang baik untuknya."...

...Stella menunduk, melihat jemarinya yang kini terasa sangat kurus....

..."Tapi ternyata, semua pengorbananku justru dianggap sebagai hinaan baginya. Dia menggunakan kekayaanku sebagai alasan untuk berkhianat, seolah-olah aku yang bersalah karena memiliki segalanya."...

...Papa mengepalkan tangannya kuat-kuat di bawah meja, namun wajahnya tetap berusaha tenang di depan putrinya. Ia mengelus lembut rambut Stella....

..."Bukan kamu yang merendahkannya, Stella. Tapi dia yang memang rendah," ucap Papa dengan nada dingin dan tegas....

..."Laki-laki sejati akan merasa bangga melihat istrinya hebat, bukan justru merasa kerdil dan mencari pelarian. Kamu tidak pernah salah karena menjadi berdaya. Kesalahannya adalah dia terlalu pengecut untuk mengimbangi langkahmu."...

...Papa menatap mata Stella, menanamkan keyakinan baru....

..."Mulai sekarang, jangan pernah lagi kamu merendahkan dirimu demi siapa pun. Kamu adalah putri Papa, dan sudah saatnya dunia—termasuk bajingan itu—melihat siapa kamu sebenarnya."...

...Mendengar kata-kata Papanya, Stella menghapus air matanya dengan kasar....

...Rasa sakit itu kini mulai bermetamorfosis menjadi kekuatan....

...Ia tahu, pengorbanannya selama ini sia-sia, dan ia tidak akan membiarkan sepeser pun dari jerih payah keluarganya dinikmati lagi oleh parasit bernama Abbas....

...Cahaya matahari siang masuk menembus jendela besar ruang VVIP, memberikan sedikit kehangatan di tengah aroma obat-obatan yang mulai memudar....

...Pintu kamar terbuka perlahan, menampakkan dua wajah yang selalu berhasil membuat Stella tersenyum meski dalam keadaan tersulit sekalipun....

...Siang itu, si kembar masuk membawa pizza kesukaan kakaknya....

...Aroma roti panggang dan keju yang gurih seketika memenuhi ruangan, mengalahkan bau antiseptik yang membosankan....

...Axel dan Alexander mencoba mencairkan suasana dengan candaan ringan, berusaha mengembalikan binar di mata sang kakak....

...Di tengah suasana santai itu, ponsel Papa bergetar....

...Sebuah panggilan dari Vira, asisten kepercayaan Papa, muncul di layar....

...Papa segera mengangkatnya dan memasang mode pengeras suara agar semua bisa mendengar....

...Vira menghubungi Papa dan mengatakan Abbas dan Annisa baru saja tiba di perusahaan seolah-olah tidak terjadi apa-apa....

..."Mereka bahkan masuk ke ruangan direksi dengan wajah tanpa dosa, seolah-olah Mas Abbas masih memegang kendali penuh di sini."...

...Mendengar hal itu, Alexander hampir saja membanting kotak pizza yang dipegangnya, namun Stella dengan cepat mengangkat tangan, memberi isyarat agar adiknya tetap tenang. Sorot matanya kini tampak berbeda—ada ketenangan yang mematikan di sana....

..."Biarkan saja dulu, Pa," ucap Stella dengan suara yang sudah jauh lebih stabil....

..."Aku akan memberikan kejutan saat aku keluar dari rumah sakit nanti."...

...Stella menyandarkan punggungnya di bantal, sebuah seringai tipis muncul di sudut bibirnya....

..."Biarkan mereka merasa di atas angin untuk sementara. Biarkan mereka merasa sudah memenangkan permainan ini. Aku ingin mereka jatuh dari tempat yang paling tinggi."...

...Papa menganggukkan kepalanya, merasa bangga melihat kekuatan mental putrinya telah kembali....

...Ia tidak lagi melihat Stella yang rapuh, melainkan sosok wanita tangguh yang siap mengambil kembali takhtanya....

...Tanpa banyak bicara, Papa menyuapi pizza ke Stella, sepotong demi sepotong dengan penuh kasih sayang....

...Stella mengunyah makanannya dengan tenang, seolah setiap gigitan adalah pengumpul energi untuk badai besar yang akan ia kirimkan ke perusahaan Papanya dalam waktu dekat....

...Abbas dan Annisa tidak tahu, bahwa setiap detik yang mereka habiskan di kantor itu hanyalah waktu pinjaman sebelum kehancuran total menjemput mereka....

...Di gedung pencakar langit milik keluarga Stella, suasana lantai eksekutif mendadak berubah tegang....

...Di dalam ruangan direksi yang luas dan elegan, Abbas duduk di kursi kebesaran dengan kaki yang bertumpu di atas meja, seolah-olah ia sudah menjadi pemilik mutlak seluruh aset tersebut....

...Annisa berdiri di sampingnya, mengamati ruangan itu dengan mata lapar akan kekuasaan....

...Di sisi lain, di mana Abbas memanggil Vira untuk memindahkan Annisa menjadikannya sekretaris pribadinya, suasana langsung memanas....

...Vira, asisten kepercayaan keluarga sekaligus manager Stella yang sudah bertahun-tahun mengabdi, berdiri tegap dengan raut wajah yang sulit dibaca....

..."Mulai hari ini, Annisa adalah sekretaris pribadiku. Urus semua perpindahan administrasinya sekarang juga," perintah Abbas dengan nada sombong, tanpa menatap Vira sedikit pun....

...Vira terdiam sejenak, lalu menjawab dengan suara yang tenang namun tegas....

..."Tapi Pak, Ibu Stella masih belum memberikan arahan terkait pergantian posisi sekretaris. Secara prosedural, semua keputusan strategis harus melalui persetujuan beliau sebagai pemegang saham utama."...

...Mendengar nama Stella, amarah Abbas meledak. Ia menggebrak meja dengan keras hingga membuat Annisa sedikit tersentak....

..."Stella hanya ibu rumah tangga! Aku suaminya, dan aku yang berkuasa di sini sekarang!" teriaknya penuh emosi....

..."Kamu saya pecat!! Keluar sekarang juga dari kantor ini!"...

...Vira tidak menunjukkan ketakutan sedikit pun. Dengan gerakan yang sangat tenang, Vira meletakkan kalung identitasnya ke meja Abbas....

...Ia menatap Abbas dengan tatapan yang seolah meremehkan pria itu, lalu setelah itu ia keluar dari ruangan Abbas tanpa mengucapkan sepatah kata pun....

...Langkah kaki Vira terdengar mantap di lorong kantor....

...Begitu ia sampai di area parkir yang sepi, ia segera masuk ke dalam mobilnya dan mengambil ponsel....

...Tangannya yang tenang kini bergerak cepat menekan nomor seseorang....

...Vira menghubungi Stella dan sudah melakukan aktingnya....

..."Halo, Bu Stella? Umpannya sudah dimakan," ucap Vira dengan nada bicara yang berubah drastis, kini penuh rasa hormat dan kesetiaan....

..."Abbas baru saja memecat saya di depan Annisa. Sesuai rencana kita, dia sekarang merasa benar-benar memegang kendali. Semua berkas penting sudah saya amankan ke server pribadi Bapak sebelum saya keluar."...

...Di seberang telepon, di ruang perawatan VVIP, Stella mendengarkan laporan itu sambil menyesap air putihnya perlahan. Sebuah senyum dingin terukir di wajahnya yang masih sedikit pucat....

..."Kerja bagus, Vira. Biarkan dia menikmati kursinya untuk sementara waktu," balas Stella dengan suara yang tenang namun mematikan....

..."Setelah ini, pastikan semua vendor tahu bahwa setiap dokumen yang ditandatangani Abbas mulai hari ini adalah ilegal. Kita akan membuat istana pasirnya runtuh dalam satu malam."...

...Vira menutup teleponnya, menatap gedung kantor itu sekali lagi....

...Di dalam sana, Abbas dan Annisa mungkin sedang merayakan "kemenangan" mereka dengan tawa, tanpa menyadari bahwa mereka baru saja berjalan masuk ke dalam lubang yang mereka gali sendiri....

1
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo aku mampir kak👋
my name is pho: terima kasih kak
total 1 replies
cinta semu
beruntung Stella punya teman yg cerdas ...😎
cinta semu
smg aja Stella instingnya tajam ...
tiara
wah wah ternyata sudah setahun toh mereka menikah siri,tunggu saja kalau stella tau rasain kalian
tiara
wah ga beres Si Abbas nih, sepertinya, ga tau diri tuh orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!