NovelToon NovelToon
Gadis Hina

Gadis Hina

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:537
Nilai: 5
Nama Author: KheyraPutri

Reina Wulandari,seorang gadis yang terpaksa harus menjual dirinya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan sang nenek. Dia anak yang pintar namun sayang kepintarannya tidak dia manfaatkan dengan baik dan justru harus terjerumus ke dalam hal yang tidak seharusnya dia lakukan. Bagaimana kisahnya mari ikuti ceritanya.
( Hanya cerita fiktif belaka jadi tolong jangan hina karyaku ya 🙏 tolong komentar dengan bijak dan ambil hal yang baik saja ).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KheyraPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Undangan

" Brisik !! bisa diem nggak ?? nggak usah nangis. nikmati aja" Yoga membentak Reina.

Reina pun langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Karena takut yoga akan lebih kasar lagi memperlakukannya.

Tubuhnya bergetar hebat. Dia langsung meringkuk karena tubuhnya terasa sangat sakit.

" Ni bayaran kamu." Ucap yoga sambil melemparkan uang ke atas ranjang.

Reina meringkuk sambil menangis meratapi nasibnya yang seperti seekor hewan,di perlakukan sesukanya,ya meskipun memang sudah menjadi konsekuensinya,namun hanya Yoga yang selalu kasar.Dia malah suka jika melihat Reina menangis dan kesakitan. Entah dia memiliki kelainan atau bagaimana Reina juga tidak tau.

Perlahan Reina bangun dari tempat tidur dan memunguti bajunya lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Yoga telah pergi entah kemana setelah melempar uang tadi.

Selesai membersihkan dirinya Reina pun menyisir rambutnya lalu memakai lipglos kembali dan memungut uang di ranjang lalu keluar dari kamar hotel itu.

Saat menuju parkiran Reina berpapasan dengan Bramasta yang ingin menemui client nya di hotel itu juga.

" Lo Reina, Reina kan ?" Panggil Bramasta.

Reina pun menoleh saat ada yang memanggilnya." iya kak." Saat Reina menoleh dia pun terkejut karena Bramasta yang memanggilnya.

" Kamu ngapain di sini ?" Tanya Bramasta mendekati Reina.

" Aku abis...abis ketemu sama temenku yang lagi kerja di sini kak" Jawab Reina bingung dan berbohong.

" Ow... Kamu mau pulang ?" Tanya Bramasta yang memperhatikan rambut Reina yang basah.

" Iya kak...aku duluan ya kak." Ucap Reina yang buru-buru pergi karena Bramasta yang terus memperhatikannya dengan intens.

" Reina seben-" Bramasta tidak jadi meneruskan perkataannya karena Reina sudah jauh.

" Sepertinya dia menyembunyikan sesuatu,apa dia bertemu laki-laki lagi." Gumam Bramasta yang masih diam di tempat." ahhh sudahlah." Memilih pergi setelah tersadar kalau dia sudah di tunggu client nya.

***

Di sisi lain Reina yang sudah meninggalkan hotel itu pun dia melajukan motornya dengan pelan karena dia dengan menangis. Ia menuju ke tempat yang sepi menuju ke taman pinggir kota. Setelah sampai reina langsung turun dan menuju ke tepi danau.

Dia berjongkok dan menangis sesenggukan. Haruskah hidupnya terus seperti ini,apa lebih baik dia mengakhiri dan berhenti sekolah agar bisa bekerja yang halal dari pada harus seperti ini.

Reina terus menangis sampai kurang lebih 30 menit,setelah agak lega dia pun menghapus air matanya dan kembali ke motornya untuk pulang. Seperti itu setiap kali Reina habis melakukan perbuatan dosa dia akan menangis mengeluarkan kepedihannya.

***

Di sisi lain Rita yang baru pulih dari sakitnya pun sekarang sudah mulai beraktivitas lagi seperti biasanya. Hanya saja belum melakukan aktivitas berat seperti memasak. Rita hanya menata dan memetik bunga di halaman belakang rumah.

" Nyonya makan siang dulu waktunya minum obat." Bi Inah yang datang dari dapur mengingatkan majikannya.

" Iya bi sebentar lagi ya,nanggung ni." Jawab Rita dengan lembut.

" Biar saya saja nyah yang nerusin." Ucap bi Inah yang menghampiri dan meminta keranjang bunga yang di pegang Rita.

" Huh bibi ni lama-lama cerewet ya." Ucap Rita dengan bergurau.

" Saya khawatir nyonya sakit lagi nanti." Ucap bi Inah menunduk takut nyonyanya marah.

" Iya-iya bi saya ngerti kok. Ya udah aku masuk dulu ya,nanti taruh di ruang tamu biar aku aja yang menatanya bik" Ucap Rita.

" Iya nyah siap." Ucap bi Inah hormat.

Rita pun menabok pundak bi Inah sambil tersenyum dan berlalu masuk ke rumah.

Lagi-lagi saat sampai di meja makan Rita merasakan kesepian. Namun dia tetap mengambil sedikit nasi lauk dan sayur lalu memakannya sedikit demi sedikit.

" Kapan rumahku kembali ramai dan hangat." Gumam Rita di sela-sela kunyahannya.

***

Reina sendiri sampai di rumah dan langsung masuk ke kamarnya karena saat masuk dia tidak melihat neneknya mungkin sedang di belakang rumah. Reina mengambil ponselnya di dalam tas dan melihat banyak sekali pesan. Dari Shasa, Bramasta dan Ryan.

Dia penasaran dengan isi pesan dari Bramasta dan langsung membukanya.

[ Kak Bramasta : Re kamu di undang mamaku besok makan malam di rumahku...ajak nenek kamu sekalian biar nanti aku jemput ].

[ Kak Bramasta : jangan mikir aneh-aneh,cuma sebagai ucapan terimakasih aja ].

Reina membalas pesan dari Bramasta,tapi dia bingung harus datang atau tidak. Dia merasa tidak pantas menginjakkan kakinya di rumah itu karena sangat jauh dengan rumahnya. Tapi dia tidak enak menolaknya nanti ibunya Bramasta akan kecewa. Akhirnya Reina menyetujui ajakan Bramasta.

[ Reina : Iya kak,jam berapa biar aku bilang nenek ].

Setelah membalas pesan dari Bramasta, Reina pun membuka pesan dari Ryan dan Shasa.

[ Shasa : Lo tadi kemana gue cari ke rumah nggak ada, katanya Lo kerumah temen lo...siapa ? ].

[ Reina : ada deh... ngapain nyariin ? ].

Tidak lama pesan reina langsung di balas oleh Shasa.

[ Shasa : yaelah loe pakai rahasia-rahasiaan segala...mau minjem buku catatan loe kimia,gue kurang setengah nyatet nya ].

[ Reina : owhhhh...itu mau di ambil sendiri atau di anterin sekarang ? ].

[ Shasa : di anter juga boleh,bokap gue lagi keluar soalnya ].

[ Reina : siap tuan putri, nanti bayarannya Doble ya ] balas Reina dengan emoticon tertawa.

Reina langsung beranjak mencari buku catatan kimianya dan setelah ketemu dia memakai jaketnya kembali lalu keluar sambil bermain ponsel membalas pesan dari Ryan yang menanyakan apakah baik-baik aja. Saking asyiknya bermain ponsel Reina sampai menabrak neneknya yang ingin ke kamar.

" Astagfirullah nduk kalau jalan jangan sambil main hp." Ucap nenek Sri kaget karena hampir terjatuh.

" Aduh maaf ya nek." Reina merasa bersalah karena telah membuat neneknya hampir jatuh.

" Ya udah,nenek nggak papa kok. Kamu kapan pulang ? Terus ini mau kemana lagi ? " Tanya nenek Sri yang melihat Reina memakai jaket.

" Mau ke rumah Shasa nek tadi katanya ke sini mau minjem buku kimia,terus ini mau nganterin ke sana " Jawab Reina memperlihatkan buku di tangan kirinya.

" Tapi jangan lama-lama lo,bentar lagi Maghrib kalau bisa sebelum Maghrib sudah pulang ya." Suruh nenek Sri

" Iya nek,ya udah aku berangkat dulu." Reina pamit dan meninggalkan rumahnya menuju rumah Shasa.

Sampai di rumah Shasa, Reina berhenti di depan pagar rumah Shasa dan memencet bel yang berada di samping pagar. Tidak lama Shasa  pun keluar dari rumah.

" Kamu tadi kemana sih ?" Tanya Shasa masih penasaran kemana perginya Reina.

" Biasa lah cari uang sampingan buat beli makan dan kebutuhan lain." Jawab Reina tersenyum agar tidak terlihat jika dirinya sedang berbohong.

" Maaf ya sha. Aku harus merahasiakan ini darimu." Ucap Reina dalam hati.

--->>>

1
hanawati sumaharjana
bafhs utk mengusi wkt
hanawati sumaharjana
menarik utk trs diikuti smp tamat nih
Dewi KheyraPutri: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!