NovelToon NovelToon
Overload: Sang Penghancur Rumah Tangga Orang

Overload: Sang Penghancur Rumah Tangga Orang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action / Komedi
Popularitas:424
Nilai: 5
Nama Author: HAMBALANGVERSE

⚠️ Disclaimer⚠️
Untuk yang punya humor tingkat tinggi di atas ranah Bahalil Sovereign Immortal Mythic Glory Realm yang bisa menangkap esensi dari perjalanan Slamet dan Faksi-faksi di Overlord.

━━━━━━━━━━━━━━━

⚔️ ORIGINAL HAMBALANGVERSE ⚔️

#Fantasi
#Komedi
#Petualangan
#Respawn
#SalahPahamMassal
#KalongMania62
#BukanKonspirasi
#TapiSemuaPanik


🗓️ Jadwal update:
Sampai Matahari Padam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HAMBALANGVERSE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Perkemahan kecil Nazarick di pinggir hutan Elf Kingdom masih sama seperti beberapa hari lalu. Tenda yang sama. Meja kayu yang sama. Peta yang sama terbentang di atasnya, penuh tanda tanya dan lingkaran merah yang tidak membawa jawaban.

Ainz duduk di kursi lipat yang berfungsi sebagai takhta sementara. Di sampingnya, Albedo berdiri dengan postur sempurna, setia menunggu perintah.

Di luar tenda, kabut tipis masih naik dari tanah hutan yang basah oleh embun pagi. Suara burung mulai terdengar kembali—tanda bahwa alam perlahan melupakan teror yang terjadi beberapa hari lalu.

Tapi Ainz tidak bisa melupakan. Karena dia tidak punya jawaban.

Shalltear masih dalam kondisi tidak stabil. Mulutnya hanya mengulang angka "404" dan kata "hancur". Laporan dari Aura dan Mare tidak membawa informasi baru. Target bernama Slamet masih belum ditemukan—hidup atau mati, tidak ada yang tahu.

Dan sekarang, rumor tentang "The Destroyer" mulai menyebar ke seluruh penjuru.

Ainz menatap laporan di depannya. Kata-kata itu kabur. Bukan karena tulisannya jelek. Tapi karena pikirannya terlalu penuh.

Sial. Target hilang. Shalltear hancur. The Destroyer entah apa.

Dan aku masih di sini, duduk di tenda ini, tidak tahu harus berbuat apa.

Dia ingin berteriak. Tapi dia tidak bisa. Ainz Ooal Gown—Penguasa Agung Great Tomb of Nazarick—tidak boleh terlihat panik di depan bawahannya.

Jadi dia hanya diam. Menatap laporan itu. Berpura-pura sedang memikirkan strategi jenius.

Kilatan cahaya hijau emosinya memancar sesaat, memaksa pikiran Suzuki Satoru kembali tenang. Tapi kepenatan di pikirannya tidak bisa dihilangkan oleh kemampuan pasif rasial tersebut.

Capek. Seperti saat aku harus lembur tiga hari berturut-turut di kantor dulu. Tapi ini lebih parah. Di kantor, kalau salah, aku bisa minta maaf. Di sini, jika aku salah, para Guardian-ku yang akan mati.

Tiba-tiba Albedo bergerak cepat dan tegang—sebuah tanda ada sesuatu yang tidak beres.

"Ainz-sama," suaranya tetap hormat seperti biasa, namun ada nada tipis yang jarang keluar dari mulutnya.

Ainz menoleh. "Ada apa, Albedo?"

"Laporan dari sistem pertahanan internal, Ainz-sama." Albedo memusatkan fokus sihirnya. "Terjadi anomali di Lantai Dua. Sebuah entitas tak dikenal terdeteksi berada di dalam wilayah Kapsul Hitam milik Kyouhukou."

Matanya—titik merah di balik topeng tengkorak—menegang membaca informasi yang terhubung ke benaknya.

Lokasi: Lantai Dua. Status: Tidak dikenal. Metode masuk: Tidak terdeteksi oleh bangsal mantra luar sama sekali.

"Tidak terdeteksi?" suara Ainz keluar lebih tajam dari yang dia maksud.

Albedo menggeleng. "Tidak ada jejak penyusupan, Ainz-sama. Tidak ada riwayat aktivasi gerbang sihir, ataupun mantra teleportasi yang tercatat. Entitas itu... muncul begitu saja."

Keheningan merayap.

Ainz tidak bergerak. Tidak berbicara.

Tapi di balik helmnya, Suzuki Satoru merasakan sakit kepala yang sangat familiar—meskipun fisiknya tidak lagi memiliki kepala. Tekanan di pelipisnya terasa berat dan mengganggu.

Muncul begitu saja? Sama seperti target anomali itu? Sama seperti Slamet yang hilang dari kamp Elf tanpa jejak, yang tidak ditemukan mayatnya dan tidak bisa dipastikan hidup atau matinya?

Jangan-jangan semuanya terhubung.

"Bagaimana kondisi Kyouhukou?" tanya Ainz.

"Belum ada laporan langsung lewat Message, Ainz-sama. Namun, sistem makam mencatat bahwa status energinya mengalami fluktuasi mana yang sangat tidak stabil—indikasi tingkat stres dan kecemasan yang luar biasa tinggi."

Ainz menutup matanya sejenak.

Target anomali di kamp Elf belum ditemukan. Rumor tentang The Destroyer mulai menyebar. Dan sekarang ada penyusup langsung di dalam jantung Nazarick.

Aku baru meninggalkan Nazarick beberapa hari. Beberapa hari. Dan sudah ada yang berhasil masuk, melewati semua sistem keamanan, tanpa jejak, di Lantai Dua.

Jangan katakan bahwa target anomali itu, The Destroyer, dan penyusup ini adalah entitas yang sama.

Atau lebih buruk—mereka adalah Player. Atau guild musuh. Atau memiliki World Item. Atau dikirim oleh Dragon Lord. Atau—

atau sesuatu yang bahkan lebih buruk.

Kilatan cahaya hijau kembali memancar menekan emosinya. Tapi rasa lelah mental tidak bisa dihilangkan.

Capek. Seperti menghadapi tiga proyek besar sekaligus dengan tenggat waktu yang sama. Di kantor dulu, jika proyek gagal, aku bisa mencari pekerjaan lain. Tapi di sini, jika aku gagal, Nazarick—rumah satu-satunya yang aku miliki—bisa hancur.

Ainz menghela napas panjang, mengeluarkan suara kering yang bergema di dalam tenda.

"Albedo."

"Ya, Ainz-sama?"

Ainz menatap Albedo. Wajahnya—sempurna, tenang, penuh pemujaan—menatap balik dengan kepercayaan mutlak.

Aku tidak boleh mengecewakan mereka.

"Kumpulkan semua informasi tentang penyusup itu," perintah Ainz, suaranya datar dan dingin. "Aku ingin tahu siapa dia, bagaimana dia masuk, dan apa tujuannya."

"Hamba laksanakan, Ainz-sama."

"Dan satu hal lagi." Ainz berhenti sejenak, memberi jeda penuh wibawa. "Jangan biarkan dia meninggalkan Lantai Dua. Jika dia mencoba bergerak ke lantai lain, izinkan aku sendiri yang akan turun tangan menanganinya."

Albedo membungkuk dalam hingga sayap hitamnya menyapu lantai.

"Baik, Ainz-sama yang bijaksana."

Dia berbalik dan meninggalkan tenda.

Ainz duduk sendirian.

Di depannya, peta wilayah Elf Kingdom masih terbentang. Penuh tanda tanya. Penuh lingkaran merah. Tidak ada jawaban.

Di belakangnya, di tempat yang jauh—di Great Tomb of Nazarick—ada penyusup yang muncul begitu saja di ruangan Kyouhukou.

Dua misteri. Dua lokasi. Satu waktu yang hampir bersamaan.

Ainz tidak tahu apakah itu kebetulan. Atau bagian dari rencana besar.

Yang dia tahu, kepalanya sakit.

Meskipun dia tidak punya kepala.

Sudah jadi undead, masih bisa stres. Dunia ini benar-benar gila.

Dia tertawa kecil dalam hati. Getir. Miris.

Sementara itu, jauh di Lantai Dua Nazarick, di dalam ruangan Kapsul Hitam yang gelap dan dipenuhi gerombolan kecoa yang bergerak tanpa henti, Slamet mendadak bersin keras.

"Dingin banget sih tempat ini," gumamnya malas sambil merapatkan pakaiannya.

Dia sama sekali tidak tahu bahwa Penguasa Agung Nazarick di luar sana sedang stres setengah mati hanya karena memikirkan kehadirannya.

1
🏵YI FENG🐲
Anjay
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!