NovelToon NovelToon
My Teacher Is My Husband

My Teacher Is My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Balas Dendam
Popularitas:934
Nilai: 5
Nama Author: Rosemary Mary

Bagaimana perasaan mu jika kau terpaksa harus menikah muda? Terutama dengan orang yang usianya jauh lebih tua dari mu? Inilah yang terjadi dengan Clara Adeline Ferguson. Ia adalah putri tunggal keluarga Ferguson yang terkenal kaya. Papa nya juga adalah salah satu donatur terbesar sekolah SMA Citra Kirana di kota X.

Kenapa? Scandal apa yang telah dia lakukan sehingga ia harus menikah begitu dini? Ya. Jawaban nya adalah. Clara itu sangat nakal dan juga tidak pernah mendengarkan kedua orang tuanya,ia bahkan bisa di bilang anak manja dengan perilaku buruk, tidak jarang ia membuat onar di sekolah, ia bahkan selalu mendapat nilai merah di raport nya dan terancam tidak naik ke kelas tiga karena sering bolos sekolah.

Sementara itu Zidan, adalah seorang guru laki-laki termuda di sekolah SMA Citra Kirana yang katanya adalah keponakan kepala sekolah, namun identitas Zidan ini tidak lah akurat seperti sedikit tertutup dan tidak ada yang tau tentang keluarga nya kecuali sang paman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rosemary Mary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode #13

Tak terasa jam pelajaran hari ini pun telah usai, seluruh siswa berhamburan keluar kelas untuk segera pulang ke rumah masing-masing.

Begitu juga dengan Nola dan Clara.

"Lo pulang sama gue aja ya Clara," kata Nola yang sebelumnya tau Clara ke sekolah tidak membawa mobil.

"Ah, kayaknya gak deh, gue masih ada urusan Lo pulang duluan aja ya," kata Clara sambil tersenyum kecut.

"Gue temenin mau gak?" tawar Nola lagi.

"Gak, gak usah gue masih ada urusan sama kepala sekolah jadi Lo gak perlu nunggu," bohong Clara.

"Yaudah deh oke, gue pulang duluan ya, babay!" kata Nola berlari kecil sambil melambaikan tangan nya.

Clara juga melambaikan tangan nya sambil menampilkan senyum tipis ke arah Nola yang semakin jauh dan kian menghilang dari pandangan nya.

Sepuluh menit kemudian, seluruh siswa dan siswi termasuk guru di sekolah telah meningalkan gedung sekolah, dan Clara masih menunggu Zidan keluar dari ruangan nya sambil berjalan-jalan ke sana ke sini mengitari sekolah.

"Lama banget sih tu orang, gak tau apa kalau gue capek nunggu dia," batin Clara ngedumel.

Namun sesuatu mulai menarik perhatian nya, seekor anak kucing berwarna putih menghampiri kaki Clara dan menatap Clara.

"Astaga sejak kapan di sekolah ada kucing seimut ini?" Kata Clara yang kemudian membungkuk dan melihat kucing tersebut.

Clara tersenyum saat kucing itu bersuara dan terlihat sangat manja dengan nya.

Namun perhatian Clara mulai tertuju ke arah kaki si kucing yang terlihat ada sebuah luka dan mengeluarkan darah.

"Astaga putih,kaki kecil ini luka ya kasian banget, aku bawa ke UKS ya aku obatin," kata Clara segera membawa kucing tersebut ke UKS untuk segera dia obati.

Kebetulan pada saat itu seseorang sedang mencari-cari kucing berwarna putih milik nya.

Ya itu Yuna.

"Itu kucing gue kan," kata nya kepada Lana, si ketua OSIS yang membantu nya mencari.

"Lah iya, kok bisa sama si berandalan sih?" ucap Lana lagi.

"Astaga babaya, jangan-jangan mau di apa-apain lagi," Yuna segera berlari cepat pergi menghampiri Clara yang sedang menggendong anak kucing tersebut menunju UKS.

"Clara!" teriak nya mengema di koridor sekolah.

Sementara itu Brayen yang baru saja kembali dari parkiran karena hendak mengambil barang yang tertinggal di kelas melihat Lana dan Yuna mengejar Clara yang sedang membawa kucing.

"Itu kan kucing nya Yuna, apa lagi yang mau di lakuin sama si Clara," batin Brayen melupakan barang nya dan ikut menghampiri mereka.

"Clara itu kucing gue mau Lo bawa ke mana?" tanya Yuna kepada Clara setelah mereka berhasil menghadang Clara di depan pintu UKS.

"Kucing Lo?" kata Clara bingung.

"Iya itu kucing gue," kata Yuna lagi.

"Beneran Clara itu punya Yuna, gue udah bantuin dia cari dari tadi ternyata Lo yang ngambil ya?" ucap Lana asal menuduh.

"Engak, gue sama sekali gak ngambil kucing Lo, gue nemu di dekat parkiran sekolah dan kaki nya luka, makanya mau gue bawa ke UKS buat di obatin," ungkap Clara masih memeluk kucing tersebut.

"Apa? Luka?!" kaget Yuna.

Yuna segera merampas dengan kasar kucing tersebut dari tangan Clara, dan buru-buru memeriksa kaki nya.

"Clara ini ulah Lo kan?" Lana mulai kembali menyerang Clara dengan tuduhan.

Clara terdiam dan menatap Lana dengan tatapan tajam, dia sama sekali tidak melakukan apapun kepada kucing tersebut.

"Kenapa nih?" tanya Brayen yang telah tiba di dekat mereka.

"Hiksss, hiksss, Brayen lihat deh kaki kucing gue luka dan itu ada di tangan Clara," kata Yuna mulai memasang wajah sedih dengan menangis lugu.

"Clara Lo gak selesai-selesai juga ya jahat nya!" kata Brayen menatap Clara dengan suara besar nya.

"Tapi gue gak ngelakuin apa-apa sama kucing nya kak! Gue ngambil dia, dan kaki nya udah luka begitu," ucap Clara membela dirinya. Meskipun ingin sekali ia mendorong dan menampar wajah Lana dan Yuna yang seperti nya sengaja menuduhnya namun Clara tidak ingin tetap terlihat brandal ia ingin merubah dirinya untuk lebih sabar lagi.

"Udah lah Clara, Lo udah kejam selama ini sama Yuna dan selalu nyakitin dia, sekarang sama hewan pun Lo kayak pesicopat gini, gimna sih cara Lo hidup di keluarga Lo, apa mama sama papa Lo gak pernah ngajarin Lo punya hati nurani?" ucap Brayen lagi.

Plak ...

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Brayen, hal itu membuat suasana seketika jadi hening sejenak, membuat Yuna dan Lana kaget karena ini pertama kalinya Clara berlaku kasar terhadap Brayen.

"Udah cukup ya kalian fitnah gue! Di parkiran ada cctv nya, Brayen kalau Lo gak percaya Lo tingal cek cctv, gue gak sejahat yang Lo kira, selama ini yang jahat sama gue itu sepupu Lo, dia selalu berusaha bikin nama gue jelek di sekolah ini, dan gue gak tau sih siapa dalang di belakang nya," kata Clara sambil menatap Lana dengan tatapan tajam.

"Lo, Lo gak perlu nampar Brayen juga," ucap Lana gugup.

Brayen menatap Yuna dan Lana secara bergantian.

"Lo boleh ngatain gue, tapi gak usah bawa-bawa orang tua gue, Lo selama ini cuma lihat apa yang ada di depan mata, tapi gak tau kalau kenyataan yang sebenarnya itu kayak apa, nih ya gue kasih tau, gue itu suka sama binatang dan gue juga punya hewan peliharaan gak mungkin gue ngekukai kucing yang gak bersalah, lagian gue juga gak tau dia punya Yuna!" ucap Clara sambil menatap tajam Brayen.

Setelah selesai membalas mereka yang sudah membuat nya geram, Clara pun meningalkan mereka dan kembali ke parkiran sekolah.

"Apa maksud dari perkataan Clara barusan?" tanya Brayen kepada Yuna dan Lana.

"Ki-kita gak tau, iya kan Yuna," ucap Lana.

"Kita obatin dulu kucing nya, ayo kak Lana," kata Yuna yang kemudian masuk ke dalam UKS bersama.

Sementara itu Brayen tingal di luar dan masih merenungkan apa yang barusan terjadi.

Bersambung ....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!