NovelToon NovelToon
Sistem Restoran Antar Dimensi

Sistem Restoran Antar Dimensi

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Isekai / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Reza adalah mantan koki yang dipecat karena difitnah, tetapi ia menemukan tujuan hidup baru setelah mendapatkan Sistem Restoran Dunia Lain.

Kini ia mengelola Restoran di mana pintunya terhubung ke dimensi kultivator dan sihir, menyajikan makanan lezat yang menyelesaikan masalah para pelanggan dari berbagai dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Reza tertawa pelan dan memberikan nampan berisi empat gelas es jeruk.

Lyra kembali fokus bekerja mengantarkan minuman dingin itu ke meja pelanggan.

Waktu terus berjalan dan barisan antrean di luar sama sekali tidak berkurang.

Orang-orang yang selesai makan langsung berjalan ke arah meja kasir untuk membayar.

Reza menugaskan Lyra untuk menerima pembayaran karena dia terlalu sibuk mengurus wajan di dapur.

Lyra menatap lembaran kertas berwarna merah muda dan biru yang disodorkan oleh para pelanggan.

"Ini uang pas ya, seratus dua puluh ribu untuk empat porsi," kata seorang pelanggan meletakkan uang merah muda.

Lyra mengambil kertas tipis itu dengan tangan yang sedikit ragu-ragu.

Dia sama sekali belum pernah melihat alat tukar berupa kertas bergambar aneh di dunianya.

"Terima kasih atas pembayarannya, Tuan," ucap Lyra sopan menirukan ajaran Reza semalam.

Dia memasukkan lembaran kertas itu ke dalam laci kayu meja kasir dengan hati-hati.

'Manusia di dunia ini menukar makanan seenak itu dengan lembaran kertas bergambar,' pikir Lyra terheran-heran.

'Jika ini di duniaku, makanan mewah sarat bumbu seperti itu pasti harus dibayar dengan koin perak murni.'

Kesibukan tanpa henti terus berlangsung hingga jam dinding menunjukkan pukul dua siang.

Reza terus menggoreng nasi dalam porsi besar tanpa jeda istirahat sama sekali.

Lyra berlari ke sana kemari membersihkan sisa piring, mengantar makanan, dan menerima lembaran kertas uang.

Kecepatan dan kelincahan alami ras setengah peri benar-benar terbukti sangat berguna di hari fana ini.

Banyak pelanggan yang geleng-geleng kepala kagum melihat pelayan bule itu bekerja tanpa terlihat kelelahan sedikit pun.

"Mas Reza, pelayan barunya benar-benar gesit banget kerjanya," puji seorang pelanggan wanita yang sudah berlangganan.

"Dia sudah mondar-mandir tiga jam tapi keringatnya tidak kelihatan sama sekali."

"Dia memang sudah sangat berpengalaman di bidang pelayanan restoran, Bu," jawab Reza beralasan dari dapur.

"Biar pelayanannya lebih cepat dan ibu-ibu tidak kelamaan mengantre panas-panasan di luar."

Sekitar pukul empat sore, dua wajan raksasa berisi nasi goreng akhirnya ludes tanpa sisa.

Reza mematikan kompor gasnya dan mengusap keringat di dahinya dengan kain handuk bersih.

"Lyra, pasang tanda kayu habis terjual di pintu depan," perintah Reza dengan suara yang sudah serak.

"Kita sudah tidak punya sisa bahan lagi untuk hari ini."

Lyra mengambil papan kayu kecil itu dan berjalan cepat ke pintu depan.

Dia menempelkan papan itu di kaca dan memohon maaf kepada sisa antrean dengan senyum manisnya.

Orang-orang yang tidak kebagian porsi menghela napas panjang karena merasa sangat kecewa.

Namun mereka tidak marah karena pelayan bule itu meminta maaf dengan intonasi yang sangat sopan.

Setelah pelanggan terakhir keluar, Reza langsung mengunci pintu depan rapat-rapat.

Dia merosot duduk di kursi dapur dengan napas yang memburu naik turun.

Lyra ikut duduk di kursi meja makan dan memijat betisnya perlahan.

Meskipun memiliki stamina ras peri, bekerja keras melayani ratusan orang selama tujuh jam tetaplah melelahkan.

"Kerja yang sangat bagus hari ini, Lyra," puji Reza menatap pelayan tunggalnya itu.

"Tanpamu, aku pasti sudah pingsan di depan kompor panas siang tadi."

"Sama-sama, Bos Reza," jawab Lyra membalas dengan senyum yang sangat lebar.

"Saya sangat senang bekerja di sini, meskipun orang-orang itu sedikit aneh dengan benda kotak kilat mereka."

Reza tertawa mendengarnya dan bangkit berjalan menuju meja kasir.

Dia membuka laci penyimpanan uang yang kini penuh sesak berjejalan dengan lembaran rupiah.

Reza mengeluarkan semua uang itu dan membawanya ke atas meja makan.

Tumpukan uang berwarna merah, biru, dan hijau itu menggunung menyerupai bukit kecil.

Lyra mendekat dan menatap tumpukan kertas itu dengan dahi yang kembali berkerut.

"Bos, kertas-kertas ini benar-benar sangat berharga ya di dunia ini?" tanya Lyra polos.

"Apa yang membuat kertas bergambar orang tua ini begitu spesial bagi manusia?"

"Ini namanya uang kertas, Lyra," jelas Reza mulai memilah lembaran tersebut berdasarkan warnanya.

"Di duniaku, kertas ini adalah benda paling berkuasa yang bisa digunakan untuk membeli hampir segalanya, bahkan kebahagian sekalipun... Tapi ada beberapa dari mereka bilang bahwa kebahagian tidak bisa dibeli dengan uang, aku tidak setuju pendapat ini."

Reza menghitung pendapatan kotornya dengan sangat teliti lembar demi lembar.

Hari ini dia berhasil menjual total dua ratus lima puluh porsi nasi goreng kambing.

Harganya sengaja dinaikkan sedikit menjadi tiga puluh ribu rupiah per porsi karena dia menggunakan daging kambing mahal.

Total pendapatan kotornya hari ini menyentuh angka tujuh juta lima ratus ribu rupiah bersih.

Sistem kembali memberikan laporan suara otomatis di dalam kepalanya.

"Transaksi hari ini selesai," lapor Sistem tanpa nada.

"Uang tunai senilai tujuh juta lima ratus ribu rupiah sah menjadi milik Host secara mutlak."

Reza tersenyum puas dan membagi uang itu ke dalam beberapa ikatan menggunakan karet gelang.

Dia mengambil beberapa lembar uang seratus ribu berwarna merah dan menyodorkannya kepada Lyra.

"Ini untukmu Lyra, sebagian bonus dari gaji pertamamu bulan ini," kata Reza mengulurkan uang itu.

"Meskipun kau tidak bisa keluar dari kedai, kau bisa menggunakannya jika nanti ada pedagang keliling antar dimensi yang mampir."

Lyra menerima lembaran uang itu dengan kedua tangannya seolah menerima benda suci.

Dia memeluk uang kertas itu di dadanya dengan senyum hijau zamrud yang sangat tulus.

"Terima kasih banyak atas kemurahan hati Anda, Bos Reza," ucap Lyra menundukkan badannya hormat.

"Saya pasti akan menyimpannya dengan sangat baik di kamar saya."

"Sekarang bersihkan piring di meja-meja itu dan segeralah beristirahat," perintah Reza lembut.

"Besok kita akan menyambut kembali para pelanggan dari dunia sihir."

Lyra mengangguk semangat dan langsung mengambil kain lap bersih dari konter.

Dia mulai mengelap meja kayu tebal itu hingga mengkilap tanpa mengeluh sama sekali.

Reza berjalan masuk menuju dapur untuk memeriksa laporan sisa bahan masak dari Sistem.

Dia menyadari bahwa porsi penjualannya di Bumi sudah mencapai batas kemampuan fisik maksimalnya.

'Meskipun ada Lyra yang membantu, aku tetap tidak bisa memasak lebih dari dua ratus porsi sendirian,' batin Reza menganalisis situasi.

'Jika aku ingin mengembangkan kapasitas kedai ini, aku pasti butuh staf dapur tambahan dari dimensi lain.'

Namun biaya poin sistem untuk merekrut seorang juru masak pasti jauh lebih mahal daripada sekadar merekrut pelayan dasar.

Reza harus memutar otak untuk mengumpulkan lebih banyak poin sistem dari transaksi pelanggan dunia fantasi ke depannya.

Dia juga mulai menyadari harus lebih berhati-hati dengan popularitasnya yang meroket tajam di dunia nyata.

Antrean manusia yang terus memanjang setiap hari pasti akan menarik perhatian para pesaing bisnis atau aparat setempat.

Hendra, mantan bosnya yang licik itu, mungkin perlahan juga sudah mendengar desas-desus tentang kedai viral di gang buntu ini.

Reza harus menyiapkan mental dan strateginya jika pria serakah itu mencoba mengganggu ketenangan bisnis barunya.

Tapi untuk saat ini, Reza merasa jauh lebih tenang dan percaya diri menghadapi masalah.

Dia memiliki bangunan dengan pelindung mutlak, pelayan setengah peri yang tangkas, dan kemampuan memanjakan lidah yang diakui semua orang.

Masa depan Kedai Persimpangan terlihat sangat menjanjikan.

Reza menutup matanya sejenak sambil bersandar di dinding untuk mensyukuri semua jalan keluar ini.

1
Yuliana Tunru
💪💪💪👍👍👍
Kasma Wati
lanjut👍👍👍👍
Alia Chans
lanjut✍️👈
Äï
loh kok dia tau?
cynth
Deja vu....
Yui: ehehehe, klo yang dah baca bayu pasti tau/Facepalm/
total 1 replies
Yuliana Tunru
cerita bagus jg santai tanpa tantangan berat reza menikmati posis koki dgn baik .. 👍👍👍up yg byk thorr
Gege
sampe bab 10 sangat ringan dan enak dibaca sebagai hiburan. saran koki akan menyiapkan menu dengan harga yang sudah dipatenkan, terkesan mahal, tapi efeknya warbyasaaah bagi tubuh. pada akhirnya pundi pundi milyaran menjadikan koki menjadi kayah rayah...
Gege
ide ceritanya menarik.. harusnya bisa jadi ratusan episode ini..💪🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!