NovelToon NovelToon
Pamali

Pamali

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Spiritual / Komedi
Popularitas:446
Nilai: 5
Nama Author: Samsya

Ada sebuah kepercayaan pada legenda 'pamali' di kampung kebun jeruk nipis. yang dimana para gadis yang belum menikah dilarang keluar malam hari, duduk di depan pintu, potong kuku malam hari, gunting rambut pas malam hari.



Namun ada, sekelompok remaja yang melanggar aturan itu dan berujung malapetaka bagi dirinya sendiri. Dari mereka diganggu setan di rumah sampai dibuat tersesat di hutan belakang rumah.
Apakah Anda bisa menyelesaikan pamali yang telah mereka langgar dan pergi dari pamali ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Samsya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

“Alhamdulillah, akhirnya sosok itu pergi dari tubuh Dinda. Ini sudah tidak bisa kita anggap kejadian biasa saja pak, Bu” ujar pak Bayu mengatur nafasnya yang sudah tampak kelelahan.

“Iya, itu benar. Saya rasa kita harus melakukan pencarian Alfin dan Dinda secepatnya, sebelum kita melakukan ritual meminta maaf ke sosok pamali ini” saran Bu mekar yang tak henti-hentinya berdoa dalam hati.

“Baik, tapi masalah apakah warga mau - “

Pak Yanto terdiam mendengar ada pengumuman kembali di toa masjid. Suasana seketika kembali hening.

Tidak ada yang mengatakan sepatah katapun, semua terasa begitu hening sampai. Pengumuman toa masjid terdengar jelas.

“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah bapak gusto tepatnya satu setengah jam yang lalu. Saya ulangi innalillahi wa inna ilaihi rojiun telah berpulang ke Rahmatullah bapak gusto”

Pak Bayu yang mendengar pengumuman itu langsung bangkit dengan wajah begitu cemas. “Sosok itu benar-benar murka seperti nya, kita harus bicara sekarang ke warga. Apapun resiko nya”

Mendengar itu para guru pria mengangguk. “Baik pak, kami mengerti. Bu nana dan Bu Windy tidak perlu ikut kalian disini saja jaga anak anak murid kita”

“Baik pak” jawab serempak Bu Windy dan Bu nana.

Saat hendak menuruni tangga, pak Bayu berhenti sejenak dan ia menoleh kebelakang.

“Hampir saja saya lupa, nak Bagas, Farhan dan dimas kalian bertiga wajib ikut hal ini” tegas pak Bayu.

Bagas, Farhan dan dimas yang mendengar itu agak kaget. Namun situasi tidak memberi mereka waktu untuk berpikir terlebih dahulu.

“Baik pak” ketiga nya pun langsung bangkit dan mengikuti yang lain dari belakang.

Sepanjang perjalanan menuju kediaman bapak gusto, tidak ada percakapan semua nya diam.

Sampai akhirnya mereka sampai di depan gubuk rumah pak gusto yang berada di luar kampung.

Tepat nya di dekat gardu masuk kedalam kampung. Di sana sudah banyak sekali para warga yang tengah berkumpul.

“Itu mereka orang nya yang membuat obat di kampung kita pak!” Maki salah satu warga yang akhirnya menyulut emosi amarah warga di sekitar nya.

“Iya, betul tuh. Kalau bukan karena ulah kalian kampung ini tidak akan mengalami teror seperti ini” seru yang lainnya.

Melihat itu pak Bayu langsung menenangkan para warga. “Iya, baik bapak - bapak dan ibu - ibu sekalian. Saya tahu kampung kita memang tidak baik baik saja, tapi dengan marah tidak akan menyelesaikan semua masalah ini”

“Alah pak, ini semua karena murid murid mereka. Mereka harus bertanggung jawab atas kematian Bu Sinta dan pak gusto ini. Jangan sampai makan korban lagi” ujar salah satu warga yang tidak lain adalah Bu lestari dengan emosi yang menggebu-gebu.

“Itu benar pak kades, salah satu murid cowok mereka makan sesajen yang ada di pasar lebuk pak. Tepat nya di pohon besar pinggir jalan” sahut nek wekar berjalan sedikit tertatih-tatih di dampingi Mak Erot.

Mendengar ucapan dari orang yang sudah tinggi puluhan tahun di kampung, para warga semakin dibakar oleh emosi mereka.

“Tuh kan apa saya bilang?! .. murid kalian penyebab kekacauan ini.” Seru para warga mulai bergerak mendekati para guru, serta Farhan, Dimas dan bagas.

Namun sebelum mereka sempat bergerak lebih dekat pak Bayu dan Bu mekar langsung pasang badan paling depan.

“Kami kesini mau ngelayat dan bertanggung jawab atas kejadian yang akhir akhir terjadi di kampung. Mohon bersabar pak Bu” jelas Bu mekar yang mencoba membujuk para warga sekaligus emak nya sendiri yah nek wekar.

“benar pak kami kesini mau ngelayat dan minta tolong bantuin cari Alfin dan bunga. Mereka sudah tidak pulang sejak dua hari yang lalu” kata pak Rusdi yang akhir bukan suara.

Mendengar penjelasan itu para warga serempak langsung istighfar, mereka masih marah namun mereka tidak bisa egois membiarkan amarah mereka meluap-luap begitu saja.

“Loh, kamu Hendrik kan?” Tanya seorang wanita paruh baya yang berdiri tepat di belakang nek wekar.

Bagas yang mendengar itu terdiam kebingungan. “Iya dia anak nya Hendrik. Yah muka anak dan bapak sama persis kan, bu lilis”

“Anak nya pak Hendrik yang dulu pernah melakukan kegiatan bakti kampus di kampung ini kan pak?”

“Iya saya ingat si Hendrik yang anaknya aktif tapi sopan itu pak. Jadi dia itu anak nya pak Hendrik?”

Para warga langsung bertanya tanya pada pak Bayu.

“Saya bisa jelaskan itu nanti, tapi untuk sekarang saya mohon maafkan semua kesalahan mereka dan mohon bantuannya untuk mencari Alfin serta bunga”

Para warga terdiam seolah hati mereka enggan untuk mengucapkan kata kata dari mulut mereka.

Sampai nek wekar akhirnya buka suara. “saya tidak bisa memaafkan mereka secara langsung … tapi saya harap para warga akan mau membantu pencarian Alfin dan bunga ini”

“Kalo nek wekar ngomong gitu, saya mewakili para warga yang lain bersedia membantu pencarian Alfin dan bunga. Tapi besok yah. Karena hari ini kita akan harus memandikan, menyolatkan serta mengubur jenazah pak gusto”

“Baik, saya mengerti pak. Terimakasih banyak sudah mau membantu, terimakasih” ujar pak Yanto dan yang lainnya dengan perasaan lega.

“Jangan berterima kasih kepada kami, tapi terimakasih kepada nek wekar. Kalau dia tidak ngomong seperti tadi kami tidak akan mau membantu orang penyebab semua kejadian ini”

Pak yahman, pak Yanto dan pak Rusdi mengangguk. Sedangkan Bagas, Farhan dan dimas yang masih bingung, hanya bisa diam.

Para bapak bapak langsung menyiapkan tempat untuk memandikan jenazah, dan saat sedang memandikan jenazah pak gusto.

Pak Yanto melihat kejanggalan yang tidak asing. ‘Ini kan luka cakar sama persis yang ada di punggung almarhum Bu Sinta kata para ibu ibu. Seperti nya sosok pamali ini benar benar memakan manusia sebagai sesajen nya’

Setelah selesai memandikan jenazah pak gusto, jenazah lalu dimasukkan ke dalam gubuk rumah nya.

Dengan hati hati para warga, dan guru pria memakaikan kain kafan ke tubuh pak gusto.

Saat sedang memainkan kain kafan, tiba tiba guncang hebat membuat tanah bergetar.

“Lailahailallah, sholawat semua nya. Jangan ada yang bengong” seru pak Bayu memulai bacaan dengan suara lantang.

Lalu diikuti yang lain nya sambil tetap memakaikan kain kafan tersebut.

“Lailahailallah … Lailahailallah … Lailahailallah … Lailahailallah”

Getaran itu terus tanpa henti, hingga berlanjut sampai ke jenazah pak gusto sudah masuk ke dalam keranda mayat.

Namun … tiba-tiba

Para warga yang menunggu di luar berteriak histeris ketakutan. Mendengar itu semua yang berada di gubuk langsung keluar.

Dan saat keluar betapa terkejutnya mereka melihat ada jejak kaki manusia yang ukurannya sangat tidak wajar.

“Pamali ini pak … pamali marah besar” ujar bu mekar dengan setengah mati, sambil memegangi tangan nek wekar yg nampak sedang merapalkan bacaan yang tidak dimengerti bu mekar.

“Astaghfirullah, cepat kita makam kan sekarang jenazah pak gusto, jangan sampai keduluan oleh sosok ini”

Para warga langsung kembali masuk dan menggotong keranda sambil terus mengucapkan lailahailallah.

Di Belakang para ibu ibu lain ikut serta, namun sambil menaburkan garam di setiap langkah mereka.

Di tengah perjalanan menuju tpu, tiba-tiba saja angin kencang mulai berhembus. Membuat keranda hampir oleng, namun langsung ditahan kembali.

“Jangan ada yang lengah, ingat kita punya Allah yang akan selalu melindungi hamba nya” seru pak Bayu dengan suara menggelegar.

Sesampainya di tpu ibu ibu dengan cepat menaburkan garam yang mereka bawa mengelilingi mereka dan tempat peristirahatan terakhir pak gusto.

Dan sampai selesai proses pemakaman, getaran di tanah itu tetap terasa begitu jelas. Seolah menolak pemakaman jenazah pak gusto.

“Seperti nya, memang besok kita harus mencari keberadaan Alfin dan bunga baru setelah itu, kalian harus melakukan ritual permintaan maaf” ujar nek wekar dengan suara yang tegas.

Seolah seperti jawaban untuk kemarahan sosok itu, secara tiba-tiba getaran hebat tadi langsung lenyap.

Hilang dengan sendirinya, para warga, guru, Bagas, Farhan dan dimas yang melihat itu tidak bisa berkata apa-apa.

Suasana jadi hening, dengan udara dingin yang mulai membuat sebagian orang menggigil tiba-tiba.

“Nenek cuma mau ngasih tau, jangan lupa sesudah ashar tabur garam mengelilingi rumah kalian masing-masing yah,”

Ujar nek wekar langsung pergi meninggalkan tpu di temani Bu mekar, Bu lestari.

Pak Yanto melihat pak yahman, pak Rusdi dan ketiga murid cowoknya kebingungan. Ia dengan hati hati berbisik pelan.

“Disini konon katanya garam bisa penangkal makhluk halus agar tidak datang gitu, itu menurut kepercayaan disini. Jadi setelah ini kita harus langsung benar garam di sekitar villa”

Mendengar penjelasan itu sudah cukup untuk menjawab penasaran kelima nya.

“Permisi pak Yanto, jangan lupa besok pagi nanti kumpul di depan gubuk rumah almarhum pak gusto yah, buat cari keberadaan Alfin dan bunga”. Kata pak Bayu dengan suara yang pelan.

“Baik, pak dan terimakasih sudah membantu kami menghadapi masalah ini. Sekalian kami minta maaf yang sebesar-besarnya kepada bapak, karena kedatangan kami telah membuat onar di kampung”

Sahut pak yahman dengan sepenuh hati, diikuti dengan pak Rusdi.

Pak Bayu tidak mengatakan apa-apa ia tersenyum tipis, lalu menoleh ke arah Bagas, Farhan dan dimas.

Ketiga nya kebingungan melihat pak Bayu memperhatikan nya, seperti itu.

“Tidak apa apa pak, saya jadi keinget sama beberapa tahun yang lalu. Kejadian sama seperti ini hanya di orang berbeda”

“Ouh, kalau boleh tahu memangnya kejadian seperti ini pernah dialami siapa yah?” Tanya pak Rusdi dengan sopan.

“Ayo, sambil jalan pulang saya ceritakan. Lihat warga lain sudah balik” jawab pak Bayu.

Dan benar saja hanya tinggal mereka saja yang berada di tpu, sedangkan warga lain sudah pulang kerumah masing-masing.

______________

“Jadi seperti itu cerita nya, karena itu saya pas lihat kalian bertiga hal yang terlintas di benak saya yah, Hendrik, jasper, dan Leo. Bapak kalian bertiga itu lah”

“Wah, kan benar gua bilang. Bapak kita bertiga itu besti sejati” ujar Dimas dengan bangga, berbanding terbalik dengan Bagas yang malu dengan tingkah random sahabat nya itu.

“Seperti itu yah, nah kalau di kejadian sekarang kan penyebab nya Alfin dan bunga. Kalau tahun tahun lalu itu siapa pak?”. Tanya pak yahman dengan penasaran.

“Dia adalah …

1
you're mine
Aamin, semoga aja mereka gak kenapa Napa pas berhasil ditemukan 🤭
cila_aa
mau tanya kak, lembing itu apa yaa kak
cila_aa
baru setan bisa kurus😭
you're mine: bisa dong, ini setan nya lain dari yang lain 🤣
total 2 replies
cila_aa
semoga bunga dan alfin selamat thor🥺
cila_aa
sadis amat thor setannya
cila_aa
aaa ikut deg degan nihh tiba ada yang cari disituasi ke gini
cila_aa
berarti tersesat dong 2 anak itu🥺
cila_aa
ngide banget sih bunga sama alfin kan jadi ketemu setan😭
cila_aa
thor mau nanya nih kenapa warga diem kalau suasana jadi aneh😞
cila_aa: jadi penasaran nihh
total 2 replies
you're mine
agak serem dikit emang, tapi itu sebenarnya bukan Risma. melainkan sosok astral yang lagi menyerupai Risma gitu deh 😄
cila_aa
ih takutt rismaa, ko bisa gitu thor?
you're mine
bisa aja nih, itu belum lama loh. Masih belajar juga aku itu, btw aku masih setia nungguin bab selanjutnya novel kamu itu loh 🤭.
cila_aa: semangat kak nulisnya, aku juga masih harus banyak belajar hehe🤍
total 1 replies
Parmata Author
Pemula(pemain udah lama😭). btw sengat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!