NovelToon NovelToon
The Art Of Ruin - Rahim Yang Dirampas

The Art Of Ruin - Rahim Yang Dirampas

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Perjodohan
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: 羽菜

Mikayla tidak hanya dikhianati.

Ia dihancurkan.

Dipaksa menikah menggantikan kakaknya, lalu dikhianati oleh suaminya sendiri bersama wanita yang seharusnya ia lindungi. Lebih kejam lagi, keluarganya sendiri merampas masa depannya membuatnya kehilangan satu hal yang paling berharga bagi seorang wanita.

Setiap hari diberi obat agar tidak bisa mengandung, Rahimnya dibuat tidak berfungsi, Namun mereka lupa satu hal, wanita yang mereka hancurkan tidak benar-benar mati.

Dua tahun kemudian, ia kembali dengan identitas baru sebagai Michelle Ad Lynne lebih cerdas, lebih dingin, dan jauh lebih berbahaya. Dengan kekuatan finansial triliunan dan kecerdasan yang terasah, ia tidak datang untuk meminta keadilan.

Ia datang untuk menghancurkan.

Sedikit demi sedikit, segala yang dia bangun mulai runtuh tanpa peringatan. Tanpa ampun, kenyataan itu menghantamnya keras seperti pisau yang terus-menerus menebas luka lama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 羽菜, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Dua hari kemudian...

Rasya membantu mengecek kandungan pil tersebut (bukti medis mulai kuat) dan papah Rasya Dr. Alvian mulai menjelaskan bahwa sembuh dengan terapi. "Ini bisa dijadikan bukti hasil visum suamimu dan keluarganya bersekongkol meracuni kamu, papah sudah siapkan tim pendukung dari rumah sakit. “

Mikayla menatap tabung-tabung reaksi di laboratorium pribadi Dr. Alvian dengan sorot mata yang kini setajam silet. Penjelasan dari ayah Rasya bukan sekadar kabar baik secara medis, melainkan vonis mati bagi reputasi Elang dan ibu mertuanya.

"Terima kasih, Om Alvian," ucap Mikayla, suaranya tenang namun bergetar oleh tekad yang membara. "Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar hasil visum et repertum ini keluar secara resmi dan bisa langsung diserahkan ke Pak Hendra?”

Dr. Alvian melepas kacamata bacanya, menatap Mikayla dengan simpati mendalam. "Hari ini juga, Nduk. Papah sudah instruksikan tim legal rumah sakit untuk menyusun laporannya secara kronologis. Kandungan zat dalam pil tersebut jelas-jelas bukan vitamin, melainkan hormon kontrasepsi dosis tinggi yang diberikan tanpa indikasi medis. Ini adalah malpraktik keluarga yang bisa dipidanakan.”

Rasya menggandeng bahu Mikayla, memberikan kekuatan. "Dengar kan, Mika? Kamu bisa sembuh. Kamu bisa punya anak suatu saat nanti, tapi bukan dengan benih dari pria berdarah dingin itu."

Mikayla mengangguk mantap. "Aku tidak akan membiarkan satu pun dari mereka lolos. Om Alvian, mohon simpan dokumen asli ini di brankas rumah sakit. Aku hanya butuh salinannya untuk kukirimkan kepada Reno dan Pak Hendra.”

Hasil Lab yang mengejutkan Tes toksikologi menunjukkan bahwa bukan hanya pil KB, tapi ada zat penenang dosis rendah yang dicampurkan ke dalam makanannya selama ini, yang menjelaskan mengapa Mikayla sering merasa lemas dan patuh selama lima tahun terakhir.

Mikayla kembali ke apartemen dengan stamina yang jauh lebih baik. Wajahnya mulai glowing berkat asupan nutrisi dari Rasya, namun tatapannya semakin membeku.

Langkah Finansial lanjutan Mikayla melihat notifikasi di laptopnya. Reno berhasil memindahkan sisa aset bergerak milik Elang ke dalam pengawasan kustodian pihak ketiga. Elang belum menyadarinya karena ia terlalu sibuk bersenang-senang dengan Naura.

Sebuah sumpah di hadapan cermin, Mikayla berdiri di depan cermin besar di apartemennya. Ia tidak lagi melihat wanita yang malang. Ia melihat seorang arsitek kehancuran.

"Mereka bilang aku umpan yang empuk?" Mikayla tertawa sinis, suaranya menggema di ruangan yang sunyi itu. "Mereka lupa bahwa umpan yang paling menarik seringkali mengandung racun yang paling mematikan."

Ia mengambil lipstik merah menyala, memoles bibirnya dengan presisi. Besok adalah hari peluncuran Sweet Melody: Rebirth. Di saat Elang dan Naura merasa berada di puncak dunia di Bali, Mikayla akan muncul sebagai sosok yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

"Sembuh adalah balas dendam terbaikku, Om," batin Mikayla teringat kata-kata Dr. Alvian. "Dan melihat kalian membusuk di penjara sambil kehilangan semua harta yang kalian puja... itu adalah keadilan yang akan kubayar tunai.”

Pembukaan Butik baru Sweet Melody, Mikayla masih bersembunyi dibalik layar ia tak mau bisnisnya ini terendus, karena Elang akan terseret kasus penggelapan dana, beruntung sebelum menikah mereka ada perjanjian pisah harta, harta yang dibawa sebelum menikah dan harta bersama setelah menikah.

Hari pembukaan butik utama Sweet Melody di Seminyak, Bali, berlangsung dengan kemegahan yang tenang namun mematikan. Mikayla berdiri di lantai dua butik, di balik kaca satu arah yang memungkinkannya melihat ke bawah tanpa terlihat. Ia mengenakan kemeja sutra hitam dan celana palazo senada, memegang segelas air lemon hangat—ia sudah benar-benar berhenti menyentuh alkohol sejak infus nutrisi dari Rasya bekerja.

Di bawah sana, karpet merah terbentang. Tamu-tamu kelas atas Bali dan sosialita Jakarta mulai berdatangan. Dan benar saja, di antara kerumunan itu, nampak Elang yang menggandeng mesra Naura. Naura terlihat sangat antusias, matanya berbinar menatap deretan koleksi "Rebirth" yang terpajang elegan.

Perjanjian pisah hsrta yang menjadi perisai terkuat Mikayla, ia menyunggingkan senyum kemenangan saat mengingat dokumen yang ia tandatangani lima tahun lalu. Dulu, Elang bersikeras melakukan Perjanjian Pisah Harta (Pre-nuptial Agreement) karena ia takut Mikayla hanya mengincar hartanya sebagai pengusaha muda.

"Terima kasih atas ketakutanmu, Elang," bisik Mikayla pelan.

Harta bawaan semua modal awal bisnis Sweet Melody berasal dari tabungan pribadi Mikayla sebelum menikah, yang secara hukum tetap menjadi miliknya mutlak.

Harta bersama Elang mengira aset bersamanya aman, padahal Mikayla telah mencatat setiap sen pengeluaran Elang untuk Naura sebagai "pengurangan hak waris/pembagian" jika terjadi perceraian

belum lagi kasus penggelapan, Karena Elang menggunakan dana operasional perusahaan untuk liburan dan pertunangan ini, ia akan terjerat hukum sendirian. Mikayla tidak akan terseret karena status pisah harta tersebut melindunginya dari utang dan tuntutan hukum suaminya.

Naura mulai mencoba beberapa gaun. Elang dengan bangga mengeluarkan kartu kredit hitamnya yang Mikayla tahu adalah kartu tambahan dari rekening perusahaan yang sudah dipantau Reno. "Mas, aku mau semua koleksi limited edition ini! Bagus banget, bahannya sejuk," rengek Naura manja.

"Ambil saja, Sayang. Apa pun untuk calon istriku," jawab Elang sombong, suaranya terdengar hingga ke lantai atas melalui mikrofon tersembunyi yang dipasang Mikayla.

Mikayla memberi kode kepada manajer butiknya melalui earpiece. "Pantau terus," perintah Mikayla dingin.

Naura tersenyum puas melihat koleksi baru. "Lihat deh mas cocok banget buat couplean aku ngga sabar nunggu anak kita lahir" Ucapnya dengan penuh semangat.

Sedangkan Elang memeluk pinggangnya dengan posesif. " Tentu saja sayang beli-lah yang kamu mau."

Dari lantai dua dibalik kaca hitam, mikayla tersenyum mendengar jika Naura tengah hamil. "Bagaimana rasanya jika aku buat Naura keguguran dan membuatnya bisa hamil lagi”

Mikayla menyesap air lemonnya perlahan, matanya yang tajam tidak lepas dari sosok Naura yang sedang mengelus perutnya yang masih rata dengan binar kemenangan. Pengakuan Naura tentang kehamilannya di tengah butik Sweet Melody adalah puncak dari segala ironi yang ada.

"Hamil, hahhh... ?" desis Mikayla pelan. Suaranya dingin, nyaris tak terdengar. "Jadi itu alasan kalian begitu terburu-buru mengadakan pesta pertunangan mewah di Bali? Kalian merayakan kehidupan baru di atas rahimku yang kalian coba matikan?"

Reno, yang berdiri di sudut bayangan ruangan lantai dua, mengepalkan tinjunya. "Ini sudah keterlaluan, Mikayla. Elang benar-benar membuangmu demi bayi itu.”

Mikayla menyunggingkan senyum yang membuat bulu kuduk Reno berdiri. Bukan senyum sedih, tapi senyum seorang algojo yang baru saja menemukan titik terlemah korbannya.

"Reno, kamu dengar tadi? Naura sangat menantikan anak itu," Mikayla meletakkan gelas kristalnya dengan denting yang tajam. "Bagaimana rasanya jika aku membuat Naura merasakan apa yang aku rasakan? Kehilangan kesempatan untuk menjadi ibu... tapi bedanya, aku akan membuatnya kehilangan itu karena ulah 'suami' tercintanya sendiri."

"Apa rencanamu?" tanya Reno waspada.

"Aku tidak akan menyentuh Naura. Itu terlalu kotor," Mikayla berjalan mendekati kaca satu arah, menatap Elang yang sedang mencium kening Naura. "Aku akan membiarkan Elang yang menghancurkan harapannya sendiri. Aku akan membuat Elang terjerat kasus hukum yang begitu berat sampai dia stres dan melimpahkan kemarahannya pada Naura. Atau lebih baik lagi... aku akan memberikan Naura 'vitamin' yang sama seperti yang diberikan ibu mertuaku padaku.”

Simfoni kehancuran yang tersusun dengan begitu teratur, Mikayla mengambil ponselnya dan mengirim pesan suara singkat kepada Dr. Alvian.

"Om, tolong carikan formula herbal atau suplemen yang efeknya bisa memicu kontraksi dini tapi tidak terdeteksi sebagai racun jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Aku ingin memberikan 'kado' kesehatan untuk Kakakku tercinta.”

"Biarkan mereka menikah dulu, Reno," ucap Mikayla sambil merapikan rambut dark ash-nya. "Aku ingin Naura memakai gaun pengantin tercantiknya. Aku ingin Elang mengucapkan janji suci di depan penghulu. Dan tepat saat mereka akan bertukar cincin... aku ingin polisi datang untuk menangkap Elang atas kasus penggelapan dana triliunan rupiah dan sabotase medis terhadap istri sahnya.”

"Aku akan membuat mereka merangkak di kakiku, memohon ampun agar aku tidak memenjarakan mereka," Mikayla berbalik, matanya berkilat penuh kebencian yang murni. "Tapi saat itu, aku akan menunjukkan hasil lab rahimku yang sudah sehat, dan aku akan tertawa melihat mereka kehilangan satu-satunya 'aset' yang mereka banggakan: bayi haram itu."

Mikayla kembali duduk di kursi kebesarannya. Di bawah sana, Elang dan Naura keluar dari butik dengan tangan penuh belanjaan, tanpa tahu bahwa setiap kantong baju yang mereka bawa adalah langkah awal menuju liang lahat reputasi mereka.

"Selamat menjaga kandunganmu, Kak Naura," gumam Mikayla sinis. "Nikmatilah setiap detaknya, karena aku akan memastikan itu tidak akan bertahan sampai hari pernikahan kalian.”

1
Nurhartiningsih
makin seru ih
Nurhartiningsih
wah jodoh yg sesungguhnya Dateng tuh mika
Nurhartiningsih
cerita yg sangat bagus..sayang terlalu bertele tele
Nurhartiningsih
lanjut...mkin bikin penasaran
Nurhartiningsih
lanjut..makin seru aja
Nurhartiningsih
mkin ngga sabar lihat kehancuran elang
Nurhartiningsih
lanjutkan
Nurhartiningsih
lanjut.. update nya jangan lama2
Nurhartiningsih
lanjut
Nurhartiningsih
lanjut yuk...semngt mik buat balas dendamnya
Nurhartiningsih
lanjuut
羽菜 Hana
siap kak, biasanya aku baca-baca di malam hari. 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!