Takdir membawa seorang gadis yang polos harus mengorbankan masa mudanya demi kesembuhan sang nenek.
Tawaran dari majikan tempat ia bekerja sangat menggoda. Dengan berbagi pertimbangan gadis itu menyetujui tawaran majikanya.
"Lahirkan seorang cucu buat saya."
"Cucu, bagaiman caranya nyonya?" tanya gadis yang bernama Laras.
"Meniakh dengan putra saya."
"Tapi tuan muda bukanya sudah punya istri nyonya, harusnya yang melahirkan seirang anak itu istrinya." sanggah Laras.
"Kalau dia mau saya tidak akan menawari kamu."
Laras yang sangat membutuhkan uang untuk biaya pengobatan neneknya menandatangi kontrak dari majikanya.
Apakah hidup Lars akan bahagia atau sebaliknya.
Di tunggu komentar dari kk² semua😘😘🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Langit nampak mendung sore ini, sepertinya akan turun hujan. Guruh dan petir silih berganti membuat suasana terasa mencekam. Laras yang orang memang penakut memilih bergelung di balik selimut.
Dan benar saja tak lama rintik hujan itu mulai turun satu persatu membasahi tanah. Rintiknya makin lama makin deras menimbulkan bunyi saat beradu dengan genteng.
Laras duduk di tepi ranjang sambil memandangi bulir - bulir air hujan yang turun dari jendela kaca. Tak pernah terpikirkan oleh dirinya akan bisa menjadi istri seorang Dafa, lelaki kaya raya yang tampan. Status dirinya yang rendah rasanya seperti bermimpi bisa ada di posisi sekarang. Meskipun hanya pernikahan di atas perjanjian, Laras tak bisa berbohong bahwa ia sudah mulai menikmati peran barunya sebagai istri siri Dafa.
Perlakuan Dafa saat mereka tengah bersatu membuat Laras melayang. Sentuhan - sentuhan hangat dan suara lembut Dafa membuat Laras bahagia.
Apakah boleh ia meminta agar mimpi ini tidak akan berakhir, ia ingin Dafa menjadi suaminya selamanya? Laras tersadar dari lamunannya dan berusaha menepis pikiran - pikiran yang tak seharusnya ia impikan. Ia tak boleh terhanyut dan terbawa arus kelembutan Dafa, satu yang harus ia ingat bahwa ini hanya sementara. Pernikahan antara dirinya dan Dafa hanya sebatas perjanjian dan uang.
Laras harus mampu menghapus sesuatu yang mulai tumbuh di hatinya agar nanti ia tak merasakan sakit. Di tengah lamunannya Laras merasakan kerongkongan yang kering. Laras turun dari ranjang dan beranjak keluar kamar menuju kulkas. Di sana ia melihat bibik tengah mengawasi para pelayan yang tengah bekerja.
"Nona mau sesuatu?" tanya bibik saat melihat istri majikannya mendekati kulkas.
"Saya haus mau minum, bik." Laras membuka kulkas dan mengambil sebotol air mineral lalu duduk di kursi dan perlahan meminumnya.
"Apa nona masih perlu yang lain?" tanya bibik.
"Ga." geleng Laras sambil tersenyum.
"Bibik liat non kayanya lelah, apa mau saya panggilkan terapis kerumah?" tawar bibik.
"Ga usah, bi. Istirahat sebentar nantinya juga segar kembali." tolak Lidia lalu menghabiskan minumnya dan berbalik kembali ke dalam kamar, membaringkan tubuhnya yang lelah di ranjang hingga tak sadar tertidur.
"Laras mana, bik?" tanya Dafa saat sampai di rumah.
"Di kamar tuan?" jawab bibik.
Dafa tak lagi berbicara langsung masuk kedalam kamar di mana istrinya tengah tidur. Dafa duduk di tepi ranjang, tanganya bergerak mengelus rambut Laras.
"Kalau diperhatikan kamu itu cantik, bahkan lebih cantik dari Mila." gumam Dafa lirih, Dafa mengakui bahwa Laras cantik meski tanpa polesan. Kecantikan alami yang tak semua wanita punya. Dafa lalu merapikan selimut istrinya sebelum menganti pakainya.
Lelaki itu masuk kedalam kamar mandi, ia berendam sebentar baru menyelesaikan ritual mandinya. Dafa melihat ke ranjang sekilas saat keluar kamar mandi, di sana Laras masih tidur dengan pulasnya. Lalu Dafa mengambil baju gantinya sendiri karna tidak mau mengganggu tidur istrinya.
Setelah berpakain Dafa naik ketempat tidur dan masuk ke dalam selimut. Dafa menarik tubuh istrinya agar mendekat kepadanya. Dafa menciumi kening istrinya sekilas baru memejamkan matanya. Untuk malam ini Dafa tidak meminta haknya seperti biasa, dia hanya ingin tidur sambil memeluk istrinya. Aroma tubuh istrinya membuatnya tenang dan sudah jadi candu.
...****************...
Assalamualaikum kk, selamat liburan.
Di tunggu saran dan masukannya serat jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 😘😘🙏🙏🙏