hari itu ketika aku berjalan pandangan ku tertuju pada gadis yang merupakan pacar ku tapi dia berjalan dengan pria yang tidak ku kenal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hitomaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teman baru
Aidan terbangun dari tidurnya kemudian dia membasuh mukanya dan bertemu dengan melin yang sedang menunggu ayahnya.
" selamat pagi kak melin " Aidan menyapa
" pagi juga Aidan " melin menjawab
" kak melin udah sarapan? "
" nanti saja nunggu ayahku bangun "
" mori dimana? " Aidan mencoba menanyakan keberadaan mori kepada melin
" entahlah " melin terlihat seperti tidak peduli
waktu berlalu kemudian ayahnya membuka matanya kembali.
" ugh...dimana ini "
" ayah pelan-pelan saja, ini dirumah sakit kemarin ayah jatuh pingsan " melin membantu ayahnya duduk
" kemarin? Melin mori dimana? " ayahnya berteriak menanyakan mori
" itu...aku gak tahu dia pergi kemana "
ayahnya tampak kembali lesu memikirkan tentang mori, suster datang membawa makanan melin menyuapi ayahnya makanan yang barusan dibawakan.
"Aidan kamu sudah mengabari orang tuamu?" ayah melin bertanya ke Aidan.
" aduh...aku benar-benar lupa tentang orang tuaku"
Aidan kemudian menyalakan kembali ponselnya, notifikasi pesan dan telpon dari ibu dan ayahnya sangat menumpuk.
" om,kak melin aku pulang dulu yak " Aidan bergegas
" iya, hati hati dijalan "
didalam bus Aidan mencoba menelpon ibunya.
" ha-halo Bu "
" kamu ini dari mana saja, ibu dan ayah hubungi nomor kamu tidak aktif kami sangat khawatir " ibunya terdengar hampir menangis
" ibu tenang dulu aku udah ada di perjalanan kok, nanti aku jelaskan semua dirumah"
" baiklah ibu tunggu, ingat kamu harus jelaskan dengan detail"
Telponnya terputus Aidan turun dari bus dan berjalan kaki kearah rumahnya.
Sesampainya di rumah Aidan sudah ditunggu oleh keluarganya.
" aku pulang "
Tidak ada sambutan hanya tatapan menunggu dari kedua orang tuanya, Aidan tampak bingung harus dimulai dari mana.
Aidan kemudian menjelaskan bahwa kemarin dia membantu kak melin berjaga di tempat kak melin berkerja.
" terus saat kami bersiap-siap untuk pulang kak melin menerima telepon dia diberitahu kalau ayahnya sedang dirawat di rumah sakit"
" astaga....pak risto sakit apa? " ibunya Aidan cemas mendengar kenalannya sedang berada dirumah sakit
" tidak sakit apa apa kok, dia jatuh pingsan kemarin "
" pingsan karena apa? "
" sebenarnya... Kemarin mori terlibat kasus prostitusi "
" mori? Prostitusi? Apa maksudmu bukannya dia pacar kamu?
" aku juga tidak terlalu tahu detailnya dan aku dan mori sudah putus "
ibu dan ayahnya saling memandang tampak bingung dengan apa yang barusan didengar.
" nanti siang kita jenguk sekalian tanya apa yang terjadi pada mori.
Aidan lega akhirnya berhasil bercerita.
" yasudah kamu mandi dulu sana "
Aidan mengangguk membuka pakaiannya, air keran mengalir ke seluruh tubuhnya membuat dirinya kembali segar.
Setelah mandi Aidan kembali ke kamarnya Aidan menghubungi Keiza.
" halo Keiza, aku mau tanya kasusnya mori "
" ehm halo Aidan " Keiza terdengar masih mengantuk
" masih tidur? "
" udah bangun kok tapi masih lelah soalnya kemarin sibuk banget, kamu mau tanya soal kasus mori? "
" iya "
" untuk sekarang Reval dan guru itu sedang ditahan dan mungkin Minggu depan persidangannya "
" terima kasih Keiza "
" ya ya sama-sama "
beberapa jam telah berlalu matahari mulai panas Aidan sedang bersantai sambil memakan eskrim orang tuanya sedang pergi menjenguk om risto.
Aidan yang sedang bersantai di kamar mendengar bel rumahnya berbunyi, Aidan keluar dan bertemu perempuan yang tampak seusia dengannya.
" halo namaku Dahlia kamu boleh panggil aku Lia " perempuan bernama Dahlia itu tampak ceria memperkenalkan dirinya
" ada urusan apa ya?" Aidan masih tampak bingung
" aku baru pindah kesini rumahku tepat di depan rumah kamu "
" oh kamu baru pindah ke daerah sini, perkenalkan namaku Aidan "
" salam kenal Aidan, aku permisi dulu mau mampir ke tetangga yang lain "
Dahlia meninggalkan Aidan yang masih menatapnya.
ting nong ting nong
" permisi...." dahlia terus menekan tombol bel rumah om risto
" di rumah itu sedang tidak ada orang " Aidan memberitahu Dahlia bahwa rumah yang di datanginya sedang tidak ada seseorang.
" ah begitukah, terima kasih sudah memberitahu "
Dahlia terus mampir ke seluruh rumah di sekitar.
**************
Pov Melin
sore hari aku diberitahu bahu keadaan ayah semakin membaik dan sudah di perbolehkan pulang.
Aku sedang mengambil obat untuk ayah setelah selesai aku menuntun ayah berjalan kami menaiki taksi yang sudah dipesan, diperjalanan pulang ayahku terus menatap keluar jendela.
Setelah sampai aku menyadari pintu rumah tidak terkunci yang berarti adikku mori sudah pulang dan sedang ada didalam.
Lampu tidak menyala dan keadaan rumah berantakan, ayah melihat ke arah kamar mori ayah masih khawatir pada mori.
Sedang aku sudah terlalu kecewa untuk kembali peduli padanya.
Ayah masuk kedalam kamar mori setelah pintu terbuka.
Aku sedang membersihkan rumah yang berantakan kemudian menyiapkan makanan untuk dimakan nanti.
Ayah keluar bersama mori dia terus menundukkan kepalanya kemudian.
" aku minta maaf kak, maaf sudah membuat mu kecewa "
Aku tidak tahu harus bertindak seperti apa, aku masih tidak bisa memaafkan tindakan mori tapi melihat ayah yang berharap kami baikan membuat hatiku sedikit bimbang.
...****************...
pov Aidan
Senin pagi aku sedang bersiap berangkat sekolah memakai seragam lengkap dengan dasi.
keluar kamar aku menuju meja makan untuk sarapan, sarapan pagi ini nasi goreng dengan telur, aku memakan setiap suapan nasi goreng sampai habis.
"aku berangkat dulu ya ibu ayah " aku pamit kepada orang tuaku.
Setelah membuka gerbang aku melihat Dahlia mengunakan seragam yang sama dengan yang ku gunakan.
" pagi " aku mencoba menyapa duluan
" pagi, sepertinya kita satu sekolah "
" ha ha sepertinya begitu, kamu kelas berapa?"
" 2-A "
" kita juga satu kelas "
" hahaha seperti ditakdirkan saja "
kami terus berjalan langkah kami beriringan di tengah jalan aku bertemu Imel aku menepuk bahunya dia sedikit terkejut dan itu lumayan lucu.
" pagi "
" pagi, si-siapa dia? " Imel bertanya sambil melihat kearah Dahlia yang berdiri di sampingku
" ah halo perkenalkan namaku Dahlia aku baru pindah kesini " dahlia memperkenalkan dirinya
" halo aku Imel " suasana sedikit canggung
Dahlia kemudian menggenggam tangan mori seperti kenalan yang sudah akrab.
Di kelas guru memperkenalkan Dahlia sebagai murid baru, murid-murid lain tampak bersemangat dengan hadirnya murid baru.
Guru mulai mengabsen hanya satu murid yang tidak hadir yaitu Keiza.
setelah kelas selesai dan bel istirahat berbunyi.
" makan siang bareng yuk, aku bawa banyak bekal nih " tiba tiba Dahlia membawa bekalnya ke mejaku.
" eh..tidak usah aku bisa beli di kantin "
Dahlia juga menarik Imel dari kursinya mengajaknya makan bersama
" ayo ayo kamu juga ikut "
dahlia terus menarik lengan Imel walaupun Imel menolak dan pada akhirnya menyerah.
Kami bertiga berakhir duduk bersama, bekal Dahlia dibuka diatas mejaku berbagai macam lauk ada disitu lebih dari 5 menu makanan.
" kamu berniat makan ini semua? "
" tidak aku memang berniat berbagi "
aku mengambil ikan bakar memakannya dengan hati-hati.
Istirahat berakhir kembali dimulai, guru memberi kami tugas kelompok dan menyuruh kami membuat kelompok sendiri.
pada akhirnya aku satu kelompok dengan Imel, kami disuruh membuat kostum sekreatif mungkin untuk pawai nanti.