NovelToon NovelToon
Istri Solehot Dan Raket Nyamuk Komandan

Istri Solehot Dan Raket Nyamuk Komandan

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikahi tentara / Kehidupan Tentara / Beda Usia / Perjodohan / Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Paksu... Calla janji tobat dan bakal jadi istri yang solehot buat Paksu! Asal... jangan taroh Calla di barak militer, Calla enggak mau merangkak dilumpur!"
Demi wasiat Papa, Callanta (21 tahun) terpaksa menikah dengan pria berbaju kumal yang dikira karyawan biasa. Namun pasca-nikah, pria itu membuka jaketnya dan berubah menjadi Komandan Pasukan Khusus berusia 38 tahun yang kaku, galak, dan seumuran pamannya!
Takut dididik fisik di barak karena sifat manjanya, Calla langsung mengeluarkan mode cegil (cewek gila): merayu sang suami dengan janji jadi "Istri Solehot" (Solehah tapi Hot).
Dimulailah perang domestik yang kocak: disiplin militer vs daster mini, tangisan bombay vs bentakan bariton, hingga aksi sang Komandan yang terpaksa lari maraton tengah malam demi menjaga imannya—sementara Calla asyik ronda di pinggir lapangan sambil bawa raket nyamuk listrik!
Mampukah Komandan kaku menjinakkan istri kecilnya? Atau justru ia yang takluk di bawah kuasa raket nyamuk sang Ismut (Istri Imut)?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 12

"Paksu! Ini baju pilihan Paksu maksudnya apa ya? Mau ngajak Ismut ronda malam atau gimana?!"

​Pekikan Calla dari arah kamar tidur langsung membuat Alaric yang sedang menyeduh teh hangat di dapur transit menghentikan gerakannya. Pria bertubuh kekar itu mematikan kompor gas portabel, lalu melangkah tenang menuju kamar tidur mereka dengan cangkir lurik di tangan kanannya.

​Begitu pintu kamar terbuka, pemandangan di depan matanya membuat Alaric harus berdehem keras demi menyembunyikan senyum yang hampir pecah.

​Calla berdiri di samping ranjang dengan berkacak pinggang. Di atas tubuh mungilnya, terpasang sebuah kaus olahraga taktis milik Alaric yang berwarna hijau loreng khas tentara. Karena ukuran tubuh Alaric yang besar dan tegap, kaus itu terlihat seperti gaun longgar di tubuh Calla, panjangnya bahkan mencapai lutut dan menutupi hampir seluruh celana pendek satin yang dipakainya. Rambutnya yang masih agak basah setelah mandi dibiarkan terurai bebas, menyebarkan aroma sampo apel yang segar ke seluruh penjuru kamar.

​"Itu pakaian paling aman di dalam koper kamu, Calla," jawab Alaric tenang, melangkah masuk lalu menaruh cangkir tehnya di atas meja nakas. "Semua pakaianmu yang lain... bahannya terlalu tipis untuk udara malam pangkalan."

​"Tapi ya nggak kaus loreng segede gaban begini juga, Paksu sayang!" Calla berjalan mengentak-entak mendekati Alaric, lalu menarik-narik ujung kaus kedodoran itu dengan kesal. "Lihat nih, Ismut jadi kayak tentara cebol yang salah ukuran seragam tahu! Mana ada aura istri solehot-nya kalau begini?"

​Alaric menatap Calla dari atas ke bawah, sepasang mata elangnya perlahan melunak. Bukannya terlihat aneh, di mata Alaric, istrinya justru terlihat sepuluh kali lipat lebih menggemaskan dengan pakaian kebesaran seperti itu.

​"Begitu lebih baik. Dan lebih tertutup," ujar Alaric pendek, suaranya berat dan dalam.

​"Terserah Paksu deh! Dasar om-om kaku, nggak tahu estetika fashion," cibir Calla. Ia memutar tubuhnya lalu langsung merangkak naik ke atas kasur, mendudukkan dirinya di tengah-tengah sambil melipat kaki. "Sini, Paksu. Duduk dekat Ismut. Tehnya dibawa."

​Alaric menurut. Ia mengambil cangkir tehnya lalu duduk di tepi ranjang, memosisikan tubuhnya menghadap Calla namun tetap menjaga jarak aman agar imannya tidak kembali diuji seperti malam sebelumnya. "Ada apa?"

​"Ismut mau nanya serius," Calla menopang dagunya dengan kedua tangan, menatap lekat-lekat wajah tegas suaminya. "Nanti kalau upacara pedang pora itu... Calla beneran harus pakai kebaya yang disiapin Mama Diah? Nggak boleh request model sendiri?"

​"Semua sudah diatur sesuai pakem organisasi, Calla. Pakaian untuk pengantin wanita dalam upacara militer itu harus anggun, sopan, dan resmi," jelas Alaric sabar. "Kenapa? Kamu tidak suka pilihan Mama?"

​"Bukan nggak suka, Calla kan sayang banget sama Mama Diah," sahut Calla cepat, mata kucingnya berkedip-kedip. "Calla cuma takut aja. Kebaya resmi gitu kan biasanya ketat banget di pinggang, nanti kalau Ismut nggak bisa napas terus pingsan di tengah jalan gimana? Mana pedangnya banyak banget lagi di atas kepala."

​Alaric tidak bisa menahan diri lagi. Sebuah kekehan rendah akhirnya lolos dari bibir tipisnya, membuat rahang tegasnya seketika melunak. "Kamu tidak akan pingsan. Nanti saya yang akan memegangi lenganmu sepanjang upacara."

​"Janji ya? Jangan dilepas sepatah kata pun?" Calla memajukan tubuhnya, menyodorkan jari kelingking mungilnya ke depan wajah Alaric.

​Alaric menatap jari kelingking itu sejenak, lalu perlahan menautkan jari kelingking besarnya yang kapalan di sana. "Janji. Saya tidak akan membiarkanmu jatuh."

​"Aww, so sweet banget!" Calla langsung menarik tangannya, lalu dengan gerakan kilat maju mendekat dan menyandarkan kepalanya di paha kokoh Alaric yang tertutup celana training hitam. "Paksu... kepala Ismut agak pusing deh habis mandi tadi. Elusin dong."

​Alaric tertegun, tangannya yang memegang cangkir teh mendadak kaku. Ia meletakkan cangkir itu kembali ke nakas sebelum tumpah. Menatap kepala Calla yang bersandar nyaman di pahanya, Alaric perlahan menggerakkan tangan kanannya, mengusap lembut rambut hitam Calla yang masih terasa agak lembap.

​"Makanya kalau habis mandi itu rambutnya dikeringkan pakai handuk sampai tuntas, jangan langsung main keluar kamar," tegur Alaric lembut, nadanya mirip seorang ayah yang sedang menasihati anaknya, namun detak jantungnya di dalam dada berkata lain.

​"Habisnya Ismut buru-buru mau lihat baju apa yang dipilihin sama suami tercinta. Eh, tahunya malah dikasih baju komandan ronda," gumam Calla, memejamkan matanya menikmati usapan tangan besar Alaric di kepalanya. "Tapi... wangi kaus ini enak banget, Paksu. Wangi Paksu banget. Maskulin, tegap, kayak ada bau-bau minyak senjata gitu."

​Alaric berdehem keras, menyembunyikan rasa canggung yang tiba-tiba menyerang. "Itu bau detergen pangkalan, Calla. Bukan minyak senjata."

​"Ih, ngerusak suasana aja deh om-om ini!" Calla membuka matanya, mendongak menatap Alaric dengan pandangan menggoda yang sudah menjadi ciri khas mode cegil-nya. "Paksu... semalem kan kita udah tidur pelukan. Malam ini... kita nggak mau coba naik level gitu?"

​Tangan Alaric yang sedang mengusap rambut Calla seketika berhenti di udara. Jakunnya naik turun dengan cepat, menatap langsung ke dalam manik mata Calla yang penuh dengan binar nakal. "Naik level apa maksudmu?"

​"Ya... level yang itu. Yang katanya tugas suami istri setelah berkas dinasnya beres," bisik Calla frontal, sengaja menggeser posisi kepalanya di paha Alaric hingga wajah mereka terasa semakin dekat. "Katanya Paksu mau menegaskan kepemilikan? Masa cuma lewat omongan doang di dapur tadi siang?"

​Semburat merah merona kembali menjalar cepat dari leher hingga menguasai seluruh permukaan wajah Alaric. Sentuhan kepala Calla di pahanya, ditambah ucapan frontal yang terlampau berani itu, benar-benar membuat seluruh pertahanan militer Alaric berada di ambang kehancuran. Hasrat pria dewasa di dalam dirinya bergejolak hebat, menuntut untuk segera menyerah pada pesona gadis berusia 21 tahun ini.

​"Calla... hentikan candaanmu," ujar Alaric, suaranya mendadak berubah menjadi sangat serak, rendah, dan penuh dengan penekanan menahan diri.

​"Ismut nggak bercanda, Paksu sayang," Calla tersenyum manis, jemari lentiknya bergerak menyentuh ujung rahang tegas Alaric yang mengeras tegang. "Tapi kalau Paksu masih mau nahan diri sampai hari pernikahan pedang pora nanti... Ismut juga nggak apa-apa kok. Ismut kan istri yang pengertian."

​Alaric langsung menangkap pergelangan tangan Calla, menjauhkannya dari wajahnya lalu menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan gemuruh di dadanya. Pria 38 tahun itu sadar, setiap detik yang dilewatinya bersama Calla di dalam kamar ini adalah sebuah pertempuran batin terbesar yang pernah ia hadapi seumur hidupnya.

1
Fitra Sari
lanjut lagi kk 🙏🙏🙏pleasee 😊😊
Muft Smoker
sabar pak suu ,,
resepsi tinggal menghituung hariii detik demi detiik ,,
aseeek aseeek ,, 💃💃💃💃💃
umie chaby_ba
Michelle lo lagian ngapain disitu 🤣🤣🤣
Muft Smoker: jdii nyamuk dy kak ,, 🤭🤭🤭
total 2 replies
umie chaby_ba
lanjutkan thor ...
Ariska Kamisa: siap komandan 👍
total 1 replies
aditya rian
👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: terimakasih jempolnya 🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
gangguannya ada aja ya cal
Ariska Kamisa: begitulah ketika keimanan kita diuji🤣🤣🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
cap paten 🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: paten no debat🤭🤣
total 1 replies
umie chaby_ba
akhirnya kesampaian ya cal🤣🤣
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
calla calla kamu kok lucu banget sumpah 😄
Ariska Kamisa: terimakasih kak🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
yang sabar ya pak komandan 🤭
Ariska Kamisa: 💪💪💪💪💪
total 1 replies
umie chaby_ba
Calla kayanya paling muda sendiri kali yaa...
Ariska Kamisa: seperti begitu makanya keliatan masih kaya bocah yaa🤭
total 1 replies
umie chaby_ba
kocak ya calla ini... kaya bocah banget🤣🤣
Ariska Kamisa: terimakasih 🙏🙏🙏
total 1 replies
Fitra Sari
lanjut lagi kk ..ga sabarr nunggu resepsi nya 🥰🥰🥰🙏🙏🙏
Ariska Kamisa: siap kak...
lagi nyiapin resepsinya nih🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
Muft Smoker
lanjuuut kak. ,,



pak komandan udh mulai mencair niiih 🤭🤭🤭🤭😁😁😁
Ariska Kamisa: siap laksanakan 💪
total 1 replies
Fitra Sari
uluh2 ...pak alaric mulai2 bucin 😊lanjut lagi pkoknya KK ...TK tunggu slalu 🥰🥰🥰🥰🥰
Fitra Sari: semangat 💪💪 KK ...aku tunggu KK up nya lagi ..minimal sore ini 😊😊
total 2 replies
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ,, pinjem kabel ny ke kak author calla ,, 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: mungkin sapu lidi pak komandan di sangka ny sapu lidi portable kak🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ,,
pengaman tingkat tinggi pak su ,,
jgn lupa kolam air di isi penuhh ,,
sypa tau nnti mlm mau jdi pangeran duyung lgii🤭🤭🤭🤣🤣🤣


kak mksiih buat up ny ,,
sehat selalu
Muft Smoker: sama2 kak 😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
tu si pak komandan lngsung nyebur ke kolam air kah🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣 ,,
sabar yx pak suu ,,
meski menghadapi calla tu membuat kesabaran setipis tissue 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker: ooo kirain pak komandan langsung nyemplung ke bak mandiii 🤭🤭🤭🤣🤣🤣
total 2 replies
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣 pertahanan bpa komandan udh hancuur lebur 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: yx kak ,, krn dy udh sedia air dingiin dkamar mandii🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Ariska Kamisa
"Novel ini menyajikan kisah komedi romantis yang ringan, manis, dan menghibur antara seorang komandan berusia 38 tahun yang tegas, kaku, dan disiplin dengan istrinya yang berusia 21 tahun, seorang cegil ceria yang genit, usil, dan selalu berhasil membuat hidup sang komandan jungkir balik.
Perbedaan usia, kepribadian yang bertolak belakang, serta tingkah kocak sang istri menciptakan banyak momen lucu, menggemaskan, sekaligus romantis. Di balik segala kekacauan yang dibuat istrinya, sang komandan perlahan menunjukkan sisi lembut dan posesif yang hanya ia tunjukkan untuk wanita yang dicintainya.
Cocok untuk pembaca yang menyukai romcom penuh tawa, kemesraan pasangan suami istri, dan kisah cinta yang hangat tanpa terlalu banyak drama berat. Selamat membaca dan semoga terhibur!" 💕✨
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!