NovelToon NovelToon
ILUSI HANGAT

ILUSI HANGAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:705
Nilai: 5
Nama Author: zayyana

"Elian sengaja menciptakan neraka, hanya agar ia bisa menjadi satu-satunya surga tempat Lyra bersandar."

Menyembunyikan kecantikan di balik sikap tertutup adalah cara Lyra Anya Cassandra bertahan hidup di SMA Elit Gava. Statusnya sebagai siswi yatim piatu penerima beasiswa menuntutnya untuk tidak terlihat.

Namun, sebuah kotak bekal siang yang sederhana menghancurkan seluruh pertahanannya.

Lyra mendadak menjadi target perundungan yang kejam. Di tengah keputusasaan itu, hanya Elian cowok paling berpengaruh di sekolah yang bersedia menjadi pelindungnya.

Lyra mengira itu keberuntungan, tanpa tahu bahwa Elian sendiri yang menyalakan api neraka demi memaksanya datang kepelukan elian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zayyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENDEKATAN SANG PANGERAN ELIT

Keesokan paginya, SMA Elit Gava diguyur oleh cahaya matahari pagi yang lembut. Koridor sekolah yang dilapisi marmer putih berkilau itu mulai dipadati oleh anak-anak borjuis yang turun dari mobil-mobil sport mewah mereka. Di tengah hiruk-pikuk itu, Elian Gava Alaric berjalan dengan langkah tegap yang tenang. Jas seragam hitamnya terkancing rapi, menyebarkan aroma amberwood yang tipis namun tegas setiap kali ia melewati sekelompok siswi yang langsung menunduk atau berbisik memuja namanya.

Namun, fokus Elian pagi ini sama sekali tidak tertuju pada takhta kekuasaannya di sekolah. Manik mata hitam jelaganya bergerak konstan, memindai setiap sudut lorong, mencari satu sosok spesifik yang sejak semalam telah mengunci seluruh isi kepalanya.

Ia menemukan gadis itu di koridor dekat loker kelas Sepuluh-Empat.

Lyra Anya Cassandra sedang bersusah payah memeluk tiga buah buku paket tebal bersampul keras. Kacamata bulatnya sedikit melorot di hidung, dan kuncir kuda rambutnya bergerak-gerak lucu saat ia mencoba menutup pintu loker besi menggunakan sikutnya. Di mata Elian, gadis itu tampak seperti sebuah anomali yang rapuh di tengah lingkungan yang serba kaku dan angkuh ini.

Elian melangkah mendekat. Kehadirannya yang tiba-tiba membuat beberapa murid di sekitar tempat itu langsung terdiam dan menepi secara naluriah.

"Butuh bantuan?" suara Elian yang berat dan bariton memecah fokus Lyra.

Lyra mendongak cepat. Sepasang mata cokelat jernihnya membelalak kaget saat melihat sosok pemuda tertampan di sekolah itu kini berdiri tepat di hadapannya. "Eh? K-kamu... Elian?" gumam Lyra gugup, suaranya mengecil saat menyadari beberapa pasang mata di koridor mulai menatap ke arah mereka dengan pandangan menilai.

"Iya," Elian mengulas senyuman tipis yang sengaja ia pasang untuk memberikan impresi ramah sebuah topeng pangeran sempurna yang biasa ia gunakan jika ingin mendapatkan sesuatu. Tanpa menunggu persetujuan Lyra, Elian mengulurkan kedua tangannya yang dibalut kulit putih bersih, mengambil dua buku paket paling tebal dari pelukan gadis itu. "Biar aku yang bawakan sampai kelasmu."

"Eh, gak usah, Elian! Aku bisa sendiri kok, ini gak berat sama sekali," tolak Lyra cepat. Tangannya bergerak protektif, mencoba menarik kembali buku-buku tersebut.

Elian sedikit mengernyitkan alisnya. Sesuatu di dalam dadanya bergeser tidak nyaman. Biasanya, gadis mana pun di sekolah ini akan menjerit kesenangan atau memanfaatkan momen ini untuk bisa berjalan di sampingnya. Namun, Lyra justru menolaknya tanpa ragu.

"Aku hanya ingin membantu temanku. Bukankah kemarin kita sudah berkenalan di tokomu?" Elian merendahkan suaranya, memberikan tekanan halus yang membuat Lyra menelan ludah dengan susah payah.

"Tapi... kita kan gak sekelas. Kelas kamu di gedung khusus senior, kan? Lagian, aku benar-benar bisa sendiri," sahut Lyra teguh. Ia merengkuh kembali satu buku yang tersisa di tangan Elian dengan gerakan yang sopan namun sarat akan penegasan bahwa ia tidak ingin berutang budi pada anak donatur terbesar sekolah. "Terima kasih atas tawarannya, Elian. Aku duluan."

Lyra membungkukkan tubuhnya sedikit sebagai tanda hormat, lalu berbalik dan berjalan cepat memasuki ruang kelasnya, meninggalkan Elian yang masih terpaku di tengah koridor yang mulai sepi.

Elian menurunkan kedua tangannya yang kini terasa kosong. Senyuman manis dan ramah di wajah rupawannya lenyap dalam sekejap, digantikan oleh ekspresi datar yang sangat dingin. Manik matanya menatap pintu kelas Sepuluh-Empat yang tertutup dengan tatapan yang menakutkan.

Bagi seorang Elian Gava Alaric, kata "tidak" adalah sesuatu yang asing. Sejak kecil, semua hal yang ia inginkan selalu diserahkan ke tangannya di atas nampan emas akibat kekuasaan orang tuanya. Tekanan perfeksionisme dari Tuan Bramantyo dan Nyonya Eleanor telah mendidiknya untuk selalu memegang kendali penuh atas segala situasi.

Namun hari ini, seorang gadis miskin penerima beasiswa baru saja menolak uluran tangannya secara terang-terangan.

Sifat sosiopatik yang tertidur di dalam diri Elian mulai menggeliat. Alih-alih merasa mundur, penolakan Lyra justru menyiramkan bensin pada api penasaran yang membakar dadanya. Gadis itu terlalu mandiri. Ia memiliki benteng pertahanan yang sangat kokoh untuk melindungi dunianya yang kecil.

"Menarik," bisik Elian pada kesunyian koridor. Sebuah senyuman asimetris yang dingin terukir di sudut bibirnya. "Kita lihat, seberapa lama kamu bisa terus menutup pintu itu dariku, Lyra."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!