NovelToon NovelToon
Kontrak Nikah Boss Dody : Demi Nafas Nonik

Kontrak Nikah Boss Dody : Demi Nafas Nonik

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Mafia
Popularitas:967
Nilai: 5
Nama Author: Alya Senja

Demi nafas Nonik, Santi OB miskin rela jual harga diri.
Demi warisan triliunan Opa Darwis, Dody CEO dingin butuh istri kontrak.

Satu tanda tangan di UGD, satu cap jempol Nonik yg sekarat.
Kontrak nikah 250 juta resmi dibuat.

Dia istri di atas kertas. Dia suami yg membeku.
Di antara mereka ada Nonik, bocah 5 tahun yang nyawanya jadi taruhan.

Bisakah hati sedingin es Dody luluh oleh tangis Santi?
Sementara Wati sang HRD dan Wandy sang tunangan siap menikam dari belakang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alya Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DODY PILIH SANTI ATAU WANDY

LOSMEN ANANDA JAM 12.00

Muka Wati Tampak geram Di layar HP Milik Si Muka Codet. sebagai orang yang berpengalaman dalam pekerjaan rutin, seharusnya sudah bisa meminimalisir beberapa persen kegagalan dan keberhasilan. ini kejadian yang tak terduga dialami olehnya.

“Kamu sudah pegang dapat target. Tapi mana buktinya.”

Rahang Si Muka Codet mengeras tidak terima. Tetapi dia tidak bisa berbuat apa-Apa. mandat ada ditangan boss yang memberi perintah dan uang. Tidak ada kata membantah, harus bersedia menerima reaksi boss .

“Ini tak terduga bu. Aku sudah pastikan target ada didalam.”

“Alah kau yang kurang tanggap. Pastikan lagi.”

“Baik bu.”

Si Muka Codet mengangguk hormat.

Dia menghempaskan dirinya Ke peristirahatan. Mendengus dengan kesal. Lalu ….

TING

Si Muka Codet segera membuka HP-Nya lagi. Ada pesan…

“Temui aku di terminal M.”

Nomernya Rani. Rani. Nama itu sudah lama hilang dari ingatannya. Sekarang dia tiba-tiba muncul. Si Muka Codet masih ingat perkataan terakhir Rani padanya.

“Kamu itu ya,macam sapi yang hanya tahu makan saja. Aku bisa-bisa kelaparan ngandelin kamu.”

Itu kata-kata terakhir Rani sebelum meninggalkan dirinya. Lima tahun yang lalu dia hanyalah keamanan rendah tidak ada orang yang mau memberi kerjaan rutin padanya. Dia hanya mengandalkan otot dan keberanian saja supaya orang tidak berani main dengannya. Rani adalah kekasihnya yang sudah lama menghilang. Tidak pernah lagi dia mau mengingatnya lagi. Sudah terkubur seiring berjalannya waktu.

Dia hadir lagi. dadanya mendadak sesak. Tetapi rasa itu masih ada dihatinya. Dia tidak dapat membantah hal itu. Rasa itu untuk tetap kukuh mempertahankan Rani dihatinya bukan yang lain.

“Baik.”

Si Muka Codet segera beranjak meninggalkan Losmen Ananda, tempat biasa dia beristirahat. Pemilik losmen tidak berdaya dengannya. Dia mengijinkan Si Muka Codet untuk datang ke losmennya kapan saja sesukanya.

Terminal M

Terminal M ada Di kota S sebelah barat dekat exit tol. Terminal terbesar di kota S. Ramai dan termasuk terminal modern, dilengkapi cctv yang memantau para pengunjung disitu. Tidak ada yang dapat disembunyikan ditempat itu. Semuanya terpantau bahkan yang paling kecil sekalipun.

Tetapi si Muka Codet tidak perduli dengan itu semua. Baginya yang penting adalah Rani. Rani perempuan yang dia cintai. Yang mau menerima dia apapun keadaannya sebelum pergi karena kesal.

Rani waktu itu butuh uang banyak buat pengobatan ibunya yang butuh operasi besar. Rani mengandalkan dirinya, tetapi perolehannya tidak banyak dan sering tekor oleh kebutuhan sehari-hari. apalagi kebutuhan hidup memerlukan biaya yang tidak sedikit.

TING

“Jemput aku di peron.”

Si Muka Codet segera beranjak menuju ke peron terminal. Dia menyipitkan matanya karena cuacanya begitu panas dan penuh debu. Matanya menelusuri bagian-bagian peron yang diisi oleh beberapa bus jurusan kota J, kota B, kota SB dan kota B. Tiket bus mahal, tetapi Rani memilih untuk masuk ke bus dengan tiket mahal.

“Kamuuu…”

Sebuah tangan lembut memukul pundaknya. Si Muka Codet menoleh.

“Madun.”

Rani. mukanya putih masih seperti dulu. Dia primadona sehingga menjadi pujaan banyak orang termasuk dirinya. Dari sekian banyak orang, Rani memilih dirinya yang hanya keamanan kecil tak berarti.

Dia mengenakan daster silk mulberry, kalung emas tersembunyi samar di lehernya yang jenjang kontras dengan dirinya yang hanya mengenakan kameja lusuh dengan jin kobong yang sengaja disobek dibagian dengkul.

Rani merangkulnya, kelihatan kalau dia merindukan Madun itu nama asli dari si Muka Codet. Pertemuan yang mengharukan.

“Apa kabar kau Ran.”

Rani tersenyum kecil. Itu mengartikan banyak hal. dia tahu Madun bisa menurut kepadanya sama seperti lima tahun yang lalu.

Kamu merindukan aku, Dun.”

Madun tidak menjawab. dia menghela nafas.

“Sudah lama tidak berjumpa. kamu makin cantik Ran.”

Aku khan perawatan muka. supaya kau suka.”

Madun menggerak-gerakkan tangannya pelan. Dia sedikit grogi. ternyata Rani selalu perhatian padanya.

“Facial, Moisturizer, Sunscreen, Masker…..”

“Sudah stop.”

Rani masih seperti dulu. selalu cerewet. Sedangkan Madun kadang kurang sabaran mendengarkan omongannya Rani.

“Kamu ke sini ada perkara apa.”

“Antarkan aku dulu ke rumah.”

Madun menghela nafas pelan. selama ini Rani bekerja keras ke negara H, guna mengumpulkan banyak uang buat operasi ibunya. dia ingin ibunya sembuh.

“Oke.”

Madun membimbing Rani menuju pintu keluar terminal.

Dody Dan Ritonga melihat dua orang itu sejenak. hanya sekilas saja kemudian mereka menyusuri sisi-sisi terminal M.

Ritonga mau menemui kenalannya yang menjadi kepala keamanan di terminal M. sekalipun banyak diawasi cctv tetap butuh keamanan supaya segalanya dapat berjalan lancar.

Mereka menuju suatu lorong yang diujung terminal. Ritonga mengeluarkan HP-nya. dia kelihatan sedang menuliskan pesan.

TING

“Oke.”

Ritonga mengajak Dody di ruang tunggu terminal.

Seorang yang tinggi tegap muka keras masuk. dia seperti mencari sesuatu. Ritonga melambaikan tangannya. orang itu menuju kearah mereka.

Ritonga dan orang itu berangkulan.

“Ini temanku.”

Ritonga menunjuk Dody. Dody menganggukkan kepalanya.

“Isman.”

Isman menyodorkan tangannya. Dody menyambutnya.

“Dody.”

Isman mengajak keduanya ke tempat lain.

KOTA J PUSAT KOTA-KANTOR UTAMA PT GUMILANG PERKASA

Opa Darwis duduk menyandar di kursi direktur utama. Dia memikirkan banyak hal yang selama ini menggelayut dipikirannya dari Dody yang karena tidak menuruti perintahnya maka aset-asetnya dibekukan. dia sebenarnya menyayangi Dody Gumilang.  Dia cerdas, pekerja keras dan pandai menjalin relasi sehingga cocok menjadi Ceo yang berpotensial menggantikan dirinya. dia sudah merasa tua. usia 78 tahun. Sudah waktunya bagi dia untuk mundur.

Tetapi Dody yang selama ini diharapkan calon pewarisnya malah mengecewakannya. HP-nya berbunyi. Di layar HP muncul seorang perempuan muda. Sekretarisnya bernama Indah.

“Boss ada tamu dari negara H.”

“Persilakan masuk.”

Muncullah dua orang asing. Opa Darwis mempersilakan mereka duduk di kursi didepannya.

Mereka berbincang-bincang tentang bisnis eksport-import yang kira-kira kedepannya dapat memberikan keuntungan yang banyak.

Opa Darwis banyak memberikan masukan-masukan bagi kedua orang itu. Keduanya mengangguk-anggukkan kepala.

Sebenarnya, PT Gumilang Perkasa tidak hanya berkecimbung dalam eksport meubel kerajinan handycraft. itu dikerjakan di perusahaan cabang PT Gumilang Perkasa di kota S yang Ceo-nya Dody. tetapi lebih luas lagi mengurusi juga eksport cpo, yang menghasilkan keuntungan yang tidak sedikit bagi perusahaan PT Gumilang Perkasa.

Bisa menghasilkan sekitar 920 juta. Keuntungan yang tidak sedikit bagi suatu perusahaan. Juga bergerak di pertambangan batu bara, nikel, emas sehingga pantas masuk sebagai 10 perusahaan top negara I. sampai sekarang posisi itu belum ada yang menggeser. perusahaan Gumilang Perkasa. perusahaan Gumilang Perkasa jaya di bawah pimpinan Opa Darwis.

tiba-tiba HP Opa Darwis menyala. Opa Darwis melihat sekilas lalu minta ijin pada tamunya untuk keluar ruangan.

“Hallo Opa.”

Muka cantik Wandy muncul di layar HP.

“Aku sedang sibuk. ada apa.”

“O..opa sibuk ya. ya maaf opa gak tahu kalau opa sibuk. tapi apa opa terlalu sibuk untuk mengingat kontrak perjanjian kerjasama perusahaan.”

Muka opa Darwis menegang.

“Masih ingat.”

“Oke opa, untuk tidak mengganggu kesibukan opa aku mau ingatkan nomor 10 kontrak perjanjian bahwa Ceo Dody Gumilang Perkasa harus bertunangan dengan Wandy dan dua tahun kemudian menikah. bagaimana opa sayang.”

Opa Darwis menghela nafas berat.

“Pasti non Wandy. Aku pastikan Ceo Dody Gumilang Perkasa menikah dengan Wandy putri pertama Direktur Utama Tan Honky, pemilik perusahaan PT Lestari Global Lte Ltd.

“Oke opa yang selalu sibuk,  aku juga sibuk.”

Opa Darwis menghempaskan tubuhnya. Dia benar-benar berada dalam masalah besar. Mau tidak  mau Dody Gumilang harus menikahi Wandy Tan. Pilihan ada di tangan Dody Gumilang . Menikah dengan Wandy maka aset-asetnya dibuka kembali. Tetap bertahan dalam nikah siri karena perjanjian kontrak nikah dengan Santi, dia tidak akan diakui sebagai cucu opa Darwis.

Bagaimana apakah Dody tetap mempertahankan Santi ataukah lebih pada pilihan opa Darwis demi saham-saham perusahaan dan kerjasama tetap lancar dengan PT Lestari Global Pte Ltd.

Bersambung

1
gendiz
semangat ya
Alya Senja: Terima kasih kak sudah mampir
total 1 replies
MayAyunda
keren
Alya Senja: Makasih kak sudah mampir 🙏
total 1 replies
Alya Senja
ya terima kasih mau mampir kak. Kita langsung ya kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!