Areksa Rexander seorang selebriti yang bertemu dengan seorang gadis cantik pemikat hatinya bernama jesselyn stevania yang merupakan mantan pacar dari sang kakak.
bagai manakah kisah cinta Areksa dan Jesselyn???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Izza naimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
malam hari sebelum pergi ke Atlas Beach, Jesslyn memutuskan untuk pindah hotel ke Villa yang telah dipesan oleh Juan dan Inara. sekalipun dia harus jadi obat nyamuk namun jika bersama mereka rasanya dirinya jauh lebih aman, dia tidak mau dibuntuti oleh Daniel yang sempat menjebaknya.
" lo nggak ajak Alaska Jess?" tanya Inara.
" Kenapa harus ajak dia?"
" lah kan biar rame"
" Terus kalau ada dia gue tidur di mana?" tanya Jesslyn.
" sama lo lah" sahut Inara seenak jidat.
" ngaco lo! suami bukan, pacar bukan. Iya kali gue harus ke kamar sama cowok yang nggak terlalu gue kenal" sergah Jesslyn padahal semalaman dia tidur sekamar dengan alas ka bahkan sudah menciumnya dengan cukup brutal.
"ish" Jesslyn bergidik ngeri ketika mengingat itu, sungguh dirinya memalukan!
" kenapa lo? lagi bayangin apa lo?" tanyain Nara saat melihat tubuh Jesslyn sedikit bergetar.
" nggak papa"elaknya.
" Halo bayangin enak-enak sama dedek berondong Alaska ya?" goda Inara mencolek Jesslyn.
" sembarangan!!"
" Eh BTW Mas Juan ke mana?" tanya Jesslyn.
" nggak tahu, tadi sih sama Alaska, nggak tahu ke mana mereka" sahut Inara.
"yaaaaang" teriak Juan dari luar kamar yang ditempati oleh Jesslyn.
" samperin tuh Mas Juan, Gue mau mandi dulu" titah Jesslyn dan Inara pun keluar dari kamar menghampiri Juan.
" apa sih Yang teriak-teriak" sahut Inara.
" Eh ada Dedek Alaska" lanjut Inara ketika melihat Alaska juga ada di situ.
" gue aja di rumah nggak dipanggil Dedek ya Kak, jadi jangan panggil gue Dedek!" protes Alaska.
" hahaha... iya iya "
" Alfamart lo ada di sana, belum masuk aja duluan kita siap-siap berangkat ke Atlas" titah Juan.
" Eh tapi-"
" ayo sayang kita juga harus siap-siap, tapi main dulu sekali" kemajuan sebelum Inara menyelesaikan ucapannya dan langsung mengajak Inara masuk ke dalam kamarnya.
Alaska masuk ke dalam kamarnya dan melihat sekeliling sudut ruangan.
" oke juga pilihan villanya" ucap Alaska.
dia membuka baju dan celana Hanya menyisakan Boxer andalannya, dia berniat untuk membersihkan diri dan masuk ke dalam kamar mandi.
Alaska membeku saat melihat seseorang berada di dalam kamar mandi itu.
seseorang yang sedang berdiri di bawah guyuran shower dengan tubuh mulus, putih bersih, langsing dan sintal di beberapa bagian. benar-benar sempurna.
dan tampak dia tidak menyadari kehadiran Alaska di sana sampai saat Jesslyn mematikan shower dan akan mengambil handuk barulah dia-
"AAAAAAAAKH... " teriak Jesslyn, dia begitu syok dengan kehadiran Alaska di sana. handuk yang belum sempat ia ambil membuatnya refleks berjongkok dan seketika membuat alas kaki tiba-tiba salah tingkah dan bingung harus berbuat apa.
"eh, kak Sorry. aku nggak tahu Kakak di sini" ucap Alaska.
" pergi, Al. pergi!!" teriak Jesslyn namun Alaska tidak langsung pergi dia mengambil handuk dan menutupi tubuh Jesslyn.
" pergi Alaskaaaaa!!"
"iya kak, iya" sahutnya gugup dan langsung pergi keluar dari kamar mandi.
di luar kamar mandi Alaska mondar-mandir tak jelas, merasa sangat bersalah tapi kenapa tadi Juan bilang kalau Jesslyn tidak akan pindah ke villa ini, makanya tadi Alaska mau saja diajak pindah agar lebih dekat dengan lokasi Atlas yang akan mereka kunjungi malam.
Tapi sialnya Alaska tidak bisa lepas dari pemandangan indah di depannya barusan.
Sedangkan di dalam kamar mandi Jeslin menangis kejar, Entah kenapa setiap bertemu dengan Alaska kesialan itu terus menimpanya dan lagi-lagi Jesslyn lelah yang selalu berada di posisi paling memalukan.
rasanya Dia tidak ingin keluar dari kamar mandi dan bertemu Alaska.
" sial, siaaaalll" teriak Jesslyn.
" perasaan pintu kamar mandi tadi gue kunci tapi kenapa bisa ada orang yang masuk sih!" gerutunya kesal.
cukup lama Jesslyn berdiam diri di dalam kamar mandi dan karena merasa sudah sangat kedinginan mau tidak mau dia terpaksa keluar.
pintu kamar mandi dibuka perlahan, Jesslyn melihat sekeliling Ternyata dia tidak melihat Alaska. Dia sedikit merasa lega pasalnya Jesslyn saat ini hanya memakai handuk yang dililitkan sebatas dada dan pahanya saja, Entahlah dia bingung kenapa Villa ini tidak ada Bathrobe.
Jasmine melangkah perlahan keluar dari kamar mandi dan mendekati kopernya untuk mengambil baju.
" kak Sorry tadi-" perkataan tiba-tiba itu membuat Jesslyn kembali terkejut.
"Al-Alaska , Dari mana kamu datang?"
" dari sana" tunjuk Alaska keluar pintu yang mengarah ke kolam renang.
" A-aku mau pakai baju, kamu keluar sana" usir Jesslyn yang masih mempertahankan posisi jongkoknya tanpa menatap Alaska.
" Iya Kak, Aku juga mau mandi" sahut Alaska dan berlari menuju kamar mandi.
setelah selesai memakai baju Jasmine akan meminta penjelasan tentang hal ini kepada Inara dan Juan.
" awas aja Nara, Mas Juan! kalian udah bikin gue malu!" Kumon Jesslyn sembari memoles wajahnya di depan cermin.
" Kakak masih di sini?" tanya Alaska yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya saja. Jesslyn yang melihat itu langsung mengalihkan pandangannya dan kembali menatap cermin.
" kamu ganti baju di kamar mandi sana" titah Jesslyn yang berusaha bersikap biasa saja.
" Iya Kak" sahutnya dan Alaska membuka koper untuk membawa baju kemudian kembali masuk ke dalam kamar mandi namun setelah Alaska kembali ke kamarnya, Jesslyn ternyata sudah tidak ada di sana.
Alaska mumpung nafasnya kasar seolah dia telah melepaskan beban berat di dalamnya.
"Aaaaaggghh"
terdengar teriakan Jesslyn dari luar dan tentu saja membuat Alaska panik lalu menghampiri Jesslyn.
" Kak ada apa?" tanya Alaska yang masih dalam mode kepanikan.
" Heh kalian berdoa sana pergi, nanggung belum beres kita" teriak Juan dari dalam kamar dan ternyata posisi Jesslyn dan alas kakinya berada di depan pintu kamar Juan dan Inara dengan keadaan terbuka dan menutup wajahnya dengan telapak tangannya.
demi apapun Alaska menjadi salah tingkah dengan apa yang dilihatnya dan langsung menutup pintu kamar itu kemudian menarik tangan Jesslyn agar menjauh dari sana.
" Kakak kenapa nggak Ketuk pintu kamar mereka dulu sih!" Amel Alaska.
" Aku kesel sama mereka dan mereka dan Mana aku tahu mereka jam segini lagi ngelakuin itu" jawab Jesslyn semakin kesal.
Jesslyn sebenarnya sudah terbiasa dengan berbagai kemesraan saudara dan sahabatnya itu, mulai dari pelukan, ciuman ataupun grepe-grepe di hadapannya namun tidak sampai keduanya bertelanjang bulat seperti tadi.
" yang namanya pasangan itu mereka nggak pernah mengenal waktu kalau mau ngelakuin itu" ucap Alaska.
" mana aku paham hal itu Alaska!" sergah Jesslyn dan pergi dari hadapan Alaska.
Jesslyn memutuskan untuk pergi ke luar lebih dulu daripada harus berada di dalam pilar itu dan terus membuatnya stress.
" Kak tunggu, Kakak mau ke mana?" teriak Alaska yang berlari mengejar Jesslyn.
" cari angin, kamu ngapain sih ikut-ikutan?"
" daripada aku dengar desahan gak jelas dari mereka, mending aku ikut kakak aja" jawab enteng Alaska.
" kenapa? takut libidomu naik tapi nggak ada pasangan?" bibir Jesslyn.
" lah itu kakak tahu, itu bahaya banget tahu" mendengar jawaban Alaska membuat Jesslyn memicing tajam.
" Makanya kalau liburan itu Ajak pacar kamu, bukannya nyari sugar mommy"
" demi bayar hutang Kak, kalau nggak Kepepet mana Aku mau Kak. membayangkannya saja aku ngeri. bergulat di ranjang dengan... Aaahhh itu mengerikan" Alaska benar-benar bergidik menarik tanpa dia sadari Justin tersinggung dengan sikap Alaska. pasalnya Alaska telah menargetkannya sebagai sugar mommy-nya walaupun status Jasmine bukanlah orang yang telah menikah Tapi tetap saja Jason merasa bahwa Alaska menganggapnya sebagai tante-tante yang haus belaian terutama dari laki-laki muda sepertinya.
mereka berjalan beriringan menuju Atlas.
"Al, Wih sama siapa nih?" tegur seseorang yang tidak lain adalah salah satu crew di film yang telah membuatnya booming.
" Bang Andre, lagi liburan nih Bang?" Alaska bertanya balik.
" Yoi, gue liburan bareng istri gue" sahutnya.
" hati-hati banyak Paparazi Al. ini cewek lo itu ya?" orang yang bernama Andre itu membisikkan sesuatu.
" Oh dia-" Alaska melihat ke arah Jeslin dan bodohnya Jesslyn malah ikut terdiam di pinggir Alaska saat ada yang menyapa Alaska.
" Oh saya, saya kakak sepupunya Alaska" bohong Jesslyn memperkenalkan dirinya.
"Oh sepupu toh, kirain ceweknya. Lagian kalian cuman berdua doang, hati-hati kena gosip Mbak" ucap Andre memperingatkan.
" Oh iya aman, kita di sini Nggak cuman berdua kok. ada keluarga yang lain cuma masih di belakang" bohongnya lagi, Jesslyn terlihat sedikit gugup dan Alaska melihat hal itu.
" Ya sudah gue duluan ya, takut bini Gue nyariin" pamit Andre.
" siap Bang, hati-hati"
Jesslyn kembali berjalan kali ini dia mendahului Alaska, laki-laki tadi benar jika dia terus bareng Alaska akan menjadi bahan gosip parasit pencari gosip dan tentu Jeslin tidak mau terlibat dengan hal yang berbau Entertainment.
" Kak, kok jalannya cepet banget?" Alaska terus mengejar Jesslyn.
" Al jaga jarak, hal ini bisa membahayakan karir kamu" ucap Jesslyn tanpa menoleh ke arah Alaska.
" nggak usah takut, Bukankah Kakak sendiri bilang kalau kakak itu kakak sepupu aku"
" yang dengar cuman abang-abang tadi doang. kalau yang lihatnya orang lain belum tentu berpikir seperti itu dan-" Jesslyn menjeda ucapannya.
" dan apa?" tanya Alaska.
" kamu bakal ketahuan kalau kamu main sama tante-tante. itu akan merusak image kamu dan bagaimana kalau pacar kamu dengar itu? itu bahaya juga buat hubungan kalian" lanjut Jesslyn membuat Alaska menghentikan langkahnya dan Jesslyn Makin menjauh dari penglihatannya.
Jesslyn benar Bagaimana kalau berita buruk itu sampai ke telinga Willa? jika gimmick yang dilakukannya dengan lawan main filmnya mungkin Willa akan memaklumi, tapi jika gosip dirinya dengan Jesslyn tersebar Alaska akan menjelaskan apa? sedangkan Jesslyn bukanlah orang yang berada di dunia entertainment dan juga tidak terlibat pekerjaan apapun dengan Alaska. ya walaupun sebenarnya terlibat tapi pekerjaan yang begitu sensitif dan privat.
sedangkan Jesslyn kini merasa cukup aman karena Alaska tidak mengikutinya, rasanya begitu risih jika berdekatan terus dengan Alaska. selain mereka gugup karena Jesslyn telah lancang terhadapnya, Jesslyn juga merasa sedikit ketakutan Jika tiba-tiba dia digosipkan dengan Alaska. Entahlah perasaan begitu kacau padahal sebenarnya Jesslyn tipe orang yang tidak begitu peduli dengan apapun yang orang lain ucapkan padanya, sekalipun itu hal buruk, mungkin dalam hal ini Jesslyn merasa bersalah kepada pacar dari Alaska karena ulah yang telah dia buat terhadap Alaska.
" Untung dia mau denger omongan gue" gumam Jesslyn yang kini duduk di salah satu kursi kosong di tengah banyaknya pengunjung yang datang di sana.
" niat mau liburan tapi kenapa jadi ribet gini ya. lebih aman berada di rumah ternyata" gumamnya lagi.
Alaska duduk di tempat yang tidak jauh dari Jesslyn, tentu saja ia masih bisa melihat Jesslyn dari sana. Entah kenapa dirinya ingin memantau Jesslyn, ada sedikit rasa cemas Jesslyn akan dijebak oleh orang lain dan bisa Alaska tebak Jesslyn tidak kuat minum alkohol. seperti waktu itu beruntung dirinya yang menemukan Jesslyn dalam keadaan seperti itu, Jika saja orang lain atau orang yang menjebaknya, mungkin Jesslyn akan menjadi mangsa mereka beruntung saat itu Alaska masih dalam mode waras dan Ingat kepada Willa membuat dirinya bisa menahan diri walaupun nyaris terlena saat Jesslyn menciumnya.
.
.
.