Nurul adalah seorang wanita cantik, baik, sabar, juga tegar dalam menghadapi semua cobaan hidupnya. Walau ia sudah terkhinati , dibohongi selama pernikahannya. Namun demi seorang anak yang masih murni dan polos. Nurul tetap berbaik sangka kepada Allah. Rasa sakit dari suaminya Nizam yang sangat ia sayangi. Sempat membuat Nurul kecewa dan terluka. Tapi Nurul berusaha tetap tenang dan berusaha menjadi ibu yang terbaik demi anaknya Sampai akhirnya ia mampu melewati semuanya dengan menjaga hati sang anak untuk menjadi wanita yang berjiwa besar, sukses dan hidup bahagia pada akhirnya. Bahkan Nurul kembali bisa menemukan cinta sejatinya. Yang kembali membawanya hidup bahagia dari seorang pria yang tulus bernama Azka
Akan kah Nizam menyesal .....ikuti ceritanya ya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
Nizam pun diam karna curiga Lara punya maksud tertentu. Namun Nizam bersikap tenang. Karna sore ini ia hanya berniat mengantar kan Lara pulang kekontrakan saja. Tak lebih dari itu.
Sedangkan Nurul dirumah sedang memasak untuk makan malam. Karna tahu kebiasaan Nizam yang suka makan dirumah bersama keluarga kecilnya.
" Rul buang pikiran kotor mu, dia hanya mengantar Lara pulang " batin Nurul yang teringat Nizam tadi meminta izin untuk mengantar Lara pulang sepulang kerja. Karna sekalian Nizam ingin membicarakan sesuatu.
Sembari fokus memasak. Nurul memikirkan pembicaraan suaminya tadi siang yang berpikir untuk menolak keputusan ibunya.
" Berarti kemaren kak Nizam setuju waktu diminta untuk menikah Lara, ada ada saja tuh ibu Apa dia tak berpikir sudah menyakiti menantu dan cucunya. Padahal selama ini aku tak pernah berbuat salah padanya" guman Nurul sembari mengelengkan kepala.
Membayangkan suaminya itu akan bersanding dengan Lara. Yang nota bene teman masa SMA dulu. Membuat Nurul berharap Nizam menolak Lara. Karna tahu Lara bukan orang yang baik. Selama yang ia kenal.
" Huh....entah takdir apa yang sedang kau hadapi kak. Aku tidak tahu bagaimana kita kedepanya. Jika kau tegas aku akan tetap berada disisimu selamanya.Tapi jika kau goyah, aku tak bisa berjanji untuk setia padamu. Karna hatiku juga hancur" kata Nurul sambil menitikkan air matanya. Namun ia menyembunyikan semua nya agar terlihat baik baik saja di depan Nizam. Begitu juga di depan putrinya, karna sejatinya wanita pandai menyembunyikan perasaanya. Tinggal bagaimana pria saja yang peka terhadap perasaan pasangannya.
Tangan Nurul terus bekerja sambil mengaduk sayur yang sudah hampir matang. Sesekali ia melihat kearah Aliya yang sedang bermain sendiri dengan bonekanya. Ada rasa sakit yang menyusup dihati Nurul. Karna tak mau putrinya itu diabaikan oleh sang suami.
" Bagaimana dengan Aliya jika kak Nizam meninggalkan kami. Pasti ia akan sangat kecewa" batin Nurul. Lalu mematikan api kompor. Setelah melihat sayur yang ia masak sudah matang .
Walau terlihat tenang. Air mata Nurul menetes lagi tanpa terasa. Rasanya ia ingin berteriak menghadapi ujian yang ada di depan matanya . Namun itu tak mungkin, Sebab bukan sifat dirinya jika ia harus marah marah kepada suaminya. Karna Nizam sendiri seorang pria dewasa yang bisa berpikir jernih. Yang sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana tidak untuk rumah tangganya
" Bun...kok ayah belum pulang?" tanya Aliya yang menghampiri Nurul didapur.
" Mungkin sebentar lagi de, apa ade sudah lapar?" tanya Nurul dengan lemah lembut. Sambil menghapus cepat air matanya.
" Ngak bun, tadi ayah sudah janji sama ade. Bakal pulang cepat tapi kok belum pulang pulang. Ini sudah hampir magrib" kata Aliya yang terlihat khawatir. Entah ada apa dengan gadisnya kecil
" Mungkin masih di jalan" kata Nurul
" Ya mudah mudahan saja ayah cepat nyampe" jawab Aliya yang lalu duduk di kursi depan meja.
" Ade mau makan sekarang. Nanti bunda suapin ?" tanya Nurul
" Nanti saja bun, bareng ayah" jawab Aliya tersenyum manis. Yang membuat hati Nurul terasa hangat. Karna putrinya itu merupakan malaikat kecil bagi dirinya.
" Ya sudah, bunda bersih bersih dulu. Lalu kita sholat berjamaah ya. Sambil menunggu ayah pulang" kata Nurul
" Ya bun, bunda hari ini masaknya enak enak. Aliya jadi lapar mata nih" puji Aliya sembari melihat menu diatas meja yang semuanya masih panas.
" Ya kan khusus kesukaan ade dan ayah" kata Nurul yang juga gelisah menunggu Nizam pulang. Dan tak lama terdengar suara mobil di teras rumah. Jika itu pertanda suaminya sudah sampai di rumah.
" Itu mobil ayah, ayah sudah pulang bun" kata Aliya senang. Lalu turun dari kursi. Berlari keluar membuka pintu.
Sedangkan Nurul menarik nafas lega tahu Nizam sudah pulang cepat. Karna ia juga sempat berpikiran sama seperti Aliya. Yang Berharap suaminya itu tidak berlama lama bersama wanita lain.
" Alhamdulilah, jika dia masih ingat istri dan anaknya " batin Nurul yang tahu suaminya itu tidak mampir ke kontrakan Lara.
" Bun....lihat ayah bawa roti kesukaan Al" teriak Aliya berlari menghampiri Nurul yang melangkah keruang tamu. Untuk menyambut suaminya pulang.
" Maaf kak Nizam hanya beli buat Aliya karna takut magriban dijalan " kata Nizam yang langsung mencium kening Nurul. Saat Nurul menyalami suaminya itu.
" Ngak apa apa kak, yang penting sudah nyampe rumah" jawab Nurul yang sebenarnya sangat sayang pada Nizam.
" Hmm ..kak Nizam mandi dulu ya, baru sholat Setelah itu kita makan bersama" kata Nizam
" Ya kak, " angguk Nurul yang juga bergegas pergi kedapur untuk membereskan pekerjaannya.
Setelah semua urusan dapur selesai. Nurul menyiapkan sajadah dan mukenanya di ruang tengah. Sambil menunggu Nizam selesai mandi.
" De ayo siap siap sholat" teriak Nurul sambil menyiapkan pakaian rumahan Nizam dan meletakkan nya diatas tempat tidur. Lalu keruang tengah sambil mengenakan mukena
" Ya bun" kata Aliya yang masuk ke kamarnya Untuk meletakkan kantong roti diatas meja belajarnya di kamar
Tak lama terlihat Nizam pun keluar dari kamar dengan pakaian rapi. Lalu keluarga kecil itu bersiap siap untuk sholat berjamaah.
************
Malamnya saat Aliya sudah tidur. Nizam menyelimuti putri kesayangannya itu dengan selimut tebal. Lalu kembali kekamar sembari memperhatikan Nurul yang berganti piyama.
" Hmmm.....de tadi di jalan ibu telpon kak Nizam lagi. Tapi kak Nizam tidak jawab" curhat Nizam sambil naik ketempat tidur.
" Kenapa ? bukannya kak Nizam bisa menjelaskannya baik baik" Nurul pun menyusul ikut naik ketempat tidur.
" Kak Nizam takut salah bicara, Minggu depan kak Nizam disuruh pulang lagi" jelas Nizam sembari menatap raut wajah Nurul
Nurul terdiam sembari berbaring di sebelah suaminya. Nizam pun langsung memeluk istrinya itu karna rindu setelah seminggu ini ia tinggalkan ke kota B.
" Kak Nizam bisa sholat istikharah nanti malam. Pikirkan matang matang sebelum bertindak. Tegas adalah tameng aman bagi kak Nizam jika kak Nizam yakin akan pernikahan kita" kata Nurul mengingatkan
" Ya ...." kata Nizam yang mencium pipi Nurul. Walau ada rasa takut yang mendalam terjadi sesuatu pada ibunya. Karna saat ini ia seperti sedang berdiri di tengah jalan yang berbeda. Bahkan seperti sedang memakan buah simalakama
" Apa kak Nizam ingin tahu pendapat Nurul " kata Nurul pelan sambil mengusap pelan tangan Nizam yang memeluknya.
" Apa ....? " tanya Nizam
" Jangan pergi, tetaplah bersama Nurul dan Aliya disini. Nurul takut, jika kak Nizam pulang ada hal yang akan berubah dari kak Nizam" kata Nurul merasa suaminya itu sedang bimbang.
" Hmm...entahlah. Kak Nizam akan pikirkan itu besok" kata Nizam tak ingin memikirkan masalah itu. Karna malam ini ia ingin bercinta dengan sang istri.
Dan besok paginya. Saat sedang sarapan pagi. Ibu mertua Nurul kembali menghubungi Nizam. Membuat Nurul hanya bisa menghela nafas dalam. Saat suaminya itu seperti sedang diburu masalah dan tekanan. Namun Nurul tetap bersikap tenang. Karna tak ingin ikut campur.
" Ya bu, Nizam mengerti tapi bisakah ibu tidak memaksa Nizam seperti ini. Bukannya masih ada de Bayu dirumah. Kenapa harus Nizam" bantah Nizam terdengar jelas saat suaminya itu bicara pergi ruang tengah. Karna tak ingin putrinya mencuri dengar.
"...... "
" Baik Nizam akan pulang. Tapi bisakan ibu tidak memaksa Nizam untuk tidak menikah. Karna Nizam tak ingin....." kata Nizam sambil mengepalkan tangannya.
" ........."
" Bu....tolong ini bukan jalan yang terbaik" kata Nizam lagi yang membuat Aliya bingung ketika ayahnya itu seperti orang bingung saat bicara di telpon.
" Bun...ayah kenapa sih? Siapa sih yang telpon ayah pagi pagi begini ngak jelas. Telpon kok ngak lihat waktu," celetuk Aliya. Yang tahu pagi adalah waktu sibuk, karna merupakan jam berangkat sekolah dan pergi bekerja bagi kedua orang tuanya
" Bunda ngak tahu, mungkin penting de" jawab Nurul yang juga merasa ikut terganggu. Namun ia tak bisa berbuat apa apa. Kecuali membiarkan suaminya itu membereskan urusan keluarganya sendiri.
" Huh ....ibu memaksa kak Nizam pulang" kata Nizam yang kembali kemeja makan
" Lalu bagaimana dengan kak Nizam sendiri" kata Nurul ingin mendengar jawaban Nizam
" Entah....lah, ayo sarapan. Hari ini kak Nizam ada rapat dikantor." Nizam pun langsung sarapan dengan lahap. Untuk melupakan masalahnya sementara ini. Sedangkan Nurul hanya bisa diam. Walau hatinya sebenarnya ingin marah. Tapi pada siapa??
Sudah tua gitu masih plin plan dan gampang disetir ibunya
Pantas lah kau ditinggal istri dan anakmu Nizam
Tar jangan nyesal ya lihat kebahagiaan Nurul 🤭
Aamiin
Aku menunggu kelanjutan kisahnya ini 😍😍
Semoga iman dan takwa tetap terjaga sepeninggal ramadhan mulia
Memang benar ya lelaki peselingkuh ya hobi bohong sana sini
Aku ikut tepuk tangan kalau Nizam dipecat biar kapok
Bila perlu diblacklist semua perusahaan ,sekalian si Lara juga
Wahhh Nurul ,jodohmu lagi otw
Jodoh dunia akhirat sehidup sesyurga
Biar lelaki ga seenaknya sendiri cari cari alasan ini itu
Aku ikut tepuk tangan karena kamu lelaki mencla mencle
mana ada lelaki beristri sesantai itu mau antar teman wanita
Ayo Nurul jaga ketat harga dirimu
Habislah kau disidang abang ipar
Kamu berharga Nurul ,jangan mau diinjak harga dirimu sama suami tukang selingkuh
Nampaknya beda genre lagi ya Thor
BTW aku nungguin lagi squel salah satu kisah Kalimantan Thor ,sampai baca ulang lagi marathon 😍😍