Aldo pulang merantau dari kota karena mendengar kabar bahwa sebentar lagi Airin akan segera menikah, Kakak kesayangannya itu akan menikah sehingga dia harus segera pulang.
tanpa dia tahu bahwa sesuatu telah terjadi dan Aldo sama sekali tidak mendengar kabar tentang hal itu, bahkan hal yang begitu buruk akan segera menghampiri dia karena kedatangan dia ke desa ini hanya akan mengungkap apa yang telah terjadi kepada Airin yang telah lama menghilang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2. Airin hilang
"Aldo, Kenapa malam begini baru bisa pulang ke rumah?" Bu Hartini menyambut kepulangan sang anak.
"Tadi ada sedikit masalah dan motor Aku tinggal di sana Bu karena macet." Aldo memberikan alasan karena dia tidak ingin bercerita apa yang telah terjadi.
"Ya Allah, belakangan ini memang terasa semua sangat berat sekali." Bu Hartini berkata dengan wajah begitu sedih.
"Loh aku pulang kok malah Ibu berwajah sedih begitu, kenapa ini?" Aldo bertanya dengan lemah lembut karena dia tidak paham.
"Hiks, Hiks." Bu Hartini langsung menangis karena dia sangat tidak sanggup menahan air mata ini.
"Sudah lah, Ibu pasti terlalu rindu dengan aku kan." Aldo memeluk Bu Hartini yang menangis tersedu-sedu.
Sama sekali tidak ada firasat aneh di dalam diri Aldo ketika melihat Bu Hartini menangis seperti itu, sebab menurut dia itu adalah hal yang biasa karena selama ini Bu Hartini memang menangis ketika melihat Aldo pulang merantau dari kota selama beberapa bulan.
Jadi tentu saja sekarang dia juga mengira bahwa Bu Hartini menangis seperti itu karena merasa senang sekaligus sedih, namun dia berusaha untuk tetap menghibur karena dia tahu bahwa hati Bu Hartini begitu lembut sekali saat sedang berhadapan dengan anak-anak, tidak ada firasat yang aneh karena memang Aldo pulang dengan perasaan gembira.
Tentu aja Dia gembira bukan main karena yang akan pulang ini adalah untuk pernikahan sang Kakak, Airin akan menikah sehingga Aldo memutuskan untuk cuti beberapa hari dan mengantarkan pernikahan Airin sampai jadi nanti, sehingga dia membawa kepulangan ini dengan perasaan begitu gembira serta tidak ada beban sedikit saja.
Namun ketika melihat kesedihan Bu Hartini semakin larut saja maka hati Aldo memiliki firasat lain, mana tadi ketika Airin berpamitan ingin membeli sesuatu dan belum juga pulang sampai sekarang, tadi sebenarnya Aldo sudah memaksa ingin mengantar namun Airin ke ke agar Aldo segera pulang saja untuk menemani Bu Hartini yang ada di rumah.
Ini sekarang malah keadaan Bu Hartini menangis seperti itu sehingga Aldo semakin kebingungan dengan apa yang telah terjadi, Kenapa mendadak saja Bu Hartini menangis demikian dan ini tidak biasa bila menangis seperti itu, antara tangi sedih dan bahagia tentu saja jelas berbeda dan ini Aldo bisa merasakan perbedaan tersebut.
Bu Hartini masih belum bisa menceritakan apa yang telah terjadi karena dia sedang terisak dengan hati begitu perih, apa yang dia rasakan tidak mungkin dia katakan kepada sang anak dengan lantang begitu saja karena ini menyangkut hati yang begitu pilu dan perlu jiwa besar untuk menerima Ini semua.
"Kakak mu, Do." Bu Hartini berusaha mengusap air mata yang meluncur.
"Iya, Kakak kenapa memangnya?" Aldo bertanya dengan lemah lembut dan membantu mengusap air mata orang tua ini.
"Ya Allah, kenapa Kakak mu harus seperti itu?" Isak Bu Hartini.
"Ibu tenang dulu ya biar bisa cerita dengan jelas apa yang telah terjadi, Kakak itu kenapa dan ibu juga kenapa kok menangis begini." Aldo berusaha membujuk dengan lemah lembut.
"Airin hilang dan sampai sekarang dia tak kunjung ketemu, Ibu tidak tahu harus mencari kemana lagi." teriak Bu Hartini.
"Hilang!" Aldo yang mendengar ucapan Bu Hartini tentu saja kaget dan agak tidak percaya juga.
Sebab perjalanan ke sini maka dia bertemu dengan Airin yang katanya mau membeli sesuatu dulu di warung, bahkan tadi mereka sempat mengobrol panjang lebar tentang pernikahan itu dan Airin juga tersenyum bahagia ketika bertemu dengan Aldo, jadi Aldo menganggap ini semua hanya gurauan semata dari Bu Hartini.
Namun bila orang tua ini hanya bercanda lalu kenapa dia menangis sampai seperti itu, tentu saja kepala Aldo seakan mau pecah karena dia tidak percaya atas apa yang telah terjadi di dalam rumah ini, antara masih bingung juga Karena dia sudah beberapa bulan tidak kembali sehingga tidak mengetahui tentang berita yang ada di desa.
Beberapa Minggu belakangan ini memang ponsel Aldo hilang Dan ini juga dia tidak bisa menghubungi ketika akan pulang, kemarin mereka sempat berhubungan ketika Aldo meminjam ponsel teman dia sendiri untuk memberitahu bahwa dia akan segera pulang, dalam perjalanan kemari barulah dia membeli ponsel sehingga tentang kabar-kabar itu dia masih belum tahu dengan jelas.
"Bu, Ibu ini sedang berbicara apa?" Aldo bertanya kembali dan menatap sorot mata Bu Hartini.
"Airin menghilang sudah sebulan lebih, Ibu berusaha menghubungi kamu namun tidak bisa." ujar Bu Hartini.
"Ah Ibu jangan bercanda seperti itu karena tadi saja aku bertemu dengan Airin!" Aldo kaget tidak karuan.
"Dimana? di mana kamu bertemu dengan dia dan Ayo antarkan aku ke sana bila memang Airin ada!" Bu Hartini dengan penuh semangat mengajak Aldo.
"Demi Allah aku tadi bertemu dengan Airin di jalan, sebentar lagi dia pasti akan pulang karena tadi dia hanya membeli kopi saja." Aldo berkata dengan sangat yakin.
Hartini menatap sang putra dengan tatapan tidak percaya dan juga penuh kebingungan, sebab orang kampung ini saja sudah bingung mencari keberadaan Airin yang entah ada di mana, ini kenapa mendadak saja malah Aldo mengatakan bahwa dia tadi sempat bertemu dengan Airin juga saat sedang dalam perjalanan ke sini.
"Kita tunggu beberapa menit lagi karena Airin pasti akan pulang." ujar Aldo dengan sangat yakin.
"Ya Allah siapa yang sudah kamu temui itu sehingga kamu sangat yakin bahwa dia adalah Airin? sedangkan ibu selama ini sudah menunggu dia dan tidak pernah Airin pulang!" isak Bu Hartini kembali pecah.
Aldo tertegun karena dia juga mulai bingung melihat Bu Hartini yang tidak ada niat bercanda sama sekali di dalam diri ini, tidak mungkin juga Bu Hartini mengajak Aldo bercanda ketika dia baru pulang dan mengatakan bahwa Airin yang sudah lama hilang dari desa ini dan tak kunjung kembali lagi.
"Bu, tolong jangan membuat aku pusing seperti ini karena tadi aku memang berbicara banyak dengan Airin." Aldo memijat kepala dia yang terasa pusing.
"Ibu ini orang tua sehingga tidak mungkin berbohong untuk nasib anak sendiri, Airin mau menikah sebentar lagi." ujar Bu Hartini.
"Ya allah!" Aldo berlari keluar dari dalam rumah untuk mencari keberadaan Airin yang tadi berpamitan akan pergi ke warung.
Masih terngiang dalam telinga Aldo ketika Airin berkata banyak dan bahkan gadis itu juga memeluk dia dengan penuh kasih sayang, tidak peduli walau saat ini hujan mulai deras namun yang jelas Aldo segera keluar karena dia ingin menemui Airin yang sedang menuju warung.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komentar kalian semua ya.