NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Sang Mantan

Benih Rahasia Sang Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Single Mom / Penyesalan Suami
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Septi.sari

Satu malam kelam menumbuhkan benih kehidupan dalam diri Miranda. Namun naasnya, hubungan terlarang itu di ketahui sang Majikan, yang tak lain Ibu dari kekasihnya~Ezar Angkasa.

Merasa tidak terima atas hubungan itu, Majikanya memfitnah Miranda secara keji, dan mengharuskan gadis malang itu angkat kaki dari rumah dalam keadaan berbadan dua.

5 tahun berlalu~

Miranda mencoba bangkit. Melamar kerja pada sebuah perusahaan ternama di kotanya. Namun siapa sangka, Bos barunya itu.....? Dia adalah Ezar Angkasa, mantan kekasihnya 5 tahun yang lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Sore itu, selepas dari pemakaman, Tama mengajak Bundanya ke taman, hanya sekedar menikmati sore dengan bermain sepeda. Akan tetapi, tiba-tiba saja-

Awww....

Brak!

Tama menegang diatas sepeda kecilnya, kala sepeda yang ia naiki menabrak bemper samping mobil mewah yang kini terparkir di tepi taman.

"Heh! Jadi kamu yang sudah menabrak mobil pacar saya?!" pekik seorang wanita cantik yang sudah mendekat, wajahnya sangat marah sekali.

Seorang pria yang semula duduk di bangku taman agak berjarak, kini juga ikut bangkit, penasaran apa yang terjadi.

Upss!

Tama segera turun, dan berusaha menarik sepedanya yang terperosot di samping mobil tadi. Sambil gemetaran, Tama kini membiarkan sepedanya terjatuh dengan sendiri.

"Ada apa ini?"

Suara seorang pria tampan penuh wibawa, memaka pakaian fomal, kini menatap kejadian di depanya dengan alis bertaut.

Bocah kecil tadi tertunduk. Wajahnya takut, kedua tanganya saling meremat mengeluarkan keringat.

"Sayang... Kamu lihat 'kan, ini mobil kamu tergores gara-gara di tubruk sepeda butut bocah itu," sahut wanita tadi sambil menunjuk kearah Tama yang hanya mampu menekuk wajahnya.

Pria tampan berusia 29 tahun itu mendekat. Wajahnya sangat tegas hingga membuat Tama berkeringat. "Ma-maafkan saya, Paman. Saya tidak sengaja menabrak mobil Paman," katanya bergetar.

Dengan sikap angkuhnya, wanita tadi mendekat sambil menunjuk wajah Tama. "Heh, kamu tahu 'nggak? Mobil pacarku ini sangat mahal! Orang tuamu pun nggak akan mampu hanya untuk menutup goresannya!"

Pria tadi juga ikut menimpali, "Sekarang, lebih baik kamu bawa sepeda jelekmu ini pergi... Daripada saya buang ke tong sampah!"

Tama sudah sesegukan menahan tangisnya. Dadanya sudah terasa penuh, bahkan tanpa suara pun air matanya luruh membasahi pipi kecilnya. Dengan langkah limbung itu, Tama sekuat tenaga menarik sepedanya, dan hanya mejadi tontonan dari kedua pasangan tadi.

Karena kalah tenaga, Tama langsung berlari menjauh untuk memanggil Bundanya.

"Huaaaa... Bundaaaa......"

Tangisan Tama pecah berlari mencari Ibunya.

Sementara di sudut taman, seorang wanita berjilbab instan kini sejak tadi mondar mandir cemas mencari putranya yang entah kemana.

"Ya Allah, Tama... Bunda tinggal buang sampah bentar kok kamu udah pergi sih? Kamu dimana, sayang?" lirihnya berjalan kesana kemari.

Sambil terus mencari dan bertanya, akhirnya suara kecil namun cukup pecah oleh tangisan, kini berhasil membuat Miranda menoleh.

"Bundaaaa...."

Miranda syok. Ia segera menangkap tubuh putranya yang kini bergetar oleh isakan tangis.

"Ya Allah, Tama... Kamu kenapa, sayang? Kamu darimana saja Bunda cari-cari? Coba sini, ayo kita duduk dulu, nanti baru cerita pelan-pelan sama Bunda."

Tama mengangguk di sela isakan kecilnya. Wajahnya merah, air mata serta ingus bercampur luruh.

Setelah membersihkan wajah Tama dengan tisu, Miranda mendudukan mengusap dada Tama agar putranya dapat lebih rilex.

"Sayang, sekarang ceritain sama Bunda, kenapa Tama menangis kaya gini? Apa ada yang jahatin Tama?" tanya Miranda dengan lembut.

Tama mulai membuka suara meskipun nadanya rendah dan parau. "Bunda... Tadi pas Tama naik sepeda, Tama nggak sengaja tablak mobil. Pria dewasa itu mendekat dan langsung malahin Tama. Itu... Sepeda Tama masih disana, Bunda. Tama nggak bisa ambilnya."

Miranda mengikuti arah tunjuk tangan Putranya. Dan benar, sepeda Tama masih merosot dibawa jalan; menghantam pintu mobil mewah mengkilat.

"Tama... Kamu tungguin Bunda disini bentar ya! Bunda mau ambil sepedanya Tama. Oh ya, apa tadi Tama sudah meminta maaf sama pemiliknya?" Miranda menekuk lututnya, mengusap sisa air yang masih keluar.

Tama mengangguk pasti. Sorot matanya berkata sangar jujur.

Dan Miranda tahu bagaimana sikap serta kepribadian putranya. Arya semasa hidup sangat mampu mendidik putranya menjadi sosok yang lembut dan penuh kasih.

Miranda bangkit, sambil menarik napas dalam, ia berjalan teratur dengan langkah tegas untuk mengambil sepeda putranya. Selama keluarganya berada dalam garis kebenaran dan sudah meminta maaf, maka ia akan maju sebagai ganti suaminya untuk melindungi Tama.

"Permisi... Maaf, saya mau mengambil sepeda putra saya!"

Suara tegas dan cukup padat itu menimbulkan kesan dingin, hingga membuat dua orang tadi reflek menoleh bersamaan.

Deg!

Pria tadi terperanjat melihat wajah yang tak asing lagi baginya, kini berdiri tegap terbalut hijab. "Miranda? Benar, dia Miranda 'kan?"

Dan ketika Miranda menoleh perlahan Kearah pasangan tadi, matanya terbuka lebar, pria di masa lalunya kini berdiri gagah penuh kemewahan bersama wanita cantik.

"Heh, Mbak! Kok malah bengong sih?" tegur wanita tadi berwajahkan kesal.

Jantung Miranda seolah berhenti berdetak. Waktu enggan mengayun dengan semestinya. Kenangan pahit berujung luka itu kembali terulang, membentuk luka yang menganga.

"Oh, iya... Saya mau ambil sepeda putra saya! Permisi," Miranda bergegas menarik sepeda putranya, lalu segera melenggang dari hadapan dua orang tadi.

Akan tetapi, langkah Miranda kini di hadang oleh wanita angkuh tadi. Namanya-Sinta. Usianya tak jauh dari Miranda.

"Bagaimana kamu pergi begitu saja tanpa meminta maaf? Kamu tahu... Mobil kekasihku ini sangat mahal! Gara-gara putramu yang ceroboh itu, mobil kekasihku jadi tergores 'kan!" sentaknya.

Miranda rasa, wanita di depanya kini sudah sangat berlebihan. Padahal nyatanya, goresan itu tidak separah asumsinya.

"Sayang, sudahlah... Biarkan dia pergi! Mengganti pun dia tidak akan mampu!" sadisnya pria tadi ketika menyahut. Ia menatap Miranda dengan senyum remeh, sorot matanya penuh kebencian yang tertahan.

Masih teringat jelas dalam pelupuk mata pria bernama Ezar Paradipta Angkasa, ketika wanita yang paling ia cintai, paling ia perjuangkan, pada saat itu tega menghianati cintanya.

...----------------...

Pagi itu, tepat 2 tahun sudah Ezar menyelesaikan pendidikanya di Luar Negeri. Ia sudah berjanji dengan wanita pujaannya, bahwa sekembalinya dirinya, Ezar akan meminta restu pada sang Ibu untuk menikahi pelayanya sendiri, yakni Miranda.

"Miranda... Mir... Kamu dimana?" teriak Ezar lantang, tanganya masih menggenggam handle koper, berdiri di dapur sambil mengedarkan mata.

Seorang wanita parubaya dengan penampilan glamornya mendekat. Wajahnya masih segar dilapisi make up tebal. Senyumnya di buat sendu, seolah dirinya baru saja mendapat kabar yang memilukan dari mantan pelayanya itu.

"Ezar... Kamu cari siapa, sayang?"

Ezar menoleh. Senyum di wajahnya masih terukir indah. "Miranda, Mah! Dimana dia? Aku panggil dari tadi dia tidak keluar-keluar?!"

Wanita bernama Ria itu menepuk lemah pundak putranya. "Ezar, ayo kita duduk dulu ,sayang! Ada yang ingin Mamah tunjukan sama kamu."

Ezar mengangguk. Lebih memilih mengikuti Ibunya duduk diatas sofa. Dahinya berkerut tipis, saat Ibunya mengeluarkan gawai.

"Ezar... Untung pelayan di rumah ini sempat merekam kejadian keji ini. Ibu tak menyangka, Miranda tega berbuat hal menjijikan seperti ini," ucap Tari sambil menyodorkan gawainya kepada sang putra.

Dalam sepenggal video yang terputar itu, di dalam kamarnya, memperlihatkan Miranda yang sedang tidur mengenakan daster tali kecil yang sangat tipis, kini di peluk oleh seorang pria asing dari belakang.

Mata Ezar menajam, meremat kuat ponsel Ibunya dengan dada yang sudah naik turun karena emosi. "Kamu tega sekali denganku, Mirandaaaa! Aku tak menyangka kamu tega bermain dengan pria lain di belakangku," batin Ezar tergolak, rasanya hancur berkeping melihat penghianatan itu.

"Ezar, Mamah aja nggak nyangka! Makanya, setelah kejadian itu... Mamah langsung usir dia dari rumah! Mamah nggak ingin perempuan kotor itu berdiam lebih lama di rumah kita."

Ezar yang sudah di kuasai amarah dan emosi, kini langsung bangkit, naik keatas tangga menuju kamarnya.

Di dalam kamar itu, Ezar benar-benar melampiaskan semuanya. Rasa lelah, kecewa, cinta, kini hancur tak bersisa.

Brak!

Pyar!

Beberapa guci dan juga pajangan mobil miniatur koleksinya, kini raib terhempas kemana-mana. Wajah Ezar memerah, napasnya tersengal tak beratur.

"KAMU TEGA SAMA AKU, MIRANDA! AKU BENCI SAMA KAMU!"

Suara Ezar menggema hingga urat dalam lehernya menonjol.

Semenjak kejadian itu, Ezar memutuskan untuk membenci hidup Miranda, apalagi mengetahui secara diam-diam jika Miranda sudah menikah kembali.

...----------------...

Ezar tersadar, ketika Miranda membuka suara begitu tegas. "Putra saya hanya seorang anak 5 tahun yang sudah berniat meminta maaf. Namun Anda berdua malah mencacinya tanpa ampun. Dimanakah hati nurani kalian?"

Wanita berambut lurus sepinggang itu mendekat. Wajahnya sudah sangat kesal. "Kok kamu nyolot, sih? Putra kamu itu salah, seharusnya kamu sebagai gantinya dong yang meminta maaf!"

Miranda menarik napas dalam. Wajahnya masih tenang, berusaha tabah. "Saya minta maaf atas kelancangan putra saya. Kalau begitu saya permisi!"

Pria bernama Ezar itu mengepalkan tangan kuat, ketika Miranda tak terpancing apalagi cemburu melihatnya menggandeng wanita lain.

"Miranda... Kamu harus merasakan sakit yang aku rasakan dulu!" bisik hati Ezar sambil menatap langkah Miranda yang mulai menjauh.

...----------------...

Assalamualaikum kakak semua. Saya jumpa lagi dengan karya sederhana ini. Mohon dukunganya, terimakasih🙏❤

1
Meliandriyani Sumardi
lanjut kak
Nesya
dasar maruk wanita jahat, lanjut thor
Nesya
hhmm muak kali ama ezar
Anonim
Jangan lama lama bersambung nya dong🥹
Meliandriyani Sumardi
semoga jodohnya miranda itu dewa...
Ig:@septi.sari21: kita doakan ya kak❤
total 1 replies
delis armelia
sedih banget jadi miranda
Ig:@septi.sari21: sangat kak💔
total 1 replies
I Love you,
dasar cowo letoi😤😤😤😡
Nesya
masih aja zuudzon ama miranda pengen tk 👊🏻👊🏻 akan nyesel kamu erza setelah tau kebenaran tentang miranda
Ayesha Almira
ni c erza suka skli memfitnah miranda...smga miranda enggan kembali bersma erza...
Ig:@septi.sari21: agak agak emang💔
total 1 replies
Nesya
kasihan miranda selalu di kelilingi orang2 toxic
Ig:@septi.sari21: potek hatinya🥀💔
total 1 replies
Nesya
ibu kandung dewa
Ig:@septi.sari21: ibunya Ezar juga kak💔
total 1 replies
I Love you,
😤😤😤 kesel lama lama..jahat banget
Ig:@septi.sari21: miranda kek serba salah💔
total 2 replies
Nesya
ngeselin bgt si lita g beradab
Ayesha Almira
lom da kebahagian yg akn menghampiri miranda
Nesya
tenang dewa, miranda udah janda, janda cantik soleha lagi.. bebas pedekate wkwk🤭
Meliandriyani Sumardi
lita berjilbab tapi ga punya etika dan adab...percuma....ditinggal sama arfan baru tau kamu lit...lanjut kak
I Love you,
waduh😭😡😤 tidak di akui karna miskin?!!😤😤😤😡
Ig:@septi.sari21: kasihan kak💔
total 1 replies
I Love you,
waduh😭😡😤 tidak di akui karna miskin?!!😤😤😤😡
Nesya
dihh ibu durhaka
Ig:@septi.sari21: jahat banget ya kak💔
total 1 replies
Dew666
💟💟💟
Ig:@septi.sari21: kak dew, macihh bintangnya😍✋
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!