NovelToon NovelToon
Love Unscripted

Love Unscripted

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Teen
Popularitas:856
Nilai: 5
Nama Author: CieMey

Zhevanya Maharani Karasya (Vanya) selalu menjadi anak yang dapat dibanggakan oleh kedua orangtua nya, siapa sangka sifat nya yang ceria periang dan selalu berfikir positif itu ternyata menyembunyikan rasa sakit yang sangat menyiksa. Vanya yang selalu ingin menyerah oleh penyakit nya itu tak pernah menduga masa remaja nya akan terasa sangat berwarna.

Pertemuan nya dengan Nana, Farida, dan Irgi benar benar membuat masa remaja nya begitu berwarna, indah dan membuat banyak kenangan yang tak terlupakan, sampai pada akhirnya Semua terasa begitu sia sia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CieMey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saat Mata Bertemu

Pagi ini di awali dengan pelajaran PKN. Sejujurnya Vanya tidak terlalu suka dengan pelajaran PKN. Menurutnya pelajaran PKN sangat sulit Karena ia harus menghapal pasal pasal dan  undang undang. Sudah berulangkali kali Vanya berusaha untuk menghapal pasal pasal itu. Tapi tak ada satupun pasal yang dapat ia hapal dengan baik di otaknya. Vanya juga tidak terlalu menyukai politik. Menurutnya politik itu hal yang sangat panas. Orang orang bisa sangat sensitif jika sedang membicarakan politik.

"Baik anak anak, hari ini kita buat kelompok," kata Bu Dwi tanpa mengalihkan pandangannya dari buku yang beliau pegang.

"Baik Bu," jawab seluruh siswa di kelas dengan serentak.

"Oke kalau gitu kita buat 4 orang dalam satu kelompok dan kelompoknya akan saya yang tentukan," kata Bu Dwi melihat ke arah murid.

Vanya hanya berharap dapat satu kelompok dengan Farida.

Keajaiban pun terjadi Vanya dan Farida berada di kelompok yang sama. Vanya, Farida, Arnando Farid yang biasa di panggil Nana, dan juga Irgi Fahrezi yang biasa di panggil Irgi berada dalam satu kelompok. Irgi sudah lama mengenal Vanya, Irgi juga merupakan salah satu cowok terganteng dan terhitung cowok pintar di kelasnya. Banyak wanita yang menyukai Irgi termasuk Farida. Sedangkan Nana, cowok paling kalem, anteng, dan paling pintar di kelasnya. Nana juga termasuk dalam golongan cowok ganteng di kelasnya.

Kami memulai diskusi kelompok. Vanya, Farida, dan Irgi sibuk berdiskusi untuk mencari jawaban yang tepat. Sedangkan Nana, ia hanya diam memperhatikan teman temannya yang sedang sibuk berdiskusi sambil sesekali menulis jawabannya. Sikap Nana membuat Vanya sedikit geram. Berulangkali Vanya meminta pendapat Nana. Tapi Nana hanya menjawab "gue sih ngikut kalian aja,"

Vanya yang memiliki kesabaran yang tipis pun sudah Sangat menahan emosinya. Ia ingin sekali menerkam kepala cowok itu, menyadarkan otak cerdasnya dari tempat peristirahatannya. Agar cowok itu bisa berpikir lebih jernih dan membantunya menemukan jawaban.

Vanya tau kalau Nana merupakan siswa paling pintar di kelasnya. Pertanyaan yang sedang mereka hadapi bukan lah pertanyaan yang sulit untuk Nana. Tapi Vanya benar benar tidak mengerti mengapa cowok di hadapannya ini tidak mau membuka suaranya. Bahkan ketika ditanya pun ia seolah olah tidak mengerti dengan pertanyaan tersebut.

"Na bisa ga sih Lo bantu kita dikit? Gausah pura pura ga ngerti sama soal ini, gue tau Lo siswa paling pintar di kelas ini, gamungkin soal kaya gini aja Lo gabisa jawab... Ayo lah Na bantuin kita dikit, pala gue hampir pecah nih ngerjain ini soal," kata Vanya yang sudah tidak bisa menahan emosinya.

Nana yang mendengar perkataan Vanya hanya tersenyum. Ia sangat mengerti alasan Vanya sangat marah padanya. Nana mengambil kertas soal tersebut dan mulai mengisi nya. Tak membutuhkan waktu lama untuk Nana menjawab semua soal dengan benar. Hanya butuh waktu lima belas menit untuk Nana menyelesaikan lima puluh soal. Setelah selesai mengerjakan soal, Nana menaruh kembali kertas soal di tengah meja. Vanya, Farida, dan Irgi hanya diam memperhatikan kertas soal yang sudah selesai dikerjakan.

"Tau gitu kenapa ga dari tadi aja Lo yang ngerjain Na," kata Irgi menyadarkan Vanya dan Farida dari lamunannya.

"Tau nih Nana bikin orang mikir aja," sahut Farida yang terkejut melihat kepintaran Nana.

Vanya tersenyum ke arah Nana. Ia merasa bersalah dan juga senang di waktu yang bersamaan.

Sedangkan Nana hanya tersenyum melihat tingkah teman temannya.

Sejak tadi Nana terus memperhatikan Vanya. Menurut Nana Vanya wanita yang berbeda, ia sangat menarik. Vanya memang tidak secantik Farida, kulitnya juga tidak seputih Farida. Tapi Vanya memiliki Senyuman yang sangat manis.

Vanya tersenyum menatap Nana setelah Nana selesai mengerjakan soal soal itu.

"Senyuman nya manis banget," seru Nana dalam hati, ia tidak henti hentinya tersenyum ke arah Vanya.

Sejak kejadian itu, Nana dan Vanya semakin dekat. Mereka berdua sering mengikuti kompetisi bersama.

Bahkan Vanya sudah sering berkunjung ke rumah Nana. Begitu juga sebaliknya. Keluarga mereka sudah saling mengenal.

1
Ridwani
👍👍👍👍👍👍
gempi
b
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!