NovelToon NovelToon
KUBALAS PERBUATAN SUAMI & KELUARGANYA

KUBALAS PERBUATAN SUAMI & KELUARGANYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Pelakor
Popularitas:114.8k
Nilai: 5
Nama Author: Noona Rara

Selama empat tahun pernikahan, Laras menjadi mesin ATM bagi keluarga suaminya. Sebagai wanita karier dengan posisi mapan dan gaji besar, ia tidak hanya menafkahi rumah tangganya sendiri, tetapi juga menanggung gaya hidup mewah ibu mertua dan adik iparnya, sementara suaminya, Arga, lepas tangan dengan alasan gajinya yang kecil.
Puncak kesabaran Laras habis ketika ia menyadari bahwa kebaikannya tidak pernah dihargai dan justru dianggap sebagai kewajiban mutlak. Laras memutuskan untuk melakukan "pemogokan finansial". Ia memotong uang bulanan secara drastis, berhenti membayar cicilan mobil sang adik ipar, dan mulai menikmati hasil jerih payahnya untuk dirinya sendiri.
Keputusan Laras memicu "perang" dalam keluarga besar. Arga yang manipulatif, serta ibu mertua dan adik ipar yang parasit, mulai melakukan berbagai cara untuk menekan Laras, mulai dari intimidasi, adu domba dengan keluarga besar, hingga ancaman perceraian. Namun, Laras yang kini lebih berdaya tidak lagi bisa ditindas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Rara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Uangku. Bukan Uang Kalian

Laras bersama ketiga sahabatnya baru saja menyelesaikan reservasi tiket pesawat. Besok, tepat hari Minggu jam sebelas pagi, mereka akan terbang untuk berlibur selama empat hari.

"Ras, apa suamimu nggak bakalan marah kalau kamu liburan?" tanya Erika.

"Bodo amat. Aku sudah tidak peduli lagi," jawab Laras santai.

Ketiga temannya saling lirik dan tersenyum tipis. Mereka sudah tahu segalanya tentang kehidupan rumah tangga Laras. Mereka paham bagaimana selama ini Laras dimanfaatkan oleh keluarga suaminya. Bahkan, mereka sudah berkali-kali menasihati agar Laras berhenti memanjakan keluarga suaminya, namun selama ini Laras seolah menutup telinga.

"Yakin bisa sebodoh amat itu?" goda Rani bercanda.

"Yakin, dan aku serius. Aku sudah sadar kalau Mas Arga dan keluarganya hanya memanfaatkanku. Mereka menjadikanku sumber uang. Mulai bulan ini, aku tidak mau lagi menanggung kehidupan mereka. Biaya kuliah adiknya, cicilan mobil, atau biaya-biaya lainnya. Kalaupun aku membantu, cukup sewajarnya saja," tegas Laras, membuat sahabat-sahabatnya merasa lega.

"Wah, sepertinya ada yang baru lepas dari pengaruh 'guna-guna' nih, Ran, Rik!" seloroh Andin sambil tersenyum lebar.

"Kamu benar, Din. Guna-guna dari mbah dukunnya sepertinya sudah luntur hahah," timpal Erika disambut tawa renyah mereka berempat.

Alih-alih tersinggung, Laras justru ikut tertawa. Ia merasa sindiran itu ada benarnya. Selama ini ia seolah terhipnotis, selalu menuruti apa pun kata Arga dan ibu mertuanya, Bu Ajeng.

"Sudah sore, yuk kita pulang. Jangan lupa besok jemput aku, ya!" Laras mengingatkan temannya sebelum mereka berpisah.

Sebenarnya, jam kerja Laras di hari Sabtu hanya sampai jam dua siang. Namun, ia sengaja tidak langsung pulang dan memilih menghabiskan waktu di kafe yang tak jauh dari kantornya. Ia sengaja mengabaikan pesan singkat bahkan panggilan telepon dari suaminya. Laras pulang dengan tangan hampa, tak ada makanan yang ia beli. Biasanya, jika sedang malas memasak, ia akan membelikan makanan untuk orang di rumah. Tapi kali ini tidak. Biarkan suaminya mencari makan sendiri.

**

Sementara itu, Bu Ajeng dan Tiara sudah menunggu di rumah sejak jam empat sore. Mereka bisa masuk karena Arga memang sudah memberikan kunci cadangan kepada mereka. Namun, hingga pukul setengah enam, Laras belum juga menampakkan batang hidungnya.

"Sudah jam segini istrimu belum sampai rumah, Ga? Ke mana dia? Apa dia tidak tahu kalau Ibu dan Tiara datang? Kamu sudah kasih tahu dia, kan?" cecar Bu Ajeng pada putranya.

"Sudah, Bu. Arga sudah kirim pesan, tapi belum dibaca sampai sekarang. Padahal kalau Sabtu dia pulang jam dua. Sepertinya dia sengaja, Bu. Masih marah gara-gara tadi pagi," adu Arga seperti anak kecil.

"Benar-benar istrimu itu! Kalau bukan karena gajinya yang besar, Ibu tidak akan sudi menjadikannya menantu!" omel Bu Ajeng lagi.

Arga hanya diam. Sebenarnya, ia pun tidak sungguh-sungguh mencintai Laras. Ia menikahinya hanya karena Laras memiliki pekerjaan mapan dengan gaji fantastis. Impian Arga sejak dulu adalah menikahi wanita kaya agar hidupnya enak tanpa perlu banting tulang. Meski Laras bukan anak konglomerat, gajinya sudah cukup untuk dimanfaatkan. Terbukti selama empat tahun pernikahan, Arga hanya memberi uang bulanan ala kadarnya, sementara Laras yang menanggung semua beban rumah tangga hingga biaya hidup ibu dan adiknya.

Deru mesin mobil terdengar di halaman.

"Itu suara mobil Mbak Laras," ucap Tiara tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya.

Bu Ajeng tetap duduk tegak di sofa ruang tamu, menyiapkan rentetan "kata-kata mutiara" yang sudah tersusun di kepalanya untuk menyambut sang menantu.

Di luar, Laras menghela napas panjang saat melihat mobil adiknya terparkir. "Mobil Tiara? Hah... pasti ada Ibu juga. Drama apa lagi kali ini?" gumamnya malas.

Laras turun dari mobil, menenteng tasnya, dan melangkah masuk. Ia sudah menyiapkan mental.

"Assalamualaikum," ucap Laras pelan.

"Waalaikumussalam! Dari mana saja kamu jam segini baru pulang? Pulang kerja itu seharusnya langsung ke rumah, bukan malah nongkrong tidak jelas!" sambut Bu Ajeng dengan nada tinggi.

"Aku habis kumpul sama teman kantor, Bu. Aku juga capek kerja, butuh refreshing otak," jawab Laras, berusaha tetap sopan.

"Kamu itu seorang istri. Tidak pantas nongkrong-nongkrong seperti itu. Daripada uangnya habis buat hura-hura, lebih baik buat bayar semesteran Tiara. Ingat, kamu belum bayar tagihannya!" seru Bu Ajeng lagi.

Laras menghela napas berat. Niatnya ingin langsung mandi dan istirahat, tapi justru disambut omelan tak berujung. "Bu, aku capek dan mau mandi. Tolong jangan bahas soal uang dulu. Kalau Ibu mau menginap di sini silakan, tapi maaf, aku mau ke kamar."

"Laras! Yang sopan kalau bicara sama Ibu! Ibu bicara benar, malah kamu abaikan begitu saja!" bentak Arga, mencoba membela ibunya.

Laras melirik suaminya sekilas dengan tatapan dingin. Ia malas berdebat, apalagi waktu Magrib sudah hampir tiba.

"Aku tidak mengabaikan Ibu, Mas. Tadi pagi kan sudah kujelaskan, soal semesteran dan cicilan mobil, aku tidak mau menanggungnya lagi. Untuk jatah bulanan Ibu dan Tiara, aku hanya bisa memberi sekadarnya. Lagipula ada Mas Dimas dan Mbak Maya, kenapa harus aku yang menanggung semuanya? Sudahlah, aku capek."

Laras melangkah pergi meninggalkan sekumpulan orang yang seolah tidak tahu diri itu.

"Mbak Laras, jangan lupa masak! Aku mau makan sop buntut!" teriak Tiara dengan nada memerintah.

Laras tidak menjawab. Ia terus berjalan menuju kamarnya dengan tekad yang semakin bulat untuk berhenti menanggung hidup mereka.

Laras menutup pintu kamarnya dengan kasar. Dadanya bergemuruh menahan sesak, selama ini ia tidak hanya diperas tapi juga diperlakukan tak lebih dari seorang pembantu oleh keluarga suaminya.

"Dasar anak tidak tahu sopan santun. Bisa-bisanya dia berteriak pada istri kakaknya sendiri begitu? Apa dia pikir aku ini pembantunya?" gumam Laras geram dalam kesendiriannya. Ia membandingkan dengan adiknya sendiri yang memiliki perangai jauh lebih baik daripada Tiara.

"Lagipula, aku yang punya uang, kenapa mereka yang mengatur? Ini uangku, bukan uang kalian! Mulai sekarang, aku tidak akan membiarkan kalian memanfaatkan aku lagi," tegasnya dalam monolog yang penuh tekad.

Laras sama sekali tidak berniat keluar kamar lagi malam itu. Ia segera menyibukkan diri dengan packing barang-barang yang akan dibawa berlibur sebelum beristirahat. Soal makan malam, ia sudah tidak peduli. Mereka bertiga sudah dewasa dan bisa memasak atau membeli makanan sendiri jika lapar.

Sambil merapikan koper, Laras mengambil ponsel dari tasnya. Ia segera mengirim pesan kepada Rani, meminta agar dijemput lebih awal. Laras sadar betul bahwa besok pasti akan ada drama besar jika ia pergi secara terang-terangan, maka ia memutuskan untuk berangkat jam setengah enam pagi, sebelum penghuni rumah lainnya terbangun.

1
Ariany Sudjana
berarti Siska benar-benar sakit yah? aku pikir hanya pura-pura sakit, supaya damar mau menikah dengan siska
Ariany Sudjana
setuju banget sama usulan Tiara, kalau Bu Sukma dijodohkan saja dengan Dimas, kalau ga mau, tinggal cari dukun lagi 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
hahahaha sudahlah Sukma, sama Dimas saja, sama-sama duda dan tampan juga 🤣🤣
Anyelir
kasihan tiara
nggak tau apa-apa malah kena getahnya
Ariany Sudjana
hahaha Arga masih waras, mana mau Arga dengan pelacur murahan seperti Sukma? gimana Sukma, rasanya ditolak Arga? eh jangan sedih dulu, ada Dimas yang siap jadi calon suami 🤣🤣😂😂
💝F&N💝
ini pasti dimas yg sedang ngejar si mamak sukma itu ya
loura cahya
thor jngan biarkan tiara beneran jatuh cinta juga dengan hadi pliss , tiara anak baik tolong kasih yg baik juga
Ariany Sudjana
semoga Tiara jangan jatuh dalam jebakan Hadi yah, saya ga rela kalau gitu jadinya. kalau sama si pelacur murahan Ratih sih biar saja. Tiara sekarang sudah fokus membenahi hidupnya dan juga disayang sekali sama Arga, ga rela kalau Hadi sampai merusak kehormatan Tiara, demi mengikuti ambisi ibunya Hadi
yuningsih titin
memamg suami Dan mertua laknat
Anyelir
karma nya Arga datang dengan cepat
Anyelir
gila sih, main belakang sama aki-aki
Ariany Sudjana
hahaha mau dapat Arga, ujungnya dapat Dimas 🤣🤣
arniya
senjata makan tuan
Ariany Sudjana
hahaha kebayang nanti reaksi Bu Sukma, kalau yang minum air itu Dimas 😂😂
Ariany Sudjana
wajar Arga sombong, kan selama ini ga pernah dipedulikan sama Bu Ajeng, Dimas juga Maya. eh gimana reaksi air dukun yang diminum Dimas yah?
Ariany Sudjana
bagus Arga, kamu harus tegas. Bu Ajeng, Dimas dan Maya itu mereka serakah
sukensri hardiati
laras kurang kerjaan banget...mau2nya ketemuan terus sama arga...
sukensri hardiati
kapan si ajeng kena batunya ya...
sukensri hardiati
nah gitu laras....sat set ...
stela aza
kalau mau balas dendam langsung j ke tersangka utamanya si Ajeng jgn ke Tiara g tidak tau apa2 kasian Thor ,, soalnya dia udh berubah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!