NovelToon NovelToon
Hot Policeman

Hot Policeman

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / TKP / Tamat
Popularitas:404.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Desau

Dibenci atasan dan rekannya, itulah Rangga. Dia memang seorang polisi yang jujur dan baik, Rangga semakin disukai masyarakat karena paras tampannya.

Inilah kisah Rangga yang siap dan bekerja keras menyelesaikan berbagai kasus kejahatan. Suatu hari sebuah kasus menuntunnya pada titik terang menghilangnya kakak iparnya. Kasus itu juga membawanya kembali bertemu dengan kakak kandungnya. Maka saat itulah Rangga menyusun rencana balas dendam. Ia tak akan peduli dengan siapapun, bahkan atasannya yang bobrok dirinya hancurkan kalau perlu. Bagaimana ceritanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 2 - Polisi Idola

Rangga menatap pulpen itu beberapa saat. Benda tersebut tampak begitu kontras dibandingkan kondisi tempat sampah di sekitarnya. Di antara plastik kotor, kardus basah, dan sisa-sisa limbah rumah tangga, keberadaan pulpen itu terasa janggal.

Perlahan Rangga berjongkok. Matanya menyipit memperhatikan detail pulpen tersebut. Warna hitam mengkilap masih terlihat jelas meskipun sebagian permukaannya terkena debu. Pada bagian klipnya terdapat ukiran kecil berwarna perak yang menunjukkan bahwa pulpen itu bukan barang murahan.

Rangga merasa ada sesuatu yang mengusik pikirannya. Dia pernah melihat pulpen seperti itu. Bahkan mungkin pernah memegangnya. Namun semakin keras dia berusaha mengingat, semakin kabur ingatan itu. Entah di kantor pemerintahan, rumah seseorang, atau tempat lain yang pernah ia datangi selama bertugas.

"Kayaknya aku pernah lihat ini..." gumamnya pelan.

Beben yang berada tidak jauh darinya menoleh. "Apa?"

"Entahlah. Rasanya nggak asing."

Rangga kembali memperhatikan pulpen tersebut. Beberapa detik kemudian dia menggeleng pelan. Tidak ada gunanya memaksakan ingatan saat ini. Kasus yang mereka hadapi jauh lebih penting.

Untuk sekarang Rangga menyerahkan pulpen itu pada Usay. "Mungkin ada sidik jari di sini," katanya.

Usay menerima pulpen tersebut dengan hati-hati menggunakan sarung tangan. "Aku periksa nanti."

"Menurutku nggak mungkin pulpen mahal begini dibuang ke tempat sampah. Seseorang pasti menjatuhkannya."

Usay mengangguk setuju. "Kalau memang ada sidik jari yang masih tersisa, mungkin bisa membantu."

Rangga lalu berdiri dan kembali mengamati area sekitar. Namun setelah beberapa jam penyelidikan, tidak banyak barang bukti lain yang ditemukan.

Matahari perlahan bergerak ke barat. Warna langit mulai berubah keemasan. Para petugas akhirnya menyelesaikan pekerjaan awal mereka di lokasi kejadian.

Barang bukti diamankan. Potongan tubuh korban dibawa untuk diperiksa lebih lanjut. Sementara Rangga kembali memikirkan berbagai kemungkinan yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Pembunuhan itu jelas bukan kejahatan biasa. Pelaku sengaja memotong tubuh korban. Kepala dan kedua tangan juga hilang. Artinya pelaku benar-benar ingin menyulitkan proses identifikasi. Seseorang yang melakukan hal seperti itu kemungkinan besar memiliki alasan yang kuat. Atau mungkin menyimpan rahasia besar.

Sore hari Rangga pulang ke rumah kontrakannya. Rumah itu sederhana. Bangunannya tidak besar. Hanya terdiri dari ruang tamu kecil, satu kamar tidur, dapur sederhana, dan kamar mandi di bagian belakang.

Meski sederhana, rumah itu cukup nyaman untuk ditinggali seorang diri. Begitu masuk ke dalam rumah, Rangga langsung melepaskan jaketnya. Tubuhnya terasa lelah setelah seharian berada di lapangan. Namun karena sudah terbiasa hidup sendiri, semua pekerjaan rumah harus dia lakukan sendiri pula. Dia menuju dapur. Membuka lemari es. Mengambil telur.

Tak lama kemudian suara minyak mendesis terdengar dari penggorengan. Rangga baru saja selesai menggoreng telur mata sapi. Itu adalah menu makan malam yang hampir selalu dia santap. Sederhana, murah, dan mengenyangkan. Tambahannya hanya kecap, nasi hangat, serta beberapa kerupuk yang tersimpan di dalam toples.

Selanjutnya, Rangga duduk sendirian di meja makan. Suasana rumah begitu sunyi. Hanya terdengar suara kipas angin yang berputar perlahan.

Rangga mulai makan. Namun seperti biasanya, ketika kesunyian datang, pikirannya mulai melayang pada masa lalu. Satu nama kembali muncul di benaknya.

Dita, kakak iparnya yang dulu selalu menjaganya. Perempuan yang selama bertahun-tahun menjadi sosok paling perhatian dalam hidupnya. Kadang Rangga merasa aneh. Kenapa dulu Dita justru lebih peduli dibanding kakak kandungnya sendiri?

Ketika dia masih berjuang masuk kepolisian, Dita selalu memberinya semangat. Ketika dia gagal dalam sebuah tes, Dita yang menghiburnya. Saat dia kekurangan uang, Dita diam-diam membantunya. Bahkan ketika semua orang meragukan kemampuannya, Dita tetap percaya padanya.

Namun semuanya berubah. Semenjak Rangga lolos menjadi polisi, Dita menghilang entah ke mana. Hal terakhir yang dilakukan perempuan itu hanyalah berbicara dengannya melalui telepon. Percakapan yang sampai sekarang masih diingat Rangga. Setelah itu, tidak ada kabar lagi.

Nomornya tidak aktif. Rumahnya kosong. Keberadaannya seperti lenyap begitu saja. Seolah ditelan bumi.

Rangga sudah mencari ke mana-mana. Bahkan dia pernah beberapa kali pergi ke Desa Sadewa. Kampung halaman Dita. Namun hasilnya nihil. Tidak ada yang mengetahui keberadaan perempuan itu. Teman-temannya tidak tahu. Tetangganya tidak tahu.

Sudah lima tahun berlalu. Lima tahun tanpa kabar. Namun Rangga tidak pernah berhenti mencari.

"Kau di mana, Kak?" gumam Rangga lirih. Matanya menatap kosong ke arah piring makan. Perasaan yang selama ini dia pendam kembali muncul.

Selain sebagai kakak iparnya, Rangga juga mencintai Dita. Perasaan itu tumbuh perlahan selama bertahun-tahun. Meski dia tahu hubungan tersebut tidak seharusnya terjadi, hatinya tetap tidak bisa melupakan perempuan itu.

Mungkin itulah alasan mengapa hingga sekarang dia masih sendiri. Tidak ada wanita yang mampu menggantikan posisi Dita di hatinya.

Tok...

Tok...

Suara ketukan pintu tiba-tiba membuyarkan lamunannya.

Rangga segera berdiri. Dia berjalan menuju pintu depan. Saat pintu dibuka, terlihat seorang perempuan membawa mangkuk.

Perempuan itu adalah Septi. Janda cantik yang tinggal tepat di sebelah rumahnya.

"Pasti lagi makan malam ya, Mas? Kebetulan aku masak rendang. Dimakan ya," ujar Septi sambil tersenyum.

Aroma rendang langsung tercium.

"Oh iya. Pas banget. Makasih ya, Mbak." Rangga menerima mangkuk tersebut.

"Nggak masalah." Septi tampak tersenyum malu-malu. Matanya sesekali mencuri pandang ke wajah Rangga.

"Aku lihat kau baru pulang. Pasti capek."

Rangga tersenyum sopan.

"Mau dipijitin nggak? Biar pun begini, pijitanku enak loh," tawar Septi.

Rangga langsung menggeleng. "Nggak usah, Mbak. Aku nggak terlalu capek kok."

"Oh begitu."

"Ya udah, makasih. Aku harus bersiap mau dinas lagi."

Rangga perlahan menutup pintu. Begitu pintu tertutup rapat, dia mengembuskan napas lega.

Septi memang sering bersikap baik padanya. Terlalu baik bahkan. Rangga tahu apa maksud perhatian itu. Hanya saja dia memilih pura-pura tidak mengerti. Dia kembali menuju meja makan.

Tok...

Tok...

Pintu rumah kembali diketuk. Rangga memijat pelipisnya. Lalu berjalan lagi menuju pintu. Saat dibuka, seorang gadis SMA berdiri di sana. Namanya Cindy. Dia tinggal di rumah seberang jalan.

"Kak Rangga! Aku punya sesuatu buat Kakak. Ini!"

Tanpa memberi kesempatan Rangga berbicara, Cindy langsung menyodorkan sebuah kotak berbentuk hati. Setelah itu dia berlari menuju rumahnya.

"Kok kabur lagi..." gumam Rangga. Dia hanya bisa mematung di depan pintu. Perilaku Cindy memang selalu seperti itu. Kadang mendekat. Kadang mengajak bicara. Namun setelah itu langsung kabur karena malu.

Rangga menggeleng pelan. Kemudian masuk kembali ke rumah. Saat tinggal di kontrakan itu, kejadian seperti ini sebenarnya cukup sering terjadi. Entah kenapa hampir selalu ada wanita yang datang ke rumahnya.

Rangga sendiri tidak pernah menyadari alasan di balik semua itu. Dia tidak merasa dirinya istimewa. Padahal di mata banyak orang, dia adalah sosok yang cukup menarik. Tampan, baik, rajin beribadah, dan memiliki pekerjaan yang dianggap terhormat. Tak heran banyak wanita diam-diam menyukainya. Baik secara terang-terangan maupun diam-diam.

Rangga membuka kotak berbentuk hati pemberian Cindy. Di dalamnya terdapat brownies cokelat yang masih terlihat hangat. Aroma cokelatnya begitu menggoda.

Rangga tersenyum tipis. "Lumayan."

Brownies itu kemudian menjadi makanan penutupnya malam itu. Setelah selesai makan dan menunaikan salat magrib, Rangga bersiap berangkat lagi.

Malam itu dia mendapat jadwal jaga malam. Pasangannya adalah Beben. Jalanan mulai sepi saat dia mengendarai motor menuju kantor.

Lampu-lampu jalan menerangi aspal yang gelap. Udara malam terasa lebih sejuk dibanding siang hari.bTak lama kemudian dia sampai di Polsek Batu Wangi.

Rangga menjadi orang pertama yang datang. Suasana kantor terlihat lengang. Sebagian besar anggota sudah pulang. Lampu di beberapa ruangan bahkan sudah dimatikan.

Rangga masuk ke ruang depan. Dia meletakkan helm di meja. Kemudian memeriksa beberapa berkas. Namun belum lama dia berada di sana. Terdengar suara langkah kaki dari luar.

Seseorang datang. Rangga menoleh. Dia mengira mungkin Beben yang baru tiba. Namun saat melihat sosok yang berdiri di depan pintu, dia langsung tercengang.

Seorang perempuan berdiri di sana. Wajahnya tampak familiar.

Jantung Rangga mendadak berdegup lebih cepat. Matanya membesar. Perempuan itu juga terlihat terkejut.

"Ada yang bisa dibantu, Mbak..." kata Rangga yang masih belum percaya dengan apa yang dilihatnya.

Perempuan itu menatapnya beberapa detik. Seakan memastikan sesuatu. Lalu bibirnya bergerak perlahan.

"Rangga?" panggil orang itu.

1
🌺 Tati 🐙
biasanya po**i yg ga jujur,curang maen kotor,meninggoynya badanya bengkan🤭
🌺 Tati 🐙
dokter juga manusia punya napsu🤭
🌺 Tati 🐙
kayanya bener yg .eninggoy pa alun
Buyan Nugraha
lanjut lg. seru bngt ceritany👍👍👍
kibutsuji muzan😈
untung nya ini cerita novel, klo di konoha mana maiinnnn
kibutsuji muzan😈
siapa yg naroh bawang disini tolong😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
kibutsuji muzan😈
jujur kog gw sedih ya denger mas kemal udah gk ada, kek hidup sesingkat itu ternyata
kibutsuji muzan😈
rangga x dita sama" duo tarik ulur😭
kibutsuji muzan😈
junaidi sm astrid, rangga sm dita, ifan sm dian maybe
kibutsuji muzan😈
wadidawww jgn beristri kan 2 ya rangga
kibutsuji muzan😈
pasti suruhan nya kaka nya rangga
kibutsuji muzan😈
ini aku lg baca novel apa liat sinetron yak? pls lah konflik nya yg ringan" aja
kibutsuji muzan😈
beben cuma bisa pasrah klo diajak tugas sm rangga🤭
kibutsuji muzan😈
yg nge bunbun pak alun jgn" kakak nya si rangga lagi
kibutsuji muzan😈
dar der dor gw denger nya, apa dita bener" jd istri ke 5 pak tua bangkotan?
Yudi Junaidi
episode selanjutnya mana ni.
Abd Kdr J
tetPlah sama dita,,
Abd Kdr J
istrinya yg mebunuh,,
Abd Kdr J
astrif bohong😄😄
Anonim
Safea bukan anaknya ahmad dani ya
Desau: bukan kak, tapi lagunya sheila on 7
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!