Kyranza wanita yang baru saja di terima di sebuah perusahaan ternama membuat kehidupannya lebih baik dari sebelumnya. Bagaimana tidak sebelumnya dia harus melakukan tiga pekerjaan sekaligus dalam sehari untuk bisa menafkahi putra semata wayangnya itu.
Kejadian lima tahun yang lalu setelah bercerai dengan suaminya membuat kyra menjadi wanita yang tangguh.
Tapi semuanya hanya hanya sekejap mantan suaminya itu kembali muncul dan terus mengganggu kehidupannya.
" Menikah kembali denganku, maka hidupmu akan baik-baik saja"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2
Kyra segera pulang kerumahnya karena semua pekerjaannya sudah selesai tak lupa pula pamit dengan Arya rekan kerjanya itu. Awalnya Arya menawarkan diri untuk mengantarnya pulang tapi di tolak oleh kyra selain dia membawa motor sendiri dia juga belum kenal dekat dengan Arya . Baru satu hari dia bekerja tapi dia sudah mendapatkan teman yaa walaupun ada beberapa staf yang pangkatnya lebih tinggi darinya terkadang menyebalkan.
Saat di tengah jalan kyra menghentikan motornya, dia berhenti di sebuah pedagang kaki lima yang berjualan martabak.
" mang, martabak rasa coklatnya satu ya" ucap kyra.l
" oke siap mbak"
Kyra duduk di kursi yang ada disana sambil menunggu pesanannya itu siap"
" kerja disekitar sini mbak" ucap penjual martabak itu kepada kyara.
lantas kyra langsung mengangguk " iya mang, baru hari ini kerja di perusahaan Aditama "
" wihh keren dong mbak bisa kerja disana. Setau saya ya orang-orang yang bisa kerja disana rata-rata orangnya pada pintar-pintar"
" ya iyalah mang kan itu perusahaan ternama beda lagi sama saya, saya mah di sana cuma jadi cleaning service. Jadi ngga ada apa-apanya dibandingkan dengan mereka"
" jangan berkecil hati dong mbak, yang penting halal itu ngga masalah."
" ini mbak pesanannya " lanjutnya
Kyra menerima bungkusan plastik itu '' jadi berapa mang"
" lima belas ribu aja mbak ditempat mamang mah harganya murah-murah". Kyra langsung mengambil beberapa lembar uang dari dompetnya itu dan memberikannya kepada mamang penjual martabak itu " makasih ya mang"
Setelah mengucapkan itu kyra langsung melanjutkan perjuangannya untuk pulang. Dia selalu berusaha untuk pulang cepat karena khawatir dengan anaknya tapi yaa namanya juga kerja sama orang jadi dia bisa apa yhanya bisa pasrah saja.
Tapi saat memasuki daerah kontrakannya kyra melihat ibu pemilik kontrakan itu tengah berdiri di depan pintu kontrakannya llmenunggunya.
Kyra langsung menyapanya setelah turun dari motornya " ibu mau minta uang kontrakan ya " ucap kyra seolah tau maksud dari tujuannya
" iya, ibu cuma mau nanya aja. Kalo kamu belum ada uang, kamu bisa kok bayarnya bulan depan. Tapi kalo ada sekarang yaa ngga papa juga" ucap Bu Lasmi pemilik kontrakan itu. Dia cukup baik dan bisa menoleransi keadaannya kyra.
Kyra langsung mengangguk dan tersenyum "Bentar ya Bu, kyra udah siapin kok uangnya" ucap Kyra sambil membuka tasnya dan mengambil beberapa uang berwarna merah dari sana.
"ini Bu, Alhamdulillah kyra baru gajian"
" kamu masih ada uangkan, kalo kamu butuh sesuatu minta aja sama ibu. Ngga usah sungkan, anak kamu juga kalo kamu kerja titip aja sama ibu kasian dia sendirian dirumah, ibu juga di rumah ngga ada siapa-siapa "
" ngga papa kok Bu, nanti malah ngerepotin ibu. Lagian Aidan juga anteng kok Bu"
" yaa jangan gitu dong, sesekali bawa kerumah pasti ibu senang nemani nya "
kyra hanya tersenyum menggapinya" iya Bu makasih banyak. Nanti lah kapan-kapan aku ajak Aidan kerumah ibu"
" ya udah kamu masuk gih, ibu mau pulang dulu kasian anak kamu. Tadi ibu liat dari kaca kyaknya dia lagi tidur deh"
" iya Bu, kyra masuk dulu ya" ucap kyra pamit kepada Bu Lasmi.
setelah membuka pintu pemandangan pertama yang ia dapat putranya tengah tertidur di depan tv yang menyala. Kyra menatap putranya itu. kadang Dia selalu sedih melihat putranya itu seolah mengingat masa lalunya yang kelam dulu. bagaimana tidak wajah anaknya sangat mirip dengan mantan suaminya itu.
Yang tidak berperasaan menceraikan begitu saja tanpa meminta pendapatnya dulu.
" mama udah pulang, kok ngga bangunin Aidan sih" ucap Aidan seolah mengetahui kedatangan sang ibunda tersayang.
" mama mana tega bangunin anak mama ini, tidurnya nyenyak banget sih. Sekarang cuci muka dulu yaa habis mama masak baru makan malam. Mama juga bawain kamu martabak rasa coklat tuh"
" emangnya mama ada uang, kalo mama ngga ada uang mama ngga perlu beli kok"
kyra mengusap kepala putranya itu " mama ada uang kok, kan mama baru gajian dari tempat kerja mama yang lama"
" ya udah sana gih cuci mukanya dulu. Tadi udah mandikan" tanya kyra yang di anggukan oleh Aidan.
*****
Disaat yang bersamaan seorang pria dengan tubuh tegapnya tengah menatap sang mama dengan jenuh. Bagaimana tidak ibunya selalu menyuruhnya untuk menikah bahkan berniat untuk menjodohkannya dengan anak temannya, yang jelas di tolak oleh pria itu.
Dia Bagaskara Aditama pria yang sudah berusia kepala tiga itu tapi sampai sekarang belum menikah juga. Bukan tanpa alasan dia menolak tawaran ibunya tapi dua memiliki alasan tersendiri.
Wanita paruh baya itu menatap putra semata wayangnya itu dengan tatapan penuh amarah " mau kamu tuh aja sih Bagas, mama pengen punya cucu kamu ngga kasian apa sama mama yang udah tua Mungin usia mama juga ngga bakalan lama lagi"
nah kan selalu saja ibunya itu menyangkut pautkan segala hal dengan kematian.
" mama sabar aja dulu, nanti Bagas bakalan nikah kok"
" kapan tunggu mama sakaratul maut dulu, mana udah banyak kenalin anak perempuan teman mama, tapi mana ada satupun yang buat kamu tertarik. Ohh atau jangan-jangan kamu belok ya. Astaga sudah capek aku membesarkan mu tapi kamu malah milih jalan yang sesat, gimana nanti kalo ayah kamu dengar"
" mama apa-apa sih Bagas masih normal kok, mama ada-ada aja, kurangi tuh ngomel-ngomel nya nanti cepat tua" ucap Bagas lalu bangkit dari tempat duduknya menuju mobilnya.
" mau kemana kamu, mama belum selesai ngomong"
" pulang mah, kalo mama mau ngomong nih Revan udah pulang"
Orang yang disebutkan namanya menoleh ke sang kakak yang baru keluar dia juga baru pulang kerja " kenapa sama aku" tanya nya
" temanin mama tuh, mama mau curhat sama kamu. Mungkin efek ditinggal suaminya keluar negri" bolehkan dibilang Bagar kurang ajar sekarang. tapi jujur saja bagas kadang kewalahan menghadapi kemauan mamanya sendiri.
" lah kok malah jadi aku sih, kan kamu yang punya masalah sama mama."
" masalahnya mama nyuruh aku nikah "
Revan menatap kakaknya heran " lah apa masalahnya coba nikah ya tinggal nikah"
" otak Lo udah di cuci deh kayaknya sama mama " ucap Bagas menata adiknya itu dengan malas.
Setelah mengucapkan itu Bagas memilih pulang ke apartemen miliknya. Disana dia langsung mandi dan mengganti pakaiannya dengan baju santai.
Bagas merebahkan dirinya di atas kasus menatap langit-langit kamarnya. bukannya dia tidak mau menikah tapi dia masih mencari seseorang yang hidupnya saja dia tidak tahu apakah sudah mati atau masih hidup.