NovelToon NovelToon
Demi Sumpah Dan Cinta Matiku

Demi Sumpah Dan Cinta Matiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Mafia / Cintapertama
Popularitas:63
Nilai: 5
Nama Author: Shelly Husein

Laki-laki hanya mencintai satu kali, sisanya hanya menjalani hidup. Ada yang mengatakan seperti itu. Damien tidak tau apakah itu benar, namun perjalanan hidupnya kali ini benar-benar diluar prediksi dan rencana.
Dia kehilangan istri dan keluarga kecilnya juga terancam pecah, namun di saat yang hampir bersamaan, ternyata semua bencana yang dia alami mengantarkan dia bertemu kembali ke sosok wanita yang dulu sangat dia idam-idamkan sepenuh jiwanya untuk menjadi pasangan hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shelly Husein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perubahan rencana

Bab 13

 

Damien bersama Morin sedang menuju arah pulang kerumah. Sambil menyetir, Damien tampak diam mendengarkan Morin bercerita dengan semangat mengenai kegiatan belajar di sekolah nya hari ini.

“...terus bu guru bilang kalau hari ini kita akan di tanya satu-satu , mengenai nama-nama hari. Masa pah, ada teman ku namanya Wowo, dia ga tau nama-nama hari, pah ..?”,

“Oh ya ? Kok bisa ya ?”

“Iya...jadi Wowo ditanyain bu guru, hari ini hari apa ,Wo ?, dijawab Rabu... terus bu guru ngomong  lagi, habis Rabu, hari apa...eh, Wowo ga bisa jawab. Terus ditanya lagi, sebelum hari rabu, kemarin hari apa..?? Eh dia ga bisa jawab juga,” jelas Morin panjang lebar.

Damien mengangguk-angguk, masih mendengarkan, sambil mengawasi arah putaran jalan menuju arah mereka.

“Terus gmana.. ??”  tanya Damien kembali.

“Wowo malah nanya ke aku, kemarin hari apa ? Aku jawabin aja, hari senin... hahahaa,” lanjut Morin sambil tertawa.

Damien pun tersenyum. Lalu Morin melanjutkan,” dia langsung jawab ke bu guru, ‘Kemarin hari senin... !! ‘Gede banget suaranya... langsung pada ketawa semua  ... eh tau-tau bu guru langsung nanya ke aku.. ‘morin tau nama-nama hari  ?’ aku langsung jawab, tau. Terus bu guru langsung minta aku bacain nama-nama hari. Ya aku jawab lah... senin-selasa-rabu-kamis-jumat-sabtu-minggu.. !!” cerita Morin dengan penuh semangat.

“wah pinter deh kaka... ” Damien langsung memuji sambil tersenyum lebar.

“iya dong..kan ,...mama yang ajarin..” saat itu juga Morin yang sedang bercerita dengan penuh semangat kepada Damien, langsung berubah ekspresi wajahnya, dan terdiam.

Damien pun juga langsung terdiam.  Dan langsung mengalihkan pembicaraan, “ Tadi nasi sama ayam tepung nya dimakan habis ga ?, teman-temannya ada yang minta ga ??”,

“Eh...?? Oo,  ga ada yang minta sih..., rata-rata pada bawa nasi sama mie. Ada juga yang bawa ayam goreng. .. “ jawab Morin sedikit tergugu.

Lalu Morin akhirnya bertanya kepada papanya, “mama ada dimana pah ? Aku pengen ketemu..” kata Morin dengan polos .

Damien  terdiam sejenak, lalu akhirnya menjawab “mama lagi main ke rumah temannya, mungkin...nanti juga pulang kok.”

“Kenapa ga  pulang dulu kerumah, sih ? , kan papa nyariin mama juga ?”

“oohh, papa cuma mo tau, tempat mama biasanya pergi main. Nanti kita bisa main juga kesana, kan...kalau tempat nya enak.” Jawab Damien sekenanya.

“Nah..kita dah sampai rumah..” kata Damien kembali, sambil membalikkan pelan-pelan mobilnya menuju arah rumahnya.

Morin langsung teralihkan perhatiannya , ikut melihat ke depan mobil yang sekarang sudah mendekati gerbang rumah.

Damien menyalakan klakson mobilnya, meminta salah satu penghuni rumah untuk membuka pintu gerbang.

Lalu dari balik pintu rumah keluar lah Bu Sudi, asisten rumah tangga mereka yang sudah berusia 60 tahun lebih .  Dengan sedikit membungkuk karena termakan usia, dia mencoba berjalan cepat menghampiri pintu gerbang rumah yang masih terpasang palang pintunya.

Ibu Sudi membuka palang pintu gerbang besi tersebut, dia menggeser dengan cepat namun hati-hati pintu besi gerbang hingga terbuka cukup lebar.

Damien menggerakkan mobil nya memasuki rumah, sementara Bu Sudi langsung berbalik arah dan berjalan masuk ke dalam rumah sambil tetap membuka pintu rumah , menunggu Damien dan Morin untuk masuk ke dalam.

Morin menunggu hingga mobil berhenti dengan tepat di garasi mobil, Damien mematikan mesin mobil lalu membuka pintu mobil yang secara otomatis juga membuka semua kunci pintu-pintu mobil, baru menggeserkan badannya untuk keluar dari mobil , setelah Damien membuka pintu mobil di sebelah bangku nya.

Ketika Morin keluar dari mobil, Bu Sudi yang masih menunggu di samping pintu rumah yang terbuka menghampiri nya untuk mengambil tas yang dia pakai. Bu Sudi mengeluarkan tangannya untuk mengambil tas Morin, dan Morin pun melepaskan tasnya untuk diberikan kepada Bu Sudi.

lalu Bu Sudi mengiringi Morin untuk masuk ke dalam rumah sambil bertanya, “Tadi di sekolah bagaimana pelajaran nya, nduk... bisa ga belajar nya ?” Morin tersenyum lebar, “ Bisa doonngg, tadi aku dah cerita ke papa hari ini belajar apa aja.” Sambil kemudian mencium punuk telapak tangan kanan Bu Sudi .

Bu sudi tersenyum penuh sayang.

Dia sudah berada di rumah ini bahkan sejak Morin dan Bayu belum lahir.  Dia juga tau sikap dan karakter baik Damien dan Lidya. Namun dia cukup tau diri, walaupun dia  sudah seperti keluarga bagi Lidya , dia tetap lah hanya ‘Asisten rumah tangga’, yang walaupun Morin dan Bayu menghormati nya sekaligus juga akrab dengannya, namun dia tetap lah bukan bagian dari keluarga ini. Setidaknya itu yang dirasakan bu Sudi saat berinteraksi dengan Damien.

Damien memperlakukan bu Sudi dengan baik, dia menganggap bu Sudi sebagai bagian dari Orang yang sudah tua, yang walaupun dia adalah asisten rumah tangga, namun adalah orang yang lebih tua dari Damien dan Lidya sendiri.

Damien juga tidak mempemasalahkan keakraban antara anak-anak nya dan bahkan istrinya kepada bu Sudi, namun dia sendiri tidak ingin bersikap sama dengan mereka.

Cukup saja dibuat hubungan antara majikan,dengan asisten rumah tangga yang lebih tua darinya.

Bu Sudi berjalan keatas menaiki tangga, mengiringi Morin yang juga naik  ke atas untuk masuk kedalam kamar nya , dengan maksud untuk berganti baju sekolahnya ke baju rumah, ketika lamat-lamat dari dalam kamar Morin dan Bayu terdengar suara Bayu yang sedang  marah-marah. 

“Aku mau ketemu sama mama !!” teriak Bayu.

“Mama belum datang, Bayu... yuk makan dulu, nanti kalau mama datang Bayu belum makan, mama marah loh..” terdengar suata Nunuk menyahut.

“kapan mama datang nya ?”,

“Nanti di jemput sama papa yaa..tungguin aja.”

“Papa mana ? Kapan mo jemput Mama ??”.

Belum selesai Nunuk menjawab, saat itu juga Morin langsung masuk ke dalam kamar , dan langsung menegur Bayu. “kamu ngapain di kamar terus ? Bangun, makan sana !” Morin langsung menyuruh Bayu dengan tatapn mata yang tajam.

Seketika Bayu langsung terdiam, lalu bersungut-sungut marah, “Aku mo ketemu Mamaa...!”.

“Nanti Mama pulang dijemput Papa, sekarang kamu bangun turun kebawah, makan barengan sama kaka , cepetan !”, langsung dibalas balik Morin.

Mau tak mau akhirnya Bayu bangun dari tempat tidurnya, sambil merengut dan berjalan keluar kamar dengan disusul oleh Nunuk dari belakang . Sementara Morin terus menatap Bayu hingga dia keluar dari kamar , lalu berbalik jalan ke arah lemari pakaian dengan mengerutkan dahinya kesal.

Morin membuka baju seragamnya lalu mengambil handuk untuk mencuci muka terlebih dahulu, dia ingin berwudhu untuk shalat ashar ketika matanya tanpa sengaja melihat stroller bag yang baru saja dipakai untuk berjalan-jalan ke Singapura kemarin sekarang sudah di taruh dipojokan kamar nya dalam keadaan terbuka.

Disana sudah terlihat beberapa pasang baju sekolah untuk dia pakai esok lusa, piyama tidur dan beberapa pasang baju bermain dengan warna kesukaan nya , pink tua, juga 2 buah handuk bersih yang juga biasa dia kenakan untuk mandi.

Morin makin mengerutkan alisnya.

Dia tidak merasa memasukkan barang-barang miliknya ke dalam tas itu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!