sequel: terpaksa menikah adik tiri × bayi rahasia idola kampus
Axelle Aididev Atharic adalah definisi masalah berjalan di SMA Galaksi. Nakal, keras kepala, dan anti diatur. Hidupnya yang bebas mendadak jungkir balik saat sebuah kecelakaan konyol memaksanya terjebak dalam nikah kilat dengan Rea Zelene Xavandra, cewek paling ambisius dan kaku di sekolah.
Dua kutub utara dan selatan harus tinggal di bawah satu atap yang sama. Bagi Axelle Aididev Atharic, ini adalah penjara. Tapi bagi sang istri, Rea Zelene Xavandra, Axelle adalah rahasia terbesar yang harus ia sembunyikan rapat-rapat demi reputasinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jee Jee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10
.
Langit bandung sore itu berubah warna menjadi jingga kemerahan, memantul di kaca-kaca jendela SMA Galaksi yang mulai sepi. Rea menghela napas panjang, menyampirkan tas punggungnya dengan lemas. Rapat koordinasi Pensi baru saja selesai, meninggalkan rasa pening di kepalanya. Namun, yang lebih membuat kepalanya berdenyut bukan tumpukan proposal, melainkan gosip "Bubub" dan tatapan tajam Vanya yang seperti menaruh curiga
Saat melewati koridor lantai dua menuju tangga utama, langkah Rea melambat. Suasana di sini sangat sunyi, hanya ada suara gesekan daun dari pohon besar di taman tengah. Namun, sayup-sayup ia mendengar suara isak tangis yang tertahan, bercampur dengan suara berat yang sangat ia kenal.
Rea refleks bersembunyi di balik pilar besar dekat ruang lab biologi. Jantungnya berdegup kencang. Ia tahu ini tidak sopan, tapi rasa ingin tahunya jauh lebih besar.
Di sana, di dekat pembatas koridor, Vanya berdiri menghadang jalan Axelle. Wajah Vanya yang biasanya tertutup riasan tebal dan ekspresi angkuh kini tampak berantakan. Maskaranya sedikit luntur, dan matanya merah. Di depannya, Axelle berdiri dengan gaya andalannya—satu tangan masuk ke saku celana, tas disampirkan di bahu, dan wajah yang seolah-olah sedang menunggu bus yang terlambat: bosan.
"Xel, tunggu," suara Vanya bergetar, serak karena menahan tangis. "Aku nggak tahan lagi seharian ini. Aku butuh kejelasan. Selama ini... selama setahun lebih kita bareng, kamu sebenarnya anggap aku apa?"
Axelle tidak langsung menjawab. Ia mengeluarkan sebatang permen lolipop dari sakunya, membuka bungkusnya dengan tenang, lalu mengulumnya. Gerakannya sangat santai, kontras dengan suasana emosional yang dibangun Vanya.
"Maksud lo?" tanya Axelle pendek.
Vanya maju satu langkah, tangannya gemetar ingin menyentuh lengan Axelle, tapi cowok itu sedikit memiringkan tubuhnya, membuat tangan Vanya menggantung di udara. "Aku nyesel, Xel! Aku bener-bener nyesel kita putus waktu itu. Aku sadar nggak ada yang bisa gantiin kamu di sini." Vanya menunjuk dadanya sendiri. "Kamu beneran nggak ngerasain hal yang sama? Xel. Apa selama itu aku nggak ada artinya buat kamu?"
Rea yang mengintip dari balik pilar menahan napas. setahun lebih, Itu waktu yang lama.
Axelle terkekeh pendek. Tipe tawa yang dingin, tipe tawa yang membuat lawan bicaranya merasa kecil. Ia melepaskan lolipop dari mulutnya dan menatap Vanya dengan tatapan kosong.
"Hubungan?" Axelle mengulang kata itu dengan nada sangat enteng,. "Hubungan yang mana yang lo maksud, Van?"
Vanya tertegun, matanya membelalak tak percaya. "Ya hubungan kita! Masa-masa kita bareng dulu! Pas kamu jemput aku, pas kita bolos bareng ke puncak, pas semua orang bilang kita couple paling serasi di Galaksi!"
"Oh, itu," Axelle menyeringai tipis, memainkan gagang lolipop di jarinya. "Bukannya lo yang mulai semuanya? Lo yang deketin gue pas gue baru masuk sekolah, lo yang minta status biar lo bisa pamer ke temen-temen geng lo, dan jangan lupa... lo juga kan yang mutusin buat 'udahan' pas lo ngerasa gue nggak bisa diatur sesuai mau lo? Lo bilang gue berandalan nggak punya masa depan, inget?"
"Tapi itu karena aku emosi, Xel! Aku cuma mau kamu berubah demi aku! Aku nggak maksud buat beneran ninggalin kamu—"
"Gue nggak peduli lo emosi, khilaf, atau kesurupan sekalipun," potong Axelle cepat, suaranya tetap santai tapi setajam silet. "Buat gue, lo itu cuma salah satu bab di buku yang udah lama gue loak-in. Lo nanya gue anggap lo apa? Gue anggap lo pengalaman. Pengalaman berharga kalau gue nggak cocok sama cewek yang terlalu banyak nuntut dan ngerasa dunia berputar di sekitar dia."
Air mata Vanya benar-benar tumpah sekarang. Ia tampak hancur, harga dirinya sebagai primadona sekolah diinjak-injak dengan cara yang paling tenang oleh cowok di depannya. "Kamu jahat, Xel. Kamu beneran nggak punya hati sedikit pun buat aku?"
Axelle terdiam sejenak. Ia melihat ke arah langit sebentar sebelum kembali menatap Vanya. "Hati gue ada, tapi bukan buat lo. Dan jujur ya, gue bosen denger drama lo tiap minggu. Mending lo cari cowok lain yang mau dengerin keluhan lo. Gue ada urusan yang jauh lebih penting daripada ngebahas masa lalu yang udah basi dan nggak ada harganya."
Axelle melangkah pergi tanpa menoleh sedikit pun ke arah Vanya yang jatuh terduduk di lantai koridor sambil menangis sesenggukan. Suara langkah sepatu Axelle terdengar tegas, menjauh menuju parkiran.
Rea segera menarik kepalanya kembali ke balik pilar, jantungnya berpacu gila-gilaan. rea jadi merasa bersalah karena telah mengintip "ck ada aja dramanya.. " decak rea malas
Rea menunggu beberapa menit sampai isak tangis Vanya mereda dan cewek itu pergi lewat jalan lain. Setelah dirasa aman, Rea baru keluar dari persembunyiannya.
kakinya melangkah gontai keluar dari gedung itu menuju parkiran, di sana sudah ada axel dengan mobil
"Lama banget lo turunnya, Bu Ketos," sapa Axelle saat Rea lewat di sampingnya.
Rea berhenti, menoleh dengan wajah yang dikondisikan sedatar mungkin. "Banyak urusan. Kenapa masih di sini? Bukannya mau jalan sama 'Bubub' lo?"
Axelle tertawa di balik kaca helmnya yang terbuka sedikit. "Cemburu itu kalau nggak dikontrol bisa bikin keriput, Re. Valerie udah pulang duluan sama supirnya."
Rea memutar bola matanya. "Siapa juga yang cemburu."
"Ya udah, cepetan jalan ke halte. Gue kawal dari belakang," perintah Axelle.
"Nggak usah, gue bisa sendiri—"
"Jangan bantah. jalan sore ini macet, banyak copet. Gue nggak mau istri gue ilang sebelum masak mie buat gue," potong Axelle dengan nada memerintah yang tidak bisa diganggu gugat.
Rea akhirnya menyerah. Ia berjalan menuju halte bus depan sekolah, dan motor besar Axelle merayap pelan di belakangnya, menjaganya dari jarak beberapa meter.
...----------------...
Sesampainya di apartemen satu jam kemudian, Rea langsung menuju dapur. Ia masih memikirkan ucapan Axelle pada Vanya tadi. Hati gue ada, tapi bukan buat lo. Kalimat itu terus terngiang-ngiang. "ya ada lah.. kan dia punya pacar" gumam rea mencebik mengingat Valerie si bubub yang baru sehari udah jadi hot news di sekolah mereka
Pintu apartemen terbuka. Axelle masuk, melempar tasnya ke sofa, dan langsung menghampiri Rea di dapur. Ia berdiri tepat di belakang Rea yang sedang memotong sawi untuk mie instan mereka.
"Re," panggil Axelle pelan.
"Hmm?"
Axelle tiba-tiba duduk di atas meja dapur, wajah mereka sangat dekat, Rea membeku. Pisau di tangannya berhenti bergerak.
"lama amat lu masak nya.. gua laper nih" tanya Axelle tiba-tiba.
Rea tersentak. "sabar kek.. lo pikir gue robot?" dengus Rea. padahal tadi Rea kira ada yang penting mengingat wajah tengil axelle tadi tampak serius, eh ternyata cuma nanyain mie doang! berharap apa Rea sama si berandalan di depan nya ini
"lo emang robot re.. " celetuk axelle
"serah deh.. minggir sana kalau mau gue cepat" Rea merasa gugup di tatap axelle serius begitu padahal yang dia bicarakan gak penting
di balik kaca matanya, mata Rea bergerak saking gugupnya.
valery di lawan singa betina nya xander lo 🤣🤣🤣🤣
gemes jadi nya🤣🤣🤣🤣
rea keceplosan 🤣🤣🤣
semngat thor
tapi aku suka terimakasih kk author 😘😘
ceritanya hampir mirim kyk kisah hidup ku , axelle adalah aku si manusia kesepian yang terabaykan😭😭😭😭
jd curhat kan aku , btw makasih kk author 😘😘😘
kasian bgt my bad boy
cepet sadar ready
cepet bucin
cepet ada junior kalian
wkwkwkwkww
biar author pusing🥳🥳
tapi percaya sih , semua di bawah kendali kk author, ya ikuti alur nya aja , walau baca nya sambil nangis😭😭
rea pinter ngeles nye yeee🤣🤣
kak up 2 dong kepo sama yg ini😁😁😁