NovelToon NovelToon
Time Travel Farzana

Time Travel Farzana

Status: tamat
Genre:TimeTravel / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:593.1k
Nilai: 5
Nama Author: Secangkir Kopi Hitam

Seorang gadis yang di khianati oleh sahabat juga kekasihnya harus rela meregang nyawa dan berpindah ke tubuh seorang wanita yang sama sekali tidak di hiraukan oleh suaminya

Bagaimana cerita selanjutnya? cus baca yuk zheyeng 🏃‍♀️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Secangkir Kopi Hitam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiba di kota B

Waktu menunjukkan pukul 17.00 waktu setempat. Pekerjaan Arzan sudah selesai dan Davina juga sudah kembali dari rutinitasnya menghambur-hamburkan uang milik sang kekasih.

"Sayang... Kamu sudah selesai kan?" tanya Davina yang mulai bosan berada di kantor.

"Ya, kita pulang sekarang ya" jawab Arzan.

Davina tersenyum dan berdiri lalu menghampiri kekasihnya itu.

"Ok kita kembali, eh tapi kamu inget kan tentang Zana?" Davina mencoba untuk mengingatkan kembali agar Arzan bertindak tegas pada perempuan yang hanya berstatus istri pajangan itu.

"Ah ya, Aku ingat sayang, gadis itu harus di berikan ultimatum agar tidak seenaknya saja. Sekarang kita pulang hem" jawab lembut pada kekasihnya itu.

Mendengar perkataan dari Arzan, membuat senyuman Davina semakin cerah.

Arzan dan Davina pun kembali menuju rumah Adelard.

*

*

*

*

*

"Hey Nona" panggil Farzana pada gadis yang sedang tidur di sampingnya itu.

Seperti pagi tadi, Misha begitu susah untuk di bangunkan.

"Tutup hidungnya non Misha saja non Zana, itu hal yang paling efektif membangunkan dia" ucap pak Maman.

"Eh, iyakah? Sebentar" kemudian Farzana menjepit lubang hidung dari nona muda Fauza tersebut.

Eugh

Plak

Sebuah tamparan mendarat di tangan Farzana.

"Au, ehbusyet... pedes amat itu tamparan" ucap Farzana sembari mengusap tangannya yang kena tamparan tadi.

"Heh, siapa suruh mencet hidung gue, lu mau bunuh gue hah" ucap Misha sinis.

"Bukan gitu, tapi bangunin kamu susah banget. Tidur udah kayak kebo" jawab Farzana sembari membenahi duduknya.

Misha hanya bisa menghela nafasnya, dia memandang ke sekelilingnya "Turun" ucapnya kemudian dirinya pun ikut turun.

Farzana hanya menganggukkan kepalanya kemudian ikut keluar dari dalam mobil.

Setelah Misha keluar dari mobil dirinya berjalan lurus menuju pintu masuk ke dalam bangunan yang bertuliskan "Salon Yulia" tersebut, Farzana pun mengikuti dari belakang Misha.

Mereka berdua masuk kedalam salon yang cukup terkenal di perbatasan kota itu.

"Selamat datang nekk" ucap seseorang menyambut kedatangan dari Farzana dan Misha.

"Hem" Misha hanya berdehem sedangkan Farzana memberikan senyuman untuk lelaki setengah masak itu.

"Yey, sama sapose?" tanya lelaki itu pada Misha sembari melirik ke arah Farzana

"Dia Farzana" jawab singkat Misha.

"Halo Om, Aku Zana Om siapa namanya?" perkataan dari Farzana membuat lelaki setengah masak itu shock.

"WHAT TU DU WHAT? yey panggil eyke Om, oh no no. Panggil eyke Mrs. Yulia understand" ucap lelaki setengah masak tersebut.

Sedangkan Misha sudah tertawa sedari Farzana memanggil Yulia dengan sebutan Om.

"Kok Mrs. sih kan harusnya Mr. kan Om cowok" ucap Farzana bingung dan kembali membuat Misha tertawa lebih keras dari sebelumnya.

Lelaki setengah masak itu mendelik kan matanya pada Farzana kemudian mengalihkan pandangannya pada Misha.

"Aduh Gusti, bisa stres eyke kalo harus ngadepin orang modelan gini" ucap Mrs. Yulia.

Misha mengusap air matanya, dia sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi melihat kepolosan dari Farzana yang membuat lelaki setengah masak tersebut hampir stres.

"Sudah, sudah. Gini Jul.." perkataan Misha di potong oleh pemilik salon tersebut.

"Yulia my darling, bukan Jul. Siapa itu eyke gak kenal" mendengar ucapan itu kembali terdengar gelak tawa menggelegar dari Misha dan membuat Yulia merotasi bola matanya dengan begitu malasnya.

"Oh ok ok, terserah kamu sajalah. Intinya gue pengen lu make over sahabat gue ini, bisakan?" ucap Misha memandang serius pada Yulia.

Yulia pun memandang serius pada Farzana.

Sedangkan Farzana yang di pandang hanya diam.

"Bisalah, apa sih yang gak bisa eyke permak hem" jawab Yulia.

"Lu kira celana sampe bilang permak" ucap Misha dan Yulia hanya terkekeh.

"Yuk nekk, cus ikut eyke" ajak Yulia dan Farzana memandang lekat pada Misha yang hanya menganggukkan kepalanya pertanda setuju kalau Farzana mengikuti lelaki setengah masak itu.

Dan akhirnya Farzana pergi bersama dengan Yulia untuk melakukan serangkaian perawatan dan Misha kembali merebahkan tubuhnya di sofa dan memejamkan kembali matanya.

*

*

*

*

*

"FARZANA" teriakan terdengar dari pintu rumah keluarga Adelard tersebut.

Semua asisten rumah tangga terkejut dan berlari keluar mendengar teriakkan dari majikan mereka itu.

"Di mana Farzana?" tanya dingin dari Arzan pada bi Minah.

"Non Zana tidak ada Tuan" jawab bi Minah.

Dan hal itu sukses membuat Arzan membulatkan kedua matanya.

"Apa, memang kemana dia?" tanya Arzan.

"Anu Tuan, non Zana dan non Misha pergi ke luar kota" jawab gugup ni Minah.

Mendengar bahwa Farzana pergi keluar kota membuat Arzan tersenyum sinis.

"Rupanya dia kabur lebih dulu sebelum mempertanggungjawabkan perbuatannya pada Davina" mendengar ucapan dari majikan mereka semua mengerutkan dahi mereka pertanda bingung.

"Apa dia bilang pergi kemana dan berapa lama bi?" tanya Arzan.

Bi Minah menggelengkan kepalanya "Non Zana cuma bilang ingin keluar kota untuk beberapa waktu Tuan" jawabnya.

Arzan terdiam kemudian berlalu pergi tanpa sepatah katapun.

Sedangkan Davina saat ini sudah berendam di dalam bathtub. Setelah mendengar bahwa Farzana pergi dari rumah itu membuat Davina bahagia dan pergi lebih dulu dari Arzan.

"Semoga saja dia tidak pernah kembali kesini" ucap Davina tersenyum.

Ceklek

Arzan masuk ke dalam kamarnya, melepaskan dasi dan jasnya lalu melemparnya sembarang.

Entah mengapa Arzan menjadi tak karuan rasa mendengar Farzana pergi.

Arzan mengacak-acak rambutnya kemudian berlalu pergi masuk ke dalam kamar mandi.

*

*

*

*

*

"Nekk, bangun" panggil Yulia sembari menepuk kedua pipi Misha secara bergantian.

"Banguninnya pencet aja lubang hidungnya itu lebih efektif" ucap Farzana.

"Begitukah?" tanya Yulia memandang Farzana kemudian dia lakukan.

Plak

Kembali sebuah tamparan mendarat di tangan seseorang.

"Astaga Gusti pedes amat tamparan yey" ucap Yulia sembari mengusap tangannya dan itu membuat Farzana terkekeh.

"Apaan sih main pencet hidung orang, mau gue gibeng heh?" Misha mendelik kan matanya pada lelaki setengah masak di depannya ini.

"Bukan gitu nekk, yey itu susah banget di bangunin jadi kata dia pencet hidung yey lebih efesien bangunin yey" jawab Yulia sembari menunjuk ke arah Farzana.

Misha mengikuti arah telunjuk dari Yulia dan setelah itu Misha membulatkan matanya melihat Farzana.

*

*

*

*

*

Saat ini waktu menunjukkan pukul 19.00 dan Farzana juga Misha sudah berada di salah satu hotel di kota B tersebut.

"Kita mending cari kos-kosan Mis lebih murah loh lagian kita cukup lama kan disini?" ucap Farzana.

"Terserah aja mau ngekost mau nginep di hotel juga gak masalah buat gue, yang pasti ngebalas perbuatan mantan elu dan pelakor nya sampai selesai" jawab Misha sembari merebahkan kemudian menghidupkan televisi.

"Eh tapi kamu mau balas gimana?" tanya Farzana yang mendekati Misha.

Misha mengalihkan pandangannya dari televisi ke arah samping dimana wajah Farzana sangat dekat dengan Misha.

"Astaga, gue bakal yakin setelah laki elu liat perubahan lu gini dia bakal gak ngenalin elu dah" ucap Misha.

Farzana mengerutkan dahinya "kok bisa gak ngenalin?" tanyanya.

"Karena elu berubah sangat cantik" jawab Misha.

"Aku tak perduli" ucap Farzana mulai merebahkan tubuhnya.

"Semua terserah elu, mau lu perduli atau gak sama laki elu gak masalah buat gue" ucap Misha.

"Kalau semua urusan kelar, lu mau ikut gue ke Paris juga hayuk" ucap Misha lagi.

Tak ada jawaban dari gadis di sampingnya itu, Misha menoleh dan mendapati Farzana sudah terlelap dengan dengkuran halus yang terdengar.

"Hadah, kenapa gak ngomong kalau elu tidur" omel Misha, dirinya mematikan televisi dan ikut masuk ke alam mimpi.

Continue...

Untuk kakak semua jangan lupa untuk tinggalkan jejaknya berupa like komen rate bintang lima tap fav juga ya yang belum biar ada notif masuk jikalau ay update muehehe 🙈

Sekali lagi ay ucapin makasih banyak atas dukungannya 😘

...Salam hangat dari Aya ❤️...

1
Memyr 67
𝗂𝗁𝗁𝗁 𝗌𝖾𝗆𝗎𝖺 𝗆𝖼 𝖼𝖾𝗐𝖾𝗄 𝗆𝖾𝗇𝗂𝗇𝗀𝗀𝖺𝗅
💜⃞⃟𝓛ㅤ ᴀʀᴜɴᴀ: wah😍 terimakasih sudah sampai akhir kak🤭
ya semua pergi dengan membawa kenangan masing2 😄
total 1 replies
Memyr 67
𝖾𝗅𝖾𝗇𝖺 𝗆𝖺𝗂𝗇 𝗌𝖾𝗇𝗃𝖺𝗍𝖺 𝖺𝗉𝗂? 𝗆𝖺𝖿𝗂𝖺 𝗒𝖺 𝖾𝗅𝖾𝗇𝖺?
Memyr 67
𝖾𝗅𝖾𝗇𝖺 𝗇𝗀𝖺𝗍𝖺𝗂𝗇 𝗉𝖾𝗅𝖺𝗄𝗈𝗋. 𝗎𝖽𝖺𝗁 𝗌𝖾𝗋𝖺𝗌𝖺 𝖾𝗅𝗏𝖺𝗇 𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗃𝖺. 𝗂𝗍𝗒𝗎𝖺𝗁 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝖽𝖾𝗄𝖾𝗍𝗂𝗇 𝖼𝗈𝗐𝗈𝗄 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖺𝗋𝖾𝗇𝖺 𝖼𝗂𝗇𝗍𝖺, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗈𝖻𝗌𝖾𝗌𝗂, 𝖼𝗈𝗐𝗈𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝖳𝖤𝖪𝖠𝖭𝖠𝖭 𝖬𝖤𝖭𝖳𝖠𝖫
Memyr 67
𝗆𝗎𝗇𝗀𝗄𝗂𝗇 𝖺𝗒𝖺𝗁𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗋𝗓𝖺𝗇 𝗒𝗀 𝗆𝖾𝗇𝗎𝗇𝗃𝗎𝗄 𝖺𝗋𝖽𝗂 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝖺𝗌𝗂𝗌𝗍𝖾𝗇 𝖺𝗋𝗓𝖺𝗇, 𝗄𝖺𝗋𝖾𝗇𝖺 𝗍𝖺𝗎, 𝖺𝗋𝗓𝖺𝗇 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁.
Memyr 67
𝗌𝖾𝗍𝗎𝗃𝗎 𝖺𝗄𝗎 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗋𝖽𝗂. 𝖻𝗈𝗌𝗇𝗒𝖺 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗍𝖺𝗎 𝗆𝖺𝗇𝖺 𝖼𝖾𝗐𝖾𝗄 𝗒𝗀 𝗍𝗎𝗅𝗎𝗌 𝗆𝖺𝗇𝖺 𝗒𝗀 𝗆𝗈𝖽𝗎𝗌
💜⃞⃟𝓛ㅤ ᴀʀᴜɴᴀ: cinta memang buta kak eh🤭
total 1 replies
Memyr 67
𝖺𝗐𝖺𝗅 𝗒𝗀 𝗆𝖾𝗇𝖺𝗋𝗂𝗄
💜⃞⃟𝓛ㅤ ᴀʀᴜɴᴀ: nuhun sudah mampir kak
total 1 replies
Vickha Chu
malah di sini yg terlihat keren pemeran kedua malah pemeran utamanya terlihat polos bodoh gk punya skil buat balas dendam
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
segitu bucin Keisha, sudah di racun juga
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
dihhh misha nakal
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
mulai bereaksi tuh obat gatal
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
dihhh tapi kan sering nebeng atau naik mobil umum 🤭🤦‍♀️
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
Farzana kerjaan ketawa terus 🤭
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
tapi sayang farzana tidak sedang menunggu mu
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
anjirrrr
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
aura misha menakutkan
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
dengerin tuh ucapan Alden
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
faham ,,,
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
gak nyadar diri,
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
seringai nya misha ini menakutkan
💜⃞⃟𝓛 𝗡𝗬𝗔𝗜ᵈᵉʷᶦ 🌀🖌
pede habis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!